
Energi kesedihan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memanggil makhluk dunia lain.
Makhluk yang sapat dipanggil seperti Raksasa, Jin, dan lainnya. Dengan energi kesedihan, mereka tidak akan bisa memanggil makhluk yang lebih kuat.
Kecuali jika mereka menggunakan energi kematian atau kehidupan yang dapat menarik minat para setan atau bahkan iblis.
Masyarakat Semi Rahasia Hantu tidak dapat memanggil makhluk yang sangat kiat. Jika mereka memanggilnya, maka akan menjadi bumerang baginya.
Aldi memperhatikan formasi yang dibuat pria berpakaian hitam. "Jadi hanya pemanggilan Ras Raksasa," pikirnya.
Kecepatan menyusun formasi pria berpakaian hitam sangat lambat, hal itu membuat Aldi merasa bosan. Akhirnya dia memilih untuk masuk ke Dunia Buatan.
Dia melihat kekuatan Rocky sudah mencapai tingkat Setengah Leluhur tahap 8. Perkembangannya membuat semua orang iri.
Hanya dalam beberapa puluh tahun kekuatannya telah meningkat sangat pesat.
Rocky terbang di atas langit tampak sangat bahagia. Suara kicauan burung terdengar sangat merdu.
"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Aldi.
Dia turun ketanah, dan membungkukkan badannya agar Aldi dapat menaikinya.
Tubuhnya sekarang sepanjang 3 meter dan sayap membentang 8 meter. Jika dia tidak mengetahui teknik transformasi, maka Rocky tidak akan bisa hinggap di kepalanya.
Teknik Transformasi dapat merubah tubuhnya menjadi burung kecil, seperti waktu dia baru lahir.
Aldi menaiki punggungnya, mereka terbang keatas langit. Rocky mengajaknya kesebuah tempat disebuah gua yang diciptakan Aldi untuk rumah burung Curik.
Aldi melihat api berwarna biru di kedua mata salah satu burung Curik. Dia menggunakan Mata Langit untuk melihat kejadian aneh ini.
Dalam sejarah tidak ada burung Curik yang dapat memancarkan api biru di kedua matanya.
Setelah beberapa saat mengamati, Aldi terkejut. "Mungkinkan mereka keturunan Burung Jalak."
Burung Jalak merupakan burung yang dapat memberikan berkah api biru kepada manusia yang diakui.
Mereka yang mempunyai api akan menyerap energi jauh lebih cepat dibandingkan dengan tanpa bantuan api biru.
Bahkan dalam pertarungan akan membantu meningkatkan kecepatan reflek dan kekuatan penggunanya.
"Jadi mereka tidak hanya menstabilkan energi murni, tetapi dapat memberi berkah kepada manusia dengan api birunya."
Suara kicauan burung Curik terdengar bahagia. Burung yang mempunyai api dimatanya terbang kearah Aldi.
Saat terbang, tubuh yang berwarna putih tertutup oleh api biru. Burung itu berhenti tepat didepan badan Aldi.
Simbol aneh keluar di atas kepala burung Curik, Aldi memperhatikan simbol itu dengan Mata Langit.
Api biru masuk kedalam tubuh Aldi sangat pelan. Sampai akhirnya burung Curik itu terbang berputar-putar kegirangan.
Aldi merasakan ada kekuatan luar yang menenangkan energi jiwanya. "Jadi seperti itu, burung Curik dapat menstabilkan kekuatan energi murni yang ada didalam tubuh. Bagi orang kurang dalam bakat beladiri, hal ini akan sangat bermanfaat."
Jika mereka mempunyai bakat yang menantang surga, maka menstabilkan energi didalam tubuh akan berasa sangat mudah.
Namun, dengan bantuan Api Biru milik burung Curik dapat membantu kecepatan menerobos tingkat lebih tinggi.
"Terima Kasih, telah memberiku berkah api biru."
Aldi mengaktifkan kekuatan Api Biru yang baru saja didapatkan. Dia terkejut dengan perubahan yang ditunjukkan, kekuatan api biru sangat membantu dalam pertempuran.
