7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kunjungan Negara Achin



Sinar matahari mulai terlihat, menandakan pagi akan segera datang. Semua pasukan Seven Soul sudah menghilang dari medan peran.


Mereka tidak mengalami korban jiwa setelah melawan ratusan ribu prajurit. Semua itu berkat strategi Shen Haise untuk menghalangi pasukan bantuan.


Zhou Ming kembali ke istana kerajaan Selatan, sedangkan pasukan Seven Soul sudah kembali ke Dunia Buatan.


Dalam ruangan Raja Selatan, Zhou Ming duduk dengan 5 Jendral kerajaan Sumatera Selatan.


"Aku mengusulkan Zhou Ming menjadi salah satu Jendral terhormat." Jendral Song berkata dengan senyum manis di bibirnya.


Zhou Ming melihat ada yang salah dari kelima Jendral. Salah satu dari mereka bukan Manusia, atau lebih tepatnya sebuah monster yang menyamar.


Sebelum Aldi mengajarkan teknik mata, Zhou Ming tidak mengetahui. Dia sedikit kebingungan, mengapa ras lain bisa menjadi jendral terhormat dari Ras Manusia.


Jendral terhormat itu bernama Jendral Qin, dia merupakan Ras Peri yang telah lama dikirim oleh Ratu peri untuk membina hubungan dengan Ras Manusia.


"Aku setuju dengan Jendral Song," ucap Jendral We. Dia sudah melihat kekuatan Zhou Ming dengan mata kepalanya sendiri.


"Aku tidak setuju. Dia masih terlalu muda untuk menjadi jendral terhormat Kerajaan Selatan." Seorang wanita rambut merah dengan pakaian berwarna merah, menjawab pernyataan Jendral Song.


"Aku juga tidak setuju!" ucap Pria dengan mata selalu tertutup. Kemampuan khususnya merukapan mata berwana biru yang sangat indah.


Ketika dia membuka mata, pedangnya tidak akan pernah mleset dari target. Dia dijuluki pendekar pedang nomor 1 di dunia.


"Aku menyerahkan keputusan kepada Raja," ucap Jendral Qin dengan wajah yang datar. Dia menyembunyikan telinganya dengan rambut yang terang berwarna perak.


Dia menggunakan panah yang selalu ada di pelukannya. Rumor mengatakan bahwa panah itu merupakan peninggalan dari Leluhurnya.


"Karena Jendral Hu dan Jendral Ling tidak setuju. Lebih baik menunda Zhou Ming menjadi Jendral," kata Raja Selatan melihat Zhou Ming yang duduk di sebelahnya.


"Raja, bolehkah aku memberikan pendapat?" tanya Zhou Ming.


"Silakan."


"Sejujurnya aku sangat ingin bergabung dengan Kerajaan Selatan menjadi Jendral terhormat. Namun, aku sudah berjanji kepada guruku untuk tidak ikut dalam militer Kerajaan Sumatera Selatan."


Wajah Zhou Ming terlihat sangat menyesal. Dia telah berjanji untuk meninggalkan gelarnya sebagai tuan muda keluarga Zhou.


"Apa gurumu yang menginginkan hak itu?" tanya Raja Selatan. Dia tidak mau menyinggung guru Zhou Ming.


"Sebelum aku dilatih, kita membuat perjanjian. Itu merupakan harga yang harus aku bayar setelah menjadi sekuat sekarang. Namun, aku masih boleh membantu Kerajaan Selatan dengan pangkat biasa."


Zhou Ming menjelaskan detail perjanjian. Dia menyembunyikan kebenaran tentang Seven Soul, karena merupakan pantangan segel penyerahan.


Pandangan Jendral Qin menatap tajam kearah Zhou Ming. Dia tampak seperti mengetahui sebuah rahasia tentang Zhou dan Gurunya.


"Jendral Qin, apa ada yang salah dengan denganku?" tanya Zhou Ming risih dengan terapannya.


"Tidak, aku hanya teringat seorang pria." Jendral Qin menutup matanya dan memeluk busurnya kembali.


Zhou Ming tidak ingin mengejar masalah sampai ke ujung. Dia segera melanjutkan penjelasan tentang perjanjian dengan gurunya.


"Artinya kamu sekarang tidak dapat menjabat di Kerajaan Selatan. Namun kamu masih bisa membantu perang atau melindungi kerajaan." Raja Selatan mengangguk mengerti.


Jendral We dan Song juga mengangguk, mereka memaklumi keputusan Zhou Ming disaat putus asa. Namun, berbeda dengan kedua jendral lainnya.


Mereka sangat tidak senang dengan keputusan Zhou Ming untuk menuruti permintaan gurunya. Mereka belum mengetahui kekuatan Aldi yang sebenarnya.


"Benar, Yang Mulia." Zhou Ming menjawab dengan penuh sopan. Dia juga melirik Jendral We dan Jendral Song.


Sebelum mereka menyelesaikan rapat, seorang penjaga gerbang masuk kedalam ruangan untuk melapor.


"Yang Mulia, maaf mengganggu. Ada utusan dari Negara Achi meminta waktu anda," kata Si pengirim pesan.


"Biarkan mereka masuk!" jawab Raja Selatan.


Tiga orang pria masuk kedalam ruangan. Mereka merupakan utusan dari Negara Achin untuk membahas perang tempo hari.


"Neja, bukankah sudah aku katakan tidak ada yang boleh ikut campur dalam perang kalian melawan ras Orc." Seorang pria berbaju kuning berkata dengan nada tinggi.


Zhou Ming segera menggunakan teknik mata untuk melihat seberapa kuat mereka. Betapa terkejutnya dia setelah melihat kekuatan tiga pria didepannya.


