
Aldi tersenyum menanggapi John yang menebak identitasnya dengan benar.
"Paman sungguh cerdas. Karena sudah mengetahui kebenarannya, jadi apa yang paman lakukan selalu mengikuti ku?" tanya Aldi.
Kim William menoleh kearah John dan kembali lagi menoleh kearah Aldi. Dia merasa kebingungan apa yang mereka bicarakan.
John telah mengikuti sejak mereka keluar dari desa Dewata Agung. Namun, Kim William tidak mengetahui kebenarannya.
"Aku sungguh terkesan dengan kemampuanmu mendeteksi seseorang. Sungguh sia-sia aku bersembunyi." John memberitahu niatnya untuk merekrut Aldi sebagai penerusnya.
Dewata Agung merupakan desa yang keramat di wilayah Dewata. Kakek John adalah pendiri dari desa Dewata Agung.
Setiap penerus akan memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dibanding dengan leluhur sebelumnya.
Teknik darma yang di terapkan John bisa menyalurkan seluruh energi yang sudah dikumpulkan.
Artinya John dapat mengirim energinya ke tubuh penerus pelindung desa Dewata.
Namun, Aldi tetap menolak tawarannya. Kekuatan Aldi berbeda dengan energi darma yang cenderung mengarah kebaikan.
Energi yang di kembangkan Aldi merupakan perpaduan antara kebaikan dan kejahatan. Kedua energi berdampingan membuat keseimbangan yang harmonis.
Adakalanya Aldi menjadi jahat, tetapi selalu diimbangi oleh kebaikan. Itulah sifat alami yang manusia miliki.
Sedangkan Darma bertujuan untuk mencapai ranah Dewa Sejati. Mereka akan melakukan meditasi selama beberapa tahun untuk mencapai keadaan pikiran yang tenang.
Kemudian Dewa Sejati akan membawanya ke alam para dewa atau sering disebut Moksa.
"Apa kau ingin tau kenapa aku selalu menolak tawaranmu?" tanya Aldi melihat John yang bermuka lesu.
"Mengapa?" kata John mengarahkan pandangannya kepada Aldi.
Energi berwarna ungu keluar dari tubuh Aldi. Aura itu sangat menakutkan, tetapi juga sangat menyenangkan.
Kim William ketakutan melihat aura yang mengerikan yang keluar dari tubuh Aldi.
Bahkan John yang memiliki kekuatan tingkat Setengah Leluhur tahap 7 bergidik.Aldi menyembunyikan auranya lagi, dia tersenyum kepada John.
"Apa itu?" tanya John.
"Itu adalah teknik yang aku kembangkan, bukankah sangat berbeda denganmu?" ungkap Aldi.
Kim William jatuh ketanah ketakutan, keringat dingin keluar dari dahinya.
John menggelengkan kepala. "Jadi itu alasanmu menolak menjadi penerus. Namun, bagaimana kau bisa melihat teknik yang aku kembangkan?"
"Mataku sangat spesial, tidak ada yang bisa lolos dariku. Bahkan aku dapat melihat tingkat kekuatanmu yang berada di Setengah Leluhur tahap 7."
Kim William dan John terkejut sekali lagi mendengar perkataan itu. Kekuatan manusia sangat susah untuk dilihat jika sudah melewati tingkat Raja.
Makanya hanya ada makam Raja tidak pernah ada catatan makam Leluhur. Karena kekuatan para pembudidaya beladiri tingkat Leluhur atau Setengah Leluhur sangat spesial.
Namun, teknik Mata Langit Aldi dapat menembus semua batasan yang dimiliki oleh mata manusia biasa.
Teknik yang lebih rendah telah diajarkan ke setiap anggota yang mempunyai segel penyerahan.
John akhirnya mengerti kenapa Aldi menolak untuk menjadi penerus. Tekniknya jauh lebih hebat daripada dirinya.
Jika John tidak terikat janji dengan leluhurnya, dia pasti akan senang mengikuti Aldi.
Janji yang telah di tetapkan John adalah melindungi desa Dewata Agung seumur hidupnya. Kemudian dia juga akan mewariskan kekuatannya kepada pelindung berikutnya.
Waktu berlalu perlahan, John kembali dengan tangan kosong. Sedangkan Aldi sudah berangkat menuju wilayah Timur.
Aldi dan Kim William menggunakan pesawat modifikasi, mereka butuh waktu 2 minggu untuk sampai ke wilayah Timur.
Di wilayah Barat Shen Haise menarik semua pasukan untuk menuju pulau Nemo.
"Ratu, pasukan musuh mengejar sampai ke perbatasan pulau Nemo." Lapor seorang prajurit.
"Tetap mundur. Tunggu sampai bos datang!" perintah Shen Haise.
Kekuatannya memang cukup untuk menerjang semua orang dibawah tingkat Setengah Leluhur. Namun, Aldi telah memerintahkan untuk mundur sembari menyusun langkah selanjutnya.
