
Aldi tersenyum mendengar pembicaraan yang mengarah ke Perdamaian Negara Achin dan wilayah selatan.
Liu Feng mengira bahwa Aldi merupakan penjelajah wilayah yang mempunyai dukungan sangat kuat. Karakternya hampir sama seperti Aldi, sebelum mendapatkan informasi dia tidak akan bergerak.
Aldi membuka jendela ruang kerja Liu Feng dengan santainya. "Sudah lama tidak bertemu." Sambil melambaikan tangannya.
Lie Feng hanya tersenyum kecut. "Bukankah pintu depan bisa dilewati?"
"Terlalu banyak penjaga di istana. Sangat repot untuk menghadapi mereka semua," ucap Aldi dengan santai. Dia segera duduk dan menuangkan teh di dalam teko.
Liu Feng tidak curiga sedikitpun karena dia hanya terlihat bekerja. Telepati tidak akan bisa di ketahui oleh orang lain.
Namun teknik telepati Liu Feng dan Jiwa di dalam tubuhnya bukan seperti Gurkha dan Kim Hoon. Lebih tepatnya Liu Feng memakan Jiwa itu secara paksa.
Terdapat sebuah simbol khusus di punggungnya. Artinya telepati tidak merasuk kedalam Jiwa Liu Feng melainkan hanya teknik suara yang disamakan.
Hal itu yang membuat Aldi dapat mendengar pembicaraan mereka dengan baik.
"Jadi apa tujuanmu datang menemuiku?" tanya Liu Feng tenang sambil menulis sebuah catatan.
Aldi menyeruput teh dalam gelas. "Sungguh teh yang nikmat."
Dia menjelaskan bahwa tujuannya menemui Liu Feng untuk mendirikan bisnis di Negara Achin. Bisnis yang di bawa berupa restoran, pakaian, tempat olah raga.
Sebagai gantinya dia akan membangun jalan untuk mengakses seluruh fasilitas bisnisnya sendiri.
Rencana Aldi sangat sempurna. Jika mendapat persetujuan, maka sekali dayung dua pulau terlampaui.
Membuka tiga bisnis, membuat pertambangan batu, mendirikan perusahan konstruksi bangunan, dan perusahaan transportasi.
Namun Liu Feng bukan orang bodoh, dia segera menolak usulan Aldi.
Jiwa didalam Liu Feng memperingatkan agar tidak menyetujui usulan Aldi. Dia merasa bahwa semua aspek yang diusulkan bisa memiliki potensi pengendalian.
Jika bisnisnya berjalan lancar, maka ekonomi Negara Achin akan berada pada genggamannya.
"Ternyata cukup pintar jiwa itu," pikir Aldi mendengar pembicaraan mereka.
Namun bukan Ali jika tidak mempunyai tipu muslihat untuk meyakinkan lawan bicara. Kemampuan negosiasi tentang bisnis tidak dapat diragukan.
Secara tidak sengaja Jiwa dalam diri Liu Feng mengatakan bahwa dirinya berasal dari dunia lain.
"Mungkinkah Jiwa itu sepertiku?" pikir Aldi sedikit terkejut. Namun ekspresinya masih tetap datar seperti biasanya.
Aldi belum bisa menentukan Liu Feng berada di pihak Dewa atau Iblis. Dia tidak masalah Liu Feng berada di pihak manapun, tetapi informasi akurat bukan merupakan hal buruk.
Diskusi berjalan lancar. Hasil Akhir Aldi mendapatkan ijin membuka 3 perusahaan. Sedangkan untuk jalan menuju bisnis akan di kerjakan Negara.
Jiwa Liu Feng mempunyai kemampuan untuk memimpin sebuah Negara, bahkan cenderung lebih mengerti dibandingkan dengan Lie Feng.
Sebuah Jiwa yang hebat dalam menangani masalah Negara, ditambah dengan Liu Feng yang memiliki kecerdasan yang tinggi, menjadikan mereka tim yang sangat hebat.
Sedangkan Aldi harus memperbesar pengiriman Biji Energi kepada Negara Achin. Informasi dari Ras Peri tentang Biji Energi sudah terdengar ke telinga Liu Feng.
Namun dia tidak bisa berbuat banyak. Sebagai seorang pedagang, menjual produknya ke semua orang merupakan hal wajar.
Sekalipun itu menjual kepada musuhnya. Ras Peri masih dianggap seperti musuh bagi Negara Achin.
Mereka kesulitan mengembangkan wilayah karena adanya wilayah Utara yang menghalangi semua akses menuju wilayah Orc dan Manusia.
Diskusi berakhir, Aldi menyerahkan masalah kecil kepada Lee Yoen. Sedangkan dia akan menuju wilayah Kalimantan untuk melihat dunia baru.
Qin Guan sudah menunggu di wilayah Kalimantan. Aldi tidak ingin menunda lagi, walaupun masih tingkat 14 dia sebenarnya sudah mencapai batas.
Namun Aldi memilih untuk tidak menerobos karena alasan tertentu. Dia ingin mencari bahan yang dapat meningkatkan kapasitas maksimal tubuh manusia.
Tidak seperti Shie dan lainnya, tubuh Aldi cenderung sangat biasa. Walaupun sudah di tingkatkan dengan daun emas, tetapi mereka semua juga memakannya.
Dia membutuhkan barang yang sangat langka untuk menembus batas manusia. Jika Aldi berusaha menerobos sekarang, maka kesempatan terakhirnya akan hilang.
Ketika sudah menginjak tingkat 15 pemahaman adalah kunci utama untuk menerobos tingkat yang lebih tinggi.
Jika ingin meningkatkan tubu, harus melepas semua pemahaman. Sehingga membuat orang menjadi lemah untuk beberapa saat.
