7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Perang Pembuka



Aldi dan semua kelompok kembali ke Galaksi Andromeda untuk menemui Andreas. Mereka sudah siap untuk melakukan pertempuran skala kecil.


Membutuhkan beberapa waktu sebelum sampai di Galaksi Andromeda. Aldi dan lainnya menstabilkan kekuatannya dalam kapal Galaksi. Hanya Alice yang tidur karena merasa lelah dalam perjalanan.


Disisi lain, Andreas dan Zelda bekerja keras untuk menghalangi pasukan Organisasi Perompak Galaksi dan Keluarga Ling.


Mereka berdua tidak menggunakan bantuan pasukan Seven Soul, hanya ada anggota Zelda yang berjumlah 10 ribuan.


Prajurit Organisasi Perompak Galaksi telah menyerang sekitar Kota Purwokerto, mereka mengamankan wilayahnya.


Sedangkan Keluarga Ling hanya berfokus untuk menyerang ke jantung pertahanan Kerajaan Bima Sakti.


"Zelda kita sudah kehilangan banyak prajurit, apa yang harus kita lakukan?" tanya Andreas yang mulai gelisah karena prajuritnya banyak yang gugur.


"Kualitas pasukan kita sangat rendah, jadi lebih baik untuk melakukan pertempuran gerilya."


Zelda pernah mengalami pertempuran seperti ini, tetapi dia berada di pihak yang kuat. Aldi memimpin pasukan lemah untuk menghancurkan seluruh pasukannya.


"Aku tidak setuju, akan banyak korban berjatuhan jika melakukan strategi tersebut," kata Josua menyela saran dari Zelda.


Dia juga pernah menggunakan strategi tersebut, tetapi berakhir dengan terbunuhnya para pasukan yang menyelinap.


Zelda tersenyum. "Baiklah, biarkan pasukan Seven Soul yang memulainya dengan sedikit trik," katanya sambil melambaikan tangan.


10 ribu orang berpencar terbagi menjadi 1000 regu. Mereka seperti seorang anak panah yang baru lepas dari busurnya.


Andreas dan Josua tidak pernah melihat pasukan yang sangat senang ketika harus bertugas dengan sedikit anggota.


Semakin sedikit anggota, maka peluang mereka selamat akan semakin tipis. Namun pasukan Seven Soul sangat senang ketika harus berpencar untuk menyergap musuh.


Ketrampilan khusus para anggota inti Seven Soul adalah bersembunyi dan serangan kejutan. Jadi dalam bersembunyi mereka adalah pasukan yang tidak bisa dikalahkan.


Karena hari masih tengah malam, para prajurit yang menjaga perbatasan mulai tidak fokus. Seorang penjaga gerbang berbicara dengan rekan di sampingnya untuk meningkatkan fokus.


"Hai, aku dengar Kerajaan Bima Sakti akan segera runtuh."


"Aku tahu Kerajaan Bima Sakti mempunyai kelompok yang kuat. Itulah alasan kenapa Bos tidak ingin langkah sembarangan!"


"Aku merasa bos hanya sedang mengukur waktu untuk menyambut kedatangan Utusan Langit."


"Kamu benar, setelah Utusan Langit datang. Sudah dipastikan Kerajaan Bima Sakti akan runtuh dengan cepat!"


Setelah mereka berdua berbincang, sekilas mereka melihat sebuah bayangan hitam. Kesadaran mereka mulai pudar, tanpa perlawanan kedua penjaga gerbang tergeletak tanpa nyawa.


Tidak sampai disitu, seluruh pasukan penjaga perbatasan telah menghilang. Mereka semua seperti hilang ditelan bumi.


Teknik Prinsip Jiwa memungkinkan mereka untuk menyerap jiwa seseorang. Sedangkan tubuhnya di hancurkan dengan bubuk pelebur.


Ketika matahari terbit, tidak ada satupun orang yang berjaga di gerbang pembatas. Hanya ada satu orang yang sengaja tidak dilukai karena sedang tidur pulas.


Setelah itu, dia melaporkan kejadian tersebut kepada Bandi selaku ketua Organisasi Perompak Galaksi.


