
Axel terbang puluhan kilometer jauhnya, dia menyadari bahwa musuhnya bisa menggunakan kekuatan ruang. Jadi untuk mengatasinya Axel harus menggunakan teknik ramalan masa depan.
Matanya berubah menjadi merah dan membentuk sebuah bintang berisi 8, sekarang dia bisa memprediksi 3 detik dimasa depan. Dengan ini teknik ruang Aldi akan bisa dihentikan dengan mudah.
"Majulah, aku ingin melihat seberapa hebat teknik ruang yang kamu miliki," kata Axel penuh nada provokasi. Dia sudah menyiapkan sebuah simbol yang dapat meracuni seseorang.
Benar saja, Aldi menyerang menggunakan ruang dan muncul tepat di depan muka Axel. Karena Axel sudah mengetahui masa depan, dia mengarahkan tangannya untuk menghalangi pukulan Aldi.
Mungkin terlihat seperti gerakan Axel yang lebih cepat. Namun sebenarnya, Axel sudah memprediksi serangannya akan mengarah ke sana. Dengan bermodalkan teknik masa depan tidak akan membingungkan Aldi yang mewarisi kekuatan Sang Pencipta yang sesungguhnya.
Melihat pukulannya tidak mendarat di sasaran, Aldi menarik tangannya dan menghilang dari pandangan Axel. Dia muncul 5 meter di depan musuhnya dan berkata, "Prediksi masa depan. Kita lihat seberapa lama kamu bisa menggunakannya."
Aldi menghilang dari pandangan orang, kemudian dia muncul di belakang Axel. Karena sidang mengetahui pergerakan musuh, Axel memposisikan tangannya sebelum Aldi menyerang.
Perbedaan terjadi ketika pukulan Aldi hendak mencapai tangan Axel, dia menggunakan teknik waktu yang dapat berhenti. Seketika Aldi bisa membelokkan sedikit pukulannya dan menghantam punggung Axel dengan sempurna. Pukulan kali ini jelas lebih keras dari sebelumnya, Axel seperti sebuah layang-layang yang putus.
Tepat sebelum Axel menstabilkan tubuhnya, Aldi muncul di atasnya dan menghantamnya dengan dua tangannya. Namun seperti biasa Axel sudah menyiapkan simbol untuk menahan serangan dan memberikan racun. Penghentian waktu terjadi lagi, Aldi menghantam perpus Axel dengan sangat buruk, bahkan membuat tulang rusuknya patah.
Sebagai seorang abadi, seharusnya Axel tidak memiliki tulang yang lemah. Namun Aldi berhasil mematahkannya dengan satu serangan.
Jelas pukulannya sangat keras, tetapi keadaan aneh mulai terlihat di tangannya yang berubah menjadi hijau. Axel telah menaruh racun yang dapat menggerogoti kekuatan lawannya dan memberikan padanya. Racun itu tampak seperti parasit yang menggerogoti tubuh dari dalam.
Namun Aldi dengan mudah menghilangkannya, dia memiliki warisan dari Moris dan Mosas. Jadi sebagian warisan Sang Peramal sudah berada di kantongnya.
Axel yang melihat ketrampilannya di hilangkan dengan mudah membelalakkan mata tidak percaya. Dia sangat yakin bahwa teknik itu hanya dimiliki oleh sang peramal, bahkan Sang Pencipta akan kesulitan menghilangkannya.
"Jadi aku tidak salah membiarkan hidup. Sekarang tinggal membuatmu menghancurkan alam semesta, bagaimana jika aku membunuh beberapa rekanmu?" tanya Axel dengan senyum aneh di bibirnya.
Axel dan kelompoknya berencana menghancurkan Seven Soul dari dalam, ternyata Moras adalah sekutu dari Sang Peramal. Karena dia termakan kata manis darinya.
Hal itu membuat Dunia Utama terguncang. Banyak pepohonan tewas dan semuanya dihancurkan olehnya. Bahkan beberapa pasukan yang berhasil memulihkan diri dibuat menghilang dari alam semesta.
Rocky Sang penjaga Dunia Buatan telah terluka parah, banyak anggota yang inti yang telah di hancurkan jiwanya oleh Moras dan Hemas yang berhasil menerobos Dunia Buatan.
"Kamu kelihatannya salah paham. Di sana masih ada dua orang yang akan menghentikan Moras dan Hemas. Aku yakin mereka bisa mengalahkannya," kata Aldi merasakan dunia buatan akan segera runtuh.
