7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Pasukan Hantu Menyerang



Aldi tidak bergerak dari tempatnya, dia masih tersenyum ketika dihantam pukulan beruntun dari Sun Hyeon.


"Apa sudah selesai?" kata Aldi melihat Sun Hyeon menghentikan pukulannya.


Sun Hyeon tidak menjawab dia melanjutkan pukulan sambil memegang tangan kanan Aldi.


Tempat di daerah pukulan hancur berantakan, daun pada pohon mulai rontok tidak berantakan.


"Sial, apa yang terjadi!" Sun Hyeon melempar Aldi menuju gunung. Namun, Aldi masih tidak terluka.


Semua pasukan kebingungan apa yang terjadi. Mereka tidak tau kenapa Shen Zero dipukuli oleh ketua Rush All, tapi tidak terluka.


Shie sudah bersiap menyerang ketika Aldi dipukuli sampai jelek. Namun selalu dihentikan Shen Haise.


Leo telah mendengar rencana Aldi, jadi dia tenang seperti Shen Haise. Namun melihat Bosnya dipukuli sampai jelek membuatnya sedikit geram.


Kekuatan mereka jauh dibawah Aldi dan si Ketua Rush All. Jadi melihat adalah dukungan terbaik yang bisa mereka lakukan.


Seorang pria terbang kearah mereka berdua. Pria itu adalah Sanjaya, pemimpin organisasi Hantu.


"Sanjaya, apa yang kau lakukan disini," tanya Sun Hyeon melihat Sanjaya yang membawa sebuah senapan.


"Aku melihat sesuatu yang menarik. Biarkan aku bergabung dengan pesta kalian." Sanjaya mengarahkan senapannya kearah Aldi.


Senapan itu adalah senjata buatannya. Aldi tersenyum, "Pasti dia mengira bahwa senjata itu dapat melukaiku," pikir Aldi.


Suara tembakan terdengar sangat keras, peluru energi keluar dari laras senapan. Peluru itu mengenai tangan kanan Aldi.


Darah mengalir cukup deras dari tubuh yang tertembak.


"Sudah aku duga. Aku tau kau tidak meminta batu berlian yang tidak berguna. senapan ini merupakan maha karya dari batu berlian."


Sun Hyeon terkejut melihat Aldi yang terluka oleh senapan aneh yang dibawa Sanjaya.


Aldi masih membutuhkan informasi darimana Sanjaya mendapatkan senapan itu. Dia memberikan senapan kepada orang yang sudah memiliki segel ketulusan biasa.


Jika melihat dari senapannya kelas pertama, artinya ada pengkhianat di antara pasukan Seven Soul. Orang itu mengorbankan dirinya untuk mencari informasi tentang Seven Soul.


Kemudian dia akan memberitahu informasi itu kepada Organisasi Hantu. Leo yang merupakan perekrut sekaligus pemberi segel biasa sangat menyesal.


Semua orang yang hadir mengetahui bahwa ada pengkhianat di pasukan Seven Soul. Shie dan Shen Haise tidak berkata apapun. Pandangan mereka masih mengarah ke Sanjaya.


Mereka berdua sangat ingin menerkam Sanjaya yang telah melukai Aldi. Sebenarnya darah yang keluar dari tangan Aldi adalah darah manipulasi energi.


Jika Aldi tidak menggunakan telepati untuk memberitahu, mereka bertiga pasti akan menyerang dengan resiko apapun.


Aldi tersenyum tipis, dengan Sanjaya menyerangnya sudah menjadi alasan yang kuat untuk memadamkan masyarakat Semi Rahasia Hantu.


Organisasi Hantu adalah salah satu pasukan yang dimiliki masyarakat Semi Rahasia Hantu. Sanjaya adalah pemimpin mereka.


Disisi lain, pulau Dewata yang dalam mulai bergejolak kembali. Para pasukan masyarakat Semi Rahasia Hantu telah bersiap menyerang Kerajaan Curik.


Pintu gerbang dunia alternatif mereka berada di kerajaan Halilintar. Mereka bekerjasama untuk memusnahkan Kerajaan Curik.


Raja Koster menghubungi Andika untuk meminta bantuan, tetapi dia tidak menanggapi.


"Apa yang bisa kita lakukan?" tanya Raja Koster kepada Lee Yoen dan Sie Angle.


"Tenangkan dirimu, kami akan membantu." kata Sie Angle.


7 pria berpakaian ungu menemui mereka. Seketika Raja Koster melompat waspada, dia tidak mengetahui siapa 7 pria itu.


Mereka adalah 7 anak ajaib, kekuatan mereka sudah mencapai tingkat Setengah Raja, Kecuali Shen Liu yang masih di tingkat Langit.


Dia telah menjalankan tugas selama 6 bulan. Jika dihitung dalam Dunia Buatan, dia telah tertinggal 5 tahun.


"Siapa mereka?" tanya Raja Koster kebingungan.


