
Setelah kematian Nur Andik, Raja Qin Huang akhirnya mengetahui bahwa Shen Zero berada di daratan rendah.
Dia segera menuju daratan rendah untuk mencari keberadaan Shen Zero.
Disisi lain Nur Ivan dan Nur Irma Yang kehilangan banyak prajurit potensial geram atas tindakan Shen Zero.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Nur Ivan.
Nur Irma melirik dengan tatapan tajam. "Jika kita mengungkapkan bahwa pasukan Nur Andik adalah milik kita. Pasti orang tua itu tidak akan melepaskan kita!"
Akhirnya mereka tidak memberitahu kebenarannya kepada siapapun. Nur Ivan yang menggunakan sebagian besar prajuritnya hanya bisa gigit jari.
Walaupun Nur Ivan adalah seorang Leluhur Keluarga Nur, dia sangat jarang merekrut pasukan untuk melindunginya.
Karena sangat percaya dengan kekuatan dan senjatanya. Sekarang dia merasakan bahwa mempunyai banyak orang sangat penting untuk menjadi tamengnya.
Nur Ivan adalah seorang Immortal Hijau tahap 1, tetapi setelah bertarung dengan Hantu Tua dan melihat keganasan Shen Zero. Dia sangat menyesali keputusannya dimasa lalu.
Nur Irma adalah dewi perang, jadi prajuritnya sangat banyak. Bahkan kehilangan di pertarungan sebelumnya, tidak mengurangi 1 % dari jumlah prajuritnya.
Nur Andik akan bangkit setelah 2 tahun di dalam ruang rahasia keluarga. Jadi dia tidak akan bisa memberikan informasinya kepada Leluhur lainnya.
Aldi dan Seven Soul akan aman dalam 2 tahun waktu Dunia Maha Tinggi. Artinya 420 tahun di Dunia Buatan sudah cukup membuat anggota inti menjadi seroang Immortal yang kuat.
Di wilayah kekuasaan Shen Haise dan Leo sudah di buatan gerbang menuju markas beda di wilayah serigala mutan.
Jadi anggota inti dapat menuju Dunia Buatan untuk memperkuat kekuatannya serta melakukan terobosan.
Karena setelah menerobos peringkat 20, teknik prinsip jiwa akan semakin susah dikembangkan. Jalan satu-satunya adalah menyerah energi asal di Dunia Buatan.
"Lee Yoon, bagaimana perkembangan bisnis di wilayah manusia?" tanya Aldi melalui telepati.
"Perusahaan Danau Putih masih menghadapi banyak masalah, para bandit masih mempengaruhi pemasok obat."
Membuka bisnis di daratan tengah wilayah manusia jauh lebih susah dari kedua wilayah lainnya. Hal ini dipicu karena sifat dasar manusia yang serakah.
Bangsawan yang lebih besar dari Raja Mulawarman mulai menekan dengan mengancam pedagang yang ingin bekerja sama dengannya.
Serta banyaknya penduduk yang keluar dari wilayah kekuasaan Raja Mulawarman, membuat para pedagang pergi.
Tidak sampai disitu, bangsawan besar menyebarkan rumor bahwa Raja Mulawarman adalah seorang iblis yang memakan manusia.
Mereka menuduhnya dengan bukti yang mereka berikan. Reputasi Raja Mulawarman yang di bangun susah payah, hampir hancur.
"Baiklah, sepertinya kita tidak bisa menahan memunculkan Seven Soul. Keluarkan produk tingkat rendah kita," kata Aldi.
Lee Yoon yang menerima pesan segera menghubungi Shen Si untuk meminta beberapa pil kelas rendah.
Pil rendahan SEVEN Soul sama dengan pil tingkat super di Dunia Maha Tinggi. Karena kerusakan yang di timbulkan Odin ketika penjelajahan dimensi, Dunia Maha Tinggi kekurangan pasokan herbal.
Aldi sudah mencari di setiap sudut daratan rendah dan menengah, tetapi dia tidak mendapatkan tumbuhan roh yang langka.
Hanya terdapat beberapa tumbuhan roh yang biasa. Namun tumbuhan roh tetap berharga untuk kelangsungan hidup Dunia Buatan.
Jadi dia mengumpulkan tumbuhan roh yang ditemukan.
Setelah Lee Yoon menjual pil yang sangat berharga. Beberapa pedagang yang nekat untuk berbisnis dengan Lee Yoon di kecam oleh bangsawan lainnya.
Namun masih ada beberapa pebisnis yang rela direndahkan demi mendapatkan pil tingkat super yang dijual perusahaan Danau Putih.
Seiring berjalannya waktu, perusahan Danau Putih semakin berkembang. Hal tersebut membuat bangsawan tetangga semakin geram.
Mereka melemparkan tuduhan palsu dan rumor aneh tentang Raja Mulawarman. Namun penduduk tidak peduli, yang mereka butuhkan pil tingkat super dengan harga terjangkau.
Pamor perusahan Danau Putih tersebar samapi seluruh wilayah manusia. Bahkan Raja Qin Huang mendengarnya.
"Perusahan Danau Putih, mungkinkah Shen Zero terlibat?" pikir Qin Huang. Setelah sekian lama mencari Shen Zero, dia tidak pernah menemukan bayangannya.
Karena Nur Andik sudah terbunuh, pergerakan ya semakin leluasa. Dia bisa pergi kemanapun tanpa harus menggunakan teknik burung pipit.
Raja Qin Huang menuju perusahan Danau Putih. Dia melihat bangunan yang megah melebihi bangunan di Istana daratan tinggi.
