
Aldi kembali ke Dunia Buatan, dia yakin Zhu Tian tidak akan mengalami kecelakaan. Sano Yuji akan menjadi pengawalnya dalam bayang-bayang.
Bukan karena Aldi tidak peduli dengan Zhu Tian, tetapi kedua orang tuanya sedang mengkhawatirkannya dan kakeknya sedang dalam bahaya.
"Mahesa bagaimana keadaan berbatasan," tanya Aldi melihat Mahesa yang menatap layar.
"Semua berjalan dengan baik. Kita hanya perlu menunggu tanggapan dari Organisasi Perompak Galaksi."
Seven Soul tidak bisa terlalu aktif membantu pengepungan. Jika itu dilakukan, kemungkinan besar Organisasi Perompak Galaksi akan bekerja sama dengan Keluarga Ling atau Galaksi Kincir Angin.
Semenjak Abraham mati, Galaksi Kincir Angin sangat sunyi. Bukan karena mereka takut, tetapi sedang menunggu waktu yang tempat untuk memberikan pertunjukan sebenarnya.
Galaksi Kincir Angin tidak selemah yang Andreas bayangkan. Beberapa Leluhur telah menunjukkan diri setelah kematian Abraham.
Mereka merasa terhina karena seorang menantu telah membunuh Abraham dan menahan putra mahkota, Dominik.
Kota Purwokerto sangat tenang tidak ada yang sadar bahwa seorang pria dengan mata berwarna merah datang mengunjungi Keluarga Ling.
Dia adalah penjaga Neraka yang telah diutus untuk menemui Keluarga Ling yang sudah melakukan kontrak.
"Ling Yu, aku tidak tau seberapa kuat pasukan musuh. Namun Raja ingin aku menghancurkan mereka semua!" kata pria besar dengan mata merah.
Dia adalah Revi sang Penjaga Gerbang Neraka. Kekuatannya setara dengan Immortal Jendral tahap 7. Dengan kekuatan tubuhnya, dia bisa melawan Immortal Perang tahap 3 biasa.
Mata merah menjadi ciri kas para penghuni Neraka Sejati, mereka menyebut dirinya Utusan Neraka. Tubuhnya yang besar serta membawa tombak trisula adalah ciri khas lainnya.
"Tuan Revi, kami sangat menyambut kedatangan anda. Keadaan Kerajaan Bima Sakti dan Organisasi Perompak Galaksi sedang panas, ini adalah kesempatan kita." Ling Yu berdiri dengan penuh semangat.
"Atur semua perkelahian, aku hanya akan mengurus petarung kuat!" kata Revi dengan naga sombong. Semua utusan Neraka harus memiliki sifat sombong.
Disisi lain Aldi sudah mengetahui keberadaan Revi dari para anggota Seven Soul yang mengintai keluarga Ling.
Mahesa dengan segala peralatan canggihnya dapat menyadap setiap pembicaraan yang mereka katakan.
"Mahesa, segera bentuk regu kecil untuk menyingkirkan para penyusup yang akan dikirim Keluarga Ling," kata Aldi sambil memasang wajah serius.
Mahesa yang sependapat dengan Aldi langsung memberikan perintah kepada 32 anggota inti Seven Soul untuk membuat 4 regu penyergapan.
Setiap regu memiliki 8 anggota yang dapat menyergap dengan cepat. Mahesa tidak ingin strateginya di ketahui dengan cepat.
Luasnya informasi yang dimiliki keluarga Ling tidak dapat diremehkan. Jadi cepat atau lambat strateginya pasti akan terbongkar.
Sesuai dugaan Aldi dan Mahesa, 10 orang mencurigakan ditemukan. Mereka dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok hanya ada dua orang.
"Biarkan satu diantaranya hidup!" kata Mahesa memberikan perintah kepada regu penyergapan.
Karena musuh menggunakan kuda, pasukan Seven Soul sangat mudah melumpuhkan mereka menggunakan jarum beracun.
Secara bersamaan jarum melesat dengan cepat mengenai leher musuh. Dalam sekejap musuh langsung terjatuh tanpa nyawa.
Untuk menghilangkan jejak, pasukan Seven Soul memberikan bubuk penghancur raga. Sedangkan jiwanya dimakan oleh beberapa regu penyergapan.
Dua orang masih berjalan menuju istana Kerajaan Bima Sakti tanpa hambatan. Setelah sampai kedua orang langsung menuju gerbang untuk melakukan pendaftaran.
Namun kedua orang itu dibawa kesebuah ruangan khusus. Mereka berteriak, "Apa yang kalian lakukan!"
Mahesa berjalan dengan langkah tenang. Suara langkah kakinya hampir tidak terdengar.
"Jadi apa tujuan kalian datang kesini?" tanya Mahesa sambil menyempatkan matanya.
Tidak ada yang berani menjawab pertanyaan. Mereka telah diberikan segel khusus pada tubuhnya, jika membocorkan informasi tubuhnya akan meledak.
Mahesa melempar sebuah jarum beracun yang diberikan bubuk pembubaran tubuh. Seketika pria malang yang menjadi target acak Mahesa langsung menghilang ditempat.
"Aku tidak ingin mengulangi kedua kalinya, apa keputusanmu?" tanya Mahesa dengan ekspresi datar.
Sayangnya lawannya adalah Mahesa yang dapat mencuri ingatan musuhnya. Mahesa memegang kepala penyusup dan menggunakan teknik penyerapan jiwa untuk mengambil ingatan.
Dalam beberapa detik, semua ingatan yang dimiliki berpindah ke Mahesa.
"Jadi seperti itu, Keluarga Ling telah mendapat bantuan dari Neraka," kata Mahesa sambil mengerutkan kening.
Dia langsung memberikan informasi tersebut kepada Aldi yang sedang menunggu di markas besar Seven Soul.
Markas besar Seven Soul berada di Hutan Kerinci Seblat, Galaksi Andromeda.
Dalam waktu singkat kabar tentang Keluarga Ling telah mengirim penyusup telah terdengar ke telinga Bandi.
"Sudah aku duga, Keluarga Ling sangat berpotensi menjadi rekan kita. Rafael selidiki Keluarga Ling," kata Bandi yang memegang laporan.
Dia belum mengetahui bahwa Keluarga Ling mendapatkan bantuan Neraka, sedangkan Organisasi Perompak Galaksi mempunyai dukungan dari Langit.
Langit dan Neraka tidak akan bisa bersatu, namun tidak ada yang tak mungkin di dunia yang sangat kejam ini.
Kejadian Dewa dan Iblis telah membuat Aldi dan pasukan Seven Soul waspada. Kemungkinan terburuk, Seven Soul harus mundur ke Dunia Buatan.
"Apa kamu sudah menemukan informasi?" tanya Bandi melihat Rafaela membawa laporan. Dia tidak perlu menunggu lama untuk menemukan informasi tentang Keluarga Ling.
Setelah membaca detail laporan, Bandi mengerutkan kening. Dia tidka menyangka bahwa Neraka membantu keluarga lemah.
Dia tidak melihat dirinya yang sekarang adalah Organisasi lemah mendapat dukungan dari Langit. Walaupun Hida sudah mati, kekuatan Langit masih ada untuk membantunya.
Aldi yang duduk di kursi dengan tenang meminum teh di cangkirnya. "Suasana mulai memanas, Mahesa berikan sedikit sentuhan untuk menguji kekuatan pasukan kita!"
Dia ingin menugaskan beberapa pasukan Seven Soul untuk masuk ke medan perang. Karena Seven Soul sudah lama tidak melakukan pertempuran.
20 ribu anggota inti Seven Soul dengan kekuatan Immortal Kapten menyebar ke segala penjuru untuk membuat keributan.
Mereka akan menghancurkan segala markas Organisasi Perompak Galaksi dan Keluarga Ling. Aldi menciptakan propaganda supaya masyarakat menganggap bahwa Organisasi Perompak Galaksi dan Keluarga Ling sedang bertarung.
Hal itu dilakukan supaya kedua musuhnya saling bertarung tidak bekerja sama. Akan sangat aneh jika utusan Langit dan Utusan Neraka bekerja sama mengalahkan seorang pria bernama Aldi.
"Ayah, aku membawa barang yang kamu cari," kata Rocky memberikan sebuah batu berwarna hijau berkilau.
Rocky sangat senang memanggil Aldi sebagai ayahnya. Karena sejak kecil Rocky sudah diasuh Aldi.
Burung Roc sudah tidak pernah terlihat, Aldi yang membesarkannya bahkan memberikan energi jiwanya untuk memberi makan.
Jadi sudah sewajarnya Rocky menganggap Aldi sebagai Ayah.
"Bagus dengan ini aku bisa membuat simbol sementara."
Baru tersebut didapat dari gabungan antara batu Lava dan batu Bima. Dengan usaha keras Rocky, kedua batu yang memiliki sifat berbeda berhasil disatukan.
Dengan itu Aldi dapat membuat sebuah simbol yang pengurungan. Sebelum menaruh simbol, Aldi membuatnya menjadi sebuah cincin.
Dalam prosesnya, Aldi tidak boleh diganggu oleh siapapun. Namun siapa sangka Zhu Tian mengacau kan suasana hingga batu hijaunya hancur.
"Sayang, tolong ibuku. Dia kehabisan energi jiwa!" teriak Zhu Tian di depan gua hukuman.
"Kenapa aku tidak marah?" gumam Aldi kebingungan. Dia sudah memerintahkan seluruh anggota Seven Soul untuk tidak mengganggu.
Bahkan ibu dan ayahnya akan enggan untuk mengganggu. Namun Zhu Tian dengan percaya diri menghancurkan semua konsentrasi.
Seharusnya Aldi marah besar dengan kelakuannya. Bahkan dia merasa bahwa saraf marahnya telah putus karena sudah lama tidak marah.
"Yah, terserahlah. Biarkan aku menemuinya terlebih dahulu," kata Aldi dengan santai.