
Pertarungan berlangsung beberapa hari, korban mulai berjatuhan. Seven Soul berhasil menyingkirkan banyak musuhnya.
Namun kali ini korban di pihaknya sangat banyak hampir 15 persen kekuatan Seven Soul telah tumbang.
Serta banyak anggota yang kehabisan energi untuk menggenggam senjatanya. Namun tekadnya masih berkobar sangat kuat.
Tidak ada anggota yang berkecil hati melihat saudaranya meninggal di depan matanya. Menurut mereka mati di medan perang merupakan kehormatan.
Seperti Dewa dan Iblis, seluruh anggota Seven Soul telah meletakkan serpihan jiwanya di ruang kebangkitan Dunia Buatan.
Namun membutuhkan waktu yang lama untuk membangkitkan mereka semua.
Beelzebub telah kehabisan energinya untuk melawan kepungan pasukan Seven Soul. Dia hanya menundukkan kepala di atas tanah.
"Sial!" teriaknya putus asa. Semua tubuhnya tidak dapat digerakkan, dia hanya dapat menggerakkan mulutnya.
Raja Mulawarman menusuk menggunakan pedang pembunuh dewa iblis yang di buat khusus untuk membunuh musuh.
Raja Mulawarman penuh luka di sekujur tubuhnya. Beelzebub telah menggunakan semua kekuatannya untuk melukainya.
Namun hasilnya berbeda dengan perkiraan awalnya. Ternyata Raja Mulawarman lebih kuat, dari terakhir kali dia menerobos Neraka.
"Aku akan menunggumu di Dunia Maha Tinggi. Pertarungan selanjutnya, aku pasti akan menang!" kata Beelzebub tersenyum puas dengan pertarungan.
Tubuhnya mulai transparan, jiwanya melebur dalam debu.
Di selatan Zhu Que, Shen Qiu, dan Shen Er terluka parah. Mereka masih belum sanggup melawan Apollo dan Azazel.
"Bocah, menyerah saja. Kau tidak mempunyai kesempatan untuk menang," kata Azazel penuh percaya diri.
"Jika kalian tidak bekerja sama. Pasti kami yang akan menang. Sungguh tercela melihat Dewa dan Iblis bekerja sama," jawab Zhu Que sambil memegang tangan kirinya yang terluka.
Shen Er tidak dapat menggerakkan badannya, dia sudah kehabisan energi jiwa untuk membuat simbol yang kuat.
Seluruh senjata di badan Shen Qiu hancur hanya menyisakan baju perang miliknya. Kedua kakinya patah, tidak dapat berdiri.
Semua pasukan bersenjata terluka parah, hanya 200 ribu dari 1 juta orang yang masih menghembuskan napasnya.
Apollo dan Azazel juga mendapat luka yang cukup serius. Jiwa mereka sangat tipis jika ada satu orang tingkat Dewa Abadi, mereka dapat dibunuh dengan mudah.
Namun setiap orang telah mengeluarkan kekuatan terbaiknya. Jadi tidak mungkin untuk memiliki Dewa Abadi, itulah yang mereka pikirkan.
Dua orang pria berpakaian hitam menusuk Azazel dari belakang, mereka adalah Shen Wu dan Sano Yuji yang sedang bergerilya membunuh pasukan musuh.
Mereka sedang berlomba siapa yang terbaik dalam membunuh musuhnya. Namun Sano Yuji sedikit dibawah Shen Wu.
Hal itu membuatnya semakin termotivasi untuk melakukan yang terbaik berkompetisi melawan Shen Wu.
Hingga akhirnya dia melihat Apollo yang sedang sekarat. Dengan sigap dia langsung menerjang dengan kekuatan terbaiknya.
Sayangnya Shen Wu juga melihat Azazel, dia melakukan hal yang sama dengan Sano Yuji.
Pisau mereka berdua dibuat khusus untuk membunuh lawan dengan sekali serang. Jadi sangat susah menghindari serangannya.
