7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Kematian Adam



Adam mengayunkan pedangnya kepada Iblis dan menghancurkan semua pasukan Dewa. Dia tampak seperti manusia yang melawan pasukan besar sendirian.


"Kamu masih sibuk dengan para semut itu," kata Satan yang melihat tindakan Adam.


Akhirnya Adam menghentikan serangan kepada para prajurit. Dia melihat Satan dengan tatapan tajam.


"Majulah!" kata Adam mengarahkan pedangnya ke Satan yang berdiri di atas langit.


Pertarungan mereka berdua terjadi di daerah Jayapura. Semua bangunan hancur tak bersisa, tanah hangus karena percikan energi.


Pohon tidak ada yang bisa selamat hanya menyisakan pemandangan tanah hangus di sepanjang mata memandang.


Beelzebub tidak mempunyai lawan yang seimbang, dia membantah para malaikat bersayap putih dengan sangat mudah.


Setelah sampai di bibir pantai, dia melihat Raja Mulawarman menginjak kepala Yama yang telah sekarat.


"Menarik, Raja Mulawarman sudah berkembang dengan baik!" kata Beelzebub mendatangi Raja Mulawarman.


"Beelzebub, sudah lama aku tidak melihatmu," kata Raja Mulawarman sambil tersenyum.


Beelzebub tertawa keras, tetapi dalam hatinya merasakan sedikit ancaman dari Raja Mulawarman yang berdiri tegap dengan pedang menyala di tangannya.


"Boneka malaikat bersayap tidak menarik. Bagaimana jika membandingkan kekuatan kita!" kata Beelzebub menantang Raja Mulawarman.


"Dengan senang hati!" kata Raja Mulawarman sambil mengayunkan pedangnya kearah lawan.


Beelzebub tidak mau kalah, dia mengeluarkan senjata andalannya tombak neraka untuk menghadang serangan lawan.


Ketika kedua senjata bertemu, api dan petir menyambar di segala arah. Bahkan membuat prajurit Dewa Semu ketakutan.


Pertarungan mereka diwarnai dengan warna Merah dan Biru. Raja Mulawarman sudah berjanji setia dengan Aldi. Sehingga dia mendapatkan teknik Prinsip Jiwa.


Tangan hayalan di keluarkan ratusan pedang dikeluarkan. Dia berencana menyerang dari segala arah.


Walaupun baru sebentar menjadi mengembangkan Prinsip Jiwa, dia memiliki pemahaman yang sangat baik.


Sehingga pengendalian tangan hayalan lebih baik dari Shie yang sejak kecil mengembangkan teknik prinsip jiwa.


Perubahan energi murni biasa menjadi energi jiwa membutuhkan teknik khusus. Aldi secara pribadi membantu prosesnya.


Sekarang Raja Mulawarman setara dengan Dewa Abadi tahap 3, tetapi lawannya Beelzebub mempunyai kekuatan setara Dewa Abadi tahap 6.


Tubuh istimewa yang diciptakan Aldi menggunakan simbol tidak mudah dilepas. Walaupun jauh dibawah tubuh Tahta Raja, masih cukup untuk menerima serangan beruntun Beelzebub.


"Mengesankan, Raja Mulawarman. Aku tidak pernah bertarung dengan perasaan senang seperti ini!" kata Beelzebub penuh semangat.


Dia berpikir bahwa pertarungan menyenangkan itu hanya antara mereka berdua. Namun Raja Mulawarman berpikir lain.


"Kamu salah, Beelzebub. Pertarungan ini bukan satu lawan satu, melainkan pasukan melawan pasukan," kata Raja Mulawarman mengarahkan pedang pembunuh dewa iblis kepada Beelzebub.


Pasukan Seven Soul yang bersembunyi segera keluar, mereka adalah prajurit tingkat Dewa Sejati berjumlah 1000 orang.


Semua orang menggunakan teknik misterius yang bisa mengelabuhi penglihatan musuhnya.


Setiap sayatan dapat memberikan racun kepada tubuh Iblis dan Dewa.