Namun siapa sangka prajurit penjaga tersebut malah di eksekusi. Bandi menganggap pria yang melapor adalah komplotan para penyerang.


"Sepertinya pasukan musuh sudah melancarkan serangan," kata Rafael.


"Seven Soul sedikit bermain, baiklah mari coba buat penyambutan untuknya!" kata Bandi tegas.


Energi kematian meledak dari tubuh seseorang, dia adalah Opik yang bertekad untuk membalas dendam.


Semua prajurit yang mempunyai kekuatan dibawah Immortal Hitam langsung pingsan di tempat.


"Aku tidak menyangka orang yang selamat dari Jurang Kematian menjadi sekuat ini," kata Bandi sambil menghela nafas.


Dia tahu bahwa Opik baru keluar dari Jurang Kematian. Bandi merasa lega karena Opik bukanlah ancaman yang dikatakan peramal.


Tanpa pikir panjang, Rafael menyerang dengan kekuatan penuhnya. Opik yang tidak pernah mengira ada orang sekuat Rafael terpaksa bertahan dari gempuran serangannya.


"Wow, kamu cukup kuat mengimbangi aku. Baiklah, aku akan mulai serius," kata Rafael sambil mengeluarkan pedangnya dari kalung penyimpanan.


Pedang tersebut hampir sama seperti punya pasukan Seven Soul, ia memiliki fungsi untuk mengiris jiwa lawannya.


Bedanya pasukan Seven Soul menyerap irisan Jiwa tersebut, sedangkan Rafael hanya melukai lawannya tanpa manfaat tambahan.


Sayangnya Jiwa yang teriris tidak mengandung ingatan, jadi Seven Soul hanya mendapatkan kekuatannya.


"Tebasan Penghancur Dunia!" kata Rafael menyebutkan nama tekniknya. Dengan ayunan pedang, dia menciptakan sebuah cahaya yang menerjang musuhnya.


Opik yang mulai merasakan kekalahan tidak memiliki pilihan lain selain kabur. Namun siapa sangka seseorang yang sangat akrab menghentikan Opik.


Tanpa peringatan, Abraham langsung memegang leher Opik. "Berkorban saja untukku!" katanya sambil menyerap jiwanya.


Opik berteriak keras, bahkan teriakannya membuat takut para prajurit yang ingin mendekatinya.


Hanya dalam beberapa detik, teriakan Opik hilang. Dia sudah menghilang dari alam semesta, bahkan jiwanya tidak bisa masuk ke roda reinkarnasi.


Abraham menghilang kembali, dia sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi semua orang kuat. Untuk itu, dia harus menyerap jiwa sebanyak mungkin.


Rafael yang mengejar Opik kebingungan. "Sial, dia berhasil lolos," katanya sambil menggenggam erat pedangnya.


Dia kembali ke Markas Organisasi Perompak Galaksi untuk melaporkan kejadian. Bandi yang sangat mempercayai Rafael hanya bisa menganggukkan kepala.


Abraham yang mengikuti Rafael melihat potensi yang sangat bagus. Dia ingin menyerap semua kekuatan jiwa semua orang.


Namun setelah melihat pria misterius yang melihatnya, Abraham mundur. Dia merasa kekuatannya belum cukup untuk melawan pria berambut putih serta mata berwana putih.


Dia nampak seperti orang buta, tetapi pupil matanya selalu mengarah kepada Abraham yang sedang mengintai pasukan Organisasi Perompak Galaksi.


"Baiklah, bukan saatnya aku menyerang. Namun kita akan bertemu lagi," kata Abraham. Dia menghilang dari pandangan pria misterius yang melindungi Organisasi Perompak Galaksi.


Kekuatan pria misterius itu bisa membuat Abraham harus mundur.


Tian Lian yang baru sampai di Kerajaan Bima Sakti bersama 3 orang di belakangnya mengerutkan kening.


Dia merasakan banyak energi kematian yang tersebar di seluruh Kerajaan Bima Sakti.


"Jadi akan terjadi perang besar. Aku terlalu meremehkan orang-orang diluar galaksi milikku!" katanya dengan nada sombong.


