
Setelah menyelesaikan tugasnya, Aldi pergi ke Dunia Buatan untuk menstabilkan kekuatannya.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan," gumam Aldi di dalam gua hukuman.
Setelah bermeditasi beberapa saat, Aldi memuntahkan darah hitam. Racun petir hukuman bukan masalah sepele, kekuatan tubuh Tahta Raja belum berhasil menyerapnya dengan sempurna.
Beberapa hari Aldi tidak terlihat, Alice dan Nur Andi mulai berpikiran negatif. Mereka mengira bahwa Aldi sedang terluka parah karena menggunakan ketrampilan misterius.
"Mungkinkah, Aldi tidak sadarkan diri dalam gua hukuman?" tanya Alice dengan wajah khawatir.
"Tenanglah, bocah itu tidak akan bisa mati dengan luka kecil," kata Nur Andi dengan nada percaya diri. Dia menganggap bahwa Aldi mewarisi kekuatannya.
Nur Andi sebenarnya juga khawatir, tetapi dia telah melihat Aldi berhasil membuat hal mustahil menjadi mungkin.
Setelah membaca informasi tentang celah dimensi, dia mengetahui bahwa manusia tidak akan pernah selamat jika masuk kedalamnya.
Kecuali jika manusia tersebut sudah melewati tingkat Immortal Jendral, karena tubuh mereka sudah bisa disebut Immortal Sejati.
Aldi di dalam gua memuntahkan banyak darah hitam karena racunnya mulai menyebar. Walaupun rasanya sangat menyakitkan, tetapi dia tidak mau berteriak karena kedua orang tuanya berada di luar gua.
"Mungkinkah aku akan mati di sini?" kata Aldi yang mulai kehabisan energi jiwa. Bahkan Kitty sudah tidak sadarkan diri semenjak memberikan kekuatannya terakhir kali.
Aldi belum mempunyai waktu longgar untuk melakukan peperangan, karena Kitty harus memakan jiwa dan raga untuk menyembuhkan kekuatannya.
Namun Seven Soul masih berfokus melakukan terobosan, supaya dapat melakukan yang terbaik ketika perang terjadi.
Tubuh Aldi semakin melemah, peredaran darah tubuh Tahta Raja mulai tersumbat. Kulitnya yang mulus mulai keriput.
Batu Yuanshi mengeluarkan cahaya kuning terang hingga melewati ruang penyimpanan.
"Apa yang terjadi?" kata Aldi dengan suara lirih. Dia kebingungan dengan ketika merasakan Batu Yuanshi secara paksa masuk kedalam tubuhnya.
Aldi tidak ingin menggunakannya karena belum menelitinya. Karena batu itu sangat langka, jadi dia tidak ingin menggunakannya sembarangan.
Dua batu bersinar terang, semua benda di kalung penyimpanan keluar, ruang penyimpanan hancur, bahkan gua yang penuh simbol mulai bergetar.
Setelah beberapa saat, kulit Aldi mulai membaik. Rambutnya mulai memanjang dan berubah warna menjadi putih.
Tampangnya sekarang sama seperti Chu Feng pada masa kejayaannya. Anehnya Aldi mulai mengingat bahwa semua jiwanya memiliki wajah yang sama persis.
Tanpa sadar Tubuh Tahta Raja berevolusi sekali lagi, karena Aldi tidak mengetahui nama tubuhnya. Dia menyebutnya Tubuh Raja Tanpa Tanding.
Kekuatan tubuhnya berkali-kali lebih kuat dari sebelumnya. Bahkan racun petir hukuman di serang dengan sempurna dalam beberapa detik.
"Aku masih selamat!" kata Aldi langsung berdiri dan mengangkat kedua tangannya. Dia tidak menyangka bahwa masa krisis membawanya kepada keberuntungan tiada tara.
Setelah selesai menstabilkan kekuatannya, Aldi keluar dari gua hukuman dan merubah penampilan seperti semula. Kedua orang tuanya dan Zhu Tian menyambutnya dengan senyuman.
Alice langsung berlari untuk memeluk Aldi. Nur Andi tidak mau kalah, dia berlari dibelakang istrinya untuk memeluk keduanya.
Zhu Tian mendatangi Aldi dengan senyum paling manis yang pernah dia perlihatkan. "Selamat datang kembali," katanya
Aldi tersenyum dan membalas, "Aku pulang!"
Reuni keluarga diwarnai canda dan tawa. Sampai akhirnya Mahesa membawa kabar bahwa Andreas menyerang Kerajaan Bima Sakti sendirian.
Karena Alice sudah sembuh, dia tidak ingin melihat ayahnya terbunuh sia-sia. Dia langsung bergegas keluar Dunia Buatan untuk membantu Andreas.
Alice sudah memiliki segel penyerahan ketika Aldi menyembuhkannya, secara otomatis segel penyerahan akan di tanaman setelah Aldi menggunakan teknik khususnya.
Alice yang setengah sadar sudah menyetujui semua peraturan yang ditetapkan Seven Soul. Jadi sudah sewajarnya Alice masuk kedalam Dunia Buatan.
"Mahesa, segera persiapkan prajurit untuk perang. Sudah waktunya kita memberi memberitahu semesta Seven Soul bukan organisasi lemah!" kata Aldi tegas sambil melihat ibunya yang berlari ke arah gerbang Dunia.
Mahesa tersenyum lebar, akhirnya waktu untuk Seven Soul beