
Perang gelombang kedua dihadiri 5 pihak yang memperebutkan wilayah Dewa. Sebelumnya semua pasukan mundur, jadi tidak ada yang berhasil merebut wilayah manusia.
Sekarang Iblis mengerahkan pasukan sangat besar yang dipimpin Iblis Licik, Loki. Mereka menargetkan menghancurkan wilayah Dewa.
Setelah melihat penampilan Nezha dia sangat bersemangat untuk perang. Karena di Dunia Utama Loki kalah dengan pasukan Seven Soul.
Dengan adanya perang kali ini, dia akan membalas kekalahan sebelumnya.
Ketika melihat Shen San, Loki langsung menerjang seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Tanpa peringatan Loki melancarkan serangan kuat, hingga tanah disekitarnya hancur.
Namun Shen San bukan orang yang mudah kalah dengan serangan seperti itu.
"Auramu sangat mirip dengan bocah bernama Shen Zero. Pasti kamu mempunyai hubungan dengannya!" kata Loki sambil mengeratkan giginya.
Dia sangat marah ketika semua strategi yang disusun hancur oleh bocah bernama Shen Zero dan pasukannya.
"Bisa dibilang aku adalah anak angkatnya, Shen San. Kau tidak pantas menjadi lawan ayahku, sebaiknya kamu menyerah!" kata Shen San sambil menggerakkan kakinya membentuk kuda-kuda pertarungan tangan kosong.
Teknik ini sering disebut sebagai kick boxing atau sering dikenal dengan Muay Thai. Jika Shie hanya mengandalkan kedua tangannya serta gerakan kakinya.
Shen San menggabungkan kedua serangan tangan dan kaki. Namun untuk menggunakan teknik ini, tubuh pengguna harus dilatih sangat keras.
Karena teknik tersebut sangat mengandalkan ketahanan tubuh, karena setiap serangannya tidak mengenal kata mundur.
Hanya ada serangan ke depan atau kesamping. Jadi kekuatan tubuh dan stamina akan sangat dikuras, Shen San adalah petarung yang sangat cocok dengan teknik tersebut.
"Menarik, jika aku membunuhmu ayahmu pasti akan membalas dendam. Aku sangat ingin bertarung dengan bocah itu!" kata Loki dengan nada sombong.
Setelah menyelesaikan perkataannya, Shen San menggunakan langkah kaki misterius untuk menutup jaraknya dengan Loki.
Dalam sekejap pukulan keras menerjang rahang Loki dengan sempurna, hingga dia terpental ratusan meter jauhnya.
Loki tidak mempunyai kesempatan untuk membuat gerakan pencegahan. Karena gerakan Shen San melebihi penglihatannya.
"Sial, apa yang kamu lakukan?" kata Loki sambil mengusap darah hitam di bibirnya.
Tanpa memberi kesempatan Loki berdiri dengan sempurna, Shen San menutup jaraknya dalam sekejap.
"Jangan banyak bicara!" kata Shen San sambil menentang perut Loki dengan tendangan kaki yang sangat kuat.
Tidak hanya prajurit Iblis yang terkejut melihat Loki tidak berdaya melawan musuhnya, tetapi pasukan lainnya juga tidak percaya dengan matanya.
"Sial, siapa lagi bocah itu!" kata Odin mengerutkan kening. Dia telah melihat Nezha seperti orang gila membantai musuhnya.
Sekarang ada manusia Gila lainnya dengan kedua tangannya mengajar salah satu pemimpin para Iblis.
Pertarungan Loki dan Shen San berakhir dengan kemenangan Shen San. Namun Loki dapat melarikan diri dengan teknik khususnya.
Setelah Loki kalah, iblis tidak menurunkan gempuran serangannya kepada wilayah Dewa. Mereka jadi semakin ganas karena tidka ingin mengalami kekalahan.
"Hai, kau mengambil semua perhatian!" kata Nezha melihat Shen San membuat Loki kabur.
