
Aldi mencoba menelusuri arah formasi mengirimkan rekaman suaranya. Sayangnya, dia gagal karena tidak menyentuh langsung formasi penyadap.
Dengan kekuatannya sekarang, dia tidak mampu mendeteksi formasi yang cukup rumit dari jarak jauh.
Ketika mereka membicarakan bisnis pil kebugaran, di sebuah ruangan yang gelap ada seseorang berpakaian kuning dan seorang pria berpakaian hitam.
"Siapa Shen Zero?" tanya pria berpakaian kuning.
"Menurut informasi dari organisasi Hantu, Shen Zero adalah manusia dari wilayah Timur. Dia mempunyai kekuatan misterius dan pasukan yang tidak bisa mati." Pria berpakaian hitam menjawab dengan ekspresi serius.
"Apa maksudmu dengan pasukan tidak bisa mati?"
"Dalam perang melawan masyarakat Semi Rahasia Black Mamba dan Organisasi Zero Wing. Dia melawan 100 ribu pasukan dengan beberapa ratus pasukan, tetapi tidak ada satu orangpun yang meta di perang itu. Ketua memerintahkan kami untuk tidak memprovokasi Shen Zero sebelum rencana di wilayah Dewata selesai."
Pria berbaju kuning sangat terkejut dengan informasi yang baru dikatakan pria berbaju hitam.
Ketika mereka berbicara, Aldi tersenyum tipis. Dia telah mendengar semua perkataan mereka. Walau jaraknya cukup jauh dibawah tanah.
"Sepertinya aku harus lebih cepat mengumpulkan pasukan berbakat," pikir Aldi.
Aldi dan Gung Koster menuju keruangan tempat pesta akan dilaksanakan.
Gung Jendra mendatangi mereka dan memperkenalkan seorang gadis muda.
"Ayahanda, Kakek Aldi, perkenalkan ini adalah Ayu Astuti. Dia merupakan putri dari masyarakat Semi Rahasia, Linux."
Linux bergerak mendukung para penggerak teknologi, mereka percaya teknologi akan membantu manusia dimasa depan.
Aldi telah membaca banyak buku wilayah Dewata, dia telah mengetahui kekuatan luar masyarakat Semi Rahasia, Linux.
Pemimpin mereka mempunyai kekuatan tingkat Setengah Raja tahap 7. Para petinggi mempunyai kekuatan rata-rata tingkat Setengah Raja tahap 3.
Rumor mereka telah terdengar dikalangan masyarakat luas, karena hal itu mereka tidak bisa disebut lagi dengan masyarakat Semi Rahasia.
Mereka sekarang disebut organisasi Linux. Walaupun bukan masyarakat Semi Rahasia, mereka tetap eksis di kalangan masyarakat Semi Rahasia.
Tidak ada yang berani menolak ketika mereka bergabung dengan pertemuan para masyarakat Semi Rahasia.
Aldi tersenyum kepada Ayu Astuti, dia sedang mengamati kepribadian dan tingkat kekuatannya.
"Ayahmu, Vidal telah berteman denganku cukup lama. Sampaikan salam dariku kepadanya." kata Gung Koster dengan senyum tipis.
Mereka berbincang sedikit tentang hal pribadi. Aldi telah selesai mengamati, Ayu Astuti memiliki kekuatan tingkat Setengah Langit. Namun, dia menyembunyikan kekuatannya dengan teknik khusus.
Sayangnya, Mata Langit dapat menembus teknik sederhana seperti itu.
Ayu Astuti tersenyum kepada Aldi, menandakan bahwa dia sangat menghormatinya.
Aldi dapat mengkonfirmasi bahwa Ayu Astuti dapat melihat kekuatan sebenarnya atau dia tidak dapat melihat apapun.
Mereka berempat berbincang sebelum pesta dimulai.
"Hadirin yang terhormat, silahkan nikmati pesta yang telah diselenggarakan. Pesta ini dalam rangka kenaikan anakku menjadi putra mahkota. Dia akan menjadi menerus Kerajaan Dewata."
