7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Menarik Banyak Musuh



"Tentu, Tuan. Kami tidak berani menjadi musuh Galaksi Mata Hitam," kata Aldi sambil tersenyum.


Delta membalas senyum Aldi. Dia juga tidak bisa melihat kekuatan lawan bicaranya, lebih baik untuk menghindari mereka.


Namun jika Galaksi Mata Hitam mendapat dampak pertarungan, Delta tidak akan membiarkan Aldi dan teman-temannya lolos begitu saja.


Alasan Delta tidak menghancurkan Organisasi Perompak Galaksi karena Langit telah mendukung tindakan mereka.


Tujuan Organisasi Perompak Galaksi sangat mulia, mereka menyeimbangkan keutuhan galaksi. Namun di Kerajaan Bima Sakti, Organisasi Perompak Galaksi menjadi musuh bebuyutan.


Delta tidak ingin ikut campur permasalahan mereka, jadi memilih untuk menjauh dari medan pertempuran.


"Persiapkan diri kalian untuk menghadapi orang itu," kata Aldi pelan. Dia menggunakan teknik khusus supaya Delta tidak mendengar.


Semua anggota Seven Soul yang ada dibelakangnya mengerti maksud Aldi. Tindakan mereka di Galaksi Mata Hitam pasti sangat berpengaruh dengan kehidupan di sana.


Aldi dan teman-temannya langsung menuju medan perang selanjutnya, Zelda dan pasukannya sedang menghadang gempuran musuh.


Tidak ada korban di pihak Seven Soul, tetapi di pihak Kerajaan Bima Sakti telah mendapat ratusan ribu korban nyawa.


Anggota inti Seven Soul telah di latih Raja Mulawarman dan Kaisar Kong. Ditambah dengan ketrampilan khusus yang Aldi berikan, mereka tidak akan mati dengan mudah. Belum lagi adanya pil ajaib yang sangat membantu peperangan.


"Zelda, bagaimana perkembangan perang?" tanya Aldi yang muncul secara tiba-tiba.


Zelda melirik Aldi dan berkata, "Semua berjalan sesuai rencana. Namun ada yang aneh dengan pasukan musuh, mereka selalu bangkit kembali setelah ditebas."


Semua pasukan Keluarga Ling seperti seorang mayat hidup yang bertarung tanpa merasakan sakit.


Aldi menggunakan Mata Dunia untuk melihat kondisi jiwa pasukan Keluarga Ling. Dia sangat terkejut ketika melihat energi neraka yang menyelimuti para pasukan.


"Jadi Neraka juga sudah bergerak. Persiapkan diri kalian untuk menyerap energi Neraka sebanyak mungkin!" kata Aldi memberikan peringatan.


Dengan cepat Aldi dan teman-temannya langsung berlari menuju pasukan musuh menggunakan senjata terbaiknya.


Tanpa menunggu lama, Aldi mengayunkan serangan mematikan kepada gerombolan pasukan musuh.


Serangannya mengandung racun penyerang jiwa, jadi semua mayat hidup akan langsung hilang setelah terkena serangan.


Sikong Yu, Nezha, dan Zhu Que membakar semua pasukan musuh dengan ketrampilan apinya. Semua api berwarna merah putih terang, jika dilihat sekilas seperti matahari yang menerangi dunia Utama.


Henry mengayunkan kapak besarnya seperti seorang penjagal yang sangat mengerikan. Zhou Ming seperti seorang Jendral yang sedang dikepung pasukan musuh, dia tenang dan mengayunkan tombaknya dengan efektif.


Kang Juun tanpa menunjukkan ekspresi, menebas musuhnya seperti sedang memasak ikan. Tidak ada sedikitpun ketakutan ketika membunuh musuhnya.


Asta yang melihat anggota Seven Soul mencampuri urusan Kerajaan Bima Sakti dan Keluarga Ling tidak tinggal diam.


Dia menyerang orang yang paling dekat, sialnya orang tersebut adalah Aldi yang sedang bersantai meminum teh kesukaannya.


"Bocah, sialan. Aku akan menghukum kalian atas nama Neraka yang agung!" teriak Asta sambil mengayunkan senjatanya yang tampak seperti pedang besar tetapi memiliki ujung yang tumpul.


Tepat ketika serangan Asta akan mengenai Aldi, sebuah pelindung transparan melapisi tubuh Aldi.


"Aku pikir kalianlah yang mencampuri urusanku!" kata Aldi sambil tersenyum. Walaupun dia bukan tandingan seorang Immortal Perang tahap 9, ketrampilannya bertarungnya sangat menguntungkan untuk melawan pembudidaya kuat.


Serangan tangan kosong Aldi sekuat Immortal Perang tahap 8. Namun Asta bukan Utusan Neraka biasa, dia adalah penjaga Neraka yang sangat kuat.


Serangan Aldi tidak menimbulkan kerusakan luar. Asta merasa sombong pada awalnya, sebelum dia menyadari bahwa tubuhnya semakin melemah. Lebih tepatnya energi dalam tubuhnya telah diserap oleh Aldi yang sedang menyerang dengan kedua tangannya.


Pertarungan mereka tampak seimbang, tetapi Aldi yang selalu terkena serangan. Sedangkan Asta sesekali terkena serangan.


Perbedaan mencolok terlihat ketika Aldi dapat menyembuhkan lukanya dengan cepat, sedangkan Asta tidak dapat menyembuhkan lukanya sedikitpun.


