7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kekuatan Sang Pencipta



Aldi yang melihatnya tersenyum, dia menantikan situasi ini sejak lama. Tujuan utama dia memprovokasi Axel supaya pedang kematian masuk kedalam tubuhnya. Kemudian dia dia berencana menyerap seluruh jiwa Axel dan pedang kematian secara bersamaan, sebagian Jiwa Axel yang tidak diperlukan akan di kirim ke kegelapan kekal.


Namun untuk menyukseskan rencananya, Aldi perlu mengalahkan Axel terlebih dahulu. Untuk itu, Aldi sudah menyiapkan pedang kegelapan yang sudah dimodifikasi dengan teknik Sang Peramal supaya dapat melukai tubuh musuhnya.


"Sangat mengesankan, Axel. Aku tidak menyangka kamu bisa menggunakan teknik yang sangat mengesankan. Sekarang setiap pukulan yang kamu layangkan akan mengandung energi kematian," kata Aldi sambil tersenyum lebar.


"Mengesankan, kamu bisa melihat kekuatanku hanya dengan sekali lihat. Mari kita lihat siapa yang lebih hebat," sahut Axel tampak tersenyum dengan wajah monster.


Kedua orang langsung maju dengan menggunakan teknik mereka masing-masing. Axel dengan kecepatan cahaya dan Aldi dengan kekuatan ruang. Keduanya petarung hingga semua Galaksi bergeser bahkan lubang hitam yang tidak pernah bergerak bergeser.


Jelas pertarungan mereka sangat dasar, beberapa bintang hancur karena lompatan ruang dari Aldi. Kecepatan Cahaya Axel juga menghancurkan segala tata surya. Korban berjatuhan tanpa bisa dihitung lagi, Aldi yang merasa bersalah mulai mengendorkan kekuatannya.


Namun berita mengejutkan terdengar bahwa Shen Yi telah menggunakan Gerbang Kematian untuk mengalahkan Hemas, disusul dengan Park Jimin dan Kim Bersaudara untuk mengalahkan Moras.


Aldi hanya bisa menutup matanya karena menyesal, tidak ada penyesalan dalam setiap langkah yang mereka pilih. Sekarang hanya tinggal pertarungan antara Axel dan Aldi yang akan menentukan alam semesta akan menjadi seperti apa.


Axel masih tetap kalah dalam pertarungan hanya karena membuka satu segel kekuatannya. Pedang Kegelapan masih sangat mendominasi, bahkan tubuh Axel sudah tidka utuh lagi.


Ayunan pedang Aldi sangat mematikan dan kuat, bahkan Sang Penguasa Segalanya kagum dengan ketrampilannya.


"Sampai kapan kamu akan menahan kekuatanmu. Baiklah, mari aku menggunakan kemampuan terbaikku untuk melawan. Persiapkan dirimu!" kata Aldi merasa sedikit kecewa karena Axel sangat lemah untuk menjadi lawannya.


Aldi menggunakan teknik pembalikan Jiwa dan membuat pola matanya berubah menjadi bintang dua belas sisi. Axel yang melihatnya tidak percaya, bahkan tekniknya berhasil ditiru hanya dengan satu kali lihat.


"Apa kamu meniru semua teknik milikku?" tanya Axel memastikan kebenarannya.


Namun Aldi tidak ingin mengatakan kebenaran, dia hanya menggelengkan kepala dan mengayunkan pedang kegelapan yang sudah mendapat suntikan energi jiwa.


Galaksi terbelah karena ayunan pedangnya, Axel yang tidak bisa bergerak hanya bisa menerimanya. Dia melepaskan semua segel yang mengekang kekuatannya.


Tanpa diduga, tubuhnya tumbuh besar hingga 8 meter. Matanya merah dengan bintang 12 sudut membuatnya tampak mengerikan. Belum lagi dilihat dari otot besar yang dia miliki sebagai seorang monster bertarung panjang.


Aldi sudah mengetahui bahwa Axel sangat kuat, jadi dia tidak menghentikan serangannya apapun yang terjadi. Tanpa diduga, pedang kegelapan berhasil di hancurkan dengan tubuh Axel yang sudah berevolusi.


"Sepertinya aku tidka bisa meremehkan kekuatanmu, Axel. Mari kita lihat seberapa kuat kamu sebenarnya," kata Aldi sambil tersenyum. Dia mengeluarkan dua sayap berwarna putih di punggungnya dan zirah putih terang.


Sekarang kekuatan Sang Pencipta sudah lengkap, jadi Aldi bisa memperlihatkan zirah yang lebih kuat daripada milik Gaia. Hanya butuh beberapa gerakan sebelum cahaya putih menghantam Axel dengan wujud monster.