Akhirnya Aldi telah sampai di pulau nemo, dia langsung bergegas menuju ruang komando. Kim William juga mengikutinya.
Ketika Kim William masuk kedalam ruang komando. Dia sangat terkejut dengan semua orang yang ada di dalam ruangan.
Aura orang yang ada didalam ruangan tidak jauh berbeda dengan Aldi. Dia sudah melihat betapa mengerikannya aura itu setelah dilepaskan.
"Haise, ceritakan semua kejadian!" perintah Aldi.
Shen Haise menceritakan detail, mulai dari penyebab penyerangan sampai berita ketua Rush All akan turun tangan.
"Jadi begitu, artinya kita mengetahui pintu masuk dunia Rush All."
Aldi menggambar peta sekitar wilayah pintu masuk dunia Rush All. Didalam peta diberikan sebuah titik aneh.
Aldi memerintahkan beberapa pasukan 30 Shadow Blade untuk menaruh batu khusus di tempat yang sudah ditentukan.
Ketika Pasukan Shadow Blade sudah berkumpul Aldi berkata, "Ingat jangan sampai salah tempat, batu ini menentukan keselamatan kita."
Batu itu didapat dari pecahan telur si Lava. Batu itu mempunyai kekerasan 9,5 Mohs, hampir menyaingi berlian.
Aldi, Shen Haise, Shie, dan Leo menuju pintu masuk Rush All. Sedangkan Kim William ditugaskan untuk membawa pengobatan.
Awalnya Kim William menolak, dengan kekuatannya seharusnya dia bisa membantu. Namun, setelah berdebat dengan prajurit Shadow Blade dia menyerah.
"Sial, monster apa yang ada disini!" umpat Kim William sambil membawa tas pengobatan.
Ketika dia mengatakan itu, tidak ada satu orangpun yang menoleh kearahnya. Mereka sudah mengetahui situasi Seven Soul.
Aldi sampai di depan gerbang menuju dunia Rush All. Dia melihat pintu gerbang yang bersinar terang.
Seorang pria keluar dari dalam gerbang formasi. Orang itu adalah Sun Hyeon, ketua Rush All.
Aldi terbang kearahnya. "Salam ketua Rush All, aku Shen Zero dari Seven Soul."
Para penjaga gerbang terkejut melihat Aldi tiba-tiba ada didepan mereka.
"Shen Zero, jadi kau adalah orang yang membuat rekanku mati sia-sia," kata Sun Hyeon dengan nada sombong.
"Sebenarnya kita tidak pernah mengalami masalah yang serius. Namun, pasukan Rush All menyerang dahulu." Aldi tersenyum tipis.
Sun Hyeon melirik kearah panglima perang yang mempunyai kekuatan tingkat Raja. Pria itu adalah orang yang melaporkan bahwa Seven Soul menyerang tanpa ada permasalahan.
Aldi mengamati sikap Sun Hyeon dengan teliti, dia dapat mengumpulkan bahwa Sun Hyeon bukan orang yang tidak bisa diajak bicara.
Keputusannya untuk melakukan negosiasi merupakan keputusan yang tepat.
Sun Hyeon tersenyum setelah mendengar penjelasan. Mereka menggunakan formasi pelindung suara.
Jadi Aldi tidak bisa mendengar. Walaupun sebenarnya Aldi dapat menerobos formasi kecil itu.
"Baiklah, Shen Zero. Sebaiknya kita berdamai saja." Sun Hyeon mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Aldi merasakan ada sesuatu yang aneh dari sikapnya. Dia menggunakan simbol khusus pada tubuhnya.
Simbol itu dapat menahan serangan fatal dari berbagai pihak, selama kekuatan serangan tidak di atasnya.
Setelah Aldi mendekat, senyum di bibir Sun Hyeon semakin lebar.Saat Aldi ingin menjabat tangan Sun Hyeon berkata, "Kena kau!"
Berpura-pura ingin berjabat tangan adalah trik kecil Sun Hyeon untuk menangkapnya. Shen Zero terkenal dengan kelincahannya.
Untuk mendapat kemenangan pasti, pria disebelah Sun Hyeon merencanakan skema ini. Akhirnya rencana itu berhasil dengan mulus, tinggal eksekusi terakhir.
Namun berbeda dengan harapan semua orang, Aldi tidak menampakkan sedikitpun ketakutan. Dia bahkan tersenyum lebar melihat tangannya dipegang.
"Trik kecil seperti ini tidak akan menyakitiku." Aldi berkata dengan senyum di bibirnya.
Pukulan pertama dilancarkan Sun Hyeon yang memiliki kekuatan tingkat Leluhur. Namun serangan itu tidak dapat melukai Aldi.
Sekali lagi para penjaga gerbang Rush All terkejut. Sedangkan Shie, Shen Haise, Leo mempunyai ekspresi datar.
Mereka sudah melihat banyak pertarungan Aldi dan orang yang jauh lebih kiat darinya. Jadi mereka tidak terkejut melihatnya dapat menahan pukulan tingkat Leluhur.