Tujuh pohon dunia telah mati, banyak darah bercucuran dimana-mana. Itu semua adalah ulah dari Moras yang mengandalkan setiap mahluk aneh di Dunia Buatan untuk menyerap para pasukan yang terluka.
Rocky ayang sangat kuat juga terluka parah karena di seribu oleh triliun mahluk dalam satu yang sama. Dia tidak bisa berfokus menyerang karena semua mahluk aneh tidak peduli dengan kematian, mereka semua hanya ditugaskan untuk menyerang bukan bertahan.
Bom yang diletakkan Axel tidak lain adalah Moras yang telah bersekongkol dengannya sejak lama. Seperti kematian Moras dan Zuma adalah akal dari keduanya.
Seperti yang dikatakan Aldi, dua orang muncul di depan Moras dan Hemas yang sedikit terluka karena pertarungan sebelumnya. Mereka tidka lain adalah Shie dan Shen Haise.
Mereka datang terlambat karena sedang menonton pertarungan Aldi dan Axel. Namun tiba-tiba mendapatkan pesan telepati darinya untuk kembali ke Dunia Buatan dan membantu Rocky.
Aldi sudah tidak bisa menyelamatkan beberapa anggota intinya. Setidaknya 100 juta orang telah tumbang mereka mendapatkan penghormatan terakhir dari Aldi dengan senyum manis. "Terima kasih semuanya, aku berharap kehidupan yang lebih baik menyertai kalian."
Setelah memanjakan doanya Aldi memandang Axel dengan tatapan tajam. Dia sudah tidak mau bermain-main, Axel sudah berhasil memancing emosinya dengan sangat baik.
"Kamu berhasil membuatku marah, Axel. Mungkin kita harus lebih serius," kata Aldi melempar pedang kegelapan kepada Adven yang masih sekarat.
Pedang menancap tepat di kepala monster, dia langsung menghilang dari pandangan semua orang. Menghilangnya bukan seperti kematian melainkan memenjarakannya di ruang kegelapan abadi. Dia menggunakan teknik warisan Sang Peramal yang sesungguhnya.
Digabung dengan teknik ruang dan waktu, Adven akan selamanya berada di kegelapan yang kekal, bahkan dia tidak bisa mati. Hanya ada udara super dingin dan es yang akan selalu menyiksa tubuhnya.
"Kalian semua segera menuju Dunia Buatan. Jangan biarkan Moras dan Hemas mati. Buat mereka terluka parah, aku akan memenjarakannya di kegelapan kekal."
Dia teringat Moras yang mempunyai warisan Sang Peramal, Axel mengira bahwa orang itulah yang membocorkan kepada musuhnya tentang penjara yang dapat menyiksa seseorang.
Siapapun yang masuk kedalamnya tidak akan pernah keluar sebelum Sang Penguasa Segalanya membebaskannya. Namun untuk membebaskannya dia harus menggunakan pembalikan waktu, sayangnya semua yang berkaitan dengan Aldi tidak bisa diputarnya. Artinya Adven akan selama di siksa di kegelapan kekal.
"Kamu ingin mengalahkan aku dengan kekuatan lemah itu?" tanya Axel mencoba memprovokasi musuhnya. Dia merasakan ancaman yang sangat mengerikan ketika melihat pandangan Aldi.
Tanpa sadar aura membunuh muncul di sekitar tubuh Aldi. Seketika aura dan tubuhnya menghilang dari pandangan Axel yang menggunakan mata Prediksi.
Ternyata, Aldi menggunakan teknik yang sama. Namun dia berhasil membangkitkan bintang 10, artinya kekuatan matanya lebih hebat daripada Axel.
"Tidak mungkin, kamu bukan orang yang aku tunggu. Ini salah, pasti kesalahan!" teriak Axel menatap mata musuhnya sama dengan miliknya, hanya berbeda jumlah sudutnya.
"Sudah aku bilang, jangan banyak bicara atau kamu akan menyesalinya!" kata Aldi muncul di depan Axel dan menghantamkan pukulan keras. Namun siapa sangka, Axel berhasil menghentikannya.
"Kamu terlalu percaya diri bocah!" kata Axel membangkitkan kekuatan mata terbaiknya, yaitu bintang 12 sisi.
Mereka sering dikenal dengan sebutan kedua belas zodiak. Pertarungan antara keduanya masih menggunakan tangan kosong, banyak Galaksi bergeser akibat pertarungan keduanya.
