7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Ancaman Sebenarnya



Pria yang menghentikan serangan Abraham tersenyum tipis. "Abraham, sudah lama kita tidak bertemu!" katanya pelan.


Andreas adalah orang yang paling terkejut dengan penampilan pria berbaju hijau. Pasalnya dia adalah gurunya yang pernah melatihnya dengan sepenuh hati.


"Master?" kata Andreas kebingungan.


"Andreas, gurumu sudah mati. Aku adalah adik kembarnya."


Alasan kedua bersaudara melatih Abraham dan Andrea adalah membuat sebuah skenario peperangan untuk mengurangi populasi manusia di alam semesta.


Saudara tersebut bernama Hira dan Hida. Sayangnya Hira mati karena memprovokasi seseorang yang sangat kuat.


Sekarang tinggal Hida yang harus mengemban tugas langit untuk selalu membuat perpecahan alam semesta.


Hal itu dilakukan supaya tidak ada manusia yang berhasil menerobos tingkat Immortal Perang. Namun sekarang Abraham sudah menerobos, tugasnya adalah membunuhnya.


"Guru, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Abraham kebingungan. Dia tidak pernah menyangka orang yang menghentikannya adalah gurunya sendiri.


"Abraham, kamu sudah melewati batasan langit. Jadi wajar jika aku memberikan hukuman padamu," kata Hida dengan nada lembut.


Sebuah cahaya keluar dari jari telunjuknya. Cahaya tersebut mengarah ke dahi Abraham tanpa sedikitpun perlawanan.


Abraham berteriak kesakitan setelah cahaya tersebut menembus dahinya.


"Apa yang terjadi?" kata Andreas kebingungan.


Dewi tersenyum lebar melihat Abraham menderita karena serangan Hida. Dia sudah mengetahui bahwa Hadi adalah utusan langit yang sudah bergabung dengan Organisasi Perompak Galaksi.


Karena kehadiran Hida, semua pasukan organisasi sangat percaya diri ketika menyerang suatu galaksi.


Tubuh Abraham mulai mengering, kulitnya yang halus mulai keriput. Kekuatannya turun drastis dari Immortal Perang menjadi Dewa Semu.


"Tidak!" teriak Abraham yang mulai kehilangan kekuatannya.


Cahaya berwarna ungu keluar dari tubuhnya. Teknik Jiwa Tersakiti mulai aktif, kekuatan yang sebelumnya hilang tumbuh kembali.


Mata Abraham berubah warna menjadi ungu gelap, dia sudah dikendalikan oleh teknik Jiwa Tersakiti. Sekarang teknik tersebut menumbuhkan kesadarannya.


"Hida, aku akan mendatangimu lagi setelah kekuatanku stabil!" kata Abraham yang sudah dikendalikan Jiwa Tersakiti.


Sebuah gerbang dibelakang tubuhnya muncul, Abraham langsung berlari menuju gerbang.


"Tidak akan aku biarkan!" kata Hida sambil menyerang dengan pedangnya. Sayangnya serangannya hanya menggores tubuh Abraham tanpa luka serius.


Teknik Jiwa Tersakiti sangat mirip dengan Prinsip Jiwa, tetapi teknik tersebut belum sempurna. Makanya Chu Feng mengembangkan teknik yang lebih kuat untuk melawan Teknik Jiwa Tersakiti yaitu Teknik Prinsip Jiwa.


Abraham akan menjadi ancaman bagi Seven Soul karena memiliki kemampuan yang dapat melukai Jiwa.


Semua anggota inti Seven Soul yang mengembangkan teknik Prinsip Jiwa merasakan kehadiran Abraham.


"Sepertinya ada seseorang yang memiliki kemampuan seperti kita," kata Aldi pelan. Dia menyadari bahwa keberadaan Jiwa Tersakiti ada disekitarnya.


