
Pertandingan antara Shen Zero dan Sun Hyeon dimenangkan oleh Shen Zero dengan telak. Tubuh Sun Hyeon akhirnya jatuh setelah beberapa saat membeku.
Lansia Yang langsung menopang tubuhnya, sedangkan Aldi melompat cukup jauh darinya. Dia merasakan keberadaan yang lebih kuat darinya, bahkan Shen Haise tidak akan bisa menanganinya.
Seorang pria berambut putih dengan pedang pendek di tangan kanannya. Terbang di atas langit, dia memandang tubuh Sun Hyeon yang terluka parah.
Luka Sun Hyeon tidak terjadi di luar tubuh, melainkan didalam tubuh. Tidak ada darah yang keluar darinya, tetapi semua aliran energinya telah terpotong.
Membutuhkan beberapa tahun untuk memperbaiki aliran energi. Bahkan jika Aldi mengalami luka seperti itu, dia membutuhkan 6 bulan penuh dalam pengasingan.
Namun berbeda jika terdapat sumber daya yang berlimpah dan energi murdi seperti di dalam Dunia Buatan. Lukanya akan jauh lebih cepat sembuh.
Pria yang terbang di atas langit mengganti pandangannya ke arah Aldi. Dia menatap tajam dengan menyuntikkan aura yang sangat kuat.
Pakaiannya yang berwarna putih berkibar karena ledakan aura. Pedangnya bersinar mengeluarkan cahaya berwana ungu.
Pedang itu terbuat dari biji Berlian yang berkualitas. Aldi menggunakan mata langit untuk melihat komponen dari pedang ungu itu.
Dia terkejut melihat pedang di tangan pria berambut putih. "Inti Berlian!" ucap Aldi kebingungan.
Sekarang dia mengerti kenapa 20 inti berlian hilang 1, ternyata ada seseorang yang telah memilikinya. Untungnya, tidak mempengaruhi kelahiran Bima.
"Seperti yang diharapkan dari Shen Zero, mempunyai pengetahuan yang sangat luas." Pria itu berkata dengan nada sombong.
"Anda terlalu memuji, Senior." Dia dapat mengkonfirmasi bahwa pria di depannya mempunyai kekuatan tingkat Pengakuan.
Aldi tidak bisa gegabah, dia mengepalkan tangan kedua tangan untuk memberikan hormat kepada pria berambut putih.
"Aku adalah orang yang menyuruh bocah bernama Sun Hyeon untuk mencari Inti Berlian. Namaku Rong Wei."
"Senior, pria kecil ini sungguh terhormat mendengar nama anda. Aku hanya bermain dengan Sun Hyeon, seharusnya dia tidak akan mati dengan serangan lemah seperti itu."
Rong Wei tertawa keras. "Melumpuhkan kekuatannya hingga beberapa tahun merupakan serangan lemah. Mengesankan bocah!"
Aldi memerintahkan Shen Haise dan Leo untuk bersiap bertarung dengan kekuatan penuh. Dia memperingatkan bahwa musuhnya memiliki tingkat kekuatan jauh di atas mereka.
Namun jika mereka bertiga bekerja sama, masih ada sedikit kesempatan untuk menang. Kepercayaan Aldi timbul setelah kehadiran Grock ditemukan.
Grock tidak akan membantu jika tidak ada situasi yang serius. Seorang Dewa tidak mungkin turun tangan dengan permainan anak-anak seperti itu.
Aldi tersenyum tipis mendengar perkataan Rong Wei. "Seperti yang diharapkan dari Leluhur Rush All. Pengetahuan yang sangat luas."
Perkataan sebelumnya di lempar Aldi kembali. Hal itu untuk memprovokasi Rong Wei. Sekarang Aldi mempunyai kartu yang dapat diandalkan, sedangkan Rong Wei ternyata hanya di tingkat Pengakuan tahap 2.
Jika membaca sejarah, seharusnya Rong Wei sudah menjadi tingkat Pengakuan tahap 1 beberapa ribu tahun lalu.