Banyak bahan yang terbuat dari kaca khusus setara simbol aneh yang mengelilinginya. Raja Qin Huang hanya mengerutkan kening karena tidak mengetahui jenis simbol tersebut.
Seorang wanita cantik mendatangi Raja Qin Huang yang terlihat kebingungan, dia adalah Shen Si. "Tuan, ada yang bisa kami bantu?" katanya sambil tersenyum manis.
Teknik mata yang dipelajari Shen Si tidak selengkap Shen Yi atau Shen Wu. Namun dia masih menggunakan tekniknya dengan baik.
Walaupun hanya dapat melihat seberapa kuat orang tersebut tanpa mengetahui tingkatan yang pasti.
"Apa Shen Zero ada disini?" tanya Raja Qin Huang.
Shen Si tersenyum manis, karena dia tahu bahwa Aldi tidak menyebarkan nama Shen Zero di Dunia Maha Tinggi.
"Shen Zero siapa yang anda maksud?" tanya Shen Si dengan wajah polos.
Seorang pria dengan pakaian biru muda mendatangi mereka berdua, dia adalah Aldi. "Tidak perlu mengatakan kebohongan kepadanya."
Raja Qin Huang melirik pria muda yang mendatanginya. Tanpa sadar dia menggunakan teknik mata khususnya.
Namun hanya sebuah jurang gelap yang dia lihat. Raja Qin Huang tersenyum kepadanya, dia sudah memastikan bahwa pria didepannya adalah Shen Zero.
"Aku ingin berbicara dengan ku secara rahasia." Raja Qin Huang dengan wajah serius. Dia berharap Shen Zero berada di pihaknya.
"Aku sudah mengetahui maksudmu. Serta kamu salah orang jika meminta bantuan kepadaku, seharusnya meminta bantuan Nur Andi. Dia akan kembali setelah beberapa tahun," kata Aldi.
"Apa kamu mengetahui keberadaan Nur Andi?" tanya Raja Qin Huang dengan wajah penuh antusias.
"Ya, aku tahu. Namun dia belum bisa di temui. Setidaknya tunggu lah dua tahu, dia akan menemui sebagai temannya." kata Aldi.
Banyak cerita tentang Raja Qin Huang dari mulut ayahnya, jadi Aldi mengetahui maksud Raja Qin Huang menemuinya.
Karena berita perusahaan Dana Putih sudah sampai ke telinga Raja Qin Huang, Zeus memberikan perintah kepada pasukan Immortal Jingga untuk mencari tahu.
Berita tentang meninggalnya Nur Andik dan pasukan Immortal Jingga telah sampai ke telinga Zeus.
Jadi dia dapat menyimpulkan bahwa di daratan rendah wilayah manusia terdapat organisasi misterius bernama Seven Soul.
Untuk berjaga-jaga, Zeus memerintahkan pasukan Immortal Jingga untuk mencari informasi tentang perusahaan Danau Putih.
Aldi yang masih berbincang dengan Raja Qin Huang merasakan keberadaan prajurit Dewa yang menyamar.
"Prajurit Dewa sudah mulai bergerak," kata Aldi melirik Raja Qin Huang.
"Mereka sedang mencari bisnis dan menyembunyikan identitasnya, jadi tidak ada aturan yang melarang mereka."
Raja Qin Huang yang terkenal sangat toleransi kepada Iblis dan Dewa menunjukkan wajah aslinya. Dia ingin menggabungkan ketiga wilayah menjadi satu.
"Aku sangat setuju. Dengan itu bisnisku dapat berkembang ke seluruh wilayah Dunia Maha Tinggi," kata Aldi sambil mengangguk.
Walaupun Raja Qin Huang mengatakan hal tersebut, dia merasakan ada ancaman yang sedang dilakukan wilayah Dewa.
Setelah kembali, dia akan memerintahkan polisi penjaga gerbang supaya lebih ketat. Karena dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat Dewa berkeliaran di dalam Kota.
Prajurit Dewa jarang menimbulkan keributan, tetapi jika Iblis yang berhasil lolos dari pemeriksaan gerbang.
Iblis itu dapat membahayakan banyak nyawa yang terbang di seluruh kota. Oleh sebab itu, Raja Qin Huang akan menggunakan orang yang kuat.
Meskipun bukan pasukan terpercaya, Raja Qin Huang lebih mempercayainya daripada keluarga Nur.
Pasukan tersebut dibentuk setelah jatuhnya Dunia Maha Tinggi, karena amukan seorang wanita yang sangat kuat.
Dia adalah Alice yang melindungi suami dan anaknya. Jadi dia membantah para saksi mata yang berniat buruk.
Aldi dan Raja Qin Huang berkeliling perusahaan serta mengamati setiap orang yang ada dalam gedung perusahaan Danau Putih.
Setelah menyusui setiap sudut ruangan perusahaan Danau Putih, Raja Qin Huang berwajah kurang sedap dipandang.
Dia melihat ratusan Dewa telah berkeliling di perusahaan Danau Putih dengan bebasnya. Raja Qin Huang merasa gagal sebagai seorang pemimpin.
Aldi dengan santai menepuk pindah Raja Qin Huang. "Sudahlah, biarkan mereka berbuat semaunya. Selama aku masih ada, semua akan aman!"
Perkataan Aldi membuat perasaan Raja Qin Huang membaik. Kemudian dia memerintahkan pasukan khusus lainnya untuk menangkap para Dewa.
Namun pasukan khusus dibawahnya hanya seorang Immortal Putih,untuk menghadapi Immortal Jingga tidak memiliki kesempatan.
"Terima kasih, Shen Zero. Aku akan menunggumu di Istana Manusia, segeralah datang!" kata Raja Qin Huang sambil menghilang dalam udara.