7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Golem



Aldi menyiapkan pil pelindung kulit untuk perjalanan kali ini. Dia mendapat informasi bahwa tempat yang akan dituju sebuah gunung berapi.


Lahar dalam gunung berapi mempunyai suhu sekitar 1000 derajat celsius. Suhu itu dapat berubah sesuai kedalaman gunung berapi.


Mereka sampai di sebuah desa dekat dengan gunung yang dituju.


Penduduk di lereng gunung bekerja sebagai pemanjat kelapa atau bertani.


Mata pencarian mereka terpusat pada kekayaan alam. Seorang pria paruh baya menghampiri mereka.


"Anak Muda, kalian bukan warga desa?" tanya Pria yang memakai topi jerami.


"Iya Paman, kami dari luar desa," jawab Aldi dengan senyum tipis khasnya.


Pria itu menjelaskan kebiasaan penduduk. Setiap orang luar yang memasuki desa harus melakukan pengenalan adat.


Pengenalan Adat merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang mereka. Upacara ini biasanya disaksikan sebagian besar penduduk desa.


Mereka akan memberikan sebuah rangkaian bunga berbentuk kalung kepada orang yang datang mengunjungi desa.


Aldi mengikuti tradisi pengenalan. Dia membutuhkan banyak informasi tentang penduduk sekitar.


Saat Aldi dan penduduk desa itu menuju gerbang, Kim William melarikan diri. Dia merupakan orang yang tidak menyukai keramaian.


Setelah sampai di gerbang masuk desa, Aldi melihat tulisan "Dewata Agung" di papan pintu masuk.


Aldi membaca banyak buku tentang wilayah Dewata. Dewata Agung merupakan sebuah desa yang terkenal dengan sopan santun mereka.


Banyak orang telah memuji para penduduk dari Dewata Agung. Bahkan ada yang membayar mereka untuk diajarkan sopan satun.


Beberapa saat Aldi menunggu di depan gerbang masuk desa. Dia diminta untuk menunggu di luar gerbang.


Sebelum melakukan tradisi penyerahan siapapun tidak diijinkan masuk. Termasuk Aldi dan Kim William.


Karena Kim William sedang bersembunyi, Aldi tidak akan mempersalahkannya.


Aldi melihat rangakaian bunga berbentuk lingkaran. Dia menemukan sebuah kejanggalan, Aldi menggunakan Mata Langit untuk memeriksa.


Betapa terkejutnya dia, ternyata kalung itu adalah sebuah trik untuk mengambil energi kehidupan dari pemakainya.


Artinya selama orang memakai rangkaian bunga, energi kehidupannya akan diambil secara perlahan.


Formasi yang disusun dalam rangkaian bunga, sangat tersembunyi. Bahkan jika Aldi tidak teliti, dia tidak akan melihatnya.


"Sepertinya mulai sekarang aku harus lebih teliti. Aku tidak menyangka ada mahluk yang dapat menyusun formasi itu." Pikir Aldi sambil tersenyum kepada penduduk yang memberikan rangkaian bunga.


Seorang wanita memberikan rangkaian bunga kepada Aldi. Namun, dia tidak langsung memakainya.


Aldi sedang menghapus formasi sambil berbincang dengan wanita itu.


Setelah yakin bahwa formasi penyerap energi kehidupan sudah selesai di lepaskan, Aldi langsung memakai kalung bunga.


Alsi tidak memperdulikan tindakan mereka untuk mengambil energi kehidupan. Formasi kecil itu hanya dapat mengambil 1 persen dari kehidupan seseorang.


Artinya jika manusia memiliki umur 100 tahun, maka satu tahun akan diambil oleh kalung bunga.


Didalam sebuah gubuk dibelakang rumah kepala desa, ada seorang pria tua berambut putih yang sedang bermeditasi.


"Anak yang menarik, dia dapat menemukan trik kecilku dalam kalung bunga." Pria itu tersenyum memuji tindakan Aldi.


Energi kehidupan yang diambil akan diberikan kepada kakek itu. Umurnya sudah mencapai puluhan ribu tahun.


Dia mempunyai kekuatan tingkat Setengah Leluhur tahap 7. Menurut kekuatannya saja, dia dapat hidup mencapai 10 ribu tahun.


Ditambah dengan energi kehidupan yang selalu dia terima. Sayangnya, tubuhnya sudah mencapai batas. Dia harus segera mencari penerusnya.


Pria tua itu berencana menjadikan Aldi penerusnya. Dia mengirim telepati.


"Anak yang menarik. Aku John pelindung desa Dewata Agung."


Alsi yang sudah menyadari keberadaan kuat tersenyum ketika mendengar telepati dari Jhon.


