7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Makam Raja



Aldi tersenyum ketika aura Silvia Horizon mereda.


"Kau telalu memujiku, Nyonya," kata Aldi dengan ekspresi polos.


"Nyonya?" ucap Silvia Horizon kebingungan.


Aldi sudah mengetahui umur Silvia Horizon lebih dari 250 tahun. Ia tidak mengatakan apapun, hanya tersenyum.


Silvia Horizon sudah mengetahui bahwa lawan bicaranya sangat cerdas.


"Hubungi aku, jika kau membutuhkan bantuanku. Sejujurnya, aku tidak ingin menjadi musuhmu," kata Silvia Horizon sambil menyerahkan kartu nama yang tertera nomor teleponnya.


Setelah Aldi mengatur semua bisnis, ia kembali ke Dunia Buatan untuk berlatih.


Dalam Dunia Buatan sekarang hanya ada 70 orang yang berlatih. Sedangkan yang lainnya keluar untuk menjalani hidup yang normal dan menjalankan bisnis.


50 anggota Shadow Blade diwajibkan meningkatkan kekuatannya. Jadi mereka akan berada di Dunia Buatan sangat lama.


"Shie, sepertinya sudah waktunya memasuki Makam Raja di rumah Kakek Nui," kata Aldi.


"Kapan kita berangkat?" jawab Shie senang. Sekarang kekuatannya berada pada tingkat 6 Puncak.


"Bos, bolehkah aku ikut?" tanya Kim Hoon. Ia sekarang berada pada tingkat 6 Menengah.


"Tentu, kita semua akan berangkat. Aku juga akan mengajak Leo sebagai pemandu," kata Aldi dengan senyum ringan.


Mereka menuju kota Pare menggunakan pesawat terbang. Ketika ingin keluar dari bandara, seorang artis juga ada di pesawatnya.


Hal itu membuat bandara penuh dengan penggemar artis itu.


"Siapa dia?" tanya Aldi kepada seorang penggemar yang menunggu di depan pintu masuk.


"Kau tidak tau? dia adalah artis yang membintangi banyak film terkenal, Song Yoo Jung."


Aldi tidak mengikuti berita tentang artis, ia terlalu banyak membaca sejarah.


Song Yoo Jung sedang terkena sekandal dengan seorang pengusaha. Banyak penggemar Song Yoo Jung tidak setuju dengan hubungan mereka.


Akhirnya para penggemar memblokir pintu keluar bandara, agar Song Yoo Jung tidak bertemu dengan akrto itu.


"Siapa pengusaha itu?" tanya Aldi penasaran.


"Dia aktor tidak terkenal, Han Alex!"


"Ha ..." kata Aldi dan Shie secara bersamaan. Mereka berdua terkejut karena pengusaha yang terlibat skandal adalah saudaranya, Alex.


Aldi secara langsung menelpon Alex, tapi tidak terhubung. Aldi dan Shie saling memandang, kemudian mereka tertawa terbahak-bahak.


Untuk sekarang tujuan Aldi adalah Malam Raja, ia tidak akan menggangu skandal Alex dengan Song Yoo Jung.


"Kek, sudah lama tidak bertemu?" ucap Aldi melihat Kakek Nui sedang berlatih beladiri. Kekuatan kakek Nui sekarang setara dengan pembudidaya beladiri tingkat Hitam Awal.


"Aldi, Shie, dan Kim Hoon lama tidak bertemu. Apa kalian sudah siap membuka Makam Raja?" tanya Kakek Nui.


"Iya, Kek!" jawab Aldi lugas.


Aldi tidak merawat kakek Nui di dalam Dunia Buatan karena ia tidak ingin kakek Nui menderita.


Ketika berada di Dunia Buatan maka umur mereka akan bertambah sesuai waktu di dunia itu.


Bakat Kakek Nui dalam bela diri sangat rendah, ditambah dia juga terlambat mulai. Jika Aldi memberikan obat terlalu banyak itu akan menghancurkan tubuh tuanya.


Menurut perkiraan Kakek Nui tidak akan pernah menembus tingkat Setengah Bumi.


Setelah sampai di di depan Makam Raja, Aldi bertanya, "Leo, apa kau yakin ini Makam Raja?"


"Aku Yakin, Bos," jawab Leo dengan percaya diri.


Bukan karena Aldi tidak percaya dengan perkataan Leo. Tapi menurut Mata Langitnya makan ingin setara dengan tingkat 12. Artinya, Makam ini diatas peringkat Raja.


Mereka mencoba memasuki dengan hati-hati. Aldi memimpin membawa batu cahaya untuk menerangi jalan.


"Ada yang aneh, aku tidak menemukan sedikitpun mekanisme jebakan disini?" kata Aldi melihat Leo yang berjalan di bawahnya.


"Tidak, aku yakin pasti ada sesuatu di ruangan depan, tapi kenapa tidak ada jebakan?" kata Aldi kebingungan.


Aldi menyusun Simbol Gerbang untuk berjaga. Simbol itu berfungsi untuk menarik semua orang ke Dunia Buatan jika nyawanya terancam. Hampir sama dengan simbol yang dipakai Shadow Blade waktu perang.