Waktu di Dunia Buatan berlalu dengan cepat, tidak berasa sudah hampir 10 bulan. Selama itu Aldi hanya berfokus untuk meningkatkan kekuatannya.
Sekarang dia sudah berada pada tingkat 11 Akhir. Kekuatannya setara dengan tingkat Setengah Leluhur tahap 1.
"Sudah hampir waktunya pemakaman Raja, aku harus cepat mencari informasi."
Aldi menuju ruangan Batu Pengumpulan Kesedihan. Pria berpakaian hitam masih fokus menyusun formasinya.
Formasi itu sedikit berbeda dengan yang dipikirkan Aldi. Ternyata formasi yang disusun bukan hanya pengumpul kesedihan, tetapi formasi ada beberapa formasi lainnya.
Tindakan itu akan sangat membahayakan setiap makhluk yang akan di serap energinya. Bahakan hal paling buruk, makhluk yang diserap akan mati.
"Leo, siapkan 50 orang tingkat Langit Puncak. Aku membutuhkan mereka besok, waktu Dunia Utama."
Karena akan ada pembantaian dari Putra Mahkota dan pria berpakaian hitam, Aldi tidak bisa tinggal diam.
Dia sangat menyukai manusia. Jika ras manusia mendapatkan bencana, maka Aldi akan ikut campur dalam masalah itu.
Aldi keluar dari tempat persembunyiannya menemui pria berpakaian hitam. Dia masih menggunakan wajah lelaki tua.
"Anak Muda, hal yang kau lakukan sangatlah berbahaya," kata Aldi sambil berjalan menuju batu pengumpul kesedihan.
"Lansia, masalah ink merupakan bisnisku jangan ikut campur,"
"Bolehkan aku tanya kenapa kau melakukan hal ini?"
"Seperti yang aku ceritakan tempo hari, aku sangat membenci orang yang ada di wilayah Dewata."
Mereka melanjutkan dengan diskusi, tidak ada yang berinisiatif menyerang terlebih dahulu.
Disisi lain, Putra Mahkota sudah berdiri di balkon Istana Dewata.
"Rakyatku tercinta, Raja Dewata sudah dipanggil oleh surga. Sebagai putra mahkota aku menobatkan diri sebagai pengganti Raja Dewata."
Manusia yang hadir melebihi ratusan ribu orang, ditambah puluhan ribu manusia setengah hewan.
Peti mati mantan Raja Dewata dimasukkan ke lubang tanah yang sudah dipersiapkan.
Ketika peti mati dimasukkan, banyak dari rakyat yang menangis karena sedih. Raja mereka adalah orang yang selalu membantu rakyat kecil.
Sebagian orang di wilayah Dewata adalah rakyat kecil, bahkan sebagian besar adalah petani.
Lubang ditutup, air mata pecah dari semua orang yang hadir di pemakaman Raja.
Sebuah cahaya putih transparan mengurung mereka, termasuk Putra Mahkota. Semakin lama, cahaya putih di langit berubah warna menjadi kehitaman.
Formasi tidak hanya mengumpulkan kesedihan, terdapat juga halusinasi. Pura Mahkota sudah membawa penawar dari racun yang ada dalam kubah formasi.
Teriakan histeris manusia semakin menjadi-jadi. Sebagian dari mereka telah meninggal karena kesedihan.
Pemandangan ini sangat tidak enak dipandang, kematian orang dengan banyak air mata di wajah mereka.
Jantung yang berdetak kencang karena akibat dari racun. Kesedihan yang berlebihan karena seseorang meninggal.
Di atas balkon, Putra Mahkota tidak merasakan kesedihan di ekspresi wajahnya. Bahkan cenderung senang dengan pemandangan itu.
Aldi masih berdebat dengan pria berpakaian hitam.
"Walaupun kau membunuhku, formasi telah diaktifkan." Pria berpakaian hitam tersenyum lebar.
"Anak Muda, apa kau bisa memberikan namamu?"
"Kenapa tidak, namaku adalah Kim William!"
Kim William tidak dapat mengukur kekuatan Aldi, jadi wajar baginya siap menerima kekalahan dalam pertandingan kali ini.
Aldi mengerutkan keningnya. Jika mencocokkan ceritanya dengan Kim Hoon, maka mereka merupakan kerabat dekat.
