
Aldi menugaskan Kim Hoon, Shie dan Shen Haise untuk mengendalikan keadaan. Ia berniat menerobos ke tingkat 9 secepat mungkin.
Segel Shen Haise sudah ditingkatkan menjadi segel penyerahan, sehingga dia dapat keluar dunia roh sangat lama. Bahakan dia bisa keluar dunia roh selama lamanya.
Mereka menuju tempat kejadian menggunakan pesawat yang baru saja dibeli, sekarang Aldi mempunyai 2 pesawat yang tidak tau apa kegunaannya.
Karena kejadian yang mendesak dia harus mengeluarkan dana berlebih. Harga satu pesawat pribadi mencapai 4500 emas.
Disisi lain, keadaan Shadow Blade semakin terpojok. walaupun diantara mereka tidak ada yang terluka, tapi perang gerilia melawan 10 ribu pasukan menguras banyak tenaga.
"Mahesha, apa yang harus kita lakukan di keadaan seperti ini," tanya Shen Yi yang mulai khawatir dengan keadaan.
Mahesha melirik Shen Yi sambil menggelengkan kepala. "Kau adalah pemimpin pasukan, tidak seharusnya kau panik. Percayalah, bos melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan keadaan. Sekarang Nona Haise telah menuju kesini, tugas utama kita bertahan sebaik mungkin."
Setelah mendengar perkaat itu, Shen Yi dapat menenangkan pikirannya. Ia tau seberapa kuat Nona Haise.
Letak kediaman keluarga Lee ada di sebuah gunung yang cukup jauh dari pusat kota. Jadi penyerangan pasukan Zero Wing dengan leluasa menyergap mereka.
"Mahesha, sepertinya keadaan semakin buruk. Banyak Pos penjaga keluarga Sie tidak dapat dihubungi. Apa rencanamu selanjutnya?" tanya Lee Byung berwajah cemas.
"Tenanglah, semua masih berada diluar kendali, tapi Nona Haise sedang menuju tempat ini, kita hanya perlu bertahan 1 malam," jawab Mahesha dengan tenang.
Orang paling tenang di keadaan ini hanya Mahesha, ia mempunyai keyakinan mutlak kepada Aldi. Jika bukan karena Aldi menemukannya, maka dia akan mati karena kelaparan.
Didunia Buatan ada ledakan energi, itu adalah Aldi yang telah selesai meningkatkan kekuatan tubuhnya ke tingkat maksimal.
"Akhirnya aku siap menerobos ke tingkat 9, aku harap mereka dapat menunggu 14 hari lagi," gumamnya pelan.
Aldi keluar Dunia Buatan, karena Hukum Ilahi belum bisa menjangkau Dunia Buatan. Masih butuh waktu ratusan tahun untuk Dunia Buatan diakui sebagai Dunia mandiri.
Ia duduk di sebuah gunung kosong, Aldi tidak lupa untuk memeriksa apakah ada penduduk disekitar gunung. Setelah ia yakin bahwa tidak ada kehidupan manusia disana, Aldi siap menerobos.
Seperti biasa hujan yang lebal selalu datang dan petir yang mengerikan menglegar disekitar. Aldi tetap tenang karena persiapannya sangat matang.
Dengan Adanya Simbol Stikmata, maka setelah menerobos kekuatannya akan menjadi peringkat 9 Puncak.
Disisi Mahesha semakin buruk, karena pasukan Zero Wing mulai menyerbu area sekitar gunung.
Suara pesawat terbang terdengar, itu adalah pesawat Shen Haise, Aldi dan Kim Hoon.
Saat pesawat terbang melintas diatas kediaman keluarga Lee, mereka melompat tanpa membawa parasut.
Shen Haise dan Shie sudah dapat terbang dilangit, sedangkan Kim Hoon menggunakan teknik khusus untuk mendarat dengan selamat.
Anggota Zero Wing yang melihat kejadian itu langsung melapor ke ruang komando.
"Sepertinya mereka meminta bantuan pembudidaya tingkat Langit. Kita tidak bisa meremehkan merka, segera atur formasi penyegelan," ucap seorang Pria.
Pria itu adalah Zebra, perwakilan dari Blood Axe yang mempunyai kekuatan tingkat Mortal tahap 1.
Setelah Shen Haise mendarat, ia melihat formasi penyegelan akan diaktifkan.
Segel itu dapat mengurung setiap makhluk hidup didalamnya, sehingga siapa yang sudah masuk tidak akan bisa keluar sebelum formasi kehabisan waktu. Batas waktu formasi penyegelan biasanya 1 bulan.
Pihak Zero Wing tidak ingin tergesa-gesa karena Shen Zero belum menampakkan kehadirannya.
Ye Mo dan Agung Sutjipto hadir di medan perang dengan total 10 ribu pasukan.
Zebra mengerutkan kening ketika Agung Sutjipto dan Ye Mo ikut campur dengan masalah antara Zero Wing dan keluarga Lee.
Silvia Horizon juga hadir dalam medan perang, mereka hadir karena Shen Zero memintanya dengan imbalan Minuman Konsentrasi.
Shen Zero memintanya untuk mengulur waktu sampai dia datang. Dengan imbalan 10 ribu botol Minuman Konsentrasi setiap tahun selama 5 kali.
Minuman Konsentrasi yang ditawarkan bukan kelas E melainkan kelas C. Sehingga Silvia Horizon yang sudah mencoba Minuman Konsentrasi kelas E langsung setuju dengan kesepakatan itu.
Zebra memerintahkan pasukannya untuk segera mundur keperbatasan. Ia tidak ingin tergesa-gesa menyelesaikan perang ini.
