7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Pergerakan



Akhirnya Suwiryo menyuruh pasukan lain untuk menangkap Shen Zero. Sedangkan Bagas di penjara karena dianggap membahayakan militer dan negara.


Ketika Bagas di penjara, pria berpakaian biru mendatanginya dengan senyum manis. Dia adalah Aldi yang sedang mencari bakat di dalam penjara.


"Bagas, mengapa kamu di dalam penjara?" tanya Aldi dengan muka polos.


Dia tahu bahwa Bagas adalah pemimpin pasukan khusus, jadi lebih baik untuk tidak mengungkapkan informasi terlalu banyak.


"Karena gagal menjalankan misi. Sudah sewajarnya aku mendekam di penjara," kata Bagas lesu. Dia mempunyai anak dan istri yang harus diberi nafkah.


Namun sekarang kondisinya tidak memungkinkan untuk keluar dari dalam penjara. Bagas hanya bisa berdoa untuk keluarganya.


Aldi tidak mau mengganggu Bagas. Namun dia sangat ingin membantu kesulitan yang sedang menimpanya.


"Apa kamu ingin kabur?" tanya Aldi dengan suara pelan.


"Tidak, lebih baik aku mati dalam penjara daripada harus kabur melepas tanggungjawab," kata Bagas tegas.


"Baiklah, aku hanya mencari orang yang cukup menarik di dalam penjara. Jadi jangan melaporkannya."


Aldi melangkah pergi meninggalkan Bagas yang berada dalam jeruji besi. Setelah beberapa langkah, Bagas memanggilnya.


"Tunggu, bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Bagas dengan suara pelan.


"Apa yang kamu minta?" tanya balik Aldi sambil menghentikan langkahnya.


"Aku mempunyai anak dan istri, tolong rawat mereka sampai aku keluar dari penjara." Baga memberikan detail alamat kepada Aldi.


Namun setelah membaca alamat yang tertera, Aldi mengerutkan kening. Dia tersenyum manis kepada Bagas.


"Maafkan aku, orang yang kamu maksud sudah tidak ada di dunia. Mereka sudah disingkirkan oleh militer untuk menghilangkan jejak."


Aldi mendapatkan informasi itu dari berkas misi dalam perjalannya menuju penjara. Dalam berkas ditulis bahwa istri dan anak Bagas harus disingkirkan.


Berkas tersebut juga sudah mendapatkan stempel selesai. Artinya istri dan anak Bagas sudah tidak ada di dunia.


Bagas yang mempercayai perkataan Aldi langsung menangis.


"Mungkinkah ini karma?" kata Bagas menutup mukanya dengan kedua telapak tangan.


"Aku turut berduka cita. Jika ada pertemuan pasti juga ada perpisahan. Jadi cepatlah bangkit dari kesedihanmu," kata Aldi dan segera menghilang dari pandangan Bagas.


Untuk memastikan informasi, dia menuju alamat yang diberikan Bagas. Sesuai berkas laporan tidak ada penghuni di dalam rumahnya.


Berkas darah segar menandakan bahwa eksekusi mereka tidak lebih dari 12 jam yang lalu.


"Mereka sungguh kejam dalam mempertahankan kedaulatan negara."


Aldi tidak menyalahkan Suwiryo karena tindakannya mencerminkan bela negara yang sesungguhnya. Untuk melindungi rakyat dan negara, seorang pemimpin harus menyingkirkan setiap ancaman yang muncul.


Bahkan jika harus menyingkirkan orang yang paling dipercaya.


Aldi merasakan pergerakan dari 3 orang pria berpakaian hitam. Dia segera bersembunyi supaya dapat melihat tujuan mereka.


"Sial, mereka sudah disingkirkan," kata seorang pria dengan topeng berwarna merah.


"Cepat berikan laporan kepada markas pusat, anggota keluarga Bagas sudah disingkirkan."


Mereka adalah anggota dari organisasi pembunuh yang sudah merencanakan kudeta kepada Suwiryo yang dianggap sudah tidak layak menjabat sebagai Presiden.


Setelah beberapa saat ketiga pria berpakaian hitam berbincang. Mereka meninggalkan lokasi tanpa jejak.


Aldi yang melihat ketrampilan mereka cukup kagum. "Ketrampilan yang sangat unik," katanya sambil menampilkan wujudnya.


Karena Aldi belum memiliki pasukan yang dapat dipercaya, dia memutuskan untuk mendatangi Bagas.


Dia merasa bahwa Bagas adalah orang yang baik, makanya dia ingin menawarkan kekuatan padanya. Jika setuju maka Bagas akan menjadi anggota Seven Soul pertama di Galaxy Andromeda.


"Bagas, aku mempunyai tawaran yang bisa merubah hidupmu?" tanya Aldi yang tiba-tiba muncul di belakang Bagas.


"Bagaimana kamu bisa masuk kedalam penjara?" tanya Bagas tanpa memperdulikan perkataan Aldi.


"Keluar ataupun masuk penjara hanyalah masalah kecil. Yang menjadi masalah sekarang adalah keputusanmu," kata Aldi dengan senyum tipis di bibirnya.


Diskusi panjang antara mereka berdua berakhir dengan keputusan Bagas yang menyatakan siap bergabung dengan Seven Soul.


Dengan catatan dia tidak akan memerangi negara Jakarta, tetapi hanya menurunkan Suwiryo dari kursi presiden.


Jika seorang prajuritnya keluar dialah keluarganya sudah di bunuh ditangan musuhnya. Aldi langsung mengerutkan kening ketika dia mengatakan hal tersebut.


Keluarga merupakan yang yang paling penting bagi Aldi, bahkan jika dia harus menjadi musuh seluruh alam semesta, dia akan melindungi keluarganya.


