7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Persiapan Selesai



Shen Qiu, Shen Si, dan Shen Er bekerja sama untuk menciptakan rencana baju perang khusus pasukan Seven Soul.


"Lakukan secara perlahan, tapi pasti. Baju ini bisa sangat menentukan di perang selanjutnya. Aku merasakan energi yang sangat besar tiba di dunia Utama."


Aldi memberikan saran kepada tim pengembang baju perang pasukan Seven Soul. Dia mengingat bahwa lawannya kali ini sangat serius ingin memusnahkan ras manusia.


Hal yang paling memprihatinkan adalah kerajaan manusia di Dunia Maha Tinggi tidak memberikan dukungan.


Ketika sampai di Dunia Maha Tinggi, Aldi berniat membuat perkumpulan tersendiri yang memihak Dunia Utama.


Dia mempunyai banyak keluarga di Dunia Utama yang perlu dilindungi, jadi sudah sewajarnya Aldi berusaha sekuat tenaga mempertahankan Dunia Utama.


"Bos, ribuan pasukan Dewa mengepung pulau Nemo," laporan Shen Wu menggunakan telepati.


Aldi mengeratkan kening, dia merasa ada yang aneh dari gerakan Posaidon tempo hari. Mungkinkah Posaidon mengetahui tentang kebenaran pulau Nemo.


"Leo, segera pimpin pasukan Dewa Sejati untuk menghadang para pasukan Dewa!" kata Aldi dengan nada serius.


Leo langsung bergerak, dia membawa 100 Dewa Sejati. Mereka bergerak dengan langkah yang sangat sunyi.


Setelah sampai di ujung kubah pelindung Pulau Nemo, Leo melihat 1000 pasukan Dewa Semu ditambah dengan Posaidon yang memimpin.


"Apa yang kalian inginkan di Pulau kami?" tanya Leo dengan suara lantang.


"Siapa kau?" kata Posaidon kepada seekor kucing oranye yang terlihat sombong.


"Leo, kepala pasukan Seven Soul. Pulau Nemo adalah tempat keramat bagi semua anggota Seven Soul, orang luar dilarang masuk!" jawab Leo tegas.


Posaidon tertawa. "Apa kau mempunyai kekuatan untuk menghalangiku?" kata Posaidon dengan nada sombong.


Dia mengangkat tangannya dan menunjuk pasukan Leo. Seketika seluruh pasukan yang dibawa Posaidon menerjang dengan kekuatan penuh.


Pengetahuan Leo tentang simbol cukup baik. Dia menggunakan simbol tangan untuk menghentikan semua pasukan Dewa.


Walaupun kekuatannya masih setara dengan Dewa Sejati tahap 3, untuk menghentikan semua Dewa Semu hanya perlu menjentikkan jarinya.


"Musnahkan!" kata Leo dengan senyum tipis.


Seratus anggota inti dengan kekuatan setara Dewa Sejati tahap 1 menerjang dengan kekuatan penuh. Hanya butuh 5 menit untuk menghapuskan prajurit Dewa yang tidak bisa bergerak.


Seorang pria tua yang melihat dari atas langit mengeratkan keningnya. Dia sangat mengagumi ketrampilan prajurit Seven Soul.


"Pedangnya aneh itu dapat membunuh Dewa Semu dengan sekali tebas. Mengesankan, jadi ini penyebab rencana Kaisar tertunda."


Pria itu memegang sebuah palu di tangan kanannya, dia mempunyai julukan sebagai Dewa Petir. Namanya adalah Thor, Sang Dewa Petir.


Kekuatannya disembunyikan sangat dalam Leo tidak bisa memprediksi seberapa kuat Thor. Namun untuk menghadapi Posaidon, dia mempunyai rencana yang sangat matang.


"Mengesankan seperti yang diharapkan dari anggota Seven Soul. Dalam sekejap dapat memusnahkan pasukan yang bisa mengguncang seluruh Tiga Wilayah."


Posaidon membusungkan badan untuk memprovokasi Leo dan pasukan Seven Soul. Namun respon lawannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.


Ketenangan pasukan Seven Soul tidak dapat diragukan. Aldi telah menulis banyak buku tentang pengendalian emosi di medan perang.


Leo menggunakan teknik perubahan wujudnya, sekarang dia tampak seperti manusia kucing dengan telinga berwarna oranye.


Mata besar memancarkan sinar putih serta tiga garis seperti kumis di kedua pipinya.


Sangat jarang Leo menunjukkan perubahan manusianya, karena Aldi belum memberikan ijin untuk menggunakan kekuatan penuh.


Sekarang dia diperintahkan untuk menggunakan segala cara untuk menunda prajurit Dewa, jika bisa dia harus mengusirnya.


"Sekarang hanya tinggal kalian berdua, apa yang kau inginkan?" tanya Leo mengarahkan pedang pembunuh dewa iblis.


Aldi telah berhasil menemukan komposisi yang paling tepat untuk melukai Dewa dan Iblis. Dia mengambil sampel setiap serangan yang diterimanya dari Yama dan Eris.


Pedang pembunuh dewa iblis adalah produk yang telah di buat secara massal menggunakan bantuan robot berdaya batu energi.


Setiap hari pabrik pedang bisa menghasilkan 10 ribu pedang. Untuk mencukupi semua kebutuhan anggota membutuhkan waktu yang cukup banyak.


Serta sekarang Aldi mengusulkan baju perang untuk seluruh pasukan Seven Soul. Buruh beberapa bulan waktu Dunia Utama.


Pembuatan robot juga ditingkatkan, supaya produksi senjata dan baju semakin cepat. Seven Soul hanya memiliki waktu beberapa bulan sebelum perang besar akan pecah.