"Mereka adalah murid dari Bos, kemampuan mereka tidak bisa diragukan." Lee Yoen adalah orang menjawab pertanyaan itu.


Ye Mo dan Silvia Horizon juga telah bersiap di wilayah Timur. Pasukan Blood dan Ras Serigala berjaga di wilayah Tengah.


Perang ini akan menjadi perang habis-habisan Hantu untuk memadamkan Seven Soul. Ditambah adanya Sun Hyeon membuat keyakinan Sanjaya meningkat.


Wilayah Barat akan menjadi pertempuran Akbar antara Shen Zero melawan dua pria terkenal, Sanjaya dan Sun Hyeon.


Kali ini Aldi tidak menggunakan tangan kosong, dia mengeluarkan pedang yang ditempa khusus oleh Lava untuknya.


Aura pedang berwarna merah terkesan sangat menakutkan. "Baiklah, aku tidak akan bermain lagi."


Aldi menyerang kearah Sanjaya, dia tidak menggunakan teknik beladiri. Hanya tebasan ringan membuat semuanya terbakar.


Serangan itu mengenai rambut Sanjaya, yang akhirnya terpotong tipis. "Shen Zero!" teriak Sanjaya kesal.


Rambutnya merupakan bagian tubuh paling disayanginya. Makanya dia membuat rambutnya terurai panjang.


Namun sekarang tebasan Aldi membuat rambutnya tidak simetris.Sanjaya membalas serangan Aldi menggunakan tangan kosong.


"Teknik Pedang Magma Suci : Bentuk Pertama, Penghancur Dimensi." Aldi mengeluarkan teknik pedang yang belum pernah dilihat siapapun.


Bahkan Shie yang sering berlatih dengannya tidak pernah melihat.


Tebasan Aldi membuat ruang dan waktu disekitarnya terguncang, walaupun tidak membuatnya pecah itu dapat sedikit mempengaruhi ruang dan waktu.


Ruang merupakan dimensi yang berbeda seperti Dunia Alternatif. Untuk menuju ke dunia Alternatif, manusia harus melewati ruang khusus.


Waktu adalah pergerakan yang menyebabkan siang dan malam. Seperti perbedaan Dunia Utama dan Dunia Buatan.


Sun Hyeon bergidik melihat teknik yang sangat mengerikan, kekuatannya yang sudah mencapai tingkat Leluhur tidak mungkin mempengaruhi ruang dan waktu.


Aldi telah berhasil sampai tingkat 11 Puncak kekuatannya setara dengan Setengah Leluhur tahap 3.


Walaupun Sanjaya lebih kuat, tetapi tidak ada perbedaan kekuatan dalam pertarungan Mereka berdua. Bahkan Sanjaya terlihat tertekan.


"Bentuk kedua, Pemisah Yin dan Yang." Tebasan kedua membuat raga dan jiwa Sanjaya terpisah. Teriakan Sanjaya membuat kendang telinga yang melihat berdengung.


"Teknik itu adalah tebasan jiwa yang terkenal!" seorang pengamat terkejut dan mengeluarkan suaranya.


Para masyarakat Rahasia juga menonton perang antara Seven Soul, Rush All, dan Hantu.


Tidak memberi Sanjaya kesempatan untuk sembuh, Aldi langsung menggunakan Tangan Hayalan untuk menangkap jiwa dan raga Sanjaya.


"Shen Zero!" teriak jiwa Sanjaya yang sedang di unung tanduk kematiannya.


Sebuah pedang menghantam kearah Aldi, tapi dia dapat menghindari dengan sempurna. Orang yang melempat pedan adalah Sun Hyeon.


"Aku tidak akan membiarkanmu membunuh Sanjaya."


Dia menerima telepati dari Sanjaya untuk menyelamatkannya dengan imbalan berlian.


Karena Sanjaya telah mengetahui senapan mengerikan yang terbuat dari berlian, akhirnya dia setuju untuk membantu.


"Aku kira kalian tidak memiliki pertemanan." Aldi berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Dia telah mendengar telepati Sanjaya kepada Sun Hyeon.


"Bisnis tidak dapat melihat mana yang baik dan buruk. Dia menawarkan benda berharga, berarti kita teman."


Alasan Sun Hyeon juga dapat diterima oleh Aldi. Bisnis tidak akan berjalan tanpa keuntungan dikedua pihak.


"Karena kau sudah bergabung, bagaimana kalau aku mengusir kalian Rush All."


Aldi mengaktifkan kemampuan khusus dari 30 batu yang telah ditanam di beberapa titik. Alsan Aldi tidak terluka oleh pukulan Sun Hyeon adalah batu itu.


Ketika setiap batu sudah di tempatkan di 30 titik, secara otomatis ruang dan waktu akan menjadi miliknya untuk sementara.


Itu juga merupakan alasan kenapa serangan lemas teknik pedang magma suci dapat menggetarkan ruang dan waktu.