Sudah sewajarnya Tian Lian saingan sombong kekuatannya tidka terkalahkan di Galaksi Cerutu. Hal itu membuatnya tidak menemukan seseorang yang dapat mengimbanginya kekuatannya.


Immortal Perang tahap 9 adalah entitas yang sangat kuat di Galaksi manapun. Jadi Tian Lian tidak akan melepaskan pria yang menyakiti anaknya.


Sampai sekarang Tian Feng masih belum sadar dari tidur panjangnya. Kekuatan Es Abadi tidak bisa diremehkan.


Setelah melacak sumber energi dari pengguna Es Abadi, dia menduga bahwa pasukan yang menyakiti anaknya ada di Kerajaan Bima Sakti.


Anehnya setelah Aldi berubah menjadi mode Neraka, koneksi Tian Lian terputus di Galaksi Mata Hitam.


Untuk mencari targetnya, Tian Lian harus menyusuri setiap galaksi yang mungkin di tinggali pria yang mengalahkan Tian Feng.


Aldi juga merasakan keberadaan sisa Es Abadi yang dia lepaskan kepada Tian Feng. Namun dia tidak mengetahui siapa yang mencarinya atas nama Tian Feng.


"Sepertinya orang kuat lainnya sudah sampai di Kerajaan Bima Sakti. Sungguh merepotkan jika pasukan Seven Soul tidak berkembang secepatnya!" gumam Aldi.


Akhirnya dia memerintahkan 100 ribu orang untuk menyerap energi kematian dari Gerbang Neraka yang akan dia buka.


Dia membatasi orang yang menyerap bukan karena tempat tidak mencukupi, tetapi karena Aldi hanya bisa membuka Gerbang Neraka skala kecil.


Setelah 100 ribu orang, Aldi akan membuka Gerbang Neraka setiap hari. Semua orang akan mendapat gilirannya.


Dia berencana melakukan hal tersebut selama satu tahun penuh. Sehingga pasukan Seven Soul siap untuk melakukan peperangan skala kecil.


Namun siapa sangka, Zelda membutuhkan beberapa bantuan yang mengharuskannya berperang dengan sosok wanita yang sangat kuat.


Wanita itu adalah Tian Lian yang membuat kekacauan di istana Kerajaan Bima Sakti.


"Mahesa, perintahkan Shen San, Shen Qiu, dan Shen Er. Biarkan mereka mengusir sementara wanita Gila itu," kata Aldi melalui telepati.


Segera setelah menerima pesan, ketika g orang tersebut langsung berlari menuju tempat kejadian. Walaupun mereka masih berada di awal Immortal Perang, kombinasi mereka dapat mengimbanginya Immortal Perang tahap 9.


Belum lagi Nuklir yang dapat membunuh Immortal Maha Segalanya tahap 1. Sudah terbukti Hida sebagai korban pertama Nuklir modifikasi.


"Ternyata Kerajaan Bima Sakti hanya seekor semut yang harus dimusnahkan segera!" kata Tian Lian sambil tertawa keras.


Andreas dan Zelda yang terluka parah tergeletak di tanah. Mereka mencoba menghentikan serangan Tian Lian, tetapi berakhir dengan kekalahan.


Ketika Tian Lian mengayunkan pedangnya untuk membunuh Andreas, sebuah tembakan energi langsung menyerang tangannya.


Dia adalah Shen Qiu yang sudah berevolusi setelah menyerap energi kematian dari Neraka. Begitu pula dengan Shen San yang tidak mau lengah, dia menyerang Tian Lian yang baru saja menghindar.


Pertarungan Shen San dan Tian Lian berlangsung singkat. Shen Er langsung melibatkan diri dengan membuat simbol pengurungan untuk melemahkan kekuatan musuh.


Shen Qiu menembakkan 100 misil untuk melihat seberapa kuat tubuh musuhnya. Namun didalam misil terdapat racun yang sangat mematikan.


Pertarungan Tian Lian melawan pasukan Seven Soul membuat ketiga orang yang berdiam diri sebelumnya menyerang Shen San.