Posaidon memanfaatkan lautan untuk membuat ombak besar yang diarahkan ke pasukan Seven Soul.


Namun di tebas Leo dengan sangat mudah, bahkan Posaidon terkena tebasan energi Leo. Goresan di tubuh Posaidon tidak bisa disembuhkan.


"Apa yang terjadi?" kata Posaidon kebingungan. Seharusnya luka kecil seperti itu dapat disembuhkan dengan cepat.


"Menarik, pedang apa yang dibawa kucing oranye." Thor memegang erat senjatanya. Dia tidak sabar untuk merampas senjata Leo.


Leo tidak memberikan kesempatan Posaidon berpikir. Dia menyerang dengan sangat lihai, bahkan membuat Posaidon tidak bisa memprediksi serangannya.


Luka Posaidon semakin banyak. Dia merasa ada yang salah dalam tubuhnya. "Apa yang terjadi?"


Energi Posaidon semakin berantakan, dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya. Tubuhnya tidak mau merespon otaknya dengan baik.


"Racun?" kata Thor mengeratkan kening.


Leo tidak akan memberikan kesempatan Posaidon untuk berpikir. Dia menyerang dengan serangan beruntun.


Stamina pasukan Seven Soul tidak bisa di remehkan. Lava sebagai guru anggota inti Seven Soul, sudah melatih stamina semua orang.


"Teknik Pedang Empat Musim!" ucap Leo dengan lantang.


Serangan pertama sangat dingin seperti musim dingin yang bersalju. Serangan kedua seperti Musim semi yang sangat sejuk.


Serangan ketiga seperti musim Panas yang sangat menyengat, serangan terakhir menciptakan ilusi yang paling menyakitkan musuhnya.


Posaidon berdiri tidak bergerak, dia terkena serangan ilusi yang sangat mematikan. Jika Posaidon tidak memiliki tekad yang kuat, dia akan terjebak selamanya di ruang ilusi.


"Menarik, teknik itu bisa membuat Dewa Abadi tidak bisa berkutik!" kata Thor sambil tertawa kegirangan.


Setelah menggunakan teknik ilusi Leo tidak akan bisa bergerak selama 30 menit. Dia hanya memerintahkan pasukan untuk melindungi dari serangan Thor.


"Hanya tersisa kamu seorang!" kata Leo mengarahkan pedangnya kepada Thor dengan percaya diri.


Thor tertawa keras. "Jangan memaksakan keberuntungan milikmu. Aku tau kamu tidak bisa bergerak."


Leo sedikit mengeratkan kening. Dia tidak percaya lawannya mengetahui kondisi khusus tubuhnya setelah menggunakan teknik pamungkas.


Leo menyimpan pedangnya. "Baiklah, aku tidak bisa membodohi kamu lagi. Apa yang kamu inginkan?" ucap Leo dengan nada sopan.


Kondisi khusus tubuhnya tidak dapat dipungkiri bahwa tidka mungkin melawan Thor dalam waktu dekat.


Namun dia mempunyai rencana lain. Dengan menunda waktu selama mungkin, dia mengirimkan telepati kepada Aldi.


"Bos, pasukan tidak dalam keadaan baik," kata Leo melalui telepati.


"Tahan sebentar lagi, 10 menit paling lambat anggota bantuan akan datang."


Thor tersenyum melihat Leo berdiam diri. "Pasti kau sedang mengirim sinyal kepada markas pusat. Sungguh mengesankan aku tidak mengetahui teknik apa yang kalian gunakan."


Leo terkejut dengan kepekaan Thor. Dia tidak bisa gegabah mengirim telepati kepada siapapun. Leo masih belum mengerti betapa hebatnya teknik telepati prinsip jiwa.


Bahkan jika ada 1 triliun Thor berdiri didepannya, mereka tidak aja bisa menyadap pembicaraan melalui telepati prinsip jiwa.


Yang dia tahu hanya bisa menggunakan secara otomatis setelah melatih teknik Prinsip Jiwa pengembangan.


Aldi telah memodifikasi teknik prinsip jiwa yang khusus untuk manusia, menjadi bisa digunakan untuk para roh.


"Mengesankan seperti yang anda katakan. Aku mengirim sinyal bantuan kepada markas pusat. Jika boleh tahu siapakah anda?" ucap Leo menggunakan bahasa formal.


Bukan karena dia takut mati. Namun karena perintah Aldi, dia harus mengukur waktu selama mungkin bahkan jika nyawa taruhannya.


Thor tertawa keras, hingga membuat petir menyamar di sekitarnya. "Ingat namaku dengan baik. Thor, Dewa Petir!"


Nada sombong terselip di dalam perkataannya. Namun Leo tidak bisa berbuat apapun, tubuhnya masih tidak bisa bergerak.


Posaidon berteriak keras karena kesakitan. Racun di tubuhnya mulai aktif menggerogoti jiwa dan raganya.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Posaidon?" tanya Thor.


"Sia terkena ilusi kejadian yang sangat mengerikan baginya. Jika tekadnya tidak kuat, maka dia akan terjebak dalam dunia ilusi."


Thor melirik Leo dengan mata yang aneh. Dia berencana merebut teknik Empat Musim. Namun Thor menggunakan palu bukan pedang.


"Terserahlah, tekni pedang seperti itu kayak untuk menjadi koleksi!" pikir Thor.


Serangan palu petir menghantam Leo dengan telah, hingga membuatnya terpental beberapa kilometer.


Serangan kedua diluncurkan dengan petir yang lebih hebat. Namun ada seorang pria berbaju biru muda menahan serangan dengan mudah, dia adalah Aldi


"Leo, Persiapan sudah selesai. Tidurlah untuk sementara," kata Aldi memegang palu Thor dengan tangan kirinya.