
Kompetisi kali ini diikuti 32 pasukan khusus, paling lemah diantara mereka setara dengan tingkat jingga atas, setiap negara mempunyai teknik unik mereka.
Setelah melihat semua peserta kompetisi Aldi tersenyum, ia berkata, "Sepertinya kita bisa menempati peringkat pertama," melihat Li Sogun yang cemas karena pasukannya setiap tahun selalu menempati posisi terakhir.
"Wow, pemimpin pasukan datang langsung," seorang pria paruh baya berbicara melihat Li Sogun. Pria itu berkulit putih, tinggi mencapai 180cm, rambut yang panjang serta mempunyai mata yang sipit.
"Meng De!" bentak Li Sugon dengan tatapan yang penuh dendam, tapi dia dapat menahan amarahnya.
Anak pertama Li Sogun yang bernama Li Hou dibunuh dalam skenario yang disusun oleh Negara Probolinggo.
Suara gong terdengar, "Para tamu terhormat, perkenalkan aku, Su Loying, yang akan memandu kompetisi pasukan khusus" katanya dengan suara lantang menggunakan pengeras suara.
Aldi melihat pembawa acara itu, dia tidak menyangka bahwa pembawa acara saja mempunyai kekuatan Jingga tahap akhir.
"Tuan yang terhormat, kompetisi ini dilakukan sistem gugur seperti tahun sebelumnya ..." ucap Su Loying dengan suara lantang.
Kompetisi ini diikuti 32 pasukan khusus yang secara resmi diundang oleh Kepala Negara Mojokerto.
Kemenangan ditentukan jika pasukan khusus telah mendapatkan 2 kemenangan di setiap pertandingan.
Setiap pertandingan mempunyai 3 jenis, yaitu individu, kelompok, komando.
Individu merupakan pertandingan yang mengutamakan pertarungan satu lawan satu, sedangkan kelompok pertarungan lima lawan lima, komando adalah pertandingan yang mengharuskan semua pasukan untuk bertempur secara kelompok dengan satu orang komandan pasukan.
Setiap orang yang sudah mengikuti pertandingan individu atau kelompok tidak diijinkan mengikuti pertandingan komando.
"Baiklah, setelah penjelasan yang panjang akhirnya sampai pada suatu yang kita tunggu, pengundian kompetisi," ucap Su Loying dengan tegas.
Pasukan Harimau Putih mendapatkan lawan yang sangat sulit, yaitu Pasukan Ular Derik.
Pasukan khusus ini berfokus pada penyerangan yang lembut tapi mematikan, banyak pasukan yang telah menderita ketika bertanding dengan mereka, hal yang paling penting adalah mereka menempati posisi 10 dikompetisi sebelumnya.
"Sungguh sial, lawan pertama adalah pasukan yang sangat kuat," kata Li Sogun dengan muka cemas.
"Tenanglah, Paman ... rekan-rekanku dapat mengatasi mereka!" jawab Aldi dengan percaya diri.
Semua pasukan menempati kursi mereka, banyak yang tidak mengerti kenapa anak kecil seperti Aldi menempati kursi instruktur pasukan.
"Baiklah para tamu yang terhormat pertandingan pertama antara Harimau Putih dan Ular Derik akan segera dimulai ... silahkan pasang taruhan kalian"
Hampir semua orang yang hadir memasang taruhan ke pasukan Ular Derik, membuat taruhan menjadi 1 : 4.
Aldi menaruh 1000 emas untuk kemenangan Harimau Putih, itu membuat perbedaan taruhan tidak terlalu besar.
"Li Wulong, Pengecut naik ke panggung!" teriak pria berbadan kekar.
Pria itu adalah Mark Zack. Keluarga Mark merupakan pemegang kekuasaan militer tertinggi di Negara Trenggalek.
Li Wulong langsung menuju ke Arena Pertarungan.
"Mark Zack, sudah lama tidak bertemu!"
"Haha ... Li Wulong aku tidak ikut kompetisi sebelumnya karena kasihan padamu yang tidak pernah menempati baik di kompetisi"
Li Wuling hanya menjawab dengan senyuman, dia tau pasukannya sangat mampu untuk menempati posisi 10 besar.
Pasukan Harimau Putih paling lemah di ranah jingga atas, sedangkan dia ada di ranah hijau menengah.
Pelatihan Aldi dapat meningkatkan beladiri pasukan dengan sangat cepat. Tubuh pasukan khusus sudah sangat terlatih dengan sedikit penyesuaian akan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan.