"Lansia, aku tidak berniat buruk. Sebaiknya kau tidka membuat masalah," jawab Aldi dengan ekspresi serius.


John segera mengatakan intinya, bahwa dia ingin Aldi menjadi penerusnya. Aldi langsung menolak tawaran itu.


Dia suka berpeluang jadi menetap menjadi pelindung desa samasekali bukan gayanya.


Aldi berencana mengelilingi dunia yang sangat besar ini, dia juga harus menemukan kerabatnya yang entah ada dimana.


John tidak memaksakan Aldi untuk menjadi penerus, karena teknik beladiri yang di kembangkan merupakan sebuah Darma.


Dia lebih mengutamakan kebajikan daripada pertemanan, sedangkan Aldi lebih mementingkan semua hal yang berkaitan dengannya.


Aldi tidak menemui John, dia langsung keluar desa setelah matahari terbit.


John tidak bisa membiarkan talenta seperti Aldi pergi begitu saja, dia mengikuti dari bayang-bayang.


Aldi yang berjalan bersama Kim William, menyadari keberadaannya. Namun, dia tidak melakukan tindakan apapun.


Kim William memimpin jalan menuju kawah lahar gunung berapi. John yang mengikuti dibelakang kaget ketika Aldi dan Kim William melompat kedalam lubang lahar.


"Apa yang mereka pikirkan, dengan kekuatan tingkat Hitam tidak mungkin menahan panas lahar," gumam John keheranan.


Aldi sudah pasti akan menggunakan teknik yang dapat menyembunyikan kekuatan sangat baik. Kim William juga menggunakan teknik itu.


Teknik manipulasi kekuatan itu dapat mengecoh John yang mempunyai kekuatan tingkat Setengah Leluhur tahap 7.


Jhon langsung melihat kedalam lubang lahar. Sekali lagi doa terkejut melihat Aldi dan Kim William sangat sehat bahkan bermain dengan lahar.


Aldi sedang menguji obat yang dapat menahan panas dari lahar. Dia mengambil lahar dengan tangan kosong.


"Sudah aku bilang, obat itu sangat membantu perjalanan kita. Ingat gunakan obat itu setiap satu hari sekali," ucap Aldi melihat keheranan Kim William.


Mereka menuju tempat yang lebih dalam untuk mencari batu yang dimaksud. Menurut informasi batu itu dapat ditemukan di kedalam 2 kilometer.


Kim William memimpin jalan dengan perlahan, dia masih tidak dapat mempercayai obat yang diberikan Aldi.


Walaupun mempunyai segel ketulusan, Kim William memiliki kesadaran penuh. Artinya dia dapat mempercayai Aldi atau tidak.


Selama dia tidak melanggar kontak, maka dia tidak akan mati karena jiwanya hancur.


Aldi memandangi sekitar dinding gunung berapi. Dia merasakan ada yang aneh di dalam lubang lahar.


"Formasi?" kata Aldi sambil berlari ke arah pusat formasi.


Formasi itu sangat rumit, Kim William tidak mengetahui hal itu. Bahkan Jhon yang memperhatikan dari belakang jika tidak tahu.


Aldi memberikan sedikit modifikasi formasi, dia mengetahui bahwa formasi itu merupakan pintu masuk kesebuah tempat.


Merela segera masuk kedalam lingkaran khusus yang dibuat oleh formasi misterius.


John yang melihat mereka hilang, kebingungan. "Kemana mereka. Mungkinkah anak itu tidak mengucapkan omong kosong."


Aldi dan Kim William dipindahkan kesebuah tempat yang tingkat panasnya lebih tinggi dari kawah lahar.


Terdapat banyak batu yang dimaksud Kim William, tetapi Aldi tidak mengambil secara langsung.


Setelah beberapa saat mengamati dengan Mata Langit, akhirnya Aldi berkata, "Karakteristiknya sama dengan para golem. Mungkinkan mereka keturunan ras golem."


Aldi telah membaca banyak buku pelajaran. Jadi sudah wajar jika dia mengetahui asal usul golem di dunia ini.


Setelah memeriksa sekali lagi, dia dapat memastikan batu itu adalah golem yang belum lengkap.


Golem dibagi menjadi 5 jenis yaitu Tanah, Api, Air, Logam, dan Kayu.


Setiap batu disekitar mempunyai kekerasan 9 mohs. Walaupun lebih rendah dari batu berlian, tetapi jika dibandingkan jumlahnya, berlian akan kalah.


"Tidak satupun golem disini yang memiliki kesadaran. Sangat aneh," ucap Aldi kebingungan.


"Apa yang aneh, tinggal kita ambil semua masalah selesai." Kim William berkata dengan santainya.