Pukulan Aldi telah di selimuti simbol korosi yang dapat menggerus jiwa dan melukai mahluk apapun yang terkena.


Tindakan Asta menerima serangan Aldi adalah kesalahan fatal. Walaupun tubuh Asta sangat istimewa di Neraka, Pukulan Aldi bukan serangan yang seharusnya di terima begitu saja.


"Apa yang kamu lakukan padaku?" tanya Asta yang mulai menyadari tubuhnya telah kelelahan. Bahkan energi kematian telah diserap hingga hampir kering.


Asta tidak percaya dengan penjelasannya, jadi dia memutuskan untuk menggunakan kekuatan terbaiknya.


Matanya berubah menjadi hitam, pedangnya berubah warna menjadi hitam serta kulitnya ikut berubah warna.


"Aku tidak akan membiarkanmu lolos!" kata Asta sambil mengeratkan giginya karena marah.


Aldi tersenyum dan berkata, "Majulah, akan aku tunjukkan kekuatan yang sebenarnya!"


Aldi menggunakan teknik pembalikan Jiwa untuk menghadapi Asta. Namun kekuatannya masih belum cukup menghadapai Asta yang sudah bertarung dengan serius.


Aldi dipukul hingga terlihat buruk, tetapi anehnya dia masih tersenyum karena serangan Asta membantu mengembangkan tubuh Tanpa Tanding miliknya.


Asta menghentikan serangannya, dia menggunakan serangan pemusnah. Sebuah bola energi keluar di atas telapak tangannya, teknik itu sama persis seperti milik Andreas.


Namun ada sedikit perbedaan di dalam ukuran bola energi mereka, Andreas jauh lebih besar. Namun tidak sepadat milik Asta.


Aldi tersenyum melihat musuhnya menggunakan serangan pamungkas, dia menggunakan simbol yang telah di ukir dalam cincinnya.


Simbol tersebut dapat menyerap serangan kemudian mengembalikannya dengan energi yang lebih padat.


Syaratnya serangan musuh dapat diserap dengan sempurna. Sebuah jaring raksasa dan tangan raksasa muncul di belakang tubuh Aldi.


"Apa kamu pikir dengan simbol seperti itu dapat menghentikan aku?" kata Asta dengan nada sombong. Dia telah melihat simbol yang digunakan Aldi, jadi Asti yakin serangannya menembus simbolnya.


Asta melempar bola energi dari tangannya. Aldi mengerutkan kening, dia sedikit terkejut dengan konsentrasi energi dalam serangan musuhnya.


Namun kekuatan Tangan Hayalan tidak selemah itu, 16 tangan hayalan muncul untuk menghentikan bola energi. Sedangkan simbol jaring untuk menyerap energi yang ada di dalam bola.


Kombinasi ketrampilan tersebut dapat menghentikan serangan yan dapat membunuh seorang Maha Segalanya tahap 2.


Aldi berteriak keras untuk menghentikan serangan Asta. Hingga dia mengeluarkan darah dari ujung mulutnya.


Sebuah ledakan tercipta ketika serangan Asta mengenai Aldi.


Asta sangat yakin bahwa serangannya berhasil mengenai musuhnya, sehingga membuatnya tertawa keras.


"Haha, sudah aku katakan kekuatanku tidak akan bisa dihentikan!" kata Asta sambil tertawa keras.


Setelah beberapa saat menunggu, asap akibat ledakan mulai menghilang. Aldi tersenyum dan berkata, "Sungguh serangan yang mengerikan!"


Baju bagian atasnya terkoyak menyisakan sedikit baju bagian bawahnya.


Asta melebarkan matanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Kekuatannya jauh lebih besar dari Aldi, tetapi entah kenapa dia merasakan udara yang semakin dingin.


"Tidak Mungkin!" kata Asta masih melebarkan matanya. Tidak ada manusia yang dapat melawan energi kematian sekuat itu. Bahkan jika Zahru menerimanya, seluruh tubuhnya akan terluka parah.


Apalagi manusia yang memiliki tubuh yang lebih rendah dari Utusan Langit. Namun keanehan tersebut dilihat oleh kedua matanya.


Aldi membersihkan celananya kemudian tersenyum ke arah Asta. "Baiklah, ayo lakukan babak kedua!"


Keempat penjaga arah mata angin muncul di belakangnya, mereka memegang senjata dengan erat.


Sikong Yu dan Nezha tidak mau menunggu, mereka langsung menyerang Asta.


"Sialan, aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang!" teriak Asta yang tidak bisa menyembuhkan tubuhnya.


Melihat tidak mempunyai kesempatan untuk menang, Asta berlari keluar dari medan perang. Dia tidak ingin menghadapi musuh yang tidak bisa dia kalahkan.


Aldi dam teman-temannya tidak membiarkan musuhnya kabur begitu saja. Serangannya mereka hanya menggores tubuh Asta, tetapi goresannya sangat menyakitkan.


Asta mengeratkan giginya menahan sakit. Sampai akhirnya Aldi dan teman-temannya tidak dapat mengejarnya.


"Biarkan dia pergi, kita tidak bisa mengejarnya dengan kecepatan seperti itu," kata Aldi menstabilkan nafasnya


Dia telah bertarung dengan seroang Utusan Neraka yang sangat kuat.