7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Raja Kediri



Aldi menjentikkan jarinya. Cahaya kuning yang menyilaukan keluar didepan mata semua orang.


Mereka kembali ke makam Najenda.


"Kim Hoon, sekarang di manapun kau berada aku dapat mengirim telepati. Sekarang kumpulkan banyak informasi tentang keberadaan Keanehan Alam," ucap Aldi menghadap Kim Hoon.


"Baik, Bos!" jawab Kim Hoon tegas.


Mereka semua keluar dengan lancar. Shen Haise kembali ke dunia Roh sedangkan Leo mencari anak berbakat.


Aldi dan Shie kembali ke rumah untuk melatih pasukan Shadow Blade.


Suara telepon Aldi terdengar.


"Aldi, ada musibah yang menimpa Li Wulong," kata Li Sogun cemas.


"Tenang Paman, coba ceritakan kejadiannya," kata Aldi menanggapi dengan tenang.


"Kemarin, waktu Li Wulong berlatih tanding dengan perwakilan Zero Wing, ia dikalahkan dengan buruk. Tiba-tiba sekarang dia kritis tidak ada yang tau apa yang terjadi, bahkan dokter angkat tangan," kata Li Sugon cemas.


"Tunggu aku akan ke sana, Paman," kata Aldi sambil menutup panggilan.


Aldi melihat Shie yang sedang berlatih serius. Akhirnya ia berangkat sendiri menuju kediaman keluarga Li.


Sampai di kediaman keluarga Li, Aldi langsung menanyakan keadaan Li Wulong.


Li Wulong terkena racun.


"Aldi, apa Kakakku bisa disembuhkan?" tanya Li Wuxin khawatir.


"Tenanglah, mungkin bagi orang racun ini sangat berbahaya. Tapi, bagiku ini merupakan hal sepele," jawab Aldi percaya diri.


Racun yang menyerang Li Wulong merupakan racun dari seni beladiri Telapak Penghancur Tulang.


Teknik itu merupakan teknik peninggalan jaman Pasca Kuno. Menurut Shen Haise teknik ini belum sempurna, karena efeknya terlambat.


Teknik sebenarnya mempunyai reaksi yang sangat cepat, bahkan bisa melumpuhkan lawannya saat itu juga.


Aldi menyembuhkan Li Wulong menggunakan teknik akupuntur yang misterius. Shen Haise yang mempunyai pengetahuan yang sangat luas, menggelengkan kepalanya karena kagum.


Dalam waktu singkat kondisi Li Wulong membaik.


"Paman, sebenarnya siapa yang melemparkan teknik kejam seperti itu?" tanya Aldi heran.


Li Sugon menjawab, "Aku tidak tau siapa sebenarnya orang itu, dia hanya memakai pakaian biru gelap. Anehnya dia hanya menantang Li Wulong dan menanyakan mu saja."


Aldi menduga kunci permasalah ini adalah pertarungan kompetisi pasukan khusus.


Keluarga Maksim atau mungkin Keluarga Mang, saat Aldi berfikir seorang pria berjubah merah mendatangi mereka. "Li Sogun, aku mendengar anakmu terkena musibah," ucapnya dengan lembut.


Ketika Li Sogun menoleh kearahnya,ia terkejut "Raja!"


Pria itu adalah Raja Aji Linggajaya. Ia di dampingi 2 pengawalnya yang mempunyai kekuatan tingkat Biru.


Aldi dapat mengerti sekarang, kenapa Raja sangat ingin bekerjasama dengan Sikong Yu.


"Aku membawakan tabib untuk membantu kesembuhan anakmu," kata Raja Aji Linggajaya.


"Raja, Li Wulong sudah dalam keadaan baik," jawab Li Sogun.


Tabib yang dibawa Raja mengerutkan keningnya. "Kau pikir aku tidak bisa menyembuhkan anakmu?," katanya dengan nada tinggi.


Aldi melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepala.


"Bocah, sepertinya sopan santun mu sangat rendah. Aku Ra Tanca tidak pernah gagal menyembuhkan seseorang," kata Ra Tanca dengan sombong.


Aldi hanya tersenyum, ia tidak membalas karena Ra Tanca merupakan tabib negara yang terhormat.


Ra Tanca menghampiri Li Wulong, dia memeriksa keadaannya.


Ra Tanca mengerutkan keningnya. Ia berkata, "Raja, penyakit ini seperti yang diderita pangeran. Sangat susah untuk menyembuhkannya."


Pangeran Kediri menderita penyakit lumpuh sejak 2 tahun lalu setelah menghadiri perang perbatasan.


"Apa kau yakin?" tanya Raja sekali lagi.


"Aku sangat yakin, Raja," jawab Ra Tanca.


"Siapa Aldi?" tanya Raja Aji Linggajaya.


Li Sugon mengarahkan tangannya kearah Aldi.


"Bocah ini," kata Ra Tanca tidak percaya.


"Iya, dia sudah mengobati Li Wulong. Sekarang tinggal menunggu waktu sebelum dia terbangun," kata Li Sogun.


