
Nezha yang terjun di medan perang membuat semua pasukan kewalahan. Satu orang dapat menghadapi empat kekuatan besar.
"Sial, kenapa bocah itu tidak bisa mati?" kata Nur Irma.
"Tenang pasti bocah itu akan kehabisan energi setelah menyerang seganas itu. Sebaiknya kita mundur untuk mengisi tenaga," kata Nur Haryanto menjawab kebingungan Nur Irma sebagai komando perang.
Nezha yang mengayunkan roda apinya kepada setiap pasukan yang menyerangnya. Tubuhnya terbuat dari api yang tidak bisa terluka oleh serangan fisik.
Tidak hanya tubuh yang aneh, kecepatannya juga sangat merepotkan. Ketrampilan kakinya tidak dapat dilihat oleh pihak lawan.
Setelah beberapa saat, keempat kekuatan melangkah mundur. Mereka menunggu bocah yang ikut kelelahan karena racun yang di lempar iblis.
Namun tidak ada tanda Nezha melambat, tetapi kecepatannya bertambah dan serangannya semakin ganas.
"Jangan berpikir, racun rendahan kalian dapat menghentikan aku!" teriak Nezha yang tampak senang dengan pertempuran.
Salah satu pemimpin iblis mengerutkan kening. Dia merasa terhina dengan pernyataan Nezha yang mengatakan bahwa kemampuannya adalah racun rendah.
Segera setelah Nezha selesai berkata, salah satu pemimpin langsung menerjang Nezha dengan kekuatan Immortal Hijau.
Karena Nezha adalah seorang Immortal Biru, dia dengan mudah menghindari serangan musuhnya.
"Menarik apa sekarang sudah waktunya satu lawan satu?" kata Nezha sambil mengangkat bibirnya.
Tanpa menjawab pemimpin iblis itu langsung menerjang kembali. Serangannya sedikit lebih berat karena menggunakan teknik terlarang.
Sekarang kekuatannya setara dengan tingkat Immortal Biru, tetapi kekuatan tubuhnya tidak akan bertahan lama.
Nezha tidak mau lengah, dia menggunakan teknik Api Gila untuk menghalangi ledakan energi dari pemimpin iblis.
Setelah cukup dekat, pemimpin iblis langsung meledakkan dirinya. Nezha tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar.
Dia menerima serangan pemimpin iblis dengan tubuhnya. "Sial, aku lengah," kata Nezha sambil memegang dadanya.
Kekuatan ledakan pemimpin Iblis tidak dapat diremehkan. Bahkan jika seorang Immortal Biru tahap 2 akan mati seketika.
Untungnya Nezha sudah menerobos tingkat Immortal Biru tahap 4. Sehingga dia tidak langsung kehilangan nyawa.
Miliaran mata melihat Nezha yang terluka langsung memanfaatkan kesempatan. Mereka menyerang langsung tanpa memperdulikan kawan dan lawan.
Yang ada di pikiran mereka adalah membunuh orang yang mengacau perang dengan roda apinya.
Setelah cukup dekat, pesawat tempur menembakkan misilnya. Sebuah ledakan besar tercipta hingga membuat tanah dibawahnya hancur.
"Apa yang terjadi," tanya Nur Irma dan Odin secara bersamaan.
Mereka tidak pernah melihat pesawat jet yang mengembang dengan ledakan yang sangat Gila. Bahkan Odin yang mempunyai pesawat luar angkasa tidka pernah melihatnya.
Satu tembakan pesawat dapat menghilangkan Immortal Kuning dalam sekejap. Ledakannya juga dapat melukai para prajurit lainnya.
Seven Soul masih menggunakan 100 dari 100 juta pesawat otomatis yang mereka punya. Karena pesawat jet hanya dikendalikan dengan pikiran.
Hanya membutuhkan beberapa orang untuk mengendalikan 1000 pesawat jet otomatis.