Seorang pria muda berbaju kuning berjalan kesamping Raja Dewata.
Aldi tersenyum melihat orang itu. Dia sangat yakin bahwa orang yang memasang formasi penyadap diruang kerja Raja adalah Putra Mahkota.
"Para hadirin, perkenalkan aku adalah Gusti Rahmat. Nikmati pesta yang telah disuguhkan. Selamat menikmati."
Seorang pria berpakaian hitam melihat pesta dari belakang pintu, dia tersenyum puas.
Aldi menghilangkan senyumnya dan menuju ke tempat yang lebih sepi.
"Leo, percepat perkembangan pasukan Seven Soul. Aku telah menemukan bukti bahwa pasukan Hantu telah mempersiapkan perang melawan kita." Aldi berkata melalui telepati.
"Pasukan kita sudah mencapai 250 ribu orang, dengan 100 ribu telah mendapat segel ketulusan. Paling lemah diantara mereka mempunyai kekuatan tingkat Coklat. Apa itu masih belum cukup?" jawab Leo dengan percaya diri.
"Setiap orang dibawah tingkat Bumi tidak akan bisa masuk dalam perang. Jadi berapa pasukan kita yang telah melewati tingkat Bumi?"
"Hanya 40 ribu orang yang sudah menyentuh tingkat Bumi dan diatasnya."
"Aku menemukan anggota biasa dari pasukan Hantu mempunyai kekuatan tingkat Setengah Raja. Kita tidak membutuhkan jumlah terlalu banyak, tetapi membutuhkan orang kuat dan setia."
Aldi memberikan perintah untuk mempercepat perkembangan dengan pil khusus yang telah ditingkatkan.
Dengan bahan pil yang semakin berkualitas, maka hasil pil akan semakin meningkat. Aldi telah menemukan bahan pil yang sangat berkualitas di wilayah Dewata.
Burung Curik akan memperbaiki energi murni di dalam Dunia Buatan. Hal itu akan mempercepat pertumbuhan pasukan Seven Soul.
"Lansia, sepertinya kau sedang melamun di luar karena suatu hal yang sangat mencurigakan." pria berpakaian hitam mendatangi Aldi.
Pria itu tidak mengetahui kebenaran bahwa Aldi merupakan Shen Zero yang ditakuti oleh masyarakat Semi Rahasia, Hantu.
"Lansia, apa pendapatmu tentang manusia yang kecil ini?"
"Anak Muda, hidup singkat manusia tidak dapat diukur dengan umur. Aku mengukur kehidupan manusia dari seberapa bahagia mereka menjalani kehidupannya."
"Jadi maksudmu dengan kebahagiaan?"
"Saat aku melihat seseorang mati dengan tersenyum, membuatkan berpikir bahwa dia sudah cukup bahagia di dunia."
Mereka berdua berbincang lama membiarkan kehidupan manusia.
Aldi melihat pria berpakaian hitam itu sebenarnya adalah orang yang baik, tetapi keadaan yang memaksanya menjadi seperti ini.
Ayahnya mati karena perang perebutan wilayah, ibunya mati karena pemimpin pasukan ayahnya tidak memberikan kompensasi yang cukup.
Sehingga ibunya dan ketujuh adiknya menderita. Seiring berjalannya waktu hanya dia seorang yang telah berhasil selamat dari kejamnya dunia.
Sebelum pulang, Aldi dipanggil Raja Dewata sekali lagi.
"Yang Mulia Raja, apa yang bisa saya bantu?" ucap Aldi dengan nada sopan.
"Lansia, sekarang adalah acara yang tidak formal, sebaiknya jangan terlalu sopan. Aku ingin memperkenalkan anakku secara pribadi."
"Terima kasih, Yang Mulai."
Mereka berbicara singkat karena hanya perkenalan dan beberapa pembahasan tentang bisnis Istana Dewata.