"Semut sialan!" teriak Beelzebub yang merasakan sakit. Dia meledakkan energi untuk mengusir pasukan Seven Soul.


Semua pasukan Seven Soul yang mengepung terpental ratusan meter. Namun mereka tidak mendapat luka yang serius.


Perlawanan Beelzebub masih terus berlanjut, Raja Mulawarman tidak memberikan kesempatan untuk menyembuhkan diri.


Disisi lain Apollo melawan Iblis Azazel mereka saling menembakkan anak panah. Luka permanen Apollo mempengaruhi kekuatannya.


Medan pertempuran mereka ada di sebelah selatan wilayah Mutiara Hitam. Tanah terpecah terbelah menjadi dua sisi disisi Azazel terdapat Api yang menyala berwana merah darah.


Sedangkan di arah Apollo terdapat api berwana hitam pekat, apinya mengandung racun yang dapat menyiksa lawannya.


Tidak ada prajurit Dewa maupun Iblis yang berani mendekat di garis serang mereka. Karena panah ya dapat membunuh prajurit tanpa menyisakan tubuh.


Seorang wanita keluar membawa Panah Apinya, dia adalah Zhu Que. Panah Apinya sangat ganas bahkan bisa menghilangkan kedua api Azazel dan Apollo.


Panah itu merupakan hadiah dari hewan surgawi penjaga Dunia Buatan. Apinya berwarna merah terang serta sedikit berwarna biru.


Terkejut dengan serangan wanita itu, Azazel dan Apollo meliriknya. "Siapa kau?" tanya mereka bersamaan.


"Zhu Que, penjaga gerbang selatan, Pasukan Seven Soul!" jawabnya dengan tegas. Walaupun dia hanya seorang Dewa Sejati tahap 9, serangan panah ya tidak kalah dengan seorang Dewa Abadi tahap 7.


Jika mereka membandingkan kekuatan jarak dekat, Zhu Que akan kalah dengan cepat. Namun pertarungan mereka ditentukan oleh serangan jarak jauh.


Teknik menghindar Zhu Que melebihi manusia biasa, bahkan cenderung sangat cepat dari pada para Elf.


Namun sebelum menyentuh Zhu Que panah mereka hancur dan energi yang dibawa diserap oleh lubang hitam.


Dibelakang Zhu Que ada 2 wanita cantik dengan rambut yang terikat dibelakang. Mereka adalah Shen Qiu dan Shen Er.


Simbol penghalang yang menghentikan serangan Apollo dan Azazel merupakan karya dari Shen Er yang sudah menjadi seorang Maha Guru Simbol.


Bahkan seorang Dewa Maha Tinggi akan kesusahan menembus penghalang yang diciptakannya. Kelemahan terbesarnya adalah energi jiwanya terbatas.


Jika bertarung dengan waktu yang lama Shen Er jelas akan kalah. Namun untuk pertarungan singkat dia setara Dewa Maha Tinggi.


"Apa!" Azazel terkejut melihat manusia yang mempunyai kekuatan perlindungan yang sangat hebat.


Pasalnya serangan Apollo sang Dewa Matahari dan Azazel yang Leluhur Neraka tidak akan bisa di tahan oleh Dewa Maha Tinggi biasa.


Namun mereka berdua pernah dikalahkan Satan secara bersamaan. Aura yang dipancarkan Shen Er dan Shen Liu tidak lebih dari seorang Dewa Abadi tahap 1.


1 juta pasukan Seven Soul mengepung Apollo dan Azazel. Mereka semua menggunakan peralatan lengkap dengan senjata pembunuh dewa iblis.


Disisi lain Satan telah menekan Adam dengan tekniknya yang sama persis seperti lawannya. Bahkan cenderung lebih kuat.


Kemampuan istimewa Satan memang tidak dapat dianggap remeh. Bahkan dia berhasil mengalahkan Adam di pertempuran sebelumnya.