Seorang pengawal datang menemui mereka. Orang itu merupakan Yanan Aries yang membujuk Sikong Yu untuk kerja sama. "Shen Zero!" katanya kaget.


Aldi tidak menjawab, ia hanya tersenyum ringan khasnya.


Semua orang terkejut, kecuali Li Sogun yang sudah tau identitas Aldi.


"Shen Zero, maafkan kesalahanku sebelumnya," ucap Ra Tanca dengan sopan. Ia bukan orang yang bodoh, prestasi Shen Zero sangat mengejutkan.


"Paman, yang lalu biarlah berlalu," jawab Aldi tersenyum ringan.


"Shen Zero, mungkin permintaanku lancang, tolong sembuhkan anakku," ucap Raja Aji Linggajaya.


Aldi menghadap Raja Aji Linggajaya. Ia berkata, "Raja, tentu sebuah kehormatan menyembuhkan pangeran."


Setelah Li Wulong terbangun, Aldi memberikan pil penyembuh yang di racik untuk meningkatkan kekebalan tubuh.


Aldi dan rombongan Raja Aji Linggajaya menuju ke Istana Kediri. Ia kagum melihat banyaknya orang yang berlatih di halaman istana.


Aldi mengerutkan kening setelah sampai di depan ruangan pangeran. Semua orang di istana tidak ada yang mencapai tingkat Coklat.


Tindak menunggu lama pengobatan pangeran selesai. Ra Tanca yang melihat teknik pengobatan Aldi, sangat kagum.


"Rajaku, apa ini semua orang yang kita lewati adalah pasukan Negara Kediri?" tanya Aldi.


Raja melirik sekitar, kemudian ia berkata, "Iya, mereka adalah pasukan yang ditugaskan menjagaku. Apa pendapatmu tentang mereka?"


"Sejujurnya mereka sangat lemah," ucap Aldi pelan sehingga tidak terdengar sampai keluar kamar.


Tapi, dua orang penjaga didekatnya mendengar perkataan itu.


"Aku tidak bisa membantah itu. Sekarang kita dalam. keadaan krisis, masyarakat Semi Rahasia mulai mendukung negara lain, kita tidak mendapat satupun pendukung. Makanya, kita bersikeras bekerja sama dengan Sikong Yu dan Amir Hardiman," kata Raja Aji Linggajaya lesu.


Aldi sudah memperhatikan semua orang di Istana Kediri, mereka mempunyai karakter yang dapat di percaya.


"Aku dapat membantu sebagai pelatih Pasukan Negara. Tapi, apa yang baku Terima sebagai balasannya," kata Aldi sambil tersenyum. Ia tidak ingin bekerja tanpa mendapatkan imbalan.


Semua yang hadir di ruangan wajahnya berbah warna menjadi merah karena marah. Tapi, tidak ada satupun yang berani berbicara.


Raja mengerti apa yang dipikirkan, ia juga akan melakukan hal yang sama jika di posisinya. "Ambil 3 barang dari gudang Istana!" kata singkat Raja Aji Linggajaya.


"Setuju, aku tidak akan mengambil barangnya sebelum menunjukkan hasil latihan. Aku juga membutuhkan banyak bahan, tolong sediakan," kata Aldi dengan sopan walau tidak menggunakan bahasa baku.


"Baik, aku akan menyediakan semua bahan yang ditulis, kapan kau siap melatih mereka?" tanya Raja Aji Linggajaya.


"Besok, aku akan melatih mereka dengan keras!" jawab Aldi tegas.


Aldi mencari informasi tentang siapa yang menggunakan racun itu kepada pangeran. Menurut cerita Raja, orang yang menggunakan teknik itu merupakan dua orang yang berbeda.


Jika pelakunya adalah keluarga Mang atau Maksim, berarti mereka mempunyai dua pembudidaya super atau bahkan masyarakat Semi Rahasia mendukungnya.


Aldi masih memutar otaknya untuk mencari jalan keluar terbaik. Ia tidak menyangka akan menghadapi banyak masyarakat Semi Rahasia setelah menghancurkan Red Cape.


Bahkan dampak penghancuran mempengaruhi hampir semua masyarakat Semi Rahasia.


Aldi harus mempercepat pendirian pasukannya. 7 anak yang baru Aldi adopsi sudah memiliki tingkat kuning. Kecepatan peningkatan mereka sangat luar biasa.


Melihat Aldi yang berpikir keras. Raja bertanya, "Apa yaang sedang kau pikirkan?"


"Aku membutuhkan banyak orang untuk menjaga kerabat ku. Tidak perlu kuat, hanya kesetiaan yang aku butuhkan," jawab Aldi.


"Kenapa kau tidak mencari budak?" tanya Raja.


"Budak, apa itu ada?" ucap Aldi bertanya balik.


"Tentu ada, pedagang budak biasanya membuka tokonya di pinggir negara. Karena perdagangan budak ilegal di negara, mereka biasa bersembunyi di perbatasan," jawab Raja pelan.


Raja Aji Linggajaya mengetahui adanya perdagangan budak. Tapi, dia tidak bisa memberantas mereka karena pendukung mereka sangat kuat.