
Perkembangan 7 anak yang baru saja di adopsi Aldi sangat mencengangkan. Dalam sehari mereka bisa menyempurnakan energinya dengan sempurna.
Teknik yang diberikan Aldi bukan Prinsip Jiwa, karena untuk mendapat Prinsip Jiwanya membutuhkan segel penyerahan.
Ketujuh anak itu masih berumur sekitar 9 tahun, jadi jika mereka menjalankan segel penyerahan dengan tubuhnya mereka akan meledak.
Garis Darah mereka juga belum terbangun, jadi Aldi tidak bisa memaksakan pertumbuhannya.
"Kim Hoon, apa ada informasi lanjutan soal Makam Mortal," tanya Aldi melewati telepati suara.
Aldi menggunakan transmisi suara karena hal itu lebih aman, sedangkan menggunakan telepon akan sangat beresiko disadap.
"Kedua pasukan sudah mundur, Bos. Mereka mengalami kerugian sangat serius. Sedangkan Makam Mortal, mereka tinggalkan dengan memberikan formasi perlindungan," jawab Kim Hoon melalui telepati.
"Temani aku ke makam itu!" kata Aldi dengan senyum ringan.
Shie berlatih dengan giat, ia juga menerapkan semua saran yang diberikan Aldi. Dengan kekuatannya sekarang, ia dapat bertarung dengan pembudidaya tingkat Coklat.
"Shie, ayo kita akan ke tempat yang menarik, Makam Mortal," ucap Aldi semangat.
Sheila berjalan menuju pintu keluar, ia berkata, "Ayo ... menunggu apa lagi?."
Aldi dan Shie menuju tempat yang disepakati dengan Kim Hoon.
"Bos, tempat itu sekarang sudah dipasang segel aneh. Bahkan aku tidak mengetahui tempat pastinya," kata Kim Hoon menyesal.
"Antar aku ketempat terakhir kau mengamati," kata Aldi.
Aldi menggunakan Mata Langit untuk melihat keanehan disekitar. Dia terkejut melihat banyak sekali formasi perlindungan ditempat ini.
Aldi mulai berfikir bahwa tempat ini lebih dari yang dia bayangkan.
"Leo, temui kita di Makan Mortal," kata Shie menggunakan telepati.
"Baik, Bos," jawab Leo.
Kecepatan Leo yang setara dengan pembudidaya tingkat Langit sangatlah cepat. Dalam waktu singkat dia sudah sampai ditempat.
Leo melompat ke pundak Aldi. "Itu benar Makam Mortal, aku tidak mengira di dekatku ada tempat yang menarik," kata Leo dengan ekspresi senang.
Mereka semua berjalan dibelakang Aldi dengan sangat hati-hati.
Aldi berjalan dengan santai, ia menerobos formasi dengan sangat mudah.
Bahkan formasi yang sangat sulit bagi Leo, dapat diterobos Aldi dalam waktu singkat.
"Bodohnya diriku melawan monster sepertinya," gumam Leo.
Bagi manusia biasa perkataan Leo tidak terdengar. Tapi, bagi Aldi dan Shie terdengar sangat jelas.
"Jadi ini pintu masuk Makam," ucap Aldi menoleh ke arah Kim Hoon.
"Iya, aku sangat yakin ini adalah pintu masuknya," kata Kim Hoon tegas.
Aldi melihat sekitar, ia berkata, "Apakah sudah ada yang pernah masuk?"
"Ada yang masuk, tapi mereka tidak pernah kembali," jawab Kim Hoon.
"Sesuai dugaan pintu ini merupakan mekanisme pengaktifan jebakan," kata Aldi memandang batu berbentuk pintu.
Setelah beberapa saat Aldi melihat batu seukuran telapak tangan. Dia menyentuhnya, tiba-tiba sebuah jalan masuk terbuka di depannya.
Mereka semua berjalan masuk kedalam pintu. Aldi tidak lupa menutup pintu jalan masuk untuk menyamarkan keberadaannya.
Ada sebuah patung besar berbentuk sangat aneh.
Patung itu mempunyai 4 tangan dan 2 hewan tunggangan berbentuk ular.
"Mereka dari ras Monster," kata Leo.
"Aku pernah melihat mereka, tapi dalam bentuk yang lebih kecil. Mereka yang bertarung dengan Lee Yoon mirip dengan patung itu," ucap Kim Hoon.
Aldi dapat menyimpulkan bahwa patung ini merupakan leluhur rasa monster itu.
Aldi memperhatikan detail dari patung itu, ia tercengang tidak percaya melihat patung yang masih mempunyai jiwa kehidupan.
"Mundur!" kaya Aldi tegas.
Aldi menjelaskan bahwa patung itu masih bisa dikatakan hidup. Menurut Leo yang juga merupakan pembudidaya tingkat Mortal, jiwa mahluk itu tidak akan pernah bisa mati jika tidak dihancurkan.
Aldi menyusun formasi khusus berlapis 3 seperti ketika menghadapi Leo.
"Kalian bukan dari ras ku?" ucap sebuah bayangan.
Bayangan berwarna itu mencoba menyerang mereka. Tapi, formasi yang diatur Aldi membatasinya bergerak.
"Kami kebetulan lewat dan menemukan tempat ini," kata Aldi tenang.
Bayangan itu berkata, "Aku tidak perduli, kalian harus mati disini!"
"Merepotkan!" ucap Aldi memalingkan matanya kearah tembok.