Satu orang mempunyai kekuatan tingkat Leluhur tahap 7 sedangkan lainnya berada di tingkat Leluhur tahap 5.


Dia segera menghubungi Aldi melalui telepati. "Guru, perwakilan Negara Achin datang ke KmIstana Selatan."


Semua orang tidak dapat mengetahui keberadaan Aldi. Bahkan Zhou Ming tidak bisa menemukannya jika Aldi tidak melambaikan tangan.


"Kami tidak menggunakan kekuatan luar dalam perang melawan Kerajaan Orc. Semua murni kekuatan Kerajaan," kata Raja Selatan tegas.


"Tidak. Coba tanyakan kepada Zhou Ming," sanggah seorang pria di belakang.


Zhou Ming melirik kearah pria yang menyinggungnya. "Aku menggunakan kekuatanku sendiri untuk mengalahkan mereka. Pasukan dibawah komandoku lebih kuat daripada yang kau kira."


Dia tidak menggunakan kata sopan kepada perwakilan Negara Achi. Mereka sudah tidak dengan niat baik dilihat dari nada bicaranya.


"Tetap provokasi, aku akan mengurus akibatnya," perintah Aldi yang menguping pembicaraan mereka.


Ketiga orang dari Negara Achin semakin marah, wajah mereka kemerahan. Bahkan alis mereka mengkerut.


Zhou Ming tetap memprovokasi tiga perwakilan Negara Achin,sesuai dengan perintah Aldi. Setiap perkataan perwakilan Negara Achin, selalu dibantah Zhou Ming.


Hal itu membuat salah satu perwakilan tidak dapat menahan emosi. Dia mengeluarkan aura terkuatnya untuk menekan semua manusia didalam ruangan.


Kejutan muncul setelah pria dengan baju kuning yang melepas auranya, ternyata adalah seekor Orc yang menyamar. Karena amarah penyamarannya menghilang dengan sendirinya.


Zhou Ming spontan mengarahkan tombaknya ke arah tiga perwakilan Negara Achin. Disusul dengan kelima Jendral yang mengeluarkan senjata mereka.


Hanya Raja yang berdiam diri di tempat. Bukan karena dia tidak waspada, tetapi senjatanya adalah kedua tangannya.


Gaya bertarung Raja seperti Shie yang hanya menggunakan tangan kosong untuk bertarung.


"Siapa kalian?" kata Jendral Song melihat perubahan manusia di depannya.


"Karena nasi sudah menjadi bubur. Maka perkenalkan kembali, kami dari kerajaan Orc yang menimba ilmu di Negara Achin."


Mereka merupakan tiga perwakilan Kerajaan Orc untuk menyambung hubungan baik antara Kerajaan Orc dan Negara Achin.


Aldi yang menguping sadar tentang motif Negara Achin membantu Kerajaan Orc untuk melawan Kerajaan Selatan.


Dia telah menemukan bukti bahwa Negara Achin telah bekerja sama dengan Kerajaan Orc. Namun buktinya masih belum terlalu kuat.


Sampai akhirnya dia berhasil mendengar dari perwakilan Negara Achin.


"Aku sudah menduga dari awal mereka bertiga sangat aneh," kata Zhou Ming yang masih menggengam erat tombaknya.


"Karena kalian sudah mengetahui rahasia kami, maka biarkan aku menggali kuburan kalian." Pria berpakaian kuning menyerang semua Jendral dan Raja.


Dalam sekejap semua orang diruangan terjatuh di tanah, hanya menyisakan Zhou Ming dan Neja, Sang Raja Selatan.


Kekuatan pria berbaju kuning tidak bisa dianggap remeh. Bahkan Jendral Qin tidak dapat menandingi kecepatannya. Berbeda dengan Zhou Ming yang mempunyai kecepatan yang melebihi batas manusia.


Aldi tidak akan ikut campur sebelum ada korban yang jatuh dalam penyerangan. Dia hanya melindungi Zhou Ming agar tidak mati.


Potensinya sangat menjanjikan, Aldi tidak dapat kehilangan pria jenius sepertinya. Seven Soul membutuhkan para orang berbakat dan bekerja keras.


"Apa yang kalian inginkan?" tanya Raja melihat para Jendralnya tumbang. Walaupun mereka tidak mati, jika musuh ingin membunuhnya, hanya butuh tebasan ringan.


"Siapa yang membantu kalian?"


"Aku tidak meminta bantuan siapapun!" jawab Raja Selatan dengan tegas.


Zhou Ming melirik kearah jendela untuk mengirim telepati kepada Aldi. "Apa yang harus dikalukan, Guru?"


"Tenanglah, mereka tidak akan membunuh Sandra dengan mudah. Segera bilang bahwa pasukan Shen Zero telah membantumu."


Zhou Ming mengatakan setiap instruksi yang diberikan Aldi. Dia dengan tenang mekatakan sedikit ancaman kepada musuhnya.


"Jika aku punya pasukan lain. Apa kepentingan yang kau sandang, sehingga dapat melarang kerajaan kami?" tanya Zhou Ming.


Dia mengatakan itu dengan tatapan tajam penuh dengan dendam. Namun, Aldi dapat menenangkan Zhou Ming dengan kata-katanya.


Pria berbaju kuning tertawa mendengar perkataan Zhou Ming. "Pria kecil sepertimu tidak mungkin memiliki pasukan yang dapat membuat formasi tempo hari."


Karena marah, mereka membuka rahasia tentang dukungan pasukan dari Negara Achin. Sayangnya pasukan bantuan telah dihadang oleh pasukan misterius yang sangat kuat.


Walaupun tidak ada korban di pasukan bantuan, mereka menjadi terlambat sampai ke edan perang. Bahkan mereka hanya melihat kamp dan mayat tersebar di setiap mata memandang.