7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Adam Datang



Perkataan Satan membuat semua orang yang hadir terkejut. Pasalnya dia tidak pernah memuji siapapun bahkan Kaisar Dewa sekalipun.


"Azazel sampaikan pesan kepada ayah, aku tidak akan pulang sebelum berhasil mengalahkan bocah bernama Shen Zero."


Satan tersenyum sangat bahagia. Dia akhirnya menemukan lawan yang bisa membuatnya bertarung dengan serius.


Alasan kenapa dia mundur bukan karena ingin menemukan kelemahan serangan laser, tetapi karena Aldi sudah mencapai batasnya.


Dengan kekuatan Dewa Abadi tahap 1 tidak mungkin baginya melawan 5 orang yang lebih kuat darinya.


Hal yang membuat Satan sangat terkesan bukan karena kekuatannya, tetapi teknik yang dapat membelokkan energi musuhnya.


Satan sudah merekam semua dalam kepalanya, tinggal menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya supaya bisa digunakan.


Anubis juga memberikan kesannya kepada Aldi. "Kemampuanku tidak dapat mengambil nyawa bocah bernama Shen Zero, pasti dia memiliki pelindung yang kuat!"


Pasalnya Dewa Anubis selalu bisa membunuh musuhnya, khususnya seorang manusia. Namun kondisi khusus selalu terjadi, salah satunya Jiwa orang itu telah di segel di sesuatu tempat atau dianya di segel.


Salah satu teknik yang paling umum adalah menyimpan jiwanya di suatu tempat. Semua Dewa dan Iblis juga melakukan hal yang sama.


Hal itu dilakukan supaya ketika mereka mati, serpihan jiwanya masih ada. Sehingga ada kemungkinan untuk hidup kembali.


Jiwa seluruh pasukan Seven Soul telah di kunci oleh Segel Ketulusan dan Penyerahan. Bahkan Dewa Kematian tidak akan bisa mengambilnya secara paksa.


Salah satu jiwa yang berada di tubuh Aldi, Leluhur Chu Feng pernah melawan seorang Dewa kematian dan membunuhnya dengan hentikan jarinya.


Bahkan dia meruntuhkan Neraka untuk mencari Jiwa kucing kesayangannya. Anehnya setelah neraka hancur, dia baru menyadari bahwa kucingnya tidak mati, melainkan mencari pasangan di dunia lain.


Kejadian itu di tulis dalam buku sejarah dengan tinta emas pilihan. Seorang manusia meruntuhkan Neraka untuk mencari jiwa seekor kucing.


Disisi lain Heracles sangat terkejut dengan kekuatan yang ditunjukkan Aldi dalam penyerangan kali ini. Mereka tidak hanya kehilangan pasukan yang sangat penting, tetapi juga di pukul mundur seperti orang terhina.


"Sial, siapa sebenarnya Shen Zero dan pasukannya!" kata Heracles memandang Posaidon.


"Aku sudah mengatakan bahwa mereka mempunyai senjata misterius, tetapi aku tidak menyangka bahwa mereka sangat kuat," jawab Posaidon ketakutan melihat tatapan Heracles.


"Segera selidiki senjata mereka. Aku melihat kamu mengambil senjata milik kucing bernama Leo itu. Tunjukkan padaku."


Sekita Posaidon mengeluarkan pedangnya. Ledakan besar terjadi, hingga melukai Posaidon dan Heracles dengan parah.


Ledakan itu disebabkan karena ketidak cocokan pedang dengan jiwa pemegangnya. Aldi sudah mengantisipasi bahwa senjata pasukan Seven Soul dapat di curi.


Akhirnya dia menggunakan simbol khusus untuk mengikat senjata dengan jiwa setiap anggota inti. Setiap kali senjata dicuri, maka pedang itu akan secara otomatis meledakkan diri.


Hanya Apollo yang berhasil menghindar dari ledakan. Namun dia masih mengalami luka ringan di sekujur tubuhnya.


Luka di di tubuh mereka tidak dapat disembuhkan dengan cara normal. Aldi telah memberikan simbol racun yang sangat mematikan.


Apollo membantu Heracles dan Posaidon yang terluka parah. Mereka membutuhkan beberapa bulan untuk menyembuhkan luka luarnya.


Berbeda dengan tembakan laser, ledakan pedang menyerang fisik orang disekitarnya. Sehingga luka orang yang terkena ledakan akan susah di sembuhkan.


Diablo, Loki, dan Yama yang sedang bersantai dalam istana iblis di serang pasukan Bojong dan Park Jimin.


Pertarungan singkat terjadi diantara mereka, pasukan Bojong berhasil membunuh banyak prajurit iblis.


Kemudian semua pasukan Seven Soul kabur tanpa meninggalkan jejak kakinya. Hanya tersisa bangunan yang berantakan.


Diablo, Loki, dan Yama hanya terluka ringan. Sehingga dapat membantu pasukan yang pasing bernyawa.


Ketika Satan dan kawan-kawannya kembali. Dia hanya melihat istana iblis telah di hancurkan dengan sangat parah.


Namun dia hanya menghela nafas. Bukan karena takut kepada Aldi, tetapi dia merasa tidak bisa menang.


Di sebuah samudra lepas yang menghubungkan wilayah Kalimantan dan wilayah Sumatera terdapat sebuah petir besar menampar lautan.


Seorang pria tampan berdiri di dalam sambaran petir, dia adalah Adam sang manusia pertama. Setelah petir menyamar, dia langsung menghilang dari penglihatan.


Lena yang sudah berhasil menyembuhkan lukanya keluar dari dalam gua persembunyiannya. Sedangkan tubuh sebelumnya dia kubur di dekat gua.