"Bagaimana jika berlomba siapa yang berhasil menumbangkan orang yang paling banyak?" kata Shen San menantang Nezha.
"Siapa takut, jangan meremehkan kemampuan api milikku!" jawab Nezha mengayunkan roda api dengan kekuatan penuh.
Walaupun mereka hanya seorang Immortal Biru kekuatan tempurnya setara dengan Immortal Coklat. Jadi mengalahkan mereka berdua tidak semudah membalik telapak tangan.
Aldi yang melihat pertempuran dari wilayah Serigala Mutan, duduk di kursi batu sambil minum tek kesukaannya.
"Bukankah tidak sopan bersembunyi di rumah seseorang?" kata Aldi memandang teh di cangkir.
Seseorang pria tanpa baju dengan tato merah di sekujur tubuhnya, dia adalah Kratos Dewa Perang.
"Seperti yang diharapkan dari pemimpin pasukan misterius," kata Kratos dengan senyum tipis.
"Aku bukan pemimpin mereka. Jangan salah paham, pemimpin mereka bernama Mahesa," kata Aldi sambil minum tehnya dengan santai.
Kratos tertawa keras. Dia tidak pernah menyangka bahwa anggota biasa bisa sangat kuat seperti pria didepannya.
"Terserah siapa kamu, terapi yang aku tahu pasukan kalian sangat kuat!" kata Kratos dengan nada tegas.
Kratos mendatangi Aldi karena ada sesuatu yang perlu mereka bicarakan. Kemampuan Kratos adalah mencari keberadaan seseorang dengan kemampuan mata batinnya.
Dia dapat menemukan target dengan teknik tersebut. Namun kejadian aneh setelah melacak Aldi, karena mata batinnya tidak bekerja dengan baik.
Aldi tidak bisa ditemukan dengan mata batinnya, tetapi serpihan jiwanya mendatangi Kratos untuk mengatakan keberadaannya.
"Apa kamu mempunyai senjata yang dapat membunuh Odin secara langsung?" kata Kratos dengan ekspresi serius.
Sebelum menjawab, Aldi mengeluarkan sebuah jarum racun di tangannya. Dengan teknik harinya, jarum beracun ditembakkan kearah pohon.
Ada seorang pengintai dengan pakaian serba hitam sedang mengawasi mereka berdua. Dia adalah orang suruhan Odin untuk mengintai Kratos.
"Maaf, ada seorang tikus yang masuk kedalam rumah. Jadi aku harus membereskan ya terlebih dahulu!" kata Aldi sambil terbang.
9 jarum beracun ditembakkan ke segala arah. Setiap jarum mengenai satu orang dengan pakaian hitam.
Jarum tersebut tidak membunuh, tetapi mengurung jiwa para pengintai sehingga tidak bisa melaporkan apapun setelah dibangkitkan.
Kratos sudah sangat berhati-hati ketika menemui Aldi, dia tidak menyangka bahwa Odin mengirim pasukan khusus untuk mengawasinya.
"Sungguh kemampuan yang sangat mengerikan!" kata Kratos melihat serangan Aldi yang sangat misterius.
"Kamu terlalu memujiku. Jadi intinya kamu sangat menginginkan senjata yang dapat membunuh Odin?" tanya Aldi dengan santai.
"Benar, aku percaya bahwa satu gunung tidak dapat dihuni dua ekor harimau!" kata Kratos dengan tegas.
"Aku bisa memberikan senjata yang kamu inginkan, tetapi harga yang dibayar cukup mahal," kata Aldi dengan santai mengambil cangkir Kratos dan menuangkan teh.
Aldi ingin memberikan senjata Jiwa kepada Kratos. Senjata tersebut dapat memakan kekuatan jiwa orang yang dibunuhnya serta mengubahnya menjadi kekuatan.
