
Rush All telah musnah, rumor tentang Seven Soul membantah seluruh anggota telah tersebar luas.
Setiap kali melihat anggota Seven Soul, para penduduk akan membungkukkan badan untuk memberikan penghormatan.
Disebuah Bar tiga orang pemuda sedang berdiskusi.
"Apa kau dengar Rush All sudah musnah?"
"Iya, mereka memprovokasi Seven asoul hingga menghancurkan bisnisnya."
"Betapa bodohnya Sun Hyeon."
"Siapa Sun Hyeon?"
"Dia merupakan pemimpin masyarakat Rahasia Rush All. Aku mendengar dari saudaraku yang telah menjadi anggota Luar Seven Soul."
"Bahkan aku mendengar mereka tidak melakukan sedikitpun perlawanan. Pasukan Seven Soul hanya mengerahkan Pasukan Inti kekuatan mereka sangat mengerikan."
Diskusi mereka terus berjalan, di pojok ada seorang wanita yang menggunakan kerudung untuk menutupi tampilan wajahnya.
Dia adalah Jendral Qin atau sekarang bisa di sebut Lena, Sang Leluhur Ras Peri.
Lena sedang mencari informasi di tiga wilayah terkait peninggalan Adam. Dia membutuhkan sumber daya untuk memulihkan tubuhnya yang sekarat.
Ketika mendengar pembicaraan Seven Soul membantah Rush All, dia teringat dengan bocah Gila.
"Apa aku harus menemuinya?" pikir Lena sedikit bingung. Martabat sebagai Ras Peri meminta bantuan kepada manusia merupakan hal tabu.
Aldi sedang menjarah seluruh sudut Dunia Rush All. Dengan kekuatannya sekarang, dia hanya membutuhkan beberapa hari.
Aliran waktu di Dunia Rush All hanya 2 kali lipat. Energi murni juga sudah menipis, dunia ini hampir punah.
Ditambah dengan Bom dimensi ruang yang menghancurkan gerbang Dunia milik Rush All.
Shen Er dan pasukan pribadinya memperbaiki simbol aliran waktu, mereka diberikan tugas memperbaikinya menjadi 3 kali lipat.
Sedangkan Aldi akan menyempurnakan simbol dunia menjadi 7 kali. Simbol aliran waktu bisa dipelajari dalam catatan Perpustakaan Dunia Buatan.
Walaupun mereka belum bisa membuat Aliran waktu yang benar, tetapi dasar pembuatan sudah dikuasai.
Dengan pengalaman yang terus bertambah serta banyaknya percobaan, pasti akan tiba waktunya mereka berhasil.
Aldi tidak ingin terus memberikan pelajaran kepada mereka, tetapi terus membuatnya berlatih. Menurutnya teori hanya mempengaruhi 20 persen dari keberhasilan seseorang.
Tidak ada barang istimewa dalam Dunia Rush All, Aldi sedikit kecewa. Dia sudah mencari ke seluruh penjuru dunia, tetapi hasilnya nihil.
Hanya ada tumbuhan Roh kelas 2 yang di miliki Rush All.
Tumbuhan Roh dibagi menjadi 5 tingkat yaitu 3, 2, 1, Super, Legenda. Pohon Dunia merupakan tumbuhan roh tingkat Legenda.
Karena bisnis dengan Ras Peri dan Negara Achin berjalan lancar, pemasukan tumbuhan roh semakin berlimpah.
Luas Dunia Buatan sudah melebihi 100 ribu kilo meter. Sehingga sebanyak apapun tumbuhan Roh masih bisa di tampung. Luasnya masih tergantung dengan kekuatan Aldi.
Hal itu karena Aldi menanampakn Dunia Buatan dalam Jiwanya. Jika dia mati, maka seluruh Dunia Buatan akan runtuh.
Semua orang di dalamnya akan dipaksa keluar dengan titik tujuan yang acak. Namun, menghancurkan jiwa Aldi seperti memikil batu dengan telur.
Teknik Prinsip Jiwa mengembangkan Jiwa hingga pada batasnya. Bahkan jika sudah melewati tingkat 15, jiwanya akan setara dengan para Dewa Semu.
"Sher Er rawat Dunia ini beberapa saat hingga mempunyai energi murni yang layak." Aldi memberikan Bunga Jade.
Bunga itu merupakan tumbuhan roh tingkat 1 kekuatan penghasil energi murni cukup melimpah.
"Baik," kata Shen Er tegas. Dia tidak mengejar kekuatan yang berlebih, hanya bisa menggunakan simbol yang baik sudah bisa membantu Aldi.
Setiap orang mempunyai kelebihan masing-masing, Aldi tidak akan memaksa untuk bertambah kuat di bidang apapun.
Aldi segera terbang menuju Negara Kediri , dia memiliki bisnis dengan Alex dan beberapa orang disana.
Identitas Aldi sebagai Shen Zero belum diketahui oleh publik, jadi dia hanya berjalan santai dengan pakaian yang berbeda tidak akan dikenali.
Aldi keluar dari bandara menggunakan pakaian berwarna biru tua dengan sedikit warna putih. Celana berwana coklat muda serta sepatu berwana putih.
