
Kesadaran aldi kembali, pusaka Galaksi Andromeda pecah. Namun Andreas masih terluka parah.
Aldi bisa membunuh Roro tanpa menghancurkan jiwa Zhu Tian. Bahkan bisa memuntahkan jiwanya keluar, tetapi belenggu warisan Moris tidak semudah yang dibayangkan.
Bisa dibilang Roro sudah memiliki sebagian warisan Moris, contohnya melihat semua ingatan dalam diri seseorang hanya dengan melihat.
Kemudian ada Jiwa yang tidak bisa dihancurkan, lalu ada teknik pengambil tubuh yang dia gunakan. Bahkan Mata Dunia milih Aldi tidak dapat melihat tekniknya.
Walaupun hanya sebagian warisan, Moris bukan entitas kecil yang bisa dikalahkan dengan mudah.
"Sudahlah, kita tunggu saja waktu yang akan menjawab!" gumam Aldi.
Alice langsung memeluk Andreas, dia sangat sedih karena orang yang melukai ayahnya adalah menantunya sendiri.
Bahkan Aldi yang terkenal memiliki ketrampilan penyembuhan yang tiada tara tidak bisa menyembuhkannya.
Karena bersedih terlalu berlebihan, rambut Alice yang berwarna merah berubah menjadi putih, pupil matanya juga mengikuti berwarna putih.
Sebuah kekuatan bangkit dari tubuh Alice. Secara tidak sadar seseorang yang ada di tubuh Alice melirik Aldi yang berdiri disebelahnya.
Kesadaran Alice menghilang setelah membangkitkan kekuatannya, tubuhnya kembali normal.
Namun Andreas tidak kunjung sembuh dan semakin memburuk.
"Aldi, tolong sadarkan anakku. Mungkin aku sudah tidak bisa menahannya lagi," kata Andreas lirih.
Aldi langsung memegang kepala Alice dan memasukkan pil kebugaran kedalam mulutnya. Kemudian menggunakan teknik khusus untuk membangunkan Alice.
Dalam alam bawah sadar Alice sedang bertemu Nara. Namun karena Aldi mengganggu, Nara tidak bisa menceritakan lebih lengkap.
"Bocah itu tidak hanya memiliki kekuatan Moris," kata Nara dalam alam bawah sadar Alice.
Dia juga sudah mengetahui bahwa akan ada peperangan yang mengharuskan Maha Pencipta bertarung dengan Peramal dan seorang yang seharusnya tidak ada.
"Jadi era itu akan segera terjadi. Memang peramal sangat mengerikan, untungnya aku tidak hidup di era itu."
Alice kembali sadar dari tidurnya, dia memiliki sedikit warisan Nara. Jadi kemampuan penyembuhannya sangat kuat.
Namun setelah berusaha sekuat tenaga, Alice tidak dapat menyembuhkan Andreas yang tertusuk.
"Sudahlah, ini adalah takdir yang harus kamu terima," kata Andreas lirih sambil tersenyum manis. Tangannya mulai lemas karena tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan.
Sebelum Andreas kehilangan nyawanya dia sempat tersenyum dan menutup matanya. Dia puas dengan kematian yang sangat damai.
Jika seseorang mati akan mengeluarkan jiwa, Andreas berbeda. Dia tidak mengeluarkan Jiwa sama sekali, artinya jiwanya telah diserap oleh pusaka Galaksi Andromeda.
Jiwa Andreas digunakan untuk membangkitkan serpihan jiwa Moris dengan media perantara Pusaka Galaksi Andromeda.
Aldi hanya bisa menutup matanya, dia baru bertemu dengan kakeknya. Jadi perasaannya belum begitu dalam.
Nur Andi juga melakukan hal yang sama, bahkan dia memiliki ingatan yang buruk tentang Andreas. Ling Tong menuju Dunia Maha Tinggi dengan perintah Andreas, tetapi Nur Andi tidak ingin membahas hal tersebut.
