7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Pertarungan Besar



Kratos yang sudah berkembang dengan percaya diri menantang Astaroth duel satu lawan satu.


Walaupun kekuatannya tidak sebaik Astaroth. Dengan bantuan senjata pemberian Aldi, kekuatannya bertambah beberapa kali lipat.


Tidak sampai disitu, ketika pedangnya mengenai Iblis, pedang tersebut akan memakan jiwa musuhnya. Artinya semakin sering dia membunuh iblis atau Dewa, kekuatannya akan terus bertambah.


Dengan senyum lebar, Kratos menyerang Astaroth terus menerus. Dia mendapatkan pil pemulihan stamina dan pil kekuatan, jadi tidak perlu baginya menyimpan energinya.


Astaroth yang bertahan mulai kewalahan menghadapi serangan Kratos yang tidak beraturan.


"Sejak kapan Kratos menjadi sangat kuat?" pikir Astaroth yang tidak berhenti menggerakkan senjatanya untuk menangkis serangan musuh.


Kratos tidak memperdulikan ekspresi Astaroth yang kebingungan. Dia hanya berfokus menyerang tanpa memperdulikan pertahanan.


Pil penyembuhan dapat membantu menyembuhkan tubuh Kratos dengan cepat. Jadi dia bisa berfokus pada penyerangan.


Pertarungan antara Astaroth dan Kratos menarik perhatian para Iblis dan pasukan organisasi Odin. Setelah melihat kematian Odin, mereka bertekad untuk membunuh Kratos.


Namun setelah melihat pertarungannya, mereka sedikit ragu. Karena kekuatan Kratos melebihi Odin, mereka ingin menjadikan Kratos sebagai ketua.


"Astaroth sejak kapan kamu menjadi iblis lemah seperti ini!" kata Kratos dengan senyum lebar.


"Sial, kamu hanya beruntung!" kata Astaroth mengeratkan giginya karena marah.


Ratusan ribu pasukan Seven Soul telah berhasil menyerap semua pil, jadi mereka siap menuju medan pertempuran.


Zhou Ming akan menjadi pemimpin pertama yang akan keluar ke medan perang. Dia akan membawa 100 ribu prajurit tingkat Immortal Jingga atau diatasnya.


Kekuatan pasukan Seven Soul meningkat pesat karena pil yang didapat dari energi perang antara Dewa dan Iblis.


Aldi datang menemui pasukan sebelum menuju medan pertempuran. "Walaupun kalian tidak akan mati secara langsung. Ingat, jangan memberikan nyawa kalian dengan mudah!"


Motivasi Aldi membuat tekad semua pasukan inti Seven Soul meningkat pesat, Zhou Ming yang akan menjadi pemimpin gelombang pertama menggenggam erat tombaknya.


"Baik!" kata semua prajurit termasuk Zhou Ming serentak.


"Pergilah, jangan biarkan para Iblis dan Dewa merendahkan kita para manusia!" kata Aldi memberikan semangat.


100 ribu pasukan menuju medan perang dengan peralatan perang lengkap. Setiap peralatan sudah di rancang untuk perang besar.


Shen Er dan Shen Er adalah orang yang paling berkontribusi dalam proyek besar pembuatan peralatan perang.


Lebih dari 300 juta peralatan sudah di produksi, jadi hanya perlu menunggu waktu sebelum semua anggota inti Seven Soul bergerak.


Aldi mendatangi Mahesa yang berada di ruang komando. Kemudian mengajaknya berjalan-jalan menuju Dunia Buatan.


"Mahesa, jika aku mendapat kecelakaan di medan perang. Segera tarik semua anggota inti kedalam Dunia Buatan."


Aldi memberikan sebuah simbol khusus yang memaksa semua anggota inti masuk kedalam Dunia Buatan secara paksa.


"Bos, apa maksudmu?" tanya Mahesa dengan ekspresi khawatir.


"Aku hanya merasa bahwa simbol Dunia Maha Tinggi sedang goyah. Jika perang berlanjut, pasti akan ada kejadian yang tidak terduga."