Bahkan Dunia Utama juga mengalami cuaca ekstrim yang sangat aneh. Musim hujan, panas, salju, dan semi menghilang dari dunia. Semua orang panik karena hanya ada musim es yang turun dari langit.
Tidak adanya bintang yang bersinar menerangi bumi membuat semua orang harus memutar otak untuk bertahan hidup. Bahkan beberapa mahluk hidup sudah berevolusi menjadi mahluk es.
Karena aura di Dunia Utama sudah terbuka, banyak orang tidak mempermasalahkan dinginnya. Mereka hanya kekurangan makan dan harus menggunakan teknik khusus untuk mendapatkan makanan.
Yaitu masuk kedalam sebuah gate dan membunuh monster, banyak orang mengira monster adalah berkah yang dikirimkan Dewa. Namun kenyataannya berbeda, monster itu muncul akibat kekuatan yang dilepaskan Moras untuk menghancurkan Dunia Utama secara perlahan.
Tidak ada yang tahu bagaimana nasib manusia didalamnya, tetapi Aldi yakin akan ada seorang pahlawan yang akan menyelamatkan umat manusia dari dinginnya es.
"Aku menang, Bocah. Lihatlah Moras berhasil membunuh kedua temanmu!" kata Axel menunjukkan kedua teman Aldi berbaring di tanah.
Aldi menggelengkan kepala. "Aku tahu seberapa ngotot kedua orang tersebut, bahkan kamu dengan kekuatan sekarang tidak akan bisa mengalahkan keduanya. Apalagi Moras yang hanya mahluk aneh dan warisan Sang Peramal," katanya.
Pertarungan tetap dilanjutkan, Aldi berada di atas awan karena tidak terluka sedikitpun. Sebaliknya Axel terluka parah karena hantaman pukulan Aldi yang tidak ada hentinya.
Pedang Kematian dikeluarkan Axel dia sudah mulai serius karena merasa kesal tidak bisa menyerang musuhnya. Dengan ayunan pedangnya, Aldi akan mati dengan sangat mudah. Namun siapa sangka pedang yang dipegang Aldi bisa menghentikan kematiannya.
Aldi memasang wajah datar dan berkata, "Kamu terlalu memandang tinggi pedangmu. Lepaskan segel kekuatanmu atau penjara kegelapan menunggu."
Axel tersenyum puas karena musuhnya berhasil menebak bahwa kekuatannya sedang disegel karena terlalu hebat. Jika tidak alam semesta akan menghancurkannya secara otomatis, setelah dihancurkan dia akan hidup lagi dengan kekuatan yang sedikit turun.
Dia harus membangun kekuatan lagi untuk menjadikan pasukan penghancur alam semesta. Pelakunya tidak lain adalah Sang Penguasa Segalanya karena mempunyai kekuatan untuk menghilangkan ingatan seseorang.
Karena adanya Kitty, Aldi tidak mudah untuk dipengaruhi oleh teknik tersebut. Energi yang menyelimuti Aldi akan diserap dan dijadikan energi lain oleh Kitty yang sudah berada dalam bentuk sempurna.
Karena ikatan antara Kitty dan Aldi sudah terbentuk. Mereka saling menjaga untuk melawan Sang Penguasa Segalanya, Kitty adalah mahluk yang ingin bebas dan Aldi adalah mahluk yang tidak ingin urusannya di campuri.
Keduanya akan melawan Sang Penguasa Segalanya jika semuanya sudah selesai. Namun untuk melakukannya, mereka harus bertambah kuat. Karenanya, Aldi harus mendapatkan warisan Sang Peramal secara sempurna untuk mengimbanginya Sang Penguasa Segalanya.
Axel melepas segel pertama, aura kematian muncul dari setiap sudut tubuhnya. Dia sudah menempa tubuhnya untuk hari ini, jadi tanpa rasa sungkan Axel menunjukkan tubuhnya yang berotot.
Tubuh Axel yang semula hanya 180 centimeter berubah menjadi monster bertinggi 3 meter. Lengannya juga tampak seperti pedang kematian yang dipegangnya.
Setelah tubuhnya berhenti tumbuh, Axel menaruh pedang kematian di dadanya. Tanpa diduga pedang itu masuk kedalam tubuhnya, yang artinya seluruh tubuh Axel adalah Pedang Kematian.