Cahaya tersebut adalah wujud asli dari Pedang Cahaya, bukan pedang aneh yang dipegang Gaia. Karena kekuatan Sang Pencipta sudah sempurna, pedang cahaya secara otomatis melayaninya.


Pedang Cahaya sangat lentur, bahkan bisa disebut sebagai cambuk. Karena kelenturannya, kecepatan pedang cahaya tidak dapat ditandingi siapapun, bahkan Axel akan merasa kesakitan ketika menerima serangannya.


Mata Aldi mulai berubah, dari bintang 12 sudut menjadi bintang 13 sudut. Rasi bintang terbaru telah ditemukan, kekuatan Sang Peramal sudah di perbarui dengan pengetahuan Sang Pencipta.


Tidak hanya memiliki bintang 13 sisi, bintangnya berubah menjadi merah darah. Menandakan Kitty juga menjadi bagian kekuatannya.


Sekarang tidak ada yang menghentikan kehendak Aldi dan kekuatannya. Bahkan Axel yang melihatnya gemetar ketakutan. "Sialan, siapa sebenarnya dirimu!" tanya Axel dengan nada tinggi.


Dia tidak menyangka kalah dengan sangat menyedihkan. Walaupun tujuannya untuk mati, dia tidak mau menerima bahwa lawannya jauh lebih kuat darinya.


Di samping itu, Aldi juga memiliki ketrampilan penjara kegelapan abadi. Jika Aldi tidak membunuhnya, maka jiwanya akan selamanya terkurung di penjara kegelapan abadi.


Tanpa menjawab pertanyaan Axel, Aldi mengajarnya sampai tidak mempunyai tenaga untuk pulih kembali.


Sambil memegang kepala Axel dengan tangan kanannya, Aldi berkata dengan ekspresi datar, "Aku tidak menyangka kamu selemah ini, Axel. Padahal aku berharap tinggi darimu yang bisa melihat masa depan. Sekarang lihatlah dirimu yang sangat menyedihkan ini."


"Haha, Kamu terlalu memandang tinggi diriku. Akan ada mahluk yang lebih kuat dariku suatu saat, jadi persiapkanlah dirimu, Bocah!" sahut Axel penuh rasa dendam.


Aldi tersenyum aneh, dia mengingat detik terakhir kematian Leo dan Zelda. Tanpa sadar tangannya menggenggam erat kepala monster hingga membuat Axel berteriak kesakitan.


Tanpa rasa belas kasih, Aldi menggunakan teknik perusak Jiwa untuk memisahkan serpihan jiwa Axel untuk dimasukkan kedalam kegelapan kekal. Sedangkan yang lainnya akan merasakan siksaan dari teknik Prinsip Jiwa.


Akibat pertarungan mereka berdua, banyak manusia tidak bersalah telah mati tanpa mengetahui penyebabnya. Aldi tidak menyalahkan dirinya, di dunia yang kejam ini, hanya orang yang kuat yang pantas untuk dihormati.


Itulah kutipan perkataan yang dia dapatkan dari seorang pahlawan manusia bernama Zuma. Walaupun bukan sepenuhnya manusia, dia tetap menganggap dirinya sebagai anak dari manusia.


Ayah dan ibunya adalah manusia, tidak ada yang tahu siapa diantara mereka berdua yang menjadi keturunan mahluk yang seharusnya tidak ada. Namun yang pasti Zuma adalah manusia yang menyelamatkan dunia dari kekejaman Axel dan keadilan Nara.


Nara sebagai sang Pencipta tidak peduli dengan kehidupan manusia. Dia hanya peduli dengan keadilan dan kesetaraan, artinya dia hanya membunuh orang jahat tanpa melihat akibat yang ditimbulkan.


Sama halnya seperti Gaia yang menghancurkan Dunia Maha Tinggi untuk menghalangi rencana Axel. Gaia dan Nara adalah pembela kebenaran, sudah sewajarnya mereka melakukan apapun untuk mengalahkan musuhnya.


Namun ada entitas bernama Seven Soul yang tidak akan membiarkan manusia musnah tanpa sebab. Itulah kenapa Aldi ingin semua orang hidup dengan tenang tanpa ada bentrokan.


Untuk mewujudkan dunia seperti itu, Aldi harus mempunyai kekuatan absolut. Jika tidak mereka semua yang ada dibawahnya akan memberontak.


Suara teriakan Axel mulai meredup energi kehidupannya sudah habis. Aldi berhasil menyerap sebagian besar jiwanya dengan sempurna, sedangkan sebagian kecil sudah di lempar ke kegelapan kekal.


Bahkan Sang Penguasa Segalanya bingung kemana Aldi melempar serpihan jiwa Axel.


