
Aldi tersenyum lebar melihat salah satu dari mereka tertawa. Dia menyerap semua Jia Penasaran menggunakan tangan hayalan, jadi tidak perlu baginya untuk duduk.
Walaupun kekuatannya tidak sebanding dengan Adolf, Aldi memiliki ketrampilan khusus yang dapat mengusir mereka berlima.
Sayangnya ketrampilan itu hanya bisa dilakukan sekali karena mengandalkan kewaspadaan musuhnya.
Karena merasa bahwa mereka lebih kuat, musuhnya akan menurunkan kewaspadaannya. Hal itu dapat dimanfaatkan Aldi untuk memberikan serangan kejutan.
Adolf yang sangat sensitif dengan suara mendengar detak jantung Aldi sangat tenang. Dia tidak pernah melihat orang yang masih tenang dihadapan Jendral Neraka kecuali 3 orang aneh.
3 orang aneh yang dimaksud adalah Raja Langit, Raja Neraka, dan Chu Feng yang pernah menghancurkan Neraka untuk mencari kucingnya.
"Menarik, orang yang sangat tenang,"kata Adolf sambil berlari menuju Aldi yang tersenyum lebar.
Aldi sudah mempunyai informasi tentang kekuatannya, jadi dia mengetahui kelemahan terbesarnya yaitu penglihatannya.
Dengan menggabungkan tangan hayalan dan sebuah simbol khusus, Aldi menyerang dengan sangat mulus.
Ada 16 tangan hayalan yang menyerang Adolf tanpa hambatan serta 8 tangan hayalan untuk menghentikan pukulan Adolf yang tidak menentu.
Karena suara bising yang terdengar ketika tangan hayalan bergesekan dengan udara. Hal ini diperkuat dengan simbol khusus untuk membuat suara lebih gaduh ketika tangan hayalan dan udah bergesekan.
Ketrampilan khusus Adolf tidak berfungsi dengan baik. Namun dia adalah Maha Segalanya, jadi tidak akan semua itu dikalahkan.
"Bocah, kamu telah membuatku marah. Jangan harap kamu bisa pergi dengan selamat!" kata Adolf dengan nada tinggi.
Namun sebelum bergerak sebuah peluru mengenai pelipisnya, hingga membuatnya tersungkur ke tanah.
Walaupun peluru senapan tidak dapat membunuhnya, tetapi dapat membuat efek kejut karena dia tidak dapat merasakan keberadaannya.
Kecepatan peluru juga membuat Jendral Neraka lainnya sedikit terkejut. Hanya Maha Segalanya tahap 7 atau lebih yang dapat melihatnya.
Sebenarnya bukan karena peluru yang cepat, tetapi karena simbol kubah yang mengurung mereka. Simbol Buatan Shen Er juga dapat melemahkan indra orang yang bukan bagian dari Seven Soul.
Jadi semua Jendral Neraka juga mengalami efek buruk tersebut, sayangnya mereka masih belum sadar dengan keadaan.
Sampai akhirnya Armand membuka suara tentang senjata khusus milik musuh. "Kubah di atas membuat semua indra kita sedikit menurun," katanya pelan.
Segera semua orang menyadari bahwa indra mereka sedikit melemah. Hal ini sangat penting bagi Adolf yang mengandalkan pendengaran.
Ratusan sedangkan di terima Adolf tanpa perlawanan. Namun kekuatan tubuhnya tidak selemah itu, dia bertahan sambil menyerang sebisa mungkin.
Senjata yang lebih kuat muncul menyerang Adolf, senjata itu adalah senapan laser yang dapat ditembakkan dari jarak sangat jauh.
Adolf merasakan sakit yang menyiksa jiwanya, ketika laser tersebut mengenai tubuhnya. Tidak hanya satu tembakan, tetapi ada 500 tembakan sekaligus.
