7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kembalinya Monster



Aldi mengerutkan kening ketika mendengar penjaga mengatakan bahwa keamanan kerajaan sedang tidak baik.


Dia khawatir dengan keadaan Saputra dan semua orangnya di perusahaan, pasti organisasi pembunuh sedang mengincar mereka.


"Kami hanya singgah sebentar karena rumahku ada didalam kerajaan. Aku hanya di pinggiran Kerajaan Padang tidak samapi ke pusat."


Aldi menjelaskan sedemikian rupa supaya dapat memasuki gerbang Kerajaan Padang. Sebenarnya dia bisa menyusup dengan cepat, tetapi Arifin harus mendapat pembelajaran tentang pentingnya bersilat lidah.


Akhirnya Aldi dan Arifin mendapat izin untuk melewati gerbang. Mereka segera menghilang setelah melewati gerbang.


Setelah sampai di tempat persembunyian khusus, Aldi segera mengedarkan energinya untuk mencari keberadaan Saputra dan lainnya.


"Sepertinya semua orang selamat," kata Aldi sambil menghela nafas.


Tanpa terasa Aldi sudah bersama Saputra dan anggota lainnya beberapa tahun. Tumbuh perasaan persaudaraan diantara mereka, jika terjadi sesuatu semua orang akan merasakan kehilangan.


Aldi dan Arifin segera menemui semua orang yang bersembunyi di bawah tanah. Tempat persembunyian sudah di lapisi simbol yang rumit, jadi para pengintai tidak akan mudah menemukannya.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Aldi melihat Saputra dan lainnya sedang memanggang daging sapi.


"Bos, akhirnya kamu datang. Seperti yang kamu lihat, semua orang dalam kondisi yang baik," jawab Saputra sambil menunjuk teman-temannya.


Saputra memberikan laporan tentang situasi yang melanda perusahaan Danau Putih. Semua berawal dari penyerangan pasukan VOC yang melukai banyak pegawai tidak bersalah.


Karena militer perusahaan Danau Putih belum mencukupi, akhirnya Saputra hanya bisa memberikan kompensasi kepada korban.


Setelah kegilaan organisasi VOC, organisasi pembunuh mengancam semua pegawai yang bekerja di perusahannya.


Akhirnya 90% pegawai mengundurkan diri dan sisanya dipulangkan, jika perusahaan sudah stabil mereka akan dipanggil.


Aldi mengerutkan keningnya ketika mendengar semua laporan yang disampaikan Saputra. "Sepertinya aku tidak bisa lemah lembut lagi!" gumam Aldi.


Arifin yang merasakan aura Aldi merasa ketakutan, sedangkan lainnya hanya duduk sangat tanpa mengetahui apa yang terjadi.


Aura Aldi disembunyikan sangat dalam, Arifin bisa merasakan Aura Aldi ketika dia kehilangan kontrol sempurnanya.


Arifin yang baru beberapa bulan berjalan di jalur budidaya beladiri pergi bersama Aldi menuju medan perang yang masih panas.


"Arifin, sebelum pergi pakailah senjata dan anting ini," kata Aldi sambil mengeluarkan kedua benda tersebut.


Senjata yang diberikan Aldi berupa pedang pendek dengan pangkal pedang berbentuk naga yang terbuat dari batu asal.


Serta batang silang pedang terbuat dari batu alam yang telah diisi dengan elemen petir. Sehingga ketika diayunkan, pedang tersebut akan mengeluarkan petir yang dapat menyengat lawannya.


Besi adalah pengantar listrik yang baik atau sering disebut konduktor. Petir dan listrik mempunyai kesamaan sifat yang dapat menyengat mahluk hidup yang memiliki darah.


Ketika Arifin memegang pedang, tangannya seperti terserap kedalam. Sehingga membuat pegangan Arifin sangat kuat.