Padahal dia kehilangan banyak rekan seperjuangan karena Andreas. Namun semua sudah berlalu, semua rekannya tidak menginginkan balas dendam. Jadi Nur Andi tidak boleh mengungkit masa lalu, dia harus bertambah kuat untuk melindungi keluarganya.
Sekali lagi kekuatan Nara bangkit lagi, Alice dibawa ke alam bawah sadar untuk melanjutkan sejarah Nara dan warisannya.
Untuk mendapatkan warisan sempurna darinya, Alice harus membunuh Aldi atau anaknya sendiri. Hal itu dilakukan untuk merebut Kitty dan mendapatkan serpihan warisan Moris.
Alice sebagai ibu langsung menolaknya. Dia berencana bunuh diri didepan anaknya supaya warisan Nara sempurna.
Nara hanya bisa tersenyum kecut, dia tidak menyangka warisannya dan Moris akan diberikan kepada ibu dan anak.
Nara tidak mempunyai kesempatan untuk melanjutkan warisannya.
Setelah berpikir cukup lama Alice memberikan keputusan. "Baiklah, biarkan aku mengambil semua warisan milikmu," kata Alice yang membuat Nara kebingungan.
Jiwa Nara masuk kedalam tubuh Alice serta memberikan sebagian ingatan yang dia miliki. Sebagian ingatan masih dalam tubuh Kitty yang belum bangkit.
Waktu yang akan menjawab, segalanya. Akankah Aldi mati di tangan ibunya atau Alice yang akan mati di tangan anaknya.
Alice sadar dengan sebagian ingatan Nara yang sangat luas. Bahkan sekarang dia bisa menggunakan simbol jauh lebih baik dari Aldi dan serpihan warisan Moris.
Galaksi Mata Hitam mulai bergerak dengan 25 miliar pasukannya. Tidak mau kalah Galaksi Kincir Angin, mereka mengerahkan 22 miliar prajurit tingkat Immortal.
Mereka berdua mengepung istana Kerajaan Bima Sakti yang kehilangan pemimpinnya. Mereka ingin mengambil wilayah yang ditinggalkan Andreas.
Semangatnya sampai ke para prajurit yang sempat terpuruk karena kehilangan Andreas. "Jangan biarkan musuh mengambil kebebasan keluarga kita!" kata Nur Andi.
Teriakan ratusan juta prajurit telah berkumpul di depan istana, dengan semua tekad kuat mereka akan melawan pasukan penyerang.
Tidak sedikit prajurit yang kabur karena merasa tidak memiliki kesempatan untuk menang. Nur Andi tidak bisa menyalahkan mereka karena lawannya sekarang memiliki 47 miliar prajurit Immortal.
Jumlah itu, jauh lebih banyak dari semua pasukan Seven Soul. Namun Nur Andi masih tersenyum memandang pasukan musuh yang mengepung.
"Sudah lama aku tidak pernah merasakan perasaan nyaman ini!" kata Nur Andi sambil menutup matanya menikmati hembusan angin.
"Kakek, sudah waktunya kita bergerak," kata Mahesa penuh sopan santun. Dia sudah menganggap Aldi sebagai ayahnya, jadi wajar memanggil Nur Andi kakek.
Mereka berdua masuk kedalam ruang komando untuk menyusun strategi 500 juta pasukan Seven Soul yang akan berperang.
25 miliar datang dari barat, disisi lain ada 22miliar pasukan. Mahesa menyarankan untuk menggunakan 200 juta untuk menuju Barat, 200 juta menuju Timur.
Sedangkan sisanya akan menghabisi mahluk yang berhasil lolos dari pertahanan. Zhou Ming akan bergerak ke barat bersama Henry sang penjaga gerbang Barat.
Galaksi Mata Angin memiliki beberapa pasukan yang belum tingkat Immortal, jadi akan lebih mudah menghadapinya daripada Pasukan Galaksi Kincir Angin.