Ketika sampai di depan gua, dia melihat seorang pria yang sangat tampan. Dia adalah Adam yang sudah menunggu cukup lama.


Gua yang di gunakan Lena untuk menyembuhkan diri merupakan tempat pertama kali mereka bertemu.


Mata berkaca-kaca Adam di balas dengan tatapan tajam penuh benci dari Lena.


Hingga akhirnya menyisakan luka yang mendalam dalam hatinya.


Sebenarnya Adam menyesali perbuatannya. Di kala itu, dia dihasut oleh untuk meneliti semua tubuh mahluk hidup yang ada di Dunia Utama.


Namun penyesalan sudah terlambat simpul di hati Lena tidak akan bisa dilepas. Bahkan jika Adam bersujud untuk meminta maaf.


Adam merupakan manusia biasa pertama di Dunia. Iblis dan Dewa kala itu sudah ada, hingga akhirnya menghasutnya untuk berbuat keji.


Dia orang biasa pertama yang menjadi seorang Dewa Maha Tinggi. Sebelumnya ada keturunan para Dewa dan Iblis.


Semua itu di raih sebelum dikhianati oleh Iblis yang telah menghasutnya untuk meneliti seluruh mahluk hidup di Dunia Utama.


Semua penelitian Adam dirampas, ingatannya juga dirusak dengan parah. Untuknya ingatan tentang kehidupan bersama Lena masih ada.


"Kenapa kau disini?" tanya Lena dengan wajah sangat marah.


"Aku datang mengunjungimu." Adam tersenyum manis seperti biasanya. Tanpa peringatan dia menyerang Lena yang baru sembuh.


Bukan karena kehendaknya, tubuhnya sedang dikendalikan oleh seseorang.


Adam sedang dikendalikan oleh seorang wanita tua yang mempunyai teknik yang sangat misterius. Walaupun dia sudah mencapai Dewa Maha Tinggi, ternyata dia masih sangat lemah.


Serangan Adam membuat Lena terpental sangat jauh. Tidak sampai disitu, Lena ditendang dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan aku, Lena. Aku harus menyingkirkan simpul di hatiku agar bisa menjadi lebih kuat untuk melawan para Iblis," kata Adam lirih.


Adam diperintah untuk membunuh simpul yang mengikatnya. Itulah alasan kenapa dia harus kembali ke Dunia Utama untuk membunuh Lena.


Saat serangan berikutnya di lancarkan. Seorang pria muda berbaju biru menangkap Lena yang tidak berdaya. Dia adalah Aldi yang tiba karena lonjakan energi besar.


"Siapa kau?" tanya Adam terkejut melihatnya menyentuh pinggang Lena.


Pasalnya Lena paling tidak suka di pegang oleh siapapun, bahkan dirinya sendiri. Bukan tanpa sebab, hal itu di hindari karena tubuh Elf jauh lebih sensitif dari tubuh manusia.


"Shen Zero, anggota biasa Pasukan Seven Soul!" jawab Aldi dengan senyum tipis.


Lena memandangnya, tetapi dia tidak dapat melakukan apapun. "Terima kasih," ucapnya dengan lirih.


Akhirnya dia pingsan karena serangan seorang Dewa Maha Tinggi. Dia diselamatkan Aldi untuk kedua kalinya, makanya Lena tersenyum menunjukkan rasa terima kasih.


"Apa urusanmu menghalangi. Aku harus membunuhnya, jika tidak wanita gila itu akan menyiksanya," kata Adam.


Matanya tampak sangat ketakutan. Namun dia tidak dapat menolak permintaan wanita itu. Jika Lena ditemukan, maka dia akan diteliti untuk kedua kalinya.


"Diam. kau sudah membunuhnya!" bentak Aldi memperlihatkan jiwa Lena yang menghilang. Serta tubuhnya yang mulai transparan.


Air mata Adam jatuh tanpa disadari. "Maafkan aku, Lana. Semoga di kehidupan selanjutnya kita adalah teman yang salih membantu."


Tubuh Lena yang transparan segera hancur karena jiwanya sudah menghilang. Aldi hanya menundukkan kepala tanpa mengatakan apapun.


Dia segera pergi setelah tubuh Lena sepenuhnya hancur. Namun dihentikan Adam yang merasa terancam dengan keberadaan Aldi.


"Apa yang engkau inginkan?" tanya Aldi tanpa memperlihatkan matanya.


"Apa hubunganmu dengan Lena?" kata Adam.


"Bodoh, dia sudah pergi!" teriak Aldi dengan nada tinggi.


Tepat ketika dia menyelesaikan perkataannya. Pukulan Adam menyerang dengan kekuatan penuh, membuat Aldi terbang puluhan kilometer.


Aldi sudah mempersiapkan baju perang yang dapat mengurangi dampak kerusakan pada tubuhnya. Tetapi dalam menyerap energinya dengan baik.


Setiap pasukan mempunyai baju perang mereka. Sedangkan pakaian berwarna biru hanya bagian luar untuk menutupi baju perang sebenarnya.


Tidak sampai disitu, Adam menyerang dengan seluruh kemampuan Dewa Maha tinggi. Dia melakukan itu tanpa mengedipkan matanya.


Namun Aldi masih tersenyum, dia berencana membunuh Adam. Namun tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.


Kemampuannya jauh dibawah Adam. Sehingga dia hanya menerima seluruh pukulan untuk mengambil keuntungan untuk Tubuh Tahta Rajanya.


Walaupun penuh luka di tubuhnya, Aldi masih berdiri kokoh. "Apa sudah cukup engkau menyiksa kami para anak keturunanmu?" tanya Aldi.


"Aku tidak mempunyai keturunan. Jadi mustahil untuk mempunyai keturunan sepertimu," jawab Adam dengan tatapan serius.