Setelah sampai di istana Kerajaan Bima Sakti, pasukan Seven Soul langsung menyebar dan bersembunyi seperti seekor harimau yang ingin menerkam mangsanya.


Hida mulai menyadari sekelompok manusia dengan kekuatan yang sangat aneh. Tidak seperti Abraham yang seorang diri.


Kali ini ada ratusan juta orang sedang menatap istana Kerajaan Bima Sakti dengan niat membunuh yang sangat tipis.


Jika Hida tidak memiliki kepekaan lingkungan yang tinggi, dia tidak akan bisa merasakan kehadiran ratusan juta orang yang mengepung.


"Siapa sebenarnya mereka?" gumam Hida sambil mengerutkan kening. Dengan kekuatannya yang setara Immortal Perang tahap 7, membunuh banyak orang biasa bukan maslaah besar.


Namun sekarang lawannya mempunyai teknik yang hampir sama dengan Abraham, setiap serangannya dapat melukai jiwa.


Aldi, Alice, dan Nur Andi masuk kedalam ruangan dengan langkah kaki pelan. Aldi menggantungkan pedang tunggal di punggungnya.


Nur Andi menggantungkan kedua pedangnya di punggungnya, sedangkan Alice menggantungkan satu pedangnya di pinggangnya.


"Keluarga yang sangat serasi," kata Andreas sambil memegang dadanya karena terkena dampak serangan Hida.


Dewi yang mendengar perkataan Andreas langsung menyimpulkan bahwa kedua orang di samping Alice adalah keluarganya.


Dia mengerutkan kening ketika tidak bisa melihat tingkatan Nur Andi dan Aldi. Dia tidak tahu bahwa Tubuh Jagat Raya dan Tubuh Tanpa Tanding tidak akan bisa di tembus dengan mata rendahan seperti itu.


Bahkan Hida yang memiliki mata langit telah diblokir oleh kekuatan tubuh mereka berdua.


Alice segera menyelamatkan Andreas untuk mengamankannya, Ling Tong yang masih memantau situasi menyadari sesuatu yang lebih mengerikan dari Andreas dan Dewi.


Aldi mengerutkan kening ketika melihat tubuh Hida yang sangat aneh. "Tubuh Langit, aku tidak menyangka Dewa Langit telah mewariskan tubuh utuhnya kepada satu orang," kata Aldi dengan senyum lebar.


Dia tahu bahwa Raja Langit tidak akan mewariskan tubuh utuhnya kepada satu manusia. Karena Chu Feng pernah mengalahkan Raja Langit dan mengawasi seluruh keturunannya.


Raja Langit akan mewariskan tubuhnya ke dua orang atau lebih. Oleh sebab itu Raja Langit yang baru selalu lebih lemah dari sebelumnya.


Hati Hida mulai berdetak kencang, dia tidak menyangka ada seseorang yang mengetahui rahasianya.


Dia telah membunuh semua pewaris tubuh Raja Langit untuk menjadi pewaris utuh. Namun siapa sangka ada manusia yang mengetahui rencananya.


"Nak, mengetahui informasi itu akan membahayakan nyawamu!" kata Hida menatap tajam.


Aldi tertawa keras, dia telah mengetahui kelemahan tubuh Langit. Jadi mengalahkannya bukan maslaah besar.


"Sungguh pewaris yang tidak berbakti. Aku ingin memberimu nasihat, menjadi serakah akan mendatangkan musibah," kata Aldi.


Hida tertawa keras kemudian dengan cepat menyerang Aldi yang mengetahui rahasia tubuh Langit.


Dengan gerakan Baguazhang, Aldi membelokkan serangan Hida dengan sempurna. Sebagian istana kerajaan langsung hancur karena serangan Hida.


Tidak mau berdiam diri, Nur Andi menarik kedua pedangnya dan menyerang Hida dengan kekuatan terkuatnya.


Walaupun hanya seorang Immortal Prajurit, senjatanya telah diperkuat Lava, Bima, dan Rocky. Bahkan Burung Curik memberikan berkahnya kepada pedangnya.