Mark Zack langsung menyerang dengan tinju sederhana tepat ketika wasit mengisyaratkan pertandingan dimulai.
Pukulan yang sederhana tidak bisa memakai Li Wulong sedikitpun.
"Sepertinya kau mempunyai kemampuan lebih."
"Haha ... " Li Wulong tertawa mendengar perkataan sombong itu.
Pukulan Harimau Putih
Mark Zack terkejut melihat pukulan yang mengarah kepadanya, dia tidak berani lengah karena merasakan ancaman dari pukulan itu.
Ketika Mark Zack bertahan dengan teknik khususnya tanpa diduga semua orang pertahan nya hancur hanya sekali serang.
Mark Zack memuntahkan seteguk darah segar. l dengan tubuh yang penuh sayatan aneh.
Pukulan Harimau Putih sudah di modifikasi Aldi, sehingga pukulan itu lebih efektif dan mematikan.
Melihat itu, Li Wulong tidak berbelas kasih, dia langsung menendang kearah kepala.
"Bamm"
Suara benturan kaki dan kepala terdengar sangat keras bahkan sampai ke penonton yang melihat kejadian itu.
Wasit langsung menghentikan pertandingan karena melihat Mark Zack yang tidak sadarkan diri.
Tendangan itu sangat mengerikan, para menonton mulai merevisi lagi kekuatan Harimau Putih yang mengerikan.
Li Wulong kembali ke bangku tunggu dengan senyum di wajahnya.
Babak selanjutnya merupakan pertandingan 5 vs 5, Pasukan Harimau Putih di pimpin oleh Li Saha.
Li Saha merupakan individu yang sangat menonjol di umurnya yang belum genap 23 tahun. Dia merupakan pasukan kelas 2 karena umurnya dan bakatnya yang belum tumbuh. Setelah dilatih Aldi bakatnya benar-benar sangat mengejutkan bahkan hampir menyamai Li Wuling.
"Formasi Perang Gerbang 1!" perintah Li Saha kepada rekannya, tepat ketika wasit mengisyaratkan pertandingan dimulai.
Pasukan Harimau Putih langsung membentuk busur dengan Li Saha paling depan di ikuti 2 rekan di belakangnya dan 2 rekan lagi di belakangnya.
"Serang!" Li Saha tidak memberikan pihak lawan kesempatan untuk membuat persiapan.
Pertarungan dikuasai pihak Harimau Putih, bahkan Ular Derik tidak dapat membalas tekanan bertubi-tubi pasukan lawan.
Serangan demi serangan menghantam Ular Derik dengan resonansi serangan yang sangat apik tapi sangat mengerikan.
"Apa ini?" banyak penonton yang bertanya-tanya apa yang sedang terjadi dengan Ular Derik.
"Sepertinya kita meremehkan Harimau Putih," kata seorang anak muda berumur 18 tahun yang duduk di bangku pasukan khusus Serigala Kesepian.
Serigala Kesepian merupakan pasukan khusus yang tidak terikat negara manapun. Markas mereka terletak di Negara Surabaya, mereka juga yang menjuarai kompetisi 5 kali berturut-turut tanpa putus.
"Siapa Li Saha itu?"
"Aku tidak pernah melihatnya di kompetisi pasukan khusus sebelumnya."
"Mungkin dia adalah kartu as Harimau Putih"
Banyak yang menebak-nebak tentang identitas Li Saha yang sebenarnya. Mereka tidak mengetahui bahwa Li Saha merupakan pasukan lapis kedua dari Harimau Putih.
Dengan kemenangan 2 kali berturut-turut membuat Harimau Putih langsung melanjutkan ke pertandingan selanjutnya.
"Aldi, sebenarnya apa yang kamu latih?" tanya Li Sogun yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Kamu terlalu memuji, Paman ..." jawab Aldi dengan senyum ringan.
Shie tidak ikut karena dia dalam masa krisis untuk menerobos ke tingkat selanjutnya, membuat semua orang yang di ruang pengamat menatap Aldi dengan sangat aneh.
Mereka tau Aldi hanya melatih pasukan itu hanya dengan waktu 6 bulan, tapi perkembangan mereka sangat mengerikan.
Banyak orang yang tidak bisa melihat tingkat tenaga dalam pasukan Harimau Putih termasuk Keluarga Li.
"Pasukan yang sangat menarik," kata seorang dengan jaket hoodie yang menutupi tampilannya.