Adolf yang sangat kesal mengeluarkan auranya untuk menghalangi senjata laser milik Seven Soul. Namun usahanya sia-sia karena laser terdapat menembus pertahanan aura.
"Sebenarnya senjata apa yang kamu buat!" teriak Adolf yang kebingungan menghadapi Aldi. Padahal musuhnya tidak bergerak sedikitpun karena sedang berfokus menyerap Jiwa Penasaran.
"Bukan sesuatu yang istimewa. Itu hanya senjata buatan tangan para manusia kreatif," kata Aldi dengan senyum tipis di bibirnya.
Keempat Jendral Neraka tidak bergerak, bukan karena dia tidak ingin menyelesaikan tugas dengan cepat.
Namun karena kepastian menang masih sangat rendah, mereka tidak bisa bergerak dengan gegabah.
Strategi adalah kunci kemenangan, karena Jendral Neraka tidak hanya ditugaskan membunuh Seven Soul, melainkan membunuh semua orang yang berhubungan dengannya.
Jaringan informasi keluarga Ling tidak terlalu besar, tetapi Neraka mempunyai banyak cabang yang bisa dikumpulkan serta membentuk informasi yang sebenarnya.
"Adolf segera selesaikan atau kita mundur. Aku tidak punya waktu melihatmu dipukuli," kata Clarissa dengan ekspresi datar.
Adolf yang mendengar perkataan Clarissa langsung menggunakan serangan pemusnah masal untuk menutup peperangan.
Namun siapa sangka, Aldi juga menggunakan simbol khusus untuk menyerap semua energi yang ditembakkan Adolf.
"Majulah!" kata Aldi menarik semua tangan hayalan untuk bertahan. Simbol Stikmata keluar belakang punggungnya.
Jadi energi sisa akan langsung disimpan. Hal itu membuat Aldi menyerap semua energi dengan maksimal.
"Sombong!" kata Adolf sambil mengeluarkan sebuah bola dari tangan kanannya. Bola tersebut lebih gelap dari milik Asta.
Kemudian dia melemparnya dengan kecepatan tinggi, hal itu membuat Aldi sedikit terkejut karena Asta melemparnya pelan.
Namun bola energi masih berjalan dengan kecepatan yang tinggi, akhirnya dia menambah tangan hayalan hingga 256.
Setelah beberapa saat, bola energi bisa di kendalikan kecepatannya. Simbol Stikmata mengambil perannya untuk menyerap semua energi bebas dalam bola energi.
Adolf yang tidak melempar bola energi tidak percaya, musuhnya dapat menghentikan bola energinya dengan sangat mudah.
"Terserahlah, aku akan kembali membuat perhitungan denganmu. Jadi persiapkan dirimu!" kata Adolf pergi dari medan perang. Tidak lupa dia tertawa, hingga suara tawa kerasnya menggema.
Jendral Neraka pergi dari medan perang untuk menyusun strategi yang lebih matang. Namun banyak orang yang mendengar informasi menganggap Jendral Neraka kalah perang.
Hal itu membuat para Jendral Neraka dan Kelompok Panca harus berpikir kembali sebelum menyerang Seven Soul. Mereka semua harus waspada terhadap senjata aneh yang dapat melukai jiwa seseorang.
Aldi tidak peduli dengan kondisi alam semesta sekarang, dia hanya berfokus membuat pasukannya bertambah kuat.
Dengan jiwa penasaran yang dikirim para Jendral Neraka, membuat pasukan Seven Soul berkembang pesat. Aldi juga bisa membuat gerbang Neraka yang lebih besar.
Para Jendral Langit mengadakan pertemuan di ruang bawah tanah khusus. Mereka semua sedang menyembuhkan Zahru, tetapi ada seseorang yang mengirimkan informasi melalui telepati.
"Pasukan Seven Soul tidak selemah yang kita kira, bahkan Jendral Neraka harus mundur tanpa membuat kerusakan," kata Cesar.