Zhu Que, Kang Juun dan Kang Eun Jung akan menghadang pasukan Galaksi Kincir Angin. Mereka bertiga sudah mencapai Immortal Perang tahap 9. Jadi kesempatan menang akan sangat tinggi.
Zhou Ming menancapkan tombaknya ke tanah sambil mengibarkan bendera berwarna ungu yang terdapat lambang Seven Soul.
Namun Galaksi Mata Hitam tidak gentar, dengan Delta di ujung pasukan. Mereka menyerang dengan penuh semangat.
Zhou Ming tersenyum lebar, berbanding terbalik dengan Henry yang tidak menunjukkan sedikitpun ekspresinya.
Kedua orang tersebut berlari seperti sebuah anak panah yang baru lepas dari busurnya. Sekali ayunan kapak Henry, puluhan prajurit musuh langsung menghilang.
Tidak mau kalah, Zhou seperti seorang Jendral Perang yang sangat kuat, dia dikepung ratusan prajurit.
Berbeda dengan Henry yang tidak ada satupun prajurit yang menyerangnya. Jadi dia mencari musuh dengan mengayunkan kapan ya secara acak.
Pakaian perang pasukan Seven Soul sangat mencolok, jadi Henry dapat membedakan musuh atau rekan dengan mudah.
Delta melihat Zhou Ming yang terkepung memilih untuk mendatangi Henry yang tampak santai.
"Aku tidak tahu siapa kamu, tapi aku harum bisa menghiburku!" kata Delta sambil mengayunkan pedangnya.
Tanpa ekspresi Henry menangkap pedangnya dengan tangan kosong. "Membosankan!" kata Henry mematahkan pedangnya dengan mudah.
Kapak langsung diayunkan dengan kecepatan tinggi.
Delta menghindar dengan sempurna karena kekuatannya bertumpu pada kecepatan.
Henry adalah seorang anggota Seven Soul yang memiliki kecepatan terendah. Namun tubuhnya dapat menerima banyak serangan tanpa terluka.
Bukan karena bakat tubuh yang sangat hebat, tetapi hasil kerja kerasnya sendiri. Dia tidak pernah bolos latihan tubuh yang disarankan Aldi ketika pertama kali bertemu.
Bahkan Shen San akan kesulitan melukainya dengan serangan fisik. Dia harus menggunakan sebuah trik untuk menembus pertahanannya.
Henry adalah bukti asli bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.
Delta melihat pedangnya dihentikan dengan tangan kosong tidak bisa lengah. Dia mengeluarkan sebuah pusaka Galaksi Mata Hitam.
"Baiklah, aku akan serius. Jangan mati," kata Delta sambil tersenyum lebar.
Ayunan pedangnya mengenai punggung Henry, tetapi tidak dapat menggores tubuh musuhnya. Sekarang dia mulai panik, salah satu pedang terbaik Galaksi Mata Hitam tidak dapat melukai musuhnya.
"Untungnya kamu belum membangkitkan senjata itu. Jika sudah, pasti aku akan kesulitan," kata Henry tanpa ekspresi.
Perkataan Henry membuat Delta teringat sesuatu, pedangnya akan bangkit jika dia mengorbankan jiwanya.
Tanpa berpikir panjang, Delta memasukkan kekuatan jiwa untuk mengaktifkan kekuatan pusaka Galaksi Mata Hitam.
Sebuah raungan Raja Naga merah keluar dari pedangnya. Sehingga membuat prajurit disekitarnya menghentikan pertarungan untuk melihat duel antara Henry dan Delta.
"Haha, akhirnya aku bisa menggunakan pusaka Galaksi Mata Hitam yang sesungguhnya!" teriak Delta sambil tertawa.
Bukannya panik, Henry malah tersenyum tipis melihat kekuatan musuhnya meningkat. "Baiklah, ayo lakukan!" katanya pelan.
Zhou Ming melihat Henry tersenyum langsung melebarkan matanya tidak percaya. Bahkan ketika menghadapi Shen San, Henry tidak merasakan pertarungan sebenarnya.