Anting yang diberikan juga mempunyai kemampuan yang tidak kalah hebat, yaitu dapat membelokkan serangan fatal musuh.


Artinya Arifin akan sangat susah terkena serangan fatal. Area fatal yang dilindungi Anting yaitu jantung, leher, dan kepala.


Ketika Anting dipasang di telinga kiri, simbol misterius masuk kedalam tubuh Arifin. Kemudian sebuah tato berwarna hitam keluar di leher sekitar anting.


"Sekarang kita berdua akan berperang melawan kekuatan raksasa. Aku ingin kamu dapat menjaga diri dan keluar dari medan perang dengan selamat."


Aldi menepuk pundak Arifin dan tersenyum manis. Walaupun belum memiliki segel penyerahan, Arifin sudah dianggap sebagai murid pribadinya.


"Baik, Bos!" jawab Arifin dengan tegas. Dia tidak ingin mengecewakan gurunya yang telah merubah hidupnya.


Dua orang pria dengan pedang di punggungnya menuju medan perang ketiga kekuatan besar di Kerajaan Padang.


Tidak lupa Aldi merubah wajahnya menjadi Shen Zero yang dikenal banyak orang. Arifin menggunakan untuk menutupi wajahnya supaya tidak dikenali masyarakat luas.


Peperangan masih terjadi antara Organisasi VOC dan Organisasi pembunuh. Mereka tidak ada yang mau mundur setelah saling benturan, sedangkan militer kerjaan Padang sedang dalam pelarian.


Ketika militer kerajaan Padang sedang melarikan diri, mereka bertemu dengan Aldi dan Arifin.


"Sial, kita sudah ditemukan. Serang dengan semua kekuatan kalian!" kata salah satu pemimpin militer pasukan Kerajaan Padang.


Sebelum semua prajurit menyerang, Arifin sudah menggerakkan kakinya untuk memenggal sebagian besar prajurit dengan pedang barunya.


Pemimpin Militer kerajaan Padang sangat terkejut dengan kekuatan yang ditunjukkan pria yang memakai topeng.


Bahkan Arifin yang memegang pedang tidak percaya dengan kekuatan pedangnya. Menebas manusia seperti sedang latihan menebas udara.


"Jangan takut, dia hanya satu orang!" teriak salah pemimpin pasukan.


Namun setelah menyelesaikan perkataannya, pandangannya menjadi kabur. Aldi muncul dibelakangnya dengan mata berwarna merah darah.


"Sudah aku bilang, jangan menggangguku!" kata Aldi dengan senyum tipis khasnya.


Jerry telah merasakan kekuatan Shen Zero, sekarang dia dalam masa penyembuhan tangannya yang terpotong.


Teknologi masa kini masih belum bisa menyembuhkan tangan yang terpotong, tetapi beberapa tabib tradisional memiliki teknik misterius untuk menyembuhkan tangan.


Tabib tersebut adalah seorang ahli formasi yang di panggil Raja Saladin untuk menyembuhkan salah satu jendral kerajaan Padang.


Pembantaian pasukan kerjaan Padang dilakukan oleh dua orang yang tidak dikenal. Mendengar berita tersebut, Budi langsung meminta bantuan prajurit tambahan.


Sebelum prajurit tambahan tiba di medan perang, Aldi dan Arifin memegang pedangnya sambil berjalan pelan.


Tanpa mengucapkan kata-kata, kedua pria tersebut menerjang musuh seperti anak panah yang baru lepas dari busurnya.


Setiap ayunan pedangnya selalu membawa nyawa untuk di hantarkan kepada malaikat pencabut nyawa.


"Siapa mereka?" tanya Zainul. Dia sangat ketakutan melihat kedua pedang pria tersebut memancarkan petir yang dapat membunuh manusia secara langsung.


"Salah satu dari mereka adalah Shen Zero. Sedangkan pria yang memakai topeng, kita kekurangan informasi," jawab seorang pria.


