7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Pasar Gelap



Aldi pulang membawa 50 juta rupiah, dia mendapatkannya dari berangkat perusahan Saiful dan Zainul.


Dia mempunyai kalung penyimpanan yang terbuat dari batu alam. Jadi sangat mudah untuk membawa 50 juta rupiah.


"Bos, darimana kamu mendapatkan uang sebanyak ini?" tanya Indra terkejut dengan jumlah uang yang diterima.


Aldi tersenyum dan berkata, "Ada orang baik yang memberikan uang. Fokus saja kepada pengembangan perusahaan Danau Putih."


Dia belum ingin menyeret Indra ke jalan beladiri. Karena kondisinya yang masih terikat dengan kerabat dekatnya.


Hal itu akan sangat mempengaruhi pertumbuhannya. Bahkan dapat membuatnya terbunuh karena fokus yang terbagi.


Indra adalah seorang jenius bisnis, Saputra dan Eko akan membantu pengembangannya.


Kali ini perusahaan Danau Putih akan dibawah pimpinan Indra, sedangkan Saputra dan Eko akan membantunya.


Kombinasi ketiga orang tersebut akan menciptakan kerjasama yang sangat bagus. Aldi optimis dengan terlibatnya Indra perusahaan akan semakin baik.


"Saputra, bimbing Indra untuk menjadi pemimpin yang baik. Aku sangat percaya dengan kerja kerasmu," kata Aldi menepuk pundak Saputra.


"Baik, Bos!" jawab Saputra dengan tegas. Dia hanya beberapa tahun bekerja sama dengan Aldi, tetapi pengalaman kepemimpinannya sangat banyak.


Eko akan membantu Indra dalam bidang humas luar. Dia akan bertugas membantu Indra untuk menjadi seorang investor yang teliti.


Aldi meninggalkan semua orang, dia menuju pasar gelap yang ada di ibu kota kerajaan.


Rumor mengatakan bahwa ada sebuah pasar gelap yang menjual budak manusia ataupun mahluk lainnya.


Tidak mau melewatkan kesempatan baik, Aldi langsung terbang menuju pasar gelap bersama Arifin.


Secara tidak resmi, Arifin sudah menjadi bagian dari Seven Soul. Jadi sudah sewajarnya Aldi mengajaknya berpetualang.


Setelah samapi di ibukota kerajaan Padang, Aldi mengerutkan kening ketika melihat sebuah kubah formasi yang sangat besar.


"Sepertinya kerajaan Padang memiliki orang yang sangat cerdas," gumam Aldi tanpa terdengar Arifin yang berdiri di sebelahnya.


Orang biasa tidak akan bisa melihat kubah raksasa yang menyelimuti ibukota kerjaan Padang. Namun Aldi memiliki Mata Dunia, jadi mudah baginya untuk melihat trik kecil seperti itu.


Arifin membuat sebuah gerakan pencegahan, tetapi Aldi segera menghentikannya dengan menggenggam tangannya.


"Jangan melakukan gerakan yang mencurigakan. Musuh sedang mengawasi kita dengan cermat," kata Aldi menggunakan telepati kepada Arifin.


Arifin langsung merubah sikapnya menjadi seorang pria biasa yang sedang berjalan di bandara.


Aldi selalu menyebarkan energi jiwanya untuk melihat pergerakan para pengintai dan mencari tahu tujuannya.


Sebelum menuju pasar gelap, Aldi membuat sebuah simbol tangan yang dapat menghalangi penglihatan mahluk hidup.


Aldi segera menarik tangan Arifin dengan sangat cepat. Hingga Arifin merasakan bahwa tangannya hampir lepas darinya.


Trik pelarian Aldi sangat efektif, para pengintai yang mengikuti tidak dapat menemukan keberadaan Aldi dan Arifin.


Setelah merasa sekitar aman, Aldi memberikan semua topeng khusus yang dapat menyerap energi lawannya supaya kerusakan yang diterima lebih sedikit.


Mereka berdua masuk kedalam rumah yang dirumorkan sebagai tempat pasar gelap. Untuk masuk kedalam semua orang harus meninggalkan semua senjatanya.


Karena Aldi memiliki kalung penyimpanan, dia menyamarkan kalungnya supaya tidak terlihat oleh penjaga pintu.


"Untuk apa kalian datang ke sini?" tanya seorang penjaga pintu.


"Kami ingin melihat barang berharga," jawab Aldi menggunakan kode yang telah diberikan kepada setiap orang.


Kode yang katakan Aldi merupakan milik Saputra yang sudah berlangganan di pasar gelap.


Dalam pasar gelap ada 2 jenis pembelian, yang pertama melalui pembayaran langsung, sedangkan lainnya menggunakan pelelangan. Untuk pelelangan akan selalu diselenggarakan setiap jam 9 malam.


