
Cahaya putih mulai keluar dari tubuh Alice. Tepat ketika dia akan melepas segelnya, Aldi menghentikannya dengan menyentuhkan jari telunjuknya ke dahi Alice.
Secara bertahap cahaya putih mulai meredup. Aldi menguatkan segel Nara dengan menggunakan ketrampilan khusus.
Aldi tiba-tiba teringat cara menyegel kekuatan Nara, dia saja tidak mengetahui kekuatan apa yang dipancarkan ibunya.
Dunia Buatan telah berevolusi sepenuhnya menjadi sebuah Dunia Pribadi, jadi tidak akan mudah untuk mencarinya atau menghancurkannya sebelum pemiliknya mati.
"Aldi, kamu tidak apa-apa?" tanya Alice yang mulai sadar. Sebelumnya dia telah kehilangan sebagian kesadarannya karena kekuatan warisan.
Semua pasukan Seven Soul yang telah mengetahui kabar gembira tersebut segera bersujud dihadapan Aldi, tidak terkecuali Shie dan Shen Haise.
Mereka melakukan itu karena dorongan hatinya tidak ada yang tahu kenapa semuanya melakukan hal tersebut.
Anehnya Alice dan Nur Andi juga bersujud sambil memeluk Aldi dari dekat.
Aldi menyadari sesuatu yang sangat gelap dalam dirinya, tetapi dia tidak mengetahui hal tersebut. Akhirnya dia menyuruh semuanya berdiri.
"Jangan lakukan hal ini, berdirilah. Aku bukanlah Raja yang patut kalian sembah," kata Aldi pelan.
Semua orang menjalankan perintahnya. Mereka tidak tahu kenapa melakukan hal tersebut, tetapi kakek tua yang memandang kejadian itu hanya menggelengkan kepalan.
"Sudah aku duga warisan Moris dan Nara dapat dia taklukan. Sekarang Maha Pencipta menjadi semakin aneh. Aku harus segera menemui peramal gila itu."
Orang yang dimaksud kakek tua adalah peramal yang mendatangi Bandi di kota Bekasi. Dia adalah peramal yang mengetahui isi seluruh alam semesta.
Alasan dia mendatangi Bandi supaya dunia semakin kacau dan membuatnya mati tanpa penyesalan. Karena tugas awalnya adalah kehancuran alam semesta supaya kehidupan yang baru muncul.
Bandi yang duduk di kursi kerjanya melihat seorang pria paruh baya. Pria itu menggunakan pakaian lusuh dan rambut yang tidak tertata.
"Tuan, akhirnya anda datang. Aku sudah menerima pesan yang anda kirim. Kenapa kita harus berhenti melawan Kerajaan Bima Sakti dan beralih ke Seven Soul?" tanya Bandi kebingungan.
Sebelumnya peramal yang bernama Axel. Orang yang hidup sejak kelahiran Nara dan Moris. Dia adalah puncak kehidupan dimasa lalu.
Walaupun kekuatannya tidak yang terkuat, tetapi ramalannya dapat menghentikan skala strategi musuhnya.
Axel disebut sebagai Raja Tanpa Tanding. Karena selama masa kejayaannya tidak pernah terkalahkan.
Sebelum Moris dan Nara menyatukan kekuatan untuk menghancurkan semua kekuatannya. Mereka berdua melakukan hal tersebut karena dunia sudah mulai mendekati akhirnya.
Namun siapa sangka Axel yang seharusnya mati, malah mendapatkan kekuatan keabadian yang sesungguhnya.
Menjadikannya entitas yang dapat merubah takdir karena energi kehidupannya tidak akan pernah habis karena meramal masa depan.
"Aku meramal bahwa ada anak bernama Nur Aldi akan menghancurkan semua rencana kalian. Tidak hanya itu, dunia akan menjadi lebih makmur dengan keberadaannya."
Bandi sudah mengetahui tujuan besar Axel. Namun entah kenapa dia menyetujui keputusannya untuk menghancurkan semua kehidupan di alam semesta.
Bandi hanya berpura-pura bekerja sama dengan Langit untuk membuat pertengkaran antara Langit dan Neraka.
Ketika kedua kekuatan bertarung, satu alam semesta akan di musnahkan. Sehingga dia dapat berfokus menghancurkan alam semesta lainnya.
"Tuan, kekuatanku belum cukup melawan pasukan Seven Soul yang sangat misterius."
"Aku tahu kamu akan kalah jika melawan dengan pasukan milikmu. Makanya aku menyarankan untuk bekerja sama dengan Langit."
Rencana Bandi dan Axel yang sebenarnya adalah membuat kerusuhan antara Langit dan Neraka. Namun keberadaan Steven Soul membuat semuanya menjadi rumit.
Belum lagi ada anak bernama Nur Aldi yang dikatakan Axel. Bandi belum mengetahui nama asli dari pemimpin Seven Soul, yang dia ketahui hanya Shen Zero.
Alex menghilang seperti sebutir debu yang tertiup angin. Bandi segera kehilangan senyumnya ketika sudah tidak merasakan kehadiran Axel.
"Sepertinya aku harus segera menjalankan rencana berikutnya." Bandi segera menemui anggota terpercayanya.
Bandi yang sebelumnya adalah seorang Immortal Perang tahap 1 berubah menjadi Maha Segalanya tahap 4 setelah melepas jaketnya.
Zahru yang terluka parah telah ditolong oleh seorang pria misterius, dia adalah Rafael yang telah membuka segel.
Rafael adalah seorang Maha Segalanya tahap 5, walaupun kekuatannya lebih hebat dari Bandi. Kekuatan tempurnya masih dibawah Bandi yang sangat cerdas.