"Baiklah, jika itu keputusanmu. Aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi, semoga kamu tidak menyesalinya!" kata Aldi menghilang dari pandangan Bagas.


Aldi segera menuju markas organisasi pembunuh untuk melihat pergerakan mereka. Ada ribuan orang bertopeng merah sedang berkumpul.


Serta ada puluhan orang bertopeng biru. Mereka membentuk sebuah kelompok yang terdiri dari 10 orang untuk menyerang istana Negara.


Aldi tidak mempunyai urusan di dalamnya, tetapi ketika organisasi pembunuh menyakiti orang sipil. Maka Aldi tidak akan membiarkan mereka semua keluar dari Negara Jakarta dengan nyawanya.


Karena kekuatan Aldi terbatas, dia memanfaatkan jaringan perusahan untuk merekam semua pergerakan organisasi pembunuh.


Hari pertama, suara tembakan terjadi di berbagai sudut. Tidak ada warga sipil yang terkena tembakan, tetapi mereka sangat terganggu mendengar suara tembakan.


Mayat aparatur militer tergeletak di hutan, gunung, dan lautan. Semua akibat tindakan Aldi yang merusak organisasi pembunuh.


Aldi sebagai pemeran utama tidak merasa bersalah karena sudah sewajarnya dia melakukan hal tersebut.


Peperangan antara pemerintah dan organisasi pembunuh berlangsung di malam hari, jadi warga sipil tidak mengetahui betapa brutalnya pertarungan.


Hari kedua, para prajurit organisasi pembunuh mulia berkurang drastis. Hal itu karena para pembudidaya tingkat tinggi turun tangan untuk menghentikan pergerakan Organisasi Pembunuh.


Hari ketiga banyak prajurit organisasi pembunuh dan militer telah tumbang, hingga akhirnya Rosy salah satu petinggi Organisasi Pembunuh datang menemui Suwiryo.


"Semua sudah aku kalahkan. Sudah waktunya kamu turun dari kursi presiden!" kata Rosy mengarahkan pedangnya kepada Suwiryo.


"Sebagai seorang pemimpin, aku tidak akan pernah menyerah bahkan jika ragaku terbunuh!" kata Suwiryo tegas.


Pertarungan antara Suwiryo dan Rosy terjadi sangat dahsyat. Aldi yang melihat pertarungan mereka tidak pernah menyangka Suwiryo merupakan seorang pembudidaya bela diri.


Ketiga pengawal Suwiryo mengalahkan para pengawal Rosy, sehingga Rosy harus melawan empat orang secara bersama.


"Suwiryo, aku tidak akan pernah melupakan penghinaan ini!" kata Rosy mencoba melarikan diri.


Sebelum sampai di depan pintu, Aldi muncul dan menampar wajah Rosy hingga tersungkur di tanah.


"Bukankah sudah terlambat untuk melarikan diri?" tanya Aldi sambil menatap Rosy dengan mata meremehkan.


"Shen Zero, para petinggi di markas pembunuh akan membalas kekalahan ini!" teriak Rosy sambil memegang wajahnya yang telah di tampar.


Setelah beberapa saat berlalu, wajah Rosy telah menjadi hijau menandakan bahwa dirinya telah diracuni.


"Apa yang terjadi?" tanya Suwiryo kepada pengawalnya.


"Sepertinya Rosy telah di racun oleh pria yang bernama Shen Zero," jawab pengawal dengan tegas.


Suwiryo juga sudah tahu bahwa Rosy terkena racun, dia bertanya untuk mendapatkan jawaban yang lebih spesifik.


Namun pengawalnya nampaknya juga tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. Jadi lebih baik Suwiryo diam dan melihat kejadian selanjutnya.


Aldi memegang kepala Rosy dan menyerap jiwanya. Semua ingatan yang dimiliki Rosy di kirim kepada Aldi.


Suara teriakan Rosy terdengar sangat keras. Bahkan membuat kaca di bawah kakinya bergetar.


"Sialan, Shen Zero!" kata Rosy mengucapkan kata terakhir dalam hidupnya.


Semua tubuh Rosy menghilang, hanya menyisakan pakaian yang dikenakan dan senjatanya.


Aldi menatap Suwiryo dengan tatapan jijik. Ternyata Suwiryo adalah anggota pembunuh yang telah keluar dengan persyaratan.


Salah satu syaratnya adalah memimpin negara Jakarta serta membiarkan organisasi pembunuh berada di dalamnya.


Semua tindakan Suwiryo di luar terlihat sangat membela negara, tetapi dibaliknya dia adalah seorang pembunuh bertopeng biru.


Dengan ingatan Rosy, Aldi telah memetakan semua markas organisasi pembunuh. Serta melihat akses masuk kedalam organisasi pembunuh tanpa diketahui.


"Shen Zero, aku bisa mengerti tindakanmu untuk menyingkirkan organisasi pembunuh. Namun jangan melibatkan negara Jakarta dalam pertarungan kalian," kata Suwiryo dengan nada pelan.


Dia merasa bahwa Shen Zero adalah orang yang kuat, makanya Suwiryo dan pengawalnya tidak mau melawannya secara langsung.


Mereka percaya bahwa kesempatan akan datang seiring berjalannya waktu.


Aldi tidak menjawab perkataannya, dia langsung menghilang dari pandangan semua orang seperti debu yang tertiup angin.


Sebuah suara terdengar, "Hati-hati dengan orang di sekitarmu!" kata Aldi memberikan pesan kepada seseorang.


Yang dia maksud adalah Bagas yang berada dalam penjara. Karena Aldi sudah memberitahu tentang kondisi keluarganya.


Dia berpura-pura tidak tahu dan menjadi orang terpercaya Suwiryo kembali. Aldi merasa bahwa ada iblis telah menyelimuti hatinya.