Namun sekarang dia hanya dapat meningkatkan 1 tahap, artinya bakatnya tentang beladiri sangat biasa.
Rong Wei tidak tahu bahwa kemunculan di hadapan Aldi merupakan bencana bagi Rush All. Setelah melihatnya Aldi tidak merasakan ancaman yang berarti darinya.
Rong Wei bukan orang yang bodoh, dia tahu bahwa Aldi merupakan orang yang sangat berbakat dalam memprovokasi seseorang.
Dia melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada trik aneh. Terakhir kali, Sun Hyeon dapat dipukul mundur hanya dengan kekuatan Setengah Leluhur.
Perkembangan Aldi jauh lebih cepat dari semua orang di Rush All. Jika di biarkan, maka semua orang di masyarakat Rahasia Rush All akan menderita dimasa depan.
"Pukulan Pembelahan Gunung." Rong Wei menggunakan teknik andalan Rush All. Dia menggunakan kekuatan penuh untuk menyerang.
Aldi tidak ingin membuang waktu, dia menggunakan teknik pembelokan energi, tetapi hancur sebelum semua kekuatan berbelok.
Aldi, Shen Haise, dan Leo terpental puluhan meter karena sebagian energi mengenai tubuh mereka.
"Mengesankan, kalian bertiga berhasil menahan kekuatan penuh dari pukulan pembelahan gunung." Rong Wei mengeluarkan seluruh Auranya.
Kali ini dia akan jauh lebih serius dari sebelumnya. Rong Wei memaksa keluar seluruh energi yang dia simpan untuk pertarungan hidup dan mati.
"Empat Tebasan Harimau Ungu." Rong Wei menggunakan teknik yang dia temukan dalam pertemuan keberuntungan.
Dia mendapatkan teknik itu dari peninggalan Raja Maya. Rong Wei merupakan mantan anggota dari organisasi Hantu, tetapi dengan alasan khusus dia berpindah ke Rush All.
Sebelum pindah dia telah membawa benda yang berharga seperti teknik pedang dan Inti Berlian. Hal itu tidak diketahui oleh pemimpin Organisasi Hantu.
Aldi, Shen Haise, dan Leo menggunakan semua alat tempurnya. Bahkan melapisi simbol pelindung untuk mencegah serangan masuk.
Mereka juga memegang pil obat ditangan kanannya. Jika mereka kehabisan tenaga saat menahan serangan Rong Wei, maka bisa langsung memakan pil penyembuhan.
Namun dibayar dengan semua alat tempurnya hancur. Dia tidak menggunakan pedang peninggalan Adam karena masih terlalu dini mengeluarkan kartu terkuat.
Tebasan kedua mengarah ke Leo. Kekuatan tebasan kedua lebih kuat dari sebelumnya, hal itu membuat Leo terpental puluhan meter.
Tebasan ketiga mengarah ke Shen Haise. Namun kali ini Aldi membantu membelokkan energi dari tebasan pedang.
Akhirnya Shen Haise dan Aldi berhasil membelokkan tebasas ketiga dengan sempurna. Mereka tidak mengalami cedera.
Leo langsung menstabilkan tubuhnya dan kembali bergabung dengan Aldi dan Shen Haise. Dia tahu kekuatannya sangat dibutuhkan.
Aldi tidak menolong Leo karena dia percaya dengan kemampuan penyembuhan super cepat milik tubuh Roh Leo.
"Mengesankan. Saatnya tebasan terakhir!" ucap Rong Wei menggunakan kekuatan penuhnya.
Aldi melihat cahaya ungu yang lebih tebal, dia teringat dengan karakteristik kekuatan Bima. Kemampuan analisis Aldi tidak bisa diragukan, dia menyusun sebuah simbol khusus membelokkan tebasan pedang.
Shen Haise dan Leo membantu menyalurkan energi mereka untuk membantu Aldi menyelesaikan simbol dengan cepat.