Ditambah tingginya 191 centimeter ditambah rambut yang sedikit panjang, tetapi dalam wajar untuk seorang pria. Jam tangan di tangan kirinya membuatnya semakin bersinar.
Penampilan Aldi menjadi buah bibir orang di sekitar Bandara.
"Tidak mungkin, jika benar seharusnya aku sudah punya posternya."
Banyak orang yang memposting penampilan Aldi si sosial media mereka. Banyak warga internet membicarakan ketampanan Aldi.
Karena tidak memiliki sosial media, Aldi tidak mendengar berita apapun. Namun Alex dan Ali Linda melihatnya.
"Sial, sejak kapan Aldi menjadi orang yang sangat menawan?" tanya Alex kebingungan.
"Sudah sejak kecil!" jawab Linda yang duduk disebelahnya.
"Benar juga, sejak kecil bocah itu memiliki penampilan yang menarik. Untung dia tidak kaya sepertiku." Alex mengatakan itu dengan kepercayaan diri, hanya untuk menghibur dirinya.
"Kekayaanmu hanya sepersekian persen darinya." Jawaban singkat Ali Linda menandakan dia sedang marah.
Alex dan Ali Linda sedang bertengkar masalah pernikahan mereka yang akan di lakukan 4 bulan lagi.
Karena banyaknya pilihan konsep pernikahan membuat Alex menyerahkan semua kepada Ali Linda tanpa ikut campur.
Hal itu membuat Ali Linda sedikit marah, karena menurutnya pernikahan merupakan tanggung jawab berdua.
Suasana di ruang kerja Alex sedikit canggung karena jawaban Ali Linda yang terus memojokkan Alex.
Aldi langsung menuju rumah kakek Nui, dia hanya ingin mengenang masa kecilnya. Sebelum melanjutkan bisnis.
"Masih sama seperti dulu." Aldi melihat rumah kakek Nui yang bersih dan sayuran tumbuh disekitarnya.
Paman Shu merupakan orang yang merawat rumah dan sayuran Aldi. Dia masih bertahan di rumah kakek Nui walaupun sudah cukup kaya.
"Aldi?" tanya Paman Shu dari belakang.
"Paman Shu, sudah lama tidak bertemu." Aldi memeluknya untuk mengobati rasa kangen.
Paman Shu merupakan salah satu orang terdekat, dia merawat Kakek Nui selama Aldi dan Shie tidak ada. Sekarang Kakek Nui sudah dipindahkan ke Pulau Nemo.
"Kau sudah tumbuh besar. Masuklah, keluargaku sudah menunggumu di dalam."
Perbincangan ringan antara Paman Shu, Bibi Shu, dan Aldi tidak terasa memakan waktu 2 jam penuh.
"Sepertinya sudah waktunya aku harus pergi, Paman Bibi," ucap Aldi dengan sopan.
"Mengapa terburu-buru. Anakku masih belum pulang sekolah?" tanya Bibi Shu.
"Masih ada urusan yang harus aku selesaikan," kata Aldi sedikit kecewa.
Disamping menemui Paman Shu, Aldi juga bernostalgia tentang rumah Kakek Nui. Dia sudah beberapa tahun tidak pulang kerumah karena perjalanan panjang.
Aldi membeli ponsel pintar untuk melihat perkembangan zaman yanh telah Alex ciptakan.
"Sudah kuduga ponsel layar penuh akan selalu menjadi primadona di pasar." Aldi melihat ponsel dengan layar penuh tanpa ada papan ketik manual.
Walaupun masih memiliki fitur yang terbatas, dunia melangkah sedikit lebih maju.
Aldi tidak akan mencampuri perkembangan teknologi lebih lanjut. Jika dia ikut camput maka perkembangan teknologi akan melompat sangat jauh.
Fitur Foto dan Vidio masih menggunakan 6 megapixel, dengan vidio 12 frame rate.
Dia juga menemukan adanya sosial media yang memungkinkan orang untuk berinteraksi dengan dunia luar.
Setelah membuka sosial media, betapa terkejutnya Aldi melihat fotonya terpampang di tanding topik.
"Pria Tampan dengan segala kemewahan?" ucap Aldi lirih. Dia tidak merasa bahwa seluruh pakaiannya memiliki harga yang super mahal.
Celana, baju, dan ikat pinggang itu diprosuksi terbatas oleh perusahaan Sie & Lee dengan harga 10 ribu emas, atau setara dengan mobil mewah.
Sepatu yang dia pakai setara dengan 3 ribu, sedangkan jam tangan seharga 31 ribu. Semua barang itu tidak di produksi lebih dari 10 unit.
Setelah membaca komentar para warga Internet Aldi melepas jam tangan dan sepatunya.
"Lee Yoen!" teriak Aldi merasa bahwa dirinya sedikit ditipu.
Kata Lee Yoen pakaian itu sangat sederhana di zaman sekarang. Karena Aldi merupakan orang dari zaman yang lebih maju, tidak mengetahui pakaian sederhana zaman ini.
Pakaian seperti itu sudah sangat wajar untuk pria pada umumnya. Namun perkembangan zaman di Dunia ini masih sedikit tertinggal.