Di depan gerbang menuju wilayah Kalimantan yang ada di Dunia Rush All. Aldi berdiri dengan seorang kakek tua, dia adalah Rong Yu.
Rong Yu tidak dibunuh karena dia menyerah di detik terakhir, akhirnya Aldi mengambil masa hidupnya dan harus mengabdi sebagai budak Seven Soul.
Karena Rong Yu bukan orang bodoh dia memilih untuk bertahan hidup dibanding mati sia-sia untuk masyarakat Rahasia yang telah musnah.
"Rong Yu, apa kau yakin ini gerbang menuju wilayah Kalimantan?" tanya Aldi.
"Sangat yakin, aku sering menuju wilayah Kalimantan untuk mencari bahan obat." Rong Yu menjawab dengan sopan.
Karena lebih dari 8 Gerbang Dunia, Aldi tidak mengetahui kemana saja gerbang itu menuju.
Dia belum bertanya tentang semua Gerbang Dunia, karena menurutnya itu masih terlalu dini untuk di jelajahi.
Aldi tidak menunggu lama, dia membuka Mata Langit untuk melihat dimana wilayah Kalimantan.
Sebuah cahaya berwana ungu keluar dari gerbang Dunia, cahaya itu sangat menyilaukan mata. Bahkan Rong Yu tidak tahan untuk mengedipkan mata.
Aldi tersenyum seperti dia sudah mengetahui arah wilayah Kalimantan. Dia melangkah maju untuk memastikan.
Dalam sekejap Aldi tiba di atas sebuah gunung dengan simbol penyamaran. Tidak ada penjaga gerbang Dunia.
"Mengapa sangat sepi?" pikir Aldi sedikit kebingungan.
Dia melihat sebuah rumah yang masih bersih tetapi tidak ada orang yang menghuni. Aldi mulai curiga dengan simbol di sekitar rumah.
"Jadi itu merupakan simbol untuk keluar dari sini. Orang yang menciptakan simbol ini cukup berbakat, bahkan sampai membuatku mencari selama satu detik."
Setelah keluar Aldi melihat cahaya matahari yang bersinar sangat cerah.
Seorang kakek tua melihat Aldi yang tidak bergerak beberapa saat, menghampiri.
"Anak Muda, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Kakek tua itu.
Kakek itu menggunakan pakaian yang lusuh berwana abu-abu ditambah membawa ranting pohon di punggungnya.
"Saya hanya menikmati pemandangan yang indah, Kek," jawab Aldi dengan penuh sopan santun.
Sebenarnya Aldi menyebarkan teknik Jiwa untuk memeriksa tempat disekitarnya. Dengan kekuatan tingkat 14, dia bisa melihat 1000 kilometer.
Setelah menggunakan tekniknya, Aldi tidak menemukan lautan. Artinya wilayah Kalimantan merupakan sebuah wilayah yang sangat besar.
Aldi mencari informasi dari kakek tua yang menghampirinya. Namun dia hanya mendapatkan sedikit informasi.
Aldi juga bertanya tentang perdagangan di wilayah Kalimantan. Emas merupakan mata uang yang digunakan untuk bertukar barang.
Tidak seperti emas di wilayah Dewata, yang disahkan oleh kerajaan. Emas alat tukar di wilayah Kalimantan di timbang sesuai beratnya.
Setelah berkeliling mencari informasi Aldi menemukan bahwa wilayah Kalimantan di bagi menjadi 3 kerajaan besar yaitu Brunai, Tanjungpura, Banjarmasin.
Banjarmasin merupakan kerajaan terbesar, ia memiliki lebih dari 70% wilayah Kalimantan. Tanjungpura memiliki 25%, sedangkan Brunai 5%.
Angka itu merupakan spekulasi belaka, tidak ada yang bisa mengukur secara pasti wilayah ketika kerajaan.
Yang paling Makmur berada di wilayah Brunai, mereka mempunyai kekuatan militer dan ekonomi yang lebih maju dibandingkan lainnya.
Wilayah Kalimantan cenderung menghargai kekuatan politik dibandingkan dengan perang fisik. Mereka lebih menaati hukum kerajaan dibandingkan hukum rimba.
Di wilayah Banjarmasin, pembunuhan ilegal tidak dilarang. Namun jika ada seseorang yang ketahuan membunuh, mereka akan di gantung di depan istana kerajaan.
"Menarik, kekuatan politik lebih mendominasi. Namun aku yakin akan ada kelompok militer yang sedang mengembangkan diri," pikir Aldi.
Semua wilayah memiliki sistem pemerintahan mereka sendiri, Aldi sebagai tamu harus mengikuti peraturan yang berlaku.
Setiap warga wilayah Banjarmasin harus memiliki identitas berupa lembaran kertas. Aldi harus mendaftar kembali di kota terdekat.
Setelah sampai di kota banjar, dia melihat ada sebuah perkumpulan petualang. Di sana dia harus mendaftar sebagai seorang petualang atau masyarakat biasa.
Tugas seorang petualang adalah memburu monster yang ada di hutan sebangau.
Setiap hari petualang akan memburu binatang buas. Mereka menerima misi di Perkumpulan Petualang.
Aldi ingin mendaftar sebagai seorang petualang, tetapi pakaiannya tidak terlalu cocok sebagai petualang.
Akhirnya dia mengganti pakaian dan membawa sebuah pedang panjang di pinggangnya.
Seorang resepsionis Perkumpulan Petualang menyapa. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"
"Aku ingin mendaftar sebagai seorang petualang." Aldi menjawab dengan singkat, dia sedang menggunakan topeng dengan corak berwarna merah di mata kanannya.
"Anda harus mengikuti tes 2 hari lagi. Jika anda lulus, maka kartu petualang akan keluar."
"Baiklah," jawab Aldi.