Tidak sampai disitu, pisaunya mengandung racun tambahan yang dapat membunuh musuhnya dalam sekejap.
Tubuh Apollo dan Azazel berubah transparan, jiwa mereka mulai melebur.
"Siapa kalian?" tanya Apollo.
Sano Yuji dan Shen Wu hanya saling memandang, tetapi tidak memberikan jawaban apapun.
"Sialan!" teriak Azazel yang kalah dengan cara yang tidak hormat.
Mereka akhirnya dapat dikalahkan dengan mengorbankan banyak pasukan. Namun Shen Wu dan Sano Yuji tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Mereka masih bersaing untuk membunuh musuh paling banyak. Shen Er dan Shen Qiu hanya menutup matanya.
Mereka tahu perilaku Shen Wu yang terlalu malu menampakkan dirinya. Makanya dia selalu menggunakan masker untuk menutupi mulutnya.
Disisi lain Kang Jun berhasil menumbangkan Thor. Dia kehilangan 10 persen pasukannya.
Kekuatan Thor tidak terlalu berdampak serius terhadap tank perang yang di rancang untuk menghadapi cuaca ekstrim.
Zhou Ming disisi Barat sedang mengalami kekalahan melawan Heracles dan Anubis.
"Sungguh pemandangan yang langka, seorang Dewa Abadi bekerja sama Iblis Abadi," kata Zhou Ming serta darah mengalir dari mulutnya.
Semua pasukan terluka parah hanya menyisakan beberapa orang yang masih bernapas. Namun yang membuat Heracles sebagai Dewa Keteguhan kagum adalah tekad mereka masih membara.
Mata mereka tidak menunjukkan ketakutan sedikitpun. Padahal lawannya adalah seorang Dewa Abadi yang sangat tangguh.
Perlawanan semua pasukan Seven Soul membuat jiwa Heracles dan Anubis sangat kelelahan. Namun tubuh mereka sangat kuat, hingga tidak bisa dihancurkan.
Walaupun mereka terluka parah semangat juangnya tidak pernah padam. Gurkha seorang Jiwa yang berada di tubuh Kim Hoon sangat terkesan dengan tekad semua anggota.
Dia menyalurkan semua kekuatan yang telah di pupuk kepada Kim Hoon. Akibatnya Kim Hoon memiliki energi tambahan untuk menggerakkan badannya.
Zelda dan seratus pasukannya datang dari arah laut. Mereka melawan malaikat bersayap putih dan hitam di lautan.
Park Jimin dengan ribuan pasukan yang menggunakan perubahan sejati Ras Serigala juga datang membantu Zhou.
Tidak ada satu orangpun yang berpenampilan baik, mereka semua terluka parah. Bahkan beberapa kehilangan salah satu tangan atau matanya.
"Sampai kapan kau duduk, Zhou Ming!" kata Park Jimin yang menepuk pundaknya.
Zhou Ming sudah tidak memiliki tenaga tambahan. Dia memakan pil penyembuhan untuk sekedar memberikan energi tambahan.
Melihat Zhou Ming berdiri dengan pelayan, Zelda berkata, "Ayo selesaikan!"
"Teknik Pembalikan Jiwa!" teriak semua anggota Seven Soul yang masih berdiri.
Aura berwarna merah kehitaman keluar dari tubuh semua orang. Teknik itu merupakan kartu terakhir yang harus mereka gunakan ketika melawan musuh yang kuat.
Tanpa sadar kaki Heracles bergetar. Bahkan tangan Anubis yang membawa tombak bergetar. Secara naluri mereka berdua sedang ketakutan.
Namun mereka menolak untuk kalah, "Tidak mungkin!" teriak keduanya secara bersamaan.
Pertarungan berlanjut di bawah hujan yang turun deras. Petir menyambar di segala penjuru Medan pertempuran.
Serangan Zhou Ming yang sebelumnya tidak terlalu menyakitkan, menjadi sangat menyakitkan. Tidak hanya kecepatannya yang bertambah, tetapi kekuatannya melonjak sangat tinggi.
