
Tidak ada yang percaya bahwa pemimpin musuh berdiri didepan mereka.
"Jangan bercanda," ucap Qin Kai. Dia segera menyerang Aldi karena memberikan informasi palsu.
Serangan Qin Kai seperti gigitan semut bagi Aldi. Dengan lambaian tangan sederhana membuat Qin Kei terpental puluhan meter.
Ketiga Leluhur membuka matanya terkejut. Mereka tidak pernah mengira pemimpin Seven Soul memiliki kekuatan sekuat itu.
"Aku datang tidak untuk mencari keributan. Hanya ingin menyapa para Leluhur yang sudah beberapa ribu tahun tidak terlihat."
Aldi mengarahkan pandangannya kepada Qin Jiusho, Qin Es Shi, dan Qin Huang.
Mata indah yang selalu di tutup Qin Er Shi akhirnya dibuka karena melihat kekuatan Aldi yang mengerikan.
Dia merupakan wanita yang cantik dan mempesona. Alisnya yang tebal dengan mata besar membuatnya terlihat sangat cantik.
Qin Huang merubah penampilan menjadi seroang pria berbadan tegap dengan tinggi 2,1 meter. Tubuhnya yang berotot diperlihatkan karena pakaian yang tidak cukup.
Dia sebenarnya adalah Ras Manusia Hewan atau lebih tepatnya Ras Singa yang dikabarkan telah punah beberapa ribu tahun yang lalu.
Qin Jiusho merusak orang yang paling tenang diantara mereka. Dia sudah mengetahui bahwa kekuatan musuh sangat mengerikan.
"Apa pendapat kalian tentang gencatan senjata?" tanya Aldi pelan. Dia berencana memperlambat terjadinya perang.
Butuh waktu lama untuk mengembangkan pasukan Banjarmasin. Dia akan membuat pasukan Kerajaan Banjarmasin menjadi penguasa wilayah Kalimantan.
Qin Jiusho tersenyum. "Sejujurnya aku tidak setuju. Perkembangan pasukan di bawah mu sangat mengerikan."
"Aku setuju dengan Leluhur Jiusho, mungkin ini adalah kesempatan terbaik untuk kita menyingkirkan orang menakutkan seperti kalian," sahut Qin Jia dengan ekspresi serius.
Pandangan Qin Er Shi semakin tertarik dengan keberanian Aldi. Dia melihat musuhnya sangat tenang walaupun sedang di kepung prajurit utama Baster.
Qin Huang menyerang tanpa mengatakan apapun. Dia sangat percaya kemampuan fisiknya tidak akan pernah kalah dari siapapun.
Namun pukulan Qin Huang dihindari Aldi dengan sedikit gerakan. Hingga membuat tembok dibelakang Aldi roboh.
Aldi menyerang balik dengan pukulan kearah rahang sebelah kiri. Hingga membuat Qin Huang menghantam Qin Kai yang belum selesai memulihkan diri.
"Sungguh kasar. Aku tidka ingin mencari masalah, tetapi kalian memaksaku. Baiklah," ucap Aldi sambil tersenyum lebar.
Dia merubah posisinya dari berdiri sederhana menjadi posisi menyerang. Dalam sekejap pukulan keras menghantam Qin Kai dan Qin Huang.
Pukulan itu membuat Qin Kai terluka parah dan pingsan, sedangkan Qin Huang tidak bisa berdiri.
Semua orang terkejut Qin Huang yang merupakan Leluhur terpampang mereka bisa kalah dengan satu kali pukulan.
Aldi sudah berhasil menembus tahap Puncak, kekuatannya sekarang setara dengan tingkat Pengakuan tahap 5.
Sedangkan Qin Huang hanya berada pada tingkat Pengakuan tahap 3.
Qin Jia dan Qin Jiusho berubah pikir untuk menerapkan gencatan senjata, mereka berencana membangun hubungan yang baik dengan Aldi.