"Manusia yang menarik, dia berencana mengumpulkan semua warisan Sang Pencipta dan Sang Peramal. Artinya dia sedang memberontak dan akan melakukan peperangan denganku. Menarik, aku akan menantikannya."


Seorang mahluk misterius menonton pertarungan Aldi dan Axel dengan saksama. Dia tidak ingin kehilangan detail sedikitpun serangan dari Aldi maupun Sang Peramal, karena ramalannya mengatakan dirinya akan bertarung dengan salah satunya.


Peperangan belum berakhir, siapa yang akan menang. Sang Penguasa Segalanya yang bisa mengendalikan segalanya di alam semesta, atau Sang Mahluk yang seharusnya tidak ada dengan kekuatan khususnya meniru teknik lawannya.


Semuanya akan terjawab setelah pertarungan mereka pecah. Namun kejadian itu masih cukup lama mengingat, Aldi harus membereskan Moras dan Hemas yang belum mati di dunia Buatan.


Disisi lain Kim Hoon dan Kim William sudah menggunakan teknik Gerbang Kematian. Mereka berdua mengajar Moras dengan kedua pedang khususnya. Walaupun Moras bukan orang yang bisa menyerang, kekuatan tubuhnya sangat hebat.


Bisa dibilang dia setara dengan Axel yang telah membuka segel pertamanya. Karena Axel sudah di kirim ke kegelapan kekal, Aldi menuju Dunia Buatan untuk mengambil warisan terakhir Sang Peramal.


Park Jimin dengan kekuatan serigalanya menghantam monster Hemas dengan kekuatan penuh. Pertarungan antara dua monster besar terjadi di Dunia Buatan hingga mengakibatkan semua tumbuhan roh telah hancur.


Bahkan tidak menyisakan sedikitpun energi asal yang ada di dalam Dunia Buatan. Aldi yang baru sampai langsung memasang wajah bersedih, dia adalah orang yang membangun Dunia Buatan dengan sudah payah.


Tidak hanya dirinya sendiri, tetapi Seven Soul telah berusaha keras. Namun hanya dalam beberapa jam, semuanya hancur tidak bersisa, jelas hal itu sangat menyakitkan. Nasi sudah menjadi bubur, tidak ada yang bisa memutar waktu kembali, jadi semua pasukan Seven Soul hanya bisa menyongsong masa depan.


Pedang Cahaya yang sesungguhnya langsung mencambuk Hemas dan membelahnya menjadi dua, kemudian Aldi membuangnya ke kegelapan kekal. Sehingga jiwanya akan terus disiksa sampai alam semesta hancur atau sudah waktunya berganti.


Moras yang masih tenang selama ini mulai panik ketika melihat Aldi berada di Dunia Buatan, artinya Axel telah dikalahkan.


"Tidak mungkin, kamu berhasil mengalahkan Axel yang mahluk abadi?" tanya Moras dengan mata melotot hingga mau keluar.


Aldi tersenyum manis dan berkata, "Moras, aku sudah sangat mempercayaimu. Namun sekarang lihatlah, semua yang aku punya hancur, menurutmu apa yang harus aku lakukan untuk membalas?"


Dia tidak menjawab pernyataan Moras yang sudah pasti jawabannya.


"Bodoh, apa kamu pikir bisa membunuhku hanya karena berhasil mengalahkan Axel. Kamu terlalu naif, Aldi. Kekuatanku sebenarnya jauh lebih kuat daripada Axel!"


Moras hanya mengukur waktu untuk menyiapkan simbol pelariannya. Dia sudah menyiapkan serpihan jiwa di markas besarnya untuk berjaga-jaga. Namun siapa sangka kekhawatirannya terbukti benar, Aldi keluar sebagai pemenang.


Aldi menghilang dari pandangan semua orang, dia menepuk Kim bersaudara dan Park Jimin yang menggunakan teknik gerbang kematian. Mereka berdua masih bisa diselamatkan walaupun tidak bisa menggunakan kekuatannya lagi.


Aldi memutuskan mereka untuk menjalani hidup normal di Dunia Utama, namun umur dari energi kehidupan tidak bisa dihapuskan. Setidaknya ketiganya akan hidup selama 1 juta tahun atau lebih.


Dengan semua pengalaman ketiganya, Aldi berharap mereka hidup tenang dan tidak mendapatkan masalah yang serius seperti dirinya sekarang.


Memanfaatkan kekuatan ruang, Aldi muncul tepat di depan mata Moras. Dia langsung mencengkram leher musuhnya dan mengatakan, "Tidak ada kesempatan kedua untuk para pengkhianat. Jangan pernah meminta belas kasih dariku, Aldi pemimpin Seven Soul!."