Sebelumnya Zhou Ming hanya serta dengan Dewa Abadi tahap 2, tetapi sekarang menjadi seorang Dewa Abadi tahap 5.
Kekuatannya dapat mengimbangi Heracles dan Anubis. Kim Hoon dan Kim William juga menggunakan teknik yang sama.
Tiga orang sebenarnya sudah cukup untuk mengalahkan Heracles dan Anubis. Namun kesetiaan pasukan Seven Soul tanpa tanding.
Hingga akhirnya kepala Heracles di injak oleh Zhou Ming secara pribadi.
Zhou Ming tersenyum dan berkata, "Manusia tidak selemah yang kalian kira!"
Sedangkan Anubis tidak dapat meninggalkan kata terakhirnya. Dia langsung mati setelah di serbu pasukan Seven Soul yang menggunakan teknik Pembalikan Jiwa.
"Sial, aku tidak pernah meremehkan kalian manusia. Namun tidak pernah terpikir bahwa aku kalah dari manusia rendahan," kata Heracles sambil memejamkan mata.
Tubuhnya transparan, menandakan dia akan mati sebenar lagi. Heracles tidak meninggalkan kata terakhirnya kepada siapapun. Namun dia tersenyum di akhir kekalahannya.
Aldi yang bertarung melawan Malphas kekuatannya cukup untuk melawan Malphas sendiri, tetapi Bishamoten ikut dalam pertarungan.
Hal itu membuat Aldi kewalahan membelokkan energi musuhnya. Walaupun terluka parah, Aldi masih bisa berdiri tegap.
Berbeda dengan Malphas yang kehabisan energi untuk menyerang. Dia termakan emosi menyebabkan serangannya tidak efektif.
Sedangkan Bishamoten memiliki kontrol energi yang sangat baik. Dia merupakan seroang Dewa Perang, jadi sudah sewajarnya memiliki cadangan energi yang banyak.
"Menarik, anak muda. Aku tidak pernah menyangka ada manusia sepertimu, bahkan jika kamu hidup di Dunia Maha Tinggi akan menjadi jenius sejati," kata Bishamoten pelan.
Dia sedang menyembuhkan luka dalamnya. Serangan Aldi merusak bagian dalam tubuh, kombinasi sempurna dari pedang dan Baguazhang sangat mengesankan.
Tidak hanya itu dia menggunakan kakinya dengan sangat baik. Ketika menyerang dan bertahan, dia nampak sedang menari di medan perang.
"Anda terlalu menyanjung tinggi aku, Tuan." Aldi mengepalkan tangannya ke depan untuk memberikan hormat ringan.
Tanpa disadari seluruh prajurit malaikat bersayap putih dan hitam sudah di dihilangkan. Hanya tersisa anggota Seven Soul yang mulai berdatangan di pusat pertempuran Aldi.
Malphas menggunakan semua kekuatan tersisa untuk menyerang Aldi. Namun kekuatannya tidak bisa menembus simbol tak kasat mata di depan Aldi.
Simbol itu di ciptakan Shen Er, yang sudah mulai menyembuhkan energi jiwa.
"Sialan!" Malphas mengalihkan serangannya kepada Shen Er, namun semburan api Rocky menghancurkan semua tubuhnya.
Kesalahan fatal Malphas membuatnya mati tanpa menyisakan jiwa dan raganya di Dunia Utama.
"Perang hanya menyisakan sakit hati," kata Aldi pelan sambil melihat Bishamoten yang terbang di atas langit.
Bishamoten melihat sekeliling, tidak ada yang selamat dari perang. "Mengesankan, aku tidak pernah mengira Dunia Utama mempunyai kekuatan misterius seperti kalian."
Dia segera mengayunkan pedang misterius ke udara, menciptakan ruang untuknya kembali ke Dunia Maha Tinggi.
Sayangnya pedang itu hanya bisa digunakan satu kali. Setelah di ayunan pedangnya hancur.
"Kita akan bertemu lagi, Seven Soul!"