Namun semua orang yang berada di sisi Qin Kai segera menyerang tanpa memikirkan konsekuensi. Aldi hanya melambaikan tangan untuk membuat mereka semua terluka parah.
Seorang prajurit menerobos masuk kedalam kamp komando. Dia terkejut melihat dalam kamp berantakan bahkan tembok sampai roboh.
"Apa yang ingin kamu laporkan?" tanya Qin Jia. Dia sudah mengenali pasukan kepercayaan yang telah dilatih sejak kecil.
"Pasukan penjaga di wilayah selatan dan utara telah bertarung melawan pasukan musuh. Hanya tinggal menunggu waktu sebelum mereka kalah."
Dia menjelaskan bahwa pasukan utara dan selatan tidak dapat membendung gempuran dari pasukan musuh.
Pasukan musuh seperti orang yang tidak bisa mati. slSetiap kali mereka terluka parah, selalu bisa sembuh karena meminum sebuah obat misterius.
"Bahkan ratusan Baster tidak akan bisa mengalahkan pasukan Seven Soul," ucap Aldi dengan percaya diri.
"Sombong," ucap Qin Huang yang masih belum berdiri.
Berbeda dengan Qin Huang, semua prajurit yang berada pada ruangan cemberut. Mental mereka terpukul karena perkataan Aldi.
Mereka sudah melihat kekuatan yang ditampilkan Seven Soul. Tidak dapat dipungkiri Baster tidak akan bisa menang.
Namun Jiwa petarung mereka menolak untuk mundur. Lebih baik mati terhormat dari pada menyerang sebelum melawan.
Qin Jia, Qin Jiusho, dan Qin Er Shi berdiam ketika semua pasukan menyerang Aldi. Mereka berubah pikiran, tidak ingin lagi menjadi musuh Seven Soul.
Aldi kali ini tidak bermain. Dia mengayunkan pukulan keran mengenai setiap orang yang menyerang.
Setiap pukulan mengandung energi simbol yang dapat membubarkan tubuh manusia. Hingga akhirnya setiap orang yang mati tidak menyisakan tubuh utuh.
"Bocah Gila!" ucap Qin Jiusho melihat Aldi membantai semua orang yang menyerang nya dengan senyum lebar.
Tidak ada perlawanan dari Qin Huang dan Qin Kai yang tergeletak tanpa nyawa. Bahkan tidak ada satu orangpun disisinya yang berhasil selamat.
Aldi mengambil mayat Qin Huang dan menyerap semua energi Jiwa hingga tidak menyisakan sedikitpun tubuh manusia.
Mayat lainnya dia serap menggunakan tangan hayalan. Dalam sekejap semua mayat petinggi Baster menghilang dari dunia.
Hanya tersisa 15 orang yang masih hidup. Mereka tidak mau menyerang karena Qin Jiusho dan Qin Er Shi hanya menonton.
"Apakah masih belum cukup?" tanya Aldi menoleh kepada kedua Leluhur dengan senyum tipis di bibirnya.
"Aku pikir sudah cukup. Tidak mungkin dengan kekuatan kita bisa mengalahkan pasukan Seven Soul."
Qin Jiusho menggelengkan kepala. Dia tidak peduli dengan kehidupan manusia lainnya selain dirinya sendiri.
Qin Jia juga hanya menutup mata, dia tidak bisa berbuat apapun. Kekuatan musuhnya terlampau jauh diatasnya.
Qin Er Shi hanya tersenyum melihat Aldi yang menghancurkan petinggi Baster hanya seorang diri.
"Apa yang harus aku lakukan untuk bergabung dengan Seven Soul?" tanya Qin Er Shi dengan nada sedikit menggoda.
"Jiwa dan ragamu," jawab Aldi dengan santai sambil membersihkan pakaiannya yang sedikit kotor.