Kim Hoon sejak kecil tidak mempunyai Kakak, dia hanya mempunyai adik. Jika dia adalah anak ke 6, maka saat itu Kim Hoon masih seorang bayi berumur satu setengah tahun.
Adik ketujuhnya masih dalam kandungan. Kim Hoon tidak ingat bagaimana dia sampai di masyarakat Semi Rahasia.
Sedangkan menurut Kim William adiknya ke 6 diculik untuk di jual dagingnya. Wilayah Dewata ada sebuah Ras yang memakan daging manusia dibawah umur 2 tahun.
Aldi adalah orang yang menyerang dahulu, dia menggunakannya langkah bayangan untuk mendekatinya.
Pertarungan berlangsung singkat. Perbedaan kekuatan mereka sangat jauh Kim William hanya ditingkat Setengah Raja.
"Apa kau kenal Kim Hoon?" tanya Aldi sambil menendang Kim William hingga tersungkur di tanah.
"Bagaimana kau bisa tahu adikku?" ucap Kim William kebingungan.
"Kim Hoon adalah orang terpercaya ku, sekarang dia sedang mengalami krisis peningkatan kekuatannya. Sudah beberapa tahun dia tidak keluar dari pengasingan."
Kim William menghela nafas. "Setidaknya aku dapay mendengar kabar dari adikku. Kematian yang tidak sia-sia."
Kedua tangan Kim William telah terpotong rapi dengan pedang sederhana buatan Aldi.
Aldi menciptakan sebuah ruangan berlapis simbol agar mereka bisa berbicara dengan tenang.
Wajah Kim William terlihat sangat bahagia mendengar suara Aldi. Suara tidak dapat melewati ruang yang telah diciptakan.
Waktu berlalu dengan perlahan, Kim William sudah mulai kehabisan energi kehidupannya.
"Baiklah, apa kau berniat ikut denganku?" tanya Aldi pelan.
Wajah kaget tampak di wajah Kim William, dia mengira bahwa Aldi akan membunuhnya setelah menceritakan kisah Kim Hoon.
"Mengapa kau melakukan ini?" tanya Kim William.
"Aku hanya ingin membantu Kim Hoon menyelesaikan masalahnya. Dia sekarang membutuhkan dukungan emosional bukan kekuatan."
"Jika aku bergabung denganmu, apa aku harus mengkhianati organisasi Hantu?"
"Setelah kau mengikuti yang pasti kau harus melepas semua hal yang berhubungan dengan musuhku termasuk organisasi Hantu."
Kim William menceritakan seberapa mengerikannya organisasi Hantu. Pelindung organisasi memiliki kekuatan tingkat Setengah Leluhur tahap 5.
Sedangkan para petingginya mempunyai kekuatan tingkat Setengah Leluhur tahap 1.
Aldi hanya tersenyum mendengar semua cerita.
"Aku hanya bertanya apa kau mau bergabung denganku dan melihat adikmu?"
Aldi tidak memperdulikan kekuatan masyarakat Semi Rahasia Hantu atau siapapun, dia mempunyai kartu yang disebut Dunia Buatan.
Bahkan jika leluhur mereka mengejar Aldi, Dunia Buatan akan sangat tersembunyi disela ruang dan waktu.
"Aku akan bergabung denganmu, jika kau bisa menghancurkan formasi pengumpul kesedihan."
Aldi hanya melempar sebuah batu kecil. Suara formasi pecah terdengar sangat nyaring.
Kim William menghela nafas. "Jadi formasi itu hanyalah mainan anak-anak untukmu. Seperti janjiku aku akan bergabung denganmu. Namun, kedua tanganku telah terpotong aku hanya bisa menggunakan mulut untuk memberikan informasi."
Sekali lagi Aldi melempar batu kearah tubuh Kim William. Sebuah cahaya kuning tampak menyelimuti badan Kim William.
Dalam sekejam tangannya sudah tersambung dengan sempurna. Wajah Kim William terkejut sekali lagi.
Dia tertawa keras." Betapa Bodohnya organisasi Hantu ingin menyingkirkan mu!"