Seribu tembakan langsung di lontarkan pasukan Seven Soul. Prajurit Dewa dan Iblis kalang kabut melihat ledakan yang sangat mematikan.
Keluarga Nur langsung menarik semua pasukan, mereka tidak ingin melawan pasukan yang tidak diketahui.
Organisasi Odin tidak langsung mundur, mereka juga mengeluarkan pesawat penghancur untuk melawan Seven Soul dan mencari informasi tentangnya.
Pertempuran udara terjadi, tembakan bertubi-tubi dipancarkan pesawat otomatis dari Seven Soul.
Ribuan pesawat organisasi Odin langsung hancur setelah menerima satu peluru dari pesawat musuhnya.
"Selamatkan bangkai pesawat. Aku ingin tim peneliti melihat peluru yang mereka gunakan," teriak Odin memberikan perintah kepada bawahannya.
Dengan susah payah mereka mengambil bangkai pesawat. Hingga akhirnya dapat mengambil beberapa pesawat terbang.
Sayangnya setelah dibawa kedalam ruang penelitian, tidak terdapat peluru fisik yang mereka temukan.
Teknologi peluru yang digunakan Seven Soul bukan terbuat dari baja biasa, melainkan terbuat dari energi asal yang dipadatkan.
Shen Er dan Shen Qiu telah bekerjasama untuk membuat peluru yang mematikan tersebut.
"Sial, siapa mereka sebenarnya. Teknologinya sangat misterius, jika tebakanku benar mereka menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknik beladiri."
Odin berpikir keras ingin menemui orang dibalik teknologi yang sangat mengerikan tersebut.
Namun Kratos membuat ekspresi yang aneh. Dia nampak tidak senang Odin menemui orang yang membuat teknologi.
Walaupun terluka parah, Nezha masih tersenyum. "Menarik, aku akan kembali!" teriak Nezha melihat pasukan Iblis.
Teriakan Nezha membuat para prajurit Iblis berkecil hati. Mereka merasa Nezha akan kembali dengan kekuatan yang berbeda.
Bahkan pemimpin mereka yang telah menggunakan teknik penghancuran diri tidak dapat membunuhnya.
Setelah kemunculan Seven Soul yang semua pasukan menyelidiki keberadaannya.
Keluarga Nur dengan kecerdikan Nur Adik, menduga bahwa kekuatan yang ikut campur adalah Shen Zero dan pasukannya.
"Aku sangat yakin mereka telah terlibat. Dilihat dari perkembangan perusahaan mereka, teknologi baru selalu muncul setiap tahunnya."
Nur Andik mencoba meyakinkan semua Leluhur supaya segera menghancurkan perusahaan Danau Putih dan membiasakan Shen Zero.
Namun setelah berusaha sekuat tenaga. Dia hanya mendapat 3 dukungan dari Leluhur Keluarga Nur yaitu Nur Ivan, Nur Irma, dan Nur Ajeng.
Nur Ajeng merupakan seorang wanita yang sangat suka dengan hewan peliharaan. Dia merasa bahwa perusahaan Danau Putih akan mengacau kelangsungan hidup para hewannya.
Nur Ajeng adalah salah satu dalang dari kematian Josep yang telah meneliti Serigala Mutan dan Beruang Hitam.
"Sial, para orang tua bangka itu tetap bersikeras menjadikan perusahan Danau Putih sekutu!" kata Nur Irma mencibir.
"Aku menduga Nur Haryanto mengenal orang bernama Shen Zero. Dia tampak sangat tenang ketika melihat Nur Andi di bebaskan dari penjara," sahut Nur Andik yang cerdas.
"Aku juga curiga mereka sudah bersekutu secara diam-diam," kata Nur Ivan.
"Bodoh, Nur Haryanto tidak tahu siapa Shen Zero dan kenapa dia menyelamatkan Nur Andi. Namun ada bukti bahwa anak Nur Andi masih hidup, kalian tahu apa artinya," kata Nur Ajeng sambil mengelus serigalanya.