Zebra meminta pasukan tambahan ke pihak Blood Axe untuk perang kali ini. Ia juga menyertakan bahwa pihak lawan memiliki seorang tingkat Mortal.
Melihat pasukan Zero Wing yang mulai mundur, Shen Yi tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia memerintahkan pasukannya untuk menyergap pasukan yang terpisah dari regu.
"Sial, siapa yang menyergap kita," kata Zebra mulai panik.
"Ketua, menurut keterangan saksi mata, pasukan yang menyergap kita bukan dari pihak Ye Mo maupun Dedly Blade."
Zebra hanya bisa diam menunggu kekuatan tambahan dikirin ke medan perang.
Perang gerilia tetap dilakukan Shen Yi selama 10 hari tanpa berhenti. Stamina pasukannya sangat tinggi, bahkan jika mereka harus berperang selama satu bulan penuh masih memungkinkan.
Shen Yi dan Mahesha juga ikut dalam perang gerilia yang dilakukan, sehingga membuat pihak musuh kehilangan 1200 pasukan dalam 10 hari.
Zebra yang semakin panik akhirnya di tenangkan oleh suara seorang pria. Pria itu adalah Wijaya, ketua urusan luar Blood Axe.
Wijaya mempunyai kekuatan tingkat Mortal tahap 2, ia juga membawa 2000 pasukan tingkat langit.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Wijaya tanpa ekspresi.
Ia adalah orang yang tidak peduli dengan kematian orang lain, yang menjadi tujuannya adalah misi selesai. Tidak peduli berapapun yang harus dikorbankan.
"Kita kehilangan beberapa pasukan, padahal Ye Mo dan Dedly Blade belum menggerakkan pasukannya," jawab Zebra.
Wijaya menyuruh Zebra untuk turun langsung ke medan peran. Ia memberi tugas untuk mengurus Wanita Dedly Blade yang mempunyai kekuatan tingkat Mortal.
Melihat pasukan Zero Wing telah bergerak, Shen Yi memberi perintah untuk mundur ke markas keluarga Lee.
"Nona Haise, pasukan Zero Wing sudah bergerak. Mereka membawa ribuan pembudidaya tingkat Langit," Shen Yi melaporkan keadaan kepada Shen Haise yang duduk bermeditasi.
Shen Haise duduk bermeditasi karena tidak telalu menyukai perang yang menggantung seperti ini.
Aldi memerintahkan untuk menahan perang selama mungkin, karena Blood Axe sudah turun tangan. Mereka juga tau bahwa Leluhur Blood Axe mempunyai kekuatan tingkat Setengah Kaisar.
Setelah mendengar laporan Shen Yi, Shen Haise tersenyum. "Akhirnya aku mulai beraksi. Ayo Shie, Kim Hoon ratakan pasukan mereka."
Ye Mo dan Agung Sutjipto juga mendapatkan informasi bahwa pasukan Zero Wing sudah bergerak.
"Leluhur Horizon, apa kita langsung menyerang?" tanya Agung Sutjipto.
"Shen Zero tidak meminta kita untuk menyerang secara langsung, ia ingin kita menjadi kartu terkahir untuk membantu pasukannya. Shen Zero juga belum datang setelah sekian lama, jika tebakanku benar ia sedang dalam pengasingan untuk menerobos," jawab Silvia Horizon.
Shen Haise yang tiba di depan masukan musuh mengeluarkan 500 pasukan bayangan. Kekuatan mereka setara dengan tingkat Setengah Mortal tahap 5.
Melihat pasukan bayangan Zebra semakin panik, ia tidak menyangka pasukan satu orang dapat membuatnya ketakutan seperti ini.
Zebra menyerang Shen Haise yang mengeluarkan pasukan bayangan. Menurutnua pasukan bayangan akan hilang ketika pengendali kehilangan konsentrasi.
Berbeda dengan harapannya Shen Haise bertarung dengan sangat lincah, sedangkan pasukan bayangannya tidak menurunkan tempo serangan.
Dalam sekejap 1000 pasukan tingkat Langit telah di berantas. Wijaya tidak tinggal diam dia dan Zebra mengepung Shen Haise.
Pertarungan mereka menggetarkan gunung dibawahnya.
Silvia yang melihat pertarungan terkejut dengan kekuatan Shen Haise yang dapat menahan 2 pembudidaya tingkat Mortal tingkat 1 dan 2.
"Kau mempunyai kemampuan, Gadis. Tapi sekarang aku akan mulai serius," ucap Wijaya.
Ia mengeluarkan senjata dengan aura berwarna hitam pekat. Membuat semua orang didekatnya merinding ketakutan.
"Senjata Terkutuk, mengesankan. Sayang sekali Bos memberiku senjata yang bahkan lebih mengerikan dari pada itu," jawab Shen Haise sambil mengeluarkan pedang kecil berjenis Kilij.
Pedang itu terbuat dari batu misterius yang Aldi dapat dari Malam Raja. Batu itu jauh lebih keras dari titanium.
Pedang terkutuk adalah yang dikutuk oleh Roh sedangan Pedang Roh adalah pedang yang diberkahi para Roh.
Shen Haise sudah melepas belenggu dunia Roh, jadi bisa di bilang dia menjadi individu mandiri dan tidak bisa disebut Roh.
Wijaya menyerang dengan kekuatan penuh menggunakan Pedang Terkutuk. Shen Haise hanya mengayunkan pedangnya ringan.
Suara pedang bertabrakan beberapa kali. Saat suara pedang patah semua pasukan Zero Wing termasuk Zebra terkejut.
Pedang patah itu adalah Pedang Terkutuk yang dimiliki Wijaya. Sedangkan pedang Shen Haise masih sangat baik, bahkan tanpa lecet sedikitpun.