Sebuah simbol berbentuk perisai menghalangi laju tebasan pedang. Suara sambaran petir terdengar sangat keras.
Debu bertebaran di sekitar Aldi. Hal itu membuat senyum di wajah Rong Wei bertambah lebar.
"Akhirnya bocah itu mati. Kekuatan terakhirku tidak sia-sia." Pikir Rong Wei sambil menstabilkan napas. Serangan itu telah menguras 95% kekuatannya.
Setelah debu mulai menghilang, dia melihat Aldi dan teman-temannya masih berdiri tanpa terluka.
"Apa?" ucap Rong Wei kebingungan.
Dia sudah kehabisan aura. Jika melanjutkan pertarungan, maka dia hanya mengandalkan kekuatan fisiknya.
"Serangan yang sangat berbahaya," kata Aldi dengan senyum tipis di bibirnya. Dia berhasil menciptakan simbol penolak energi ungu.
Shen Haise dan Leo kelelahan karena kehabisan energi. Namun setelah mereka memakan pil khusus Buatan Aldi, kekuatan mereka pulih seketika.
Pil itu terbuat dari buah pohon dunia. Satu buah pil dapat mengembalikan semua energi dibawah tingkat Pemahaman.
Aldi telah memakannya setelah memakannya setelah menggunakan simbol penolak. Tidak ada yang tahu kapan dia memakannya, bahkan Leo dan Shen Haise dibelakangnya.
Tangan Hayalan merupakan kunci kesuksesan simbol penolakan dan juga pengembalian energinya yang sangat cepat.
Aldi berjalan kearah Rong Wei dengan santai. Dia mengeluarkan sebuah pedang ungu dengan motif naga.
Pedang itu merupakan hadiah dari Raja Maya untuk penerus berikutnya. Dia menemukannya setelah Bima lahir. Walaupun bukan pedang yang kuat, tetapi cukup untuk mengalahkan Rong Wei yang kelelahan.
Rong Wei sudah menyuruh Lansia Yin dan Yang untuk membawa Sun Hyeon pergi. Dia melakukan itu karena Sun Hyeon sedang membawa Inti Berlian.
Namun kekuatan musuhnya jauh di atas perkiraannya. Hal itu membuat dia menjadi seperti sekarang.
Aldi tidak memberikan Rong Wei beristirahat. Serangan beruntun membuat Rong Wei semakin menguras stamina dan energinya.
Shen Haise dan Leo tidak mau kalah, mereka mengeluarkan senjata cadangan untuk menyerang dengan kekuatan penuh.
Sampai akhirnya kaki Ring Wei berhasil di tebas Aldi.
"Sudah berakhir, Rong Wei!" kata Aldi sambil menodongkan pedangnya ke arah dahi Rong Wei.
"Aku tidak mengira usahaku ribuan tahun berakhir di tangan seorang bocah sepertimu." Rong Wei menutup matanya.
Aldi tidak menebas kepalanya, melainkan menggunakan teknik jiwa untuk merampok seluruh ingatan.
Tangan Aldi ditempelkan di kepala, 128 tangan hayalan memegang tubuh Rong Wei agar tidak melarikan diri.
Tangan hayalan juga berfungsi untuk menangkap jiwa Rong Wei yang akan kabur.
Teriakan Rong Wei terdengar sangat nyaring, bahkan penonton menutup telinga karena teriakan.
Semua tubuh Rong Wei telah berhasil dimurnikan, tinggal. Jiwanya yang berusaha kabur.
"Shen Zero, jangan berlebihan. Walaupun kau mengurung jiwaku, suatu saat pasti aku akan lolos!"
Aldi tersenyum dia menggunakan tangan hayalan untuk menyerap semua energi jiwa Ring Wei dan sisanya akan masuk kedalam Simbol Stikmata.
Kali ini dia tidak akan membiarkan Rong Wei hidup, karena kekuatannya dapat menjadi ancaman besar bagi Seven Soul.