Ruangan didepan mempunyai pintu setinggi 5 meter. Jadi semua orang mendorong pintu untuk membukanya.


"Haise, bukankah itu bangsamu?" tanya Aldi sambil mengeluarkan Shen Haise.


Shen Haise mengerutkan kening. "Bukan itu dari Roh Iblis, tapi kenapa Iblis bisa selemah itu? dia hanya tingkat Tembaga 55," ucapnya pelan.


Suara serah entah datang dari mana. "Akhirnya ada seseorang yang datang!" ucapnya pelan. Dia juga memegang kepala Roh Iblis itu.


Wujud Roh Iblis menyerupai anak remaja berumur 18 tahun.


Aldi dan teman-temannya kaget mendengar suara itu. Hanya Aldi yang bisa menenangkan diri paling cepat. Bahkan Shen Haise masih terkejut, sedangkan Leo masih menyesal dengan pernyataannya.


"Siapa?" tanya Aldi sambil menggunakan Mata Langit. Ia tidak menemukan energi kehidupan sedikitpun.


"Bukankah kalian ingin harta?" kata suara itu pelan.


"Aku telah penyiapkan permainan sederhana. Kalahkan Pelayanku!"


Ketika dia selesai berbicara, Roh Iblis itu menyerang. Aldi tidak menyimpan sedikitpun kekuatan dengan Teknik Telapak Budha, kejahatan didepannya menghilang dalam sekejap.


Suara tepuk tangan terdengar. "Mengagumkan, kau mengalahkan Pelayanku sekali serang."


Sebenarnya Aldi tidak membunuhnya, ia menyerap kekuatannya sampai habis. Roh Iblis itu bukan roh sesungguhnya, itu roh buatan.


Suara itu menyuruh untuk menuju ruangan selanjutnya. Aldi tetap waspada dengan Mata Langitnya.


Shen Haise melihat pedang beraura Coklat. "Lihat itu, kalau tidak salah itu adalah Pedang Kukri," katanya sambil mengerutkan kening.


Pedang Kukri adalah pedang yang dipakai salah satu pria terkenal di masanya, Gurkha. Dia setidaknya mempunyai kekuatan tingkat Legenda tahap 1. Walaupun orang itu lebih lemah darinya, prestasinya memberantas kejahatan sangat mencengangkan.


"Tapi pedang itu harusnya memancarkan warna kuning, kenapa sekarang berwarna hitam," kata Shen Haise kebingungan.


Aldi melihat dengan cermat. Ia berkata, "Itu pedang tiruan, pedang dengan kualitas baik tidak mungkin mempunyai cacat yang mencolok."


Aldi dapat membedakan pengerajin terampil dan pengerajin yang hanya sekedar membuat senjata.


"Ambil pedang itu!" kata Suara itu dengan nada senang.


Aldi melihat sekeliling pedang itu terdapat segel misterius. Tapi, bagi Aldi segel itu masih seperti segel bayi yang baru lahir, sangat sederhana.


Sebelum menarik pedang, Aldi mempelajari segel misterius itu. Ia menemukan bahwa Segel itu untuk mengurung jiwa jahat dibawahnya.


Aldi mencoba menyusun simbol aneh, itu adalah Simbol Kurungan. Simbol itu pernah digunakan untuk mengurung Shen Haise agar tidak keluar.


Tidak ada respon dari suara aneh itu. Aldi dapat mengkonfirmasi bahwa suara itu tidak dapat melihat tindakan yang dilakukannya. Suara itu hanya memperkirakan waktu penyelesaian ruangan.


"8 Ruangan disebelah adalah harta yang akan kau dapat setelah melepas Pedang itu," kata Suara itu sekali lagi.


Perbedaan simbol dan formasi adalah tingkat kerumitan dalam pembuatan. Simbol mempunyai kerumitan tingkat pikometer, sedangkan Formasi memiliki tingkat kerumitan milimeter.


Bahkan jika ada orang mempelajari simbol yang dibuat Aldi, mereka membutuhkan jutaan tahun untuk mengetahui komposisinya.


Setelah selesai menyusun Simbol, Aldi melepas Pedang Kukri. "Pedang yang bagus," ucapnya pelan.


Pedang itu cukup bagus jika dibandingkan dengan miliknya saat ini.


"Akhirnya, aku Park Hansol bebas. Anak Muda terimakasih telah membebaskanku, akan aku beri kau kematian yang mudah."


Wujud Park Hansol menjadi manusia setengah Serigala, ia tidak memiliki mata sebelah kiri.


Park Hansol menyerang kearah Aldi dengan sangat ganas, tapi tanpa terduga ia menabrak dinding tak berwujud.


"Apa yang terjadi?" kata Park Hansol kebingungan.


"Kau terlalu meremehan manusia," jawab Aldi dengan senyum dibibirnya.


Shen Haise yang mempunyai pengetahuan jaman Kuni tidak bisa menembus Simbol itu, apalagi Park Hansol yang baru berumur sekitar ribuan tahun.