Pria itu adalah perwakilan dari Organisasi VOC yang bernama Sander. Kekuatannya setara tingkat Pemahaman.


Tidak ada orang yang bisa menyainginya dari segi kekuatan, tetapi dalam pengalaman bertarung Aldi tidak bisa terkalahkan.


Organisasi pembunuh hanya mengirim Budi, mereka tidak memiliki permasalahan yang rumit dengan Shen Zero.


Jadi organisasi pembunuh hanya bermain untuk meramaikan suasana dan melatih para anggotanya dalam medan perang.


Seorang pembunuh dapat selamat dari semua jenis keadaan. Itulah yang menjadi pedoman dari pemimpin organisasi pembunuh.


Organisasi VOC yang menduduki wilayah Teluk Bayur harus menunjukkan kekuatan mereka supaya Kerjaan Padang dan Organisasi Pembunuh tidak meremehkannya.


"Akhirnya Shen Zero muncul, aku akan membuat perhitungan dengannya." Zainul dengan percaya diri menatap layar monitor yang menampilkan Shen Zero sambil memegang kalungnya.


Arifin yang masih beberapa bulan berjalan di jalur pembudidaya beladiri kehabisan stamina. Aldi segera membantunya untuk bangkit dan memberinya sebuah pil penyembuhan.


Seketika Arifin langsung bisa berdiri dengan stamina yang terisi penuh. Melihat kejadian tersebut, Zainul dan Saiful terkejut dengan keajaiban yang mereka lihat.


"Pil apa itu!" kata kedua orang tersebut di pihak yang berbeda.


Kemudian Budi dan Sander harus menjelaskan dengan rinci kegunaan pil tersebut. Namun mereka masih tidak percaya dengan Aldi yang memiliki pil penyembuhan.


Satu pil Aldi memberikan kepada Arifin masih terlihat biasa. Namun setelah beberapa saat, Aldi telah menggunakan 15 pil penyembuh.


Sander adalah orang pertama yang menanggapi keanehan yang ditunjukkan Aldi dan Arifin.


"Seberapa kaya kedua orang itu!" kata Sander melihat Aldi menggunakan pil ke 15.


Pil penyembuhan dijual pada pasar gelap dengan harga minimum 100 ribu rupiah. Harga tersebut tergolong murah untuk pil yang dapat menyelamatkan satu nyawa pembudidaya.


Bahkan pil berkualitas tinggi yang dapat dijual dengan harga 1 juta rupiah per butir.


Aldi memiliki ratusan pil berkualitas tinggi, tetapi dia tidak memiliki informasi tentang pasar gelap yang dimaksud.


Sedangkan pil penyembuhan yang digunakan untuk menyembuhkan stamina Arifin dan dirinya hanya merupakan pil penyembuhan tingkat rendah.


Pertarungan berlangsung cukup lama dengan pembantaian sepihak yang dia lakukan oleh Aldi dan Arifin.


Budi mulai semakin gelisah ketika para prajurit tambahan tidak kunjung datang.


"Apa mungkin markas pusat tidak membantu kita?" pikir Budi. Seharusnya prajurit tambahan sudah datang beberapa menit yang lalu.


Namun sampai sekarang tidak ada satu orangpun yang datang membantu mereka. Di sampingnya Saiful sudah gemetar ketakutan.


"Monster," gumam Saiful.


Sebelum Aldi meninggalkan Saiful dan Zainul di pertemuan dua bulan lalu, dia sudah menembakkan sebuah racun energi yang dapat membuatnya ketakutan berlebihan.


Khususnya jika Aldi datang dihadapannya. Efek racunnya akan timbul setelah energi Aldi berbenturan dengan mereka.


Karena Zainul berada cukup jauh, efek racun belum terpicu.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Budi melihat Saiful yang menutup kedua telinganya dan duduk dilantai.


"Monster itu datang lagi," kata Saiful pelan.