Serangan Nur Andi memancarkan cahaya berwana ungu gelap. Ketika mengenai lawannya, penyembuhan tubuh akan terganggu.


Hida sangat terkejut ketika penyembuhan tubuhnya tidak bekerja sebagaimana mestinya.


"Pedang yang mengerikan," kata Hida sedikit mengerutkan kening.


Aldi merubah posisi tubuhnya untuk menggunakan teknik Wing Chun. Kemudian dia berlari menyerang Hida dengan kekuatan pukulan.


Pertarungan tangan kosong antara Aldi dan Hida terjadi sangat indah, mereka menggunakan serangan lembut untuk menciptakan kerusakan yang besar.


Dalam sekejap seluruh istana kerajaan rata dengan tanah. Andreas tidak pernah menyangka kombinasi ayah dan anak akan menjadi sangat mengerikan.


Aldi bertugas memberikan serangan dan menyerang balik untuk menciptakan celah untuk Nur Andi.


Ling Tong mengerutkan kening ketika melihat Nur Andi sangat berkembang, dia merasakan ancaman yang sangat tinggi.


"Ayah, aku membutuhkan bantuan besar!" kata Ling Tong menggunakan telepati.


Hida yang mulai terpojok karena kekuatannya tidka bisa keluar dengan sempurna. "Sial, apa kalian pikir aku akan kalah!" katanya sambil melepaskan aura yang sangat kuat.


"Sejak kapan utusan langit berkata kotor seperti itu," ejek Aldi sambil mengangkat sudut bibirnya.


Shen Haise yang melihat aura langit muncul dari tubuh Hida langsung maju ke depan. Dengan kekuatan Dunia Asura, dia melepaskan aura kematian.


Walaupun Shen Haise masih masih berada di tingkat Immortal Kapten, aura kematiannya tidak dapat di tanding manusia biasa.


Kim Hoon dan Kim William yang kekebalan terhadap aura Langit langsung menyerang seperti anak panah yang baru lepas dari busurnya.


Shen Qiu dan tim mengeluarkan peralatan canggihnya untuk menembakkan senjata Nuklir dari langit.


Setelah Kim Hoon dan Kim William menggunakan pisaunya untuk melukai Hida supaya tidak dapat bergerak, mereka mundur dengan cepat.


Melihat senjata Nuklir mengarah ke Hida, semua pasukan Seven Soul dan beberapa orang yang berada di sekitar istana langsung melarikan diri.


Mereka merasakan ancaman ketika melihat senjata yang jatuh dari langit.


"Aku harap kehidupan berikutnya kita tidak akan bertemu, Hida!" kata Aldi sambil tersenyum. Dia sudah mengetahui bahwa kemampuan penyembuhan Hida tidak akan berfungsi.


Jadi hanya kematian mengenakan yang akan menunggunya. Namun Aldi bukan orang bodoh, dia menggunakan tangan hayalan untuk memegang tubuh Hida supaya jiwanya tidak keluar.


Ketika senjata Nuklir mengenai kepala Hida, ledakan super besar menghancurkan seluruh tanah ratusan kilometer jauhnya.


Aldi yang masih memegang tubuh Hida dengan tangan hayalan hanya menggelengkan kepalanya.


"Keserakahan akan membawamu kepada kecelakaan!" kata Aldi yang merasakan serpihan debu di tangan hayalan.


Suara terdengar dari langit, "Terima kasih telah menghentikan adikku. Aku Hira akan selalu mengingat jasamu!" katanya terbang menuju langit.


Aldi mengerutkan kening, dia tidak merasakan ada jiwa yang keluar dari genggamannya. Namun Jiwa Hira berhasil melepaskan diri.


"Semua sudah terjadi. Hira pasti akan membalas dendam kematian adiknya, semua pasukan persiapan diri kalian!" kata Aldi tegas.