Cesar adalah Jendral Langit paling lemah diantara semuanya. Namun dia memiliki ketrampilan khusus untuk melawan para Maha Segalanya tahap 6 atau 7.
"Mereka menggunakan sebuah senjata misterius, aku belum pernah mendengar senjata itu," kata Aprilia sambil mengangguk.
"Jangan bertindak gegabah, Albin adalah Jendral Neraka yang dapat mengimbangi Raja Neraka," kata Marko sambil mengerutkan kening.
Walaupun para Jendral Langit lebih lemah, mereka mempunyai ketrampilan khusus untuk memaksa kekuatannya meningkat.
Albin dan Marko sering bertarung karena mendapatkan tugas yang hampir sama dan selalu berakhir dengan seri.
Mereka berdua tidak bisa menggunakan kemampuan terbaiknya karena batasan simbol di sebuah dunia. Jika ingin menggunakan serangan terbaiknya, mereka berdua harus berjalan ke Celah Dimensi.
Walaupun tugas mereka sama, tetapi selalu ada bentrokan yang terjadi bentrokan kecil. Jadi Marko mengetahui betapa kejamnya Albin, apalagi ada Adolf bersamanya.
Disisi lain, Zhu Tian yang bersama Jiwa penasaran Roro masuk kedalam gua misterius. Mereka masuk untuk mencari peruntungan.
Namun siapa sangka didalam gua terdapat sumber energi yang dapat membuat Roro menjadi kuat. Setelah menyerap semua energi, Roro bisa menampakkan wujudnya.
Zhu Tian yang sangat senang tanpa sadar memeluk sosok ibunya. Dengan cara itu Roro masuk kedalam tubuh Zhu Tian untuk mengendalikannya.
Karena kekuatannya sudah mulai berkembang, jadi Roro mempunyai kepastian untuk merebut tubuh inangnya.
"Ibu, apa yang kamu lakukan!" teriak Zhu Tian karena pengambilan tubuh secara paksa sangat menyakitkan.
Roro tertawa keras, dia berkata, "Bodoh, apa kamu masih menganggap ku seorang ibu."
Perkataan Roro membuat Zhu Tian sadar dengan perkataan semua teman-temannya di Seven Soul. Namun semua sudah terlambat.
Zhu Tian mulai kehilangan kesadarannya, dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya. Hingga akhirnya Roro berhasil mengambil sepenuhnya tubuhnya.
"Aneh, kenapa aku tidak bisa menggunakan kekuatan istimewa Seven Soul?" kata Roro kebingungan.
Dia tidak tahu bahwa jiwa Zhu Tian belum mati, melainkan di kurung dalam segel penyerahan. Sehingga Zhu Tian tidak langsung mati.
Dia masih bisa melakukan perlawanan setelah kekuatannya pulih, atau Roro dalam keadaan yang kurang menguntungkan.
Dalam segel, Zhu Tian hanya bisa menangis. Dia tidak pernah mendengarkan Aldi dan teman-temannya. Sekarang kesempatan merebut tubuhnya sangat tipis.
Bahkan Aldi akan kesusahan untuk mengeluarkan Roro yang telah sepenuhnya menduduki tubuh Zhu Tian.
"Aku akan membalas dendam!" kata Roro sambil mengepalkan tangannya. Dia duduk untuk menyerap energi asal di dalam gua.
Aldi yang merasakan segel penyerahan Zhu Tian menyala mengerutkan kening. "Sepertinya Zhu Tian mengalami kecelakaan," katanya pelan.
Anehnya hatinya menjadi sakit tanpa sebab, dia merasa sangat kehilangan ketika merasakan salah satu orangnya menghilang.
Tidak hanya Aldi, tetapi semua rekan Seven Soul mengalami hal yang sama. Mereka merasa bahwa Zhu Tian telah tiada.
Tanpa sadar Aldi meneteskan air mata dan berkata, "Jadi ini rasanya kehilangan orang yang kita sayangi?"