Rombongan Militer Barat termasuk Aldi pulang menggunakan kereta kuda.
"Gung Koster, apa pendapatmu tentang Putra Mahkota?" tanya Aldi.
"Dia merupakan pria yang ambisius dan sangat hebat. Kekuatan militer dibawahnya juga hampir sama kuatnya dengan Kerajaan."
Aldi hanya menganggukkan kepala. Dia telah berbicara dengan Putra Mahkota, seperti yang dikatakan.
Namun, ada sesuatu yang sedikit sifatnya yang terlewat yaitu kejam. Dari sorot matanya, Aldi melihat kekejaman yang sangat mengerikan.
Aldi belum mengetahui rencana Putra Mahkota dan Pasukan Hantu. Kemungkinan besar Aldi tidak bisa membantu wilayah Dewata, karena ini bukan urusannya.
Disisi lain Putra Mahkota menemui pria berpakaian hitam. "Aku pikir pria tua itu tidak akan mengganggu rencana kita."
"Jangan terlalu yakin, aku sudah sedikit berbicara dengannya. Kekuatannya mungkin hanya tingkat Bumi, tetapi keahlian dalam meramu pil tidak dapat diremehkan."
"Aku tahu itu, sebaiknya tetap mewaspadainya aku punya firasat bahwa pria tua itu mempunyai hubungan dengan orang bernama Shen Zero."
"Semua persiapan sudah selesai, sekarang hanya tinggal sisimu yang belum selesai. Sebaiknya cepat singkirkan Raja Dewata."
"Tunggu beberapa saat lagi, Raja sudah meminum banyak ramuan racun yang kalian berikan."
Gusti Rahmat membuat skema untuk melengserkan tahta Raja atau ayahnya sendiri. Dia berencana menyingkirkannya dengan minuman beracun yang diberikan organisasi Hantu.
Raja telah meminum ramuan itu lebih dari 3 minggu, artinya tinggal menunggu beberapa hari makan racun akan bereaksi.
Hari berlalu dengan cepat, kabar kematian Raja tersebar di seluruh wilayah Dewata. Semua penduduk wilayah Dewata diundang untuk mendatangi acara pemakaman Raja yang akan dilakukan 1 bulan lagi.
Ketika Aldi mendengar berita itu, dia mengerutkan kening. "Sepertinya racun ditubuhnya tidak dapat disembuhkan oleh tabib kerajaan."
Aldi sudah mengetahui bahwa ditubuh Raja ada sebuah racun yang belum bereaksi, dia tidak menolongnya karena kepribadian Raja dengannya kurang cocok.
Raja memiliki kepribadian yang kejam seperti anaknya, yang rela membunuh ayahnya untuk naik tahta.
"Tunggu ... kenapa Putra Mahkota mengundang para penduduk biasa. Padahal dia merupakan orang yang anti dengan masyarakat rendahan." Aldi berpikir kebingungan.
Setelah beberapa saat dia menganalisis masalah, Aldi menduga bahwa ada skema licik di pemakaman.
Aldi menuju Istana Dewata dengan berlari, dengan ingatannya sebagai pembunuh bayaran menyelinap ke tempat kejadian sangat mudah.
Dalam satu hari dia telah sampai di Istana Dewata. Aldi melepas pendeteksi dengan energi.
"Jadi seperti itu, mereka mengumpulkan orang untuk mengambil energi kesedihan dan memanfaatkannya."
Aldi tidak pernah menduga dibawah tanah ada batu pengumpulan mirip dengan Park Hansol.
Namun, batu pengumpulan ini jauh lebih baik, bahannya terbuat dari berlian. Dengan bahan itu Aldi dapat membuat Mesin pembuat minuman konsentrasi kelas S.
Seorang pria berpakaian hitam datang kearah batu pengumpulan. Pria itu adalah orang yang berbincang dengan Aldi tempo hari.
Pria berpakaian hitam menggunakan sebuah formasi aneh untuk memulai pengumpulan energi.