Setelah sampai di hutan dekat dengan Kota Bekasi, Rafael melempar Zahru yang tidak sadarkan diri ke tanah. Dia memakai jaketnya kembali untuk menyembunyikan kekuatannya lagi.
"Jika bukan karena Zahru adalah Utusan Langit, aku sudah membunuhnya. Sungguh merepotkan!" kata Rafael pelan. Namun itu adalah perintah Bandi sang pemimpin.
"Semua anggota Panca berkumpul di markas bahwa tanah!" kata Bandi menggunakan telepati sama seperti Aldi dan pasukan Seven Soul.
Mereka juga menggunakan ikatan jiwa untuk menghubungi satu sama lain, sama persis seperti Seven Soul.
Jika Aldi mengetahuinya, dia akan terkejut. Karena teknik jiwa yang dia kembangkan sudah ada sejak lama, bahkan Organisasi Perompak Galaksi menggunakannya.
Namun Prinsip Jiwa adalah salah satu teknik aneh yang diwariskan Moris kepada Aldi secara pribadi. Jadi kekuatannya sedikit lebih tinggi.
Lima orang duduk di meja bundar. Mereka adalah kelompok Panca yang sangat misterius, tujuannya adalah membantu Axel mencapai impiannya.
Dalam ruangan ada 5 simbol yang melambangkan Air, Logam, Bumi, Api, Dan Kayu. Bandi duduk di kursi berkembang Bumi, sedangkan Rafael duduk di kursi Logam.
"Ketua, mengapa anda mengumpulkan kami?" tanya seorang wanita cantik dengan paras yang sangat menggoda. Dia adalah Adita sang pengguna elemen air.
Kekuatannya setara dengan Maha Segalanya tahap 4. Jika bertarung dengan Bandi, dia memiliki kesempatan untuk menang.
Bisa dibilang dia adalah petarung terkuat nomor tiga setelah pengguna elemen api dan logam.
Pengguna elemen api sering menyebut dirinya sebagai Adven. Kekuatannya adalah yang paling kuat dianya yang lainnya. Dia setara dengan Maha Segalanya tahap 7.
Sayangnya Adven adalah seorang yang sangat pendiam. Dia tidak akan melakukan pergerakan jika tidak ada pemusnahan besar.
Biasanya Bandi tidak akan memanggilnya, tetapi kali ini dia memanggilnya. Artinya akan ada pembantaian besar-besaran.
Disisi lain ada Hemas sang pengguna elemen Logam yang sangat keras kepala. Dia tidak pernah mengikuti perut ah Bandi.
Namun kali ini dia merasakan ada sebuah perang besar. Kekuatannya sangat cocok untuk pembasmian mahluk hidup.
Dia adalah seorang Maha Segalanya tahap 6. Dia sering menghancurkan sebuah Dunia jika merasa kurang kerjaan.
"Tuan Axel sudah menentukan target. Kita harus menghancurkan Seven Soul apapun yang terjadi. Karena mereka adalah entitas yang seharusnya tidak ada!"
Semua orang tersenyum lebar. Mereka sangat senang karena tugasnya datang langsung dari Axel.
Tanpa menunggu pemberitahuan lebih lanjutnya, Hemas langsung keluar dari ruangan dan mencari informasi tentang Seven Soul.
Sama halnya dengan Adven yang menghilang tanpa ada yang mengetahui keberadaannya.
"Inilah kenapa aku tidak pernah memanggil mereka berdua," kata Bandi sambil menggelengkan kepala.
Bandi menjelaskan rincian rencananya untuk memusnahkan Seven Soul. Dia hanya akan bertarung dengan kedua rekannya, sedangkan Hemas dan Adven akan bertarung sendirian.
Disisi lain Delta telah mengetahui kejadian Jurang Kematian, dia sangat marah dengan tindakan Aldi dan Seven Soul.
Jurang Kematian adalah sumber energi untuk para pembudidaya kegelapan. Jika energi di sana hilang, keseimbangan Galaksi Mata Hitam akan segera runtuh.
"Shen Zero, aku akan membuat perhitungan!" kata Delta sambil mengangkat tangannya. Dia menggunakan seluruh pasukan Galaksi Mata Hitam termasuk Raja Galaksi yang merupakan kakak kandungnya, Alpha.
"Jangan membuang waktu, kita akan langsung menyerang Kerajaan Bima Sakti!" kata Alpha tegas. Dia tidak mengetahui bahwa Shen Zero adalah pasukan dari Seven Soul bukan dari Kerajaan Bima Sakti.
Galaksi Mata Hitam telah membawa 20 miliar pembudidaya tingkat Immortal Hitam atau diatasnya.
Kekuatannya tidak dapat diremehkan, bahkan gerbang menuju Kerajaan Bima Sakti bergetar ketika semua pasukan berjalan serentak.
Tidak sampai disitu, seluruh pasukan Galaksi Kincir Angin juga sampai di Kerajaan Bima Sakti. Mereka membawa 29 miliar pasukan Immortal Hitam atau diatasnya.
Andreas yang membaca laporan tidak percaya. Dia hanya ingin hidup bahagia dengan keluarganya, tetapi siapa sangka jalan yang dia pilih membawanya menjadi seperti ini.
"Sudah berakhir tidak akan ada kesempatan untuk mengalahkan mereka, kalian pergilah menyelamatkan diri. Aku akan menunggu istana Kerajaan Bima Sakti sendirian!" kata Andreas lesu.
Namun tidak ada satupun Jendral Kerajaan Bima Sakti yang pergi. Mereka masih berdiri tegap tanpa rasa takut.
Andreas tersenyum melihat semua Jendral tidak meninggalkannya sendiri.
Alice muncul dari pintu masuk, dia berkata, "Sejak kapan Andreas Sang Raja Agung menyerah sebelum berperang?"