Namun sebagai gantinya, dia harus mengorbankan jiwanya setiap tahun untuk mengurangi dampak senjata.
Ketika hal tersebut terjadi, tubuhnya akan mengalami rasa sakit yang sangat menyiksa. Ditambah suhu tubuhnya naik secara signifikan.
Efek samping tersebut akan terjadi setahun sekali dalam satu hari. Namun sebagai gantinya kekuatannya akan berlipat ganda secara bertahap.
Kemudian ada syarat Kratos untuk menjadi anggota dalam Seven Soul selamanya. Dia akan mendapatkan segel ketulusan supaya tidak melawan Seven Soul di masa depan.
"Baiklah, kapan kamu akan memberikan senjatanya?" tanya Kratos dengan ekspresi serius.
Aldi langsung mengeluarkan sebuah senjata ganda dengan rantai di setiap pegangannya. Senjata tersebut memancarkan sebuah aura berwarna merah darah.
"Jika kamu setuju dengan semua syaratnya, aku akan segera melakukan pemberian segel ketulusan sambil memasang senjatanya khusus untukmu!"
Tanpa berpikir panjang, Kratos menyetujui semua persyaratan yang di katakan Aldi.
Sebuah simbol misterius keluar dari tanah membelenggu Kratos kemudian jiwanya di ambil secara paksa.
Teriakan Kratos sangat nyaring. Walaupun dia seorang Dewa perang, sakit yang di alami berbeda dari siksaan fisik.
"Selamat datang di Seven Soul, segeralah kembali. Odin akan curiga jika masukan pengintainya mati tanpa sebab."
Tanpa menjawab Kratos langsung menghilang dari hadapan Aldi. Dia merasakan sebuah perintah yang tidak dapat ditolak ketika Aldi berkata.
Namun setelah mendapatkan senjata Kratos tersenyum lebar. Dia dapat membalas kematian ibunya yang dibunuh Odin.
Di medan perang, pasukan Seven Soul lainnya telah sampai dengan pedangnya. Mereka langsung menerjang pasukan musuh dibawah kepemimpinan Zhou Ming, salah satu penjaga gerbang Barat Seven Soul.
Pasukan Seven Soul terdiri dari Immortal Hijau atau diatasnya. Jadi mengalahkan para prajurit kecil hanya membutuhkan ayunan pedang sederhana.
"Siapa para monster itu?" tanya Nur Irma melihat pasukan misterius yang membantah seluruh Dewa dan Iblis. Untungnya keluarga Nur bukan target utama mereka.
"Aku menduga mereka adalah dukungan di belakang kedua bocah gila sebelumnya," kata Nur Ajeng tidak bisa menahan untuk melihat perang.
Dia segera mengerahkan para binatang peliharaannya untuk menyelidiki pasukan misterius tersebut.
Jutaan binatang kecil dan burung keluar ke medan perang. Semua mata mereka terhubung dengan Nur Ajeng, sehingga dia dapat melihat dan mendengar setiap pergerakan musuhnya.
"Apa yang terjadi?" kata Nur Ajeng kebingungan. Dia tidak dapat mendengar sedikitpun perintah pasukan musuhnya.
Namun mereka dapat bergerak dengan sangat baik dan terstruktur. Bahkan setiap serangan seperti sudah direncanakan sejak awal.
Seorang wanita cantik dan elegan juga bergabung dengan pertempuran, dia adalah Zhu Que sang penjaga gerbang Selatan.
Apinya bahkan mengalahkan Nezha yang mengamuk di pusat medan perang. Pasukannya juga seperti api yang membakar kertas.
Organisasi Odin yang pertama kali mundur karena Zhu Que keluar di dekat kamp pasukan mereka.
Kemudian disusul dengan Keluarga Nur yang tidak memiliki korban sama sekali.
Berkat kejadian tersebut, Nur Haryanto dapat menyimpulkan bahwa keberadaan pasukan misterius tersebut bukan musuh keluarga Nur.