Aldi mengaktifkan formasi kedua untuk menyiksa bayangan itu.
Bahkan Aldi yang telah mempelajari semua bahasa di perpustakaan masih tidak bisa menerjemahkannya.
Aldi bertanya kepada Leo tentang bahasa itu, ia juga tidak mengerti.
"Haise, apa kau tau sesuatu?" tanya Aldi.
Haise membuka matanya dan berkata, "Ini merupakan tulisan jaman Pasca Kuno. Artinya, jaman setelah aku di segel dalam lampu ... tapi, aku masih dapat membaca dengan lancar."
Shen Haise menjelaskan bahwa isi dari prasasti itu merupakan kisah dari seekor monster yang dikhianati manusia.
Monster itu bernama Najenda, ia merupakan monster bertangan empat. Najenda menikahi seorang manusia bernama Angelica, mereka saling mencintai pada waktu itu.
Banyak manusia yang mengetahui hubungan mereka. Sedangkan pihak Monster tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Pemberantasan Rasa Tangan Empat dilakukan oleh Lee Yeon. Dia sangat menyukai Angelica, jadi dia memimpin pasukan untuk menghancurkan ras Najenda.
Perang sangat mengerikan terjadi saat itu, semua manusia kewalahan menghadapi Ras Tangan Empat.
Ketika kemenangan didepan mata, semua Ras Tangan Empat memuntahkan seteguk darah.
Mereka keracunan, orang yang meracuni mereka tidak lain adalah Angelica.
Najenda sangat marah, dia memberantas semua manusia didepannya. Keadaan mulai terbalik semua pasukan manusia memberantas Tasnya yang keracunan.
Pasukan Najenda terpaksa mundur dengan kekalahan yang menyedihkan.
Jumlah Ras Tangan Empat sebelum perang adalah 1 juta, setelah perang hanya tersisa 200 ribu.
Pukulan berat dirasakan Ras Tangan Empat. Sebagai dalang dari musibah ini, Najenda di hukum dalam penjara seumur hidup.
Makan Mortal ini adalah penjara sekaligus makamnya.
Semua harta yang dia kumpulkan tersimpan dalam ruang khusus yang hanya bisa dibuka Najenda.
Aldi mendengar penjelasan itu, sangat bersimpati pada Najenda.
"Najenda, aku sekarang tau apa yang kau rasakan," kata Aldi sambil melepas formasi kedua.
"Manusia Mahluk Tercela!" umpat Najenda.
"Semua manusia tidak seperti Lee Yeon atau Angelica. Pernah tidak kau berfikir kenapa Angelica mengkhianatimu?" tanya Aldi dengan senyum.
"Aku tidak peduli!" jawab Najenda.
Aldi menghela nafas dan berkata, "Jika tebakan ku benar orang tuanya sedang disandera oleh Lee Yeon."
Mereka berdiskusi sangat panjang tentang hidup, Aldi yang sudah hidup sangat lama menjawab pertanyaan Najenda sangat mudah.
Shen Haise hanya mengangguk menandakan persetujuan. Leo yang mendengar tercengang melihat kedewasaan Aldi yang sangat mengerikan.
Kim Hoon dan Shie tidak terlalu berpengaruh melihat kejadian itu. mereka sudah terbiasa dengan kejadian seperti ini.
"Bagaimana dengan Ras Tangan Empat?" tanya Najenda.
"Aku tidak tau," jawab Aldi menggelengkan kepala.
"Aku melihat markas Ras Tangan Empat di sekitar sini, kekuatan terkuat mereka ada di tingkat Hitam Akhir," kata Kim Hoon.
"Jadi ras tangan empat di ujung tanduk karena ulahku," ucap Najenda dengan sedih.
Kim Hoon menjelaskan banyak informasi yang dia ketahui tentang Ras Tangan Empat.
"Jadi seperti itu ... boleh aku meminta bantuan kalian, tolong jaga mereka," kata Najenda.
Aldi hanya tersenyum mendengar perkataan itu.
Najenda merupakan orang yang cukup cerdas, ia mengetahui sifat Aldi dalam pembicaraan sebelumnya.
Aldi akan melindungi Ras Tangan Empat tapi tidak dalam terang melainkan hanya dalam bayang - bayang.
Dia merupakan Ras Manusia, jadi membela Ras lain merupakan tindakan tabu.
Walaupun sekarang kesetaraan Ras sudah diterapkan di setiap negara.
"Sebagai ucapan terima kasihku, aku akan memberikan semua harta yang terlah aku simpan," kata Najenda.
Ia sudah pada ujung waktu hidupnya, jiwanya sudah sangat lemah.
Aldi mengirimnya gerbang reinkarnasi menggunakan formasi ketiga, jadi Najenda akan hidup kembali dengan kehidupan yang berbeda.
Saat melihat formasi ketiga di aktifkan Leo jelas sangat terkejut.
Hal itu bukan formasi pembunuhan melainkan pengiriman ke reinkarnasi yang sangat misterius.
Bahkan Shen Haise tidak bisa menahan keterkejutannya.
Formasi Reinkarnasi sudah hilang sejak jaman Purba, bahkan di jaman Kuni tidak diketahui siapa yang bisa menyiapkan formasi itu.
Sekarang Shen Haise melihat dengan mata kepalanya Formasi Reinkarnasi yang misterius.
Shie dan Kim Hoon tidak mengetahui seberapa hebat Formasi Reinkarnasi, jadi wajah ekspresi mereka tidak berubah.