Aldi menjelaskan segala kemungkinan ketika simbol Dunia Maha Tinggi menjadi lemah, salah satunya adalah pria yang menghajar ayahnya turun lagi ke Dunia Maha Tinggi.


Semua itu hanya kemungkinan. Ketika pria yang menghajar ayahnya datang, tidak mungkin ada orang yang dapat menghentikannya.


Bahkan seorang Immortal Hitam dapat dibuat seperti semut. Hanya satu kali serang, dia dapat membunuh Immortal Hitam.


Ketika kejadian itu terjadi, Aldi akan menggunakan kemampuan khusus untuk menendang pria tersebut keluar dari Dunia Maha Tinggi.


Karena dia sudah mendapatkan pesawat dimensi Odin, Aldi akan memanfaatkan energinya untuk mengeluarkan pria tersebut.


Namun resikonya, dia juga akan terlempar keluar dimensi Dunia Maha Tinggi. Hanya nasib yang akan menentukan jalannya.


Aldi bukan orang biasa, dia bisa menggunakan teknik jiwa untuk membuka gerbang Dunia Buatan di setiap tempat.


Sehingga ketika Aldi terlempar ke dimensi lain, semua pasukan Seven Soul dapat mengikutinya ke dimensi lain.


Aldi berjalan dengan Mahesa berkeliling Dunia Buatan. Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol tentang topik santai.


Hingga akhirnya Aldi pergi menuju medan perang. Mahesa yang berdiri di belakangnya tanpa terasa meneteskan air mata.


Dia bukan anak bodoh yang bisa dibohongi dengan mudah. Mahesa mengetahui bahwa teknik khusus yang digunakan Aldi akan mengancam nyawa.


Jika kemampuan khusus tersebut tidak mengancam nyawa, mengapa Aldi harus menyuruh semua anggota Seven Soul segera kembali ke Dunia Buatan.


"Pasti ada sesuatu yang membuatnya khawatir," kata Mahesa lirih.


Disusul dengan Seven Soul yang mengerahkan semua anggota intinya untuk memperkuat pasukan manusia.


Banyak bayangan Ares di bunuh Aldi dengan pedang khususnya. Sehingga kekuatan Ares akan di penjara dalam pedangnya.


Selama pedang milik Aldi tidak hancur atau penuh, kekuatan Ares akan semakin berkurang karena para bayangan Dewa miliknya telah terbunuh.


Keluarga Nur yang mundur dari medan pertempuran tidak pernah menyangka Qin Huang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan. Bahkan pasukan miliknya juga tidak dapat diremehkan.


"Sepertinya aku salah perhitungan," kata Nur Irma melihat pasukan Seven Soul yang menyamar sebagai pasukan Qin Huang.


Bishamoten berhasil lolos dari Qin Huang dan Wildan karena bantuan bayangan Dewa milik Ares. Jika tidak, maka Bishamoten dapat dipastikan akan mati.


Aura pekat dari Lucifer semakin terasa, suara raungan terdengar dari medan perang. Semua iblis terlihat aneh, mereka memancarkan warna merah dari kedua matanya.


Seorang pria dengan sayap raksasa keluar dari Jurang Tanpa Ujung, dia adalah Lucifer dengan wujud aslinya.


Besar tubuh Lucifer sekitar 5 meter, sedangkan Ares hanya 3 meter. Selisih tinggi mereka hampir dua kali lipat.


Setelah keluar dari Dunia Bawah, Lucifer melepaskan aura hitam. Sehingga membuat seluruh Dunia Maha Tinggi terguncang hebat.


Ares segera menarik semua bayangan Dewa miliknya. Namun setelah menarik semua bayangan Dewa, dia mengerutkan kening.


"Prajurit milikku banyak yang mati?" kata Ares kebingungan. Bahkan jika Immortal Coklat datang membantu, prajuritnya tidak akan mudah mati.


Kekuatan Ares masih di tingkat Immortal Hitam, tetapi sudah tidak sampai puncak. Pertarungannya melawan Lucifer akan berat sebelah.