"Baiklah aku setuju bergabung dengan Seven Soul!" kata Qin Er Shi dengan senyum manis.
Pernyataan Qin Er Shi membuat semua petinggi Baster kebingungan. Mereka tidak menyangka Leluhurnya dengan mudah bergabung dengan pasukan musuh.
Namun alasannya sangat masuk akal. Dia hanya mengikuti orang yang kuat, sedangkan Aldi merupakan jawaban yang selalu dia tunggu.
"Apa kau yakin?" tanya Aldi santai. Dia sudah menyelidiki Qin Er Shi.
Qin Er Shi tersenyum menanggapi pertanyaan Aldi. Dia merasa ada sesuatu yang sangat besar akan mengekangnya.
"Lupakan!" Qin Er Shi berjalan keluar ruangan. Dia kembali menutup matanya.
Qin Jiusho yang mengetahui seberapa kuat Qin Er Shi sedikit terkejut dengan keberanian untuk bergabung dengan pasukan musuh.
Aldi melambaikan tangan, dia mengisyaratkan untuk membiarkan Qin Er Shi pergi.
Seorang pria berpakaian ungu berdiri dibelakang Aldi dengan membawa sebuah pedang di tangan kirinya.
Dia adalah Shen San, orang terkuat di 7 Anak Ajaib. Kekuatannya sekarang setara dengan Kebangkitan tahap 8.
"Bos, semua pasukan sudah bersiap untuk membersihkan medan perang!" ucapnya tegas tanpa meperhatikan orang disekitar.
Seluruh pasukan yang dibawa Baster telah berhasil dilumpuhkan. Tidak ada seorangpun yang keluar tanpa luka parah.
Pasukan Seven Soul berhasil menyelesaikan misi pemberantasan pasukan Baster.
"Kita akan mundur, perintahkan semua pasukan mundur." Aldi melirik Shen San.
"Baik," kata Shen San, dia segera menghilang dari pandangan semua orang. Bahkan Qin Jiusho tekejut melihat teknik kaki Shen San.
Walaupun dia mempunyai kekuatan yang lebih besar. Namun tidak ada perasaan diatas angin melawan Shen San.
Qin Er Shi masih bersembunyi di belakang pohon. Dia mengira tidak ada yang bisa melihatnya,sebelum Shen San mengarahkan pedangnya keleher Qin Er Shi.
"Jangan bergerak!" perintah Shen San sambil menodongkan Pedang kecilnya ke leher Qin Er Shi.
Qin Er Shi tersenyum dia mencoba melarikan diri dari Shen San. Hingga akhirnya pertempuran mereka berdua terjadi.
Aldi merasakan pertempuran antara Shen San dan Qin Er Shi. Dia tersenyum dan mengatakan kepada Qin Jia dan Qin Jiusho, "Jangan meremehkan Bocah Gila itu."
Pertempuran Qin Er Shi dan Shen San berjalan singkat dengan kemenangan Shen San dengan memotong tangan kanan Qin Er Shi.
Darah keluar deras dari tangannya. Namun Shen San tidak merasa kasihan kepada seorang wanita. Dia masih berwajah datar seperti pertama kalinya bertarung.
Walaupun Shen San memiliki garis darah dibawah Shen Yi, kekuatan tempurnya merupakan jauh melebihi Shen Yi.
Tanpa sedikitpun rasa bersalah Shen San mengayunpan pedangnya untuk menebas leher Qin Er Shi.
Namun dihentikan oleh Aldi. "Sudah cukup, perintahkan semua orang mundur. Kita membutuhkan orang berbakat untuk pertempuran Ragnarok."
"Baik," kata Shen San menyimpan pedangnya. Dia segera menghilang dari pandangan semua orang.
Pertempuran Shen San dan Qin Er Shi akan selalu di ingat oleh anggota Baster. Kekuatan Seven Soul tidak hanya bertumpu kepada Aldi, melainkan semua orang merupakan seorang monster.