"Sudah Waktunya, Teknik mengamuk pembakaran garis Darah!" kata Adam menggunakan teknik terlarang.


Wajah mudanya menjadi keriput, tetapi kekuatannya melonjak beberapa kali. Dia sekarang setara dengan Dewa Maha Tinggi tahap 6.


Pukulan terkuatnya dapat melempar Satan puluhan kilometer.


Satan tersenyum karena lawannya masih mempunyai kekuatan tersembunyi. "Bagus, kerahkan semua kemampuanmu!"


Dia melepas segel kutukan ditubuhnya. Sebuah simbol misterius menutupi seluruh tubuhnya, hingga membuatnya tampak seperti Iblis yang sesungguhnya.


Sayap hitam keluar dari punggungnya. Kedua tanduknya tumbuh semakin panjang, matanya berubah putih dengan pupil berwana merah darah.


Tanduknya yang semula berwana hitam berubah menjadi merah darah, rambut putihnya semakin panjang.


"Maju!" teriak Adam melihat perubahan Satan, dia tidak pernah melihat Satan berubah sampai seperti itu.


Di pertarungan sebelumnya Satan hanya berubah setengah Iblis, tetapi sekarang menggunakan wujud aslinya.


Pertarungan Satan dan Adam lebih mengagumkan daripada Malphas dan Bishamoten. Setiap serangan membuat tanah hancur dan gunung beterbangan.


Lautan bergetar setiap malaikat bersayap putih dan iblis bersayap hitam yang terdapat di garis serang mereka akan mati dalam sekejap.


Semua orang berhenti bertarung hanya sekedar melihat pertarungan Adam dan Satan. Langit marah dengan pertarungan mereka, sambaran petir menyambar serta langit tampak gelap.


Namun Satan sedikit terdesak setelah perubahan Adam, dia merasa kekuatan lawannya semakin besar.


"Tidak!" teriak Malphas segera berlari menuju Satan yang kehabisan tenaga.


Satan tersenyum lebar dan memejamkan matanya. "Jadi ini rasanya kalah. Menarik!"


Tepat ketika Adam didepan Satan hanya berjarak beberapa centimeter energinya menghilang. Dia jatuh dari atas langit menghantam tanah.


Seorang wanita segera membantunya, dia adalah Lena. Walaupun sangat membenci Adam, hati kecilnya masih sangat peduli.


Aldi telah menipu langit untuk memaksa jiwa Lena menghilang. Kemudian dia menyimpan serpihan jiwa dengan simbol khusus.


Tubuh Lena sama persis seperti sebelumnya, semua sudah di persiapkan sejak lama. Namun Lena tidak kunjung mendatanginya.


Akhirnya kematian sebagian jiwanya memaksa Aldi menggunakan tubuh buatan Lena.


Lena masih sangat lemah kekuatannya hanya berada di tingkat Hitam. Namun dia berani menolong Adam yang sekarat.


"Maafkan aku, Lena." kata terakhir yang diucapkan Adam. Dia telah membakar garis darahnya. Bahkan jika dihidupkan kembali, kekuatannya akan menghilang.


Bukan berarti Aldi tidak dapat memberikan tubuh baru bagi Adam. Namun serpihan jiwanya di bawa oleh wanita yang sangat kuat. Itupun jika serpihan jiwa masih disimpan setelah pengkhianatan yang dilakukan Adam.


Air Mata jatuh dari pipi Lena. "Tidak!"


Tubuh Adam menjadi tampak keriput serta transparan. Tangannya yang semula berotot hanya tertinggal tulangnya.


Pemandangan itu membuat semua orang sangat tersentuh. Namun seorang iblis tanpa hati menusuk Lena dan Adam dari belakang, dia adalah Malphas.


"Berani sekali kau mempunyai niat membunuh kepada Pangeran!" katanya sambil memotong tubuh Adam serta terkena Lena yang memegangnya.


Hari ini menjadi saksi ketulusan seorang wanita menunggu pria yang selalu disayangi. Hujan turun deras, darah mengalir dimana-mana.