Lucifer bertambah kuat dengan berada di jurang tanpa ujung, sedangkan Ares masih sekuat dahulu. Bahkan sekarang lebih lemah daripada sebelumnya.


Lucifer langsung menerjang medan perang, miliaran Dewa langsung musnah terkena satu serangan. Serangan Lucifer menggunakan sebuah bola energi kemudian di lempar.


Qin Huang melihat kemunculan Lucifer langsung menarik semua pasukan manusia. Bukan tanpa alasan Aldi akan membantu pasukan manusia, tetapi tidak untuk menolong semuanya.


"Lucifer, sudah lama tidak bertemu," kata Ares.


"Ares, sebagainya kamu segera menyerah. Bukan hanya aku yang sedang mengincar pasukan Dewa dan Iblis."


Lucifer memperingatkan Ares tentang pasukan misterius yang bernama Seven Soul.


Ares tertawa keras melihat Lucifer sedikit cemas. "Kamu terlalu memikirkan orang itu, jika semua yang aku katakan benar, aku akan membunuh pria yang kamu maksud."


Aldi dengan langkah kaki santai di udara. Dia mendatangi Lucifer dan Ares yang sedang berdiskusi.


"Apa kamu yakin dapat membunuhku dengan mudah?" tanya Aldi melirik Ares dengan mata penuh percaya diri.


Lucifer telah mengetahui teknik bertarung Aldi dan pasukannya. Jadi secara otomatis dia mempersiapkan strategi dengan matang.


Aldi mengerutkan kening. "Mengapa aura Lucifer mengandung aura Satan dan Malphas, mungkinkah Lucifer memakan mereka."


Kenyataannya memang seperti itu, Lucifer telah melihat Satan dan Malphas masuk ke jurang tanpa ujung.


Hingga akhirnya mereka bertemu dengan Lucifer yang sedang menyembuhkan kekuatannya. Satan yang tidak mengakui Lucifer sebagai ayahnya langsung menyerang.


Namun hasilnya berakhir dengan kekalahan, akhirnya Satan dan Malphas dimakan oleh Iblis Lucifer.


Hantu Tua yang melihat kejadian tersebut langsung berlari sekuat tenaga. Dia tidak mungkin mendekati Lucifer yang sedang memulihkan kekuatan.


"Mungkinkah Dunia Maha Tinggi sudah ditakdirkan untuk hancur?" gumam Hantu Tua di sebuah gua tempat persembunyiannya.


Setelah Lucifer keluar dari jurang tanpa batas, Hantu Tua mengikutinya dari belakang. Dia sangat terkejut melihat perang yang sangat besar.


Miliaran Dewa dan Iblis berperang dengan kekuatan penuh. Tekad manusia menghentikan keduanya juga sangat mengesankan.


Perebutan kursi pemimpin terjadi pada organisasi Odin. Bahkan Odin telah tewas untuk selamanya karena sudah masuk kedalam senjata Dewa Perang, Kratos.


"Aku sudah terlambat," kata Hantu Tua melihat Aldi, Ares, dan Lucifer saling memandang.


Mereka bersiap untuk melancarkan serangan mematikan kepada lawannya. Walaupun Aldi masih berada di tingkat Immortal Coklat, kekuatan tubuhnya dapat mengimbanginya Immortal Hitam tahap 9.


Selama musuhnya tidak menggunakan simbol yang sangat rumit, hingga Leluhur Chu Feng tidak mengetahuinya. Maka Aldi tidak akan terkalahkan di tingkat Immortal.


"Shen Zero, aku tidak menyangka kamu tumbuh kuat lebih cepat!" kata Lucifer dengan terapan permusuhan.


"Lucifer, terakhir kali aku belum mengucapkan terimakasih karena sudah memberikan ingatan yang sangat bermanfaat," kata Aldi pelan.


Ares yang tidak mengetahui pembicaraan mereka langsung menyerang Aldi dengan sekuat tenaga. Namun serangannya dapat dihentikan dengan teknik khusus.