Batang pohon tersebut adalah pohon kehidupan yang dapat menjadi nutrisi pohon dunia. Jika berhasil menumbuhkan batang pohon tersebut, pasukan Seven Soul akan mengalami perubahan sekali lagi.


"Paman, aku ingin membeli ini!" kata Aldi menunjuk batang pohon kehidupan.


"Pilihan bagus, Anak Muda. Namun aku tidka menjualnya dengan harga murah, 1 juta atau tidak sama sekali," kata pedagang dengan senyum licik.


"Baiklah," jawab Aldi dengan suara lugas tanpa keraguan.


Jawaban Aldi membuat pedagang yang mencoba menaikkan harga menjadi tidak tenang. Pasalnya hanya pria kaya raya yang dapat mengeluarkan uang 1 juta dengan mudah.


Melihat ekspresi pedagang yang mulai ketakutan, Aldi memiliki rencana untuk membuatnya semakin merasa bersalah.


"Aku ingin nomor buku tabunganmu untuk melakukan transaksi," kata Aldi dengan senyum tipis di bibirnya.


"Tuan, maafkan aku. Batang ini hanya berharga 2 ribu kredit, aku akan menjualnya dengan harga 2,5 kredit."


Aldi tersenyum lebar mendengar pengakuan pedagang, dia berkata, "Lain kali jangan mudah tertipu dengan penampilan, sebaiknya kamu mencari informasi dengan mulutmu."


Aldi mengambil batang pohon kehidupan dengan jarah super murah. Dia menghilangkan batang pohon dunia menggunakan trik sulap sederhana untuk menipu mata para pengunjung dan pedagang pasar gelap.


Dua orang pria membawa sebuah kereta yang terdapat ratusan budak yang akan dilelang pada jam 9 malam.


"Sekarang masih jam 7, kita masuk memiliki banyak waktu untuk mencari barang berharga," kata Aldi sambil menepuk pundak Arifin.


Setelah berkeliling pasar gelap, Aldi tidak menemukan benda berharga yang dapat membantu pertumbuhan kekuatan pasukan Seven Soul.


Mereka berdua menuju rumah pelelangan. Untuk memasuki rumah pelelangan, Aldi dan Arifin harus menunjukan kartu identitas.


Aldi dan Arifin telah memalsukan identitasnya supaya informasi yang disebarkan tidak terlalu akurat.


Suara pengunjung rumah lelang terdengar sangat gaduh. Semua orang sedang berbicara satu sama lain untuk berbagi informasi.


Aldi dan Arifin mendapat tempat duduk yang sangat jauh dari pusat pelelangan. Mereka datang terlambat, jadi kurus yang masih tersisa hanya bagian belakang.


Karena Aldi dan Arifin bisa menggunakan teknik mata, mereka dapat dengan mudah melihat detail barang yang dilelang.


Suara Gong terdengar menandakan lelang akan dimulai. Seorang pembawa acara masuk keatas panggung menggunakan stelan jas.


Barang pertama yang dijual adalah sebuah tongkat yang dapat mengeluarkan api yang cukup panas untuk mendidihkan air.


Harga awalnya adalah 5000 rupiah. Setelah menunggu beberapa saat, tidak ada satu orangpun yang menawar benda tersebut.


Aldi yang tersenyum aneh, dia mengangkat tangannya dengan tenang untuk melakukan penawaran.


Semua orang langsung mencibir tindakan Aldi, mereka tidak tahu bahwa tongkat yang terlihat hanya sebuah wadah senjata aslinya.


Senjata di dalam tingkat adalah sebuah pedang kecik yang hampir menyerupai pisau. Benda pertama dimenangkan Aldi dengan sangat mudah.


Setelah menunggu sampai 3 Barang teratas, Aldi mulai membuka matanya karena pelelangan sebelumnya sangat membosankan.


Benda pertama adalah sebuah pedang yang dapat mengeluarkan elemen api, sangat cocok untuk menjadi pemain jarah jauh.


Dua benda utama, Aldi tidak memiliki minat untuk menawar barang yang hanya bermodal kepercayaan tanpa mengetahui kepastiannya.


Setelah benda ketiga dilelang, semua orang langsung melebarkan matanya tidak percaya jumlah manusia hewan dan manusia yang sangat banyak.


Setidaknya ada 250 yang masuk kedalam penjara budak di atas panggung pelelangan.


Budak pertama adalah seorang Elf yang berusia 120 tahun. Tawaran pertama untuk gadis Elf seharga 10 ribu kredit. Semua orang tidak mau mengambil mengambilnya.


Aldi dengan tenang mengangkat tangan untuk mengajukan tawaran 10 ribu rupiah.


Seorang pria dengan rambut keriting menantang Aldi untuk melakukan penawaran untuk meningkatkan harga.