Akhirnya mereka tercerahkan dengan perkataan Nur Ajeng. Sekarang mereka menduga bahwa Alice telah menyelamatkan anaknya, sekarang dia menyelamatkan ayahnya.
Menurut Nur Haryanto, Shen Zero adalah anak dari Nur Andi dan Alice. Nur Haryanto adalah salah satu orang yang setuju pernikahan Nur Andi dan Alice. Karena Nur Andi adalah keturunannya langsung.
Ketika keluarga Nur membuat tuduhan palsu kepada Nur Andi, dia salah orang yang paling memperjuangkan supaya Nur Andi tidak dibunuh.
Setelah pasukan Seven Soul mundur, pasukan lainnya tidak bergerak sama sekali. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk gelombang perang selanjutnya.
Zeus sangat cemas melihat senjata mematikan dari Seven Soul. "Sebenarnya senjata apa yang mereka gunakan?" katanya memandang petinggi kerjaan Dewa.
"Sudah aku bilang Ayahanda, Seven Soul lebih mengerikan dari yang kita bayangkan. Untuk mengalahkan mereka bukan masalah yang mudah," jawab Heracles dengan menutup matanya.
"Aku tidak setuju, mungkin mereka kuat. Namun tuan Ares sudah menunjukkan kebangkitan, Seven Soul pasti akan hancur," sahut Apollo.
Diskusi lanjutkan dilaksanakan untuk menentukan langkah terbaik kerajaan Dewa.
Karena semua Leluhur memilih untuk berfokus pada Perang melawan iblis dan pasukan Odin. Mereka tidak memperdulikan pasukan lainnya.
Ketika pasukan lainnya keluar, maka keluarga Nur akan langsung mundur untuk mengamankan diri.
Mereka menganggap melawan pasukan Seven Soul adalah sarana membuang prajurit, mereka sudah melihat senjata yang telah diperlihatkan.
Perang lanjutan, pecah di wilayah Dewa. Sekarang para Iblis sedang menyerang, mereka tidak terima para Dewa membunuh para prajurit Iblis.
Miliaran Iblis menyerbu wilayah Dewa dengan keyakinan bahwa Lucifer akan menuntun mereka menuju kebenaran dan kekekalan abadi.
Keluarga Nur dan Organisasi Odin ikut campur dalam pertempuran, karena mereka ingin mengambil keuntungan dari perang.
Dewa dan Iblis tidak pernah mengambil rampasan perang, sedangkan keluarga Nur dan Organisasi Odin lebih berfokus mengambil rampasan perang.
Sumber Daya yang jatuh di medan perang tidak dapat dikatakan sedikit. Karena kerajaan besar seperti Dewa dan Iblis dangat kaya raya.
Sedangkan Kerjaan Manusia tidak bergerak sedikitpun. Qin Huang masih berfokus melatih pasukan khusus untuk perang selanjutnya.
Dengan pelatihan Qin Huang, Seven Soul memiliki masa depan yang lebih baik. Karena mereka akan mendapatkan prajurit yang sangat berpotensi.
Gelombang perang lanjutan telah pecah, Dewa sedang bertahan sekuat tenaga untuk menghalau pasukan Iblis.
Sedangkan keluarga Nur masih mencari kesempatan.
"Segera lancarkan serangan lanjutan," kata Aldi memberikan telepati kepada Mahesa yang berada di ruang kendali.
Mahesa langsung menyebarkan berita kepada semua orang. Nezha yang sudah sembuh langsung menerjang medan perang.
Namun kali ini dia tidak sendiri, Shen San ikut dengannya dengan kondisi tubuh terbaiknya.
Seven Soul berencana menggunakan tenaga manusia untuk perang kali ini. Mereka akan menyimpan pesawat otomatis untuk perang puncak melawan para Leluhur.