7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Pertarungan 3 Sisi



"Ares, kita tidak pernah bertemu sebelumnya. Namun mengapa kamu menyerang dengan penuh permusuhan," kata Aldi tenang.


Ares menyerang dengan kemampuan seorang Immortal Hitam, tetapi Aldi menggunakan teknik khusus dalam Wing Chun untuk menghindari serangan.


"Menarik, seperti pria yang diwaspadai Iblis Lucifer. Kamu memiliki ketrampilan yang menarik!" kata Ares dengan senyum.


Walaupun sudah menggunakan serangan kuat, tetapi itu bukanlah kekuatan penuhnya. Jadi ekspresinya tidak berubah ketika serangannya gagal.


Tanpa memberikan Aldi dan Ares istirahat, serangan bola hitam yang dapat memusnahkan miliaran orang dilempar ke arahnya oleh Lucifer.


Ares dengan percaya diri menerima serangan menggunakan tombak kebanggan. Sedangkan Aldi lebih memilih untuk menghindari serangan.


Kedua sikap pertahanan mereka berbeda sangat jauh. Jika Ares sangat percaya diri dengan kekuatannya, Aldi lebih suka menghemat tenaga dengan menghindari serangan lawan.


Mungkin dimata seorang petarung tindakan Aldi dapat disebut sebagai pengecut. Namun Aldi tidak perduli dengan perkataan orang lain.


Dia hanya fokus untuk menang dalam pertarungan bukan untuk menjadi terhormat di depan musuhnya ataupun petarung lainnya.


Karena Aldi menghindari serangan Lucifer, dia mempunyai banyak waktu untuk menyerang balik dengan pedang pembunuh Iblis dan Dewa.


"Triple Slash!" teriak Aldi menyebutkan nama tekniknya.


Tiga sayatan pedang berwarna putih menghantam Lucifer yang belum memperbaiki pijakannya setelah menyerang.


Serangan Aldi tidak menimbulkan banyak kerusakan, karena Lucifer memiliki tubuh yang jauh lebih kuat dari iblis biasa.


Sehingga butuh banyak sayatan pedang untuk membuat racun pada pedangnya bekerja dengan baik di tubuh Lucifer.


Ares yang melihat Aldi menyerang Lucifer, mengambil keuntungan menyerangnya dengan serangan laser dari tombaknya.


Seperti biasa, Aldi tidak menerima serangan Ares. Dia lebih memilih menghindar, tempak seperti seorang kelinci yang melompat kedalam lubang untuk mempertahankan diri.


"Sampai kapan kau akan menghindar, Pengecut!" teriak Ares melihat serangannya mengenai udara kosong.


Aldi tidak menanggapinya, dia lebih berfokus memikirkan serangan selanjutnya. Hingga akhirnya serangan pedang Aldi mengarah ke Ares yang lengah.


"Blade Dance!" kata Aldi mengucapkan nama tekniknya.


Serangan indah dengan pedangnya membuat Ares terkena puluhan serangan pedang. Hingga membuat kondisi tubuhnya semakin buruk.


Sebelumnya, Aldi telah mengurangi kekuatannya cukup banyak. Sekarang dengan serangan pedangnya menurunkan kekuatannya ke tingkat Immortal Hitam tahap 8.


Ares hanya dapat menangkis serangan yang bisa dia lihat. Sedangkan tidka semua serangan Aldi dapat dilihat.


"Teknik Terlarang, Gerbang Surga!" teriak Ares mengucapkan teknik terbaiknya.


Setelah tekniknya meledak, kekuatannya kembali ke puncak Immortal Hitam tahap 9. Namun energi kehidupannya berkurang cukup banyak.


Aldi langsung mundur ke tempat aman untuk menghindari ledakan energi. Berbeda dengan Lucifer yang menerjang maju untuk mengganggu pergerakan Ares.


"Tidak akan aku biarkan kau menggunakan teknik terlarang." Lucifer dengan senjatanya menyerang Ares.


Namun serangannya sedikit terlambat, Ares sudah berhasil menggunakan tekniknya. Jadi serangan Lucifer dapat di tangkis dengan mudah.


Aldi tidak memberikan Ares kesempatan untuk istirahat. "Teknik Pedang tanpa batas!"


Seribu pedang pembunuh Dewa dan Iblis keluar dari belakangnya. Dengan menunjuk Lucifer dan Ares serangan pedang menghantam mereka.


Ares yang sangat percaya dengan kemampuannya menghentikan serangan dengan senjata tombaknya.


"Teknik Terlarang, Gerbang Neraka!" kata Lucifer yang berlari menuju tempat yang cukup aman.


Ledakan energi terlihat, Lucifer telah berhasil menggunakan teknik meningkatkan kekuatannya.


Secara bersamaan Lucifer dan Ares menyerang Aldi dengan kekuatan penuh seorang Immortal Hitam tahap 9.


Aldi sudah menunggu serangan kuat seperti itu. Dia menerimanya dengan senang hati, karena Tubuh Tahta Raja membutuhkan energi kekuatan.


Ares dan Lucifer terkejut melihat Aldi masih berdiri tanpa terluka. Serangan gabungan mereka hanya dapat membuat pakaian luarnya sobek.


Tanpa memberikan kesempatan Ares dan Lucifer terkejut, Aldi menggunakan tekniknya kembali untuk menyerang dengan pedang yang lebih banyak.


Ares yang selalu menerima serangan Aldi merasakan tubuhnya tidak mengikuti perintahnya. "Apa yang terjadi?" kata Ares kebingungan.


Lucifer yang sudah mengerti kemampuan khusus Aldi lebih memilih untuk menghindari pedang aneh tersebut.


Ingatan Satan dan Malphas sudah tertanam dalam tubuhnya. Jadi sudah sewajarnya Lucifer mengetahui kelebihan Aldi dan pasukannya.


"Bodoh," ejek Lucifer melihat Ares yang merasakan keanehan dalam tubuhnya.


"Manusia itu lemah, tetapi mereka memiliki seribu cara untuk mengalahkan lawannya yang lebih kuat," kata Lucifer melihat Ares tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan baik.


Memanfaatkan situasi, Lucifer menggunakan teknik terbaiknya untuk menyerang Ares yang tidak berdaya.


Ledakan besar membuat sebagian medan perang hangus karena api hitam yang telah di lancarkan. Untuk menggunakan kekuatan tersebut Lucifer menggunakan banyak energinya.


Kebetulan Behemoth datang menemuinya. Tanpa berpikir panjang, Lucifer memegang leher Behemoth dan menyerap semua energinya untuk digunakan.


"Tuan, apa yang kamu lakukan?" kata Behemoth dengan suara lirih.


"Jika kamu menganggap aku sebagai tuan, segera berikan semua kekuatanmu!" kata Lucifer dengan wajah datar.


Aldi yang melihat tindakan Lucifer, melempar teknik pedang raksasa. Sebuah energi pedang yang berukuran besar muncul di atas kepala Lucifer.


Energi pedang tersebut menyelamatkan Behemoth dari kematian. Dia sekarang hanya seekor iblis singa yang kehilangan kekuatan.


Bahkan jika seorang manusia tingkat Hitam datang, Behemoth dapat dibunuh dengan mudah.


Lucifer membuang tubuh kosong Behemoth dan segera mencoba untuk menghindari serangan Aldi. Namun sudah terlambat, dia hanya bisa menangkisnya.


Ares yang terkena serangan telak Lucifer memuntahkan darah segar. Tubuhnya terluka parah karena kemampuan regenerasinya telah di segel oleh pedang Pembunuh Dewa dan Iblis.


"Sial, kesalahan besar menerima serangan bocah itu!" kata Ares mencoba mencari celah untuk melarikan diri.


Namun sebuah Kubah besar menyelimuti Ares dan Lucifer yang sedang menerima pedang raksasa berwarna putih.


Kubah tersebut adalah simbol yang sudah dipersiapkan anggota Seven Soul untuk mengurung semua pasukan musuhnya.


Sebuah asap tipis berwarna hijau muncul dari segala penjuru. Asap tersebut membuat kekuatan tempur pasukan Dewa dan Iblis turun drastis.


Zeus sekarang mempercayai perkataan Bishamoten yang menyebutkan kekuatan Seven Soul sangat mengerikan.


Namun nasi sudah menjadi bubur, Zeus sudah kehilangan kepercayaan Bishamoten dan sekarang berada dalam kubah aneh.


"Apa yang terjadi?" kata Ares kebingungan.


"Jadi ini kubah yang kamu gunakan untuk mengalahkan pasukan Iblis di Dunia Utama," kata Lucifer dengan santai.


Dia sudah selesai menyingkirkan energi pedang raksasa. Aldi yang mengeluarkan pedang tersebut tidak tampak kelelahan.


Karena Aldi sudah menyiapkan beberapa pil dan benda khusus untuk menyimpan energi supaya dapat digunakan sewaktu-waktu.


Pertarungan ketiga kubu tidak berhenti, para anggota Seven Soul dengan gagah berani membantah para pasukan Dewa dan Iblis.


Zeus sangat kewalahan melihat pasukan manusia semakin menjadi. Kekuatan prajuritnya juga semakin menurun. Keadaan pasukan Iblis juga tidak berbeda jauh dengan pasukan Dewa.


Keluarga Nur juga terperangkap kedalam kubah, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mengalahkan para Iblis dan Dewa.


Lucifer yang sudah pernah merasakan kekuatan simbol Aldi mencoba untuk memecahkannya. Namun hasilnya nihil, padahal Satan sudah belajar sangat keras.


"Sial, ternyata melawan kubah milikmu tidak semudah yang aku kira!" kata Lucifer memandang Aldi.


"Kamu terlalu memuji, Lucifer. Bukan aku yang hebat, terapi kamu yang lemah," kata Aldi mengandung banyak provokasi.


Namun Lucifer sudah mengetahui kemampuan Aldi dalam memprovokasi musuhnya supaya tidak dapat menggunakan kemampuan terbaiknya.


Ares yang terluka di tanah hanya bis mengeratkan gigi. Dia masih tidak percaya tubuhnya tidak dapat bergerak.


Semua energinya difokuskan untuk menyembuhkan racun yang ada dalam tubuhnya. Namun dia membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bisa bergerak dengan bebas.


Pertarungan antara Lucifer dan Aldi dilanjutkan, petir tercipta di segala pencuri medan perang. Hingga membuat para Iblis dan Dewa yang belum bersiap mati.


Aldi bukan orang bodoh, dia mengarahkan setiap serangannya menuju pasukan Dewa maupun Iblis. Jadi secara tidak langsung, dia telah melakukan kontribusi dalam pembersihan pasukan Dewa dan Iblis.


Hantu Tua yang melihat pertarungan Aldi dan Lucifer berkata, "Sudah aku duga, bocah Gila itu memiliki kekuatan yang mengerikan!"


Tanpa sadar dia merasa bahwa Aldi harus menang melawan Lucifer dan Ares. Dia mendapatkan sebuah ramalan bahwa seorang pria kuat akan datang ke dunia Maha Tinggi dan menghancurkannya.


Namun dia merasa pria tersebut bukan Aldi, sehingga dia berharap Aldi membantunya melindungi Dunia Maha Tinggi.


Jika Qin Huang adalah seorang pahlawan yang ditunggu Dunia Maha Tinggi, Aldi akan mengambil peran sebagai penolong.


Namun tidak ada ramalan bahwa ada seorang penolong yang akan menyelamatkan Dunia Maha Tinggi.


Anehnya ramalan selanjutnya mengatakan bahwa Dunia Maha Tinggi harus dipimpin oleh satu orang yang bernama Kratos.


Hantu Tua mengetahui bahwa Kratos adalah salah satu orang dari organisasi Odin. Namun kenapa langit dan neraka ingin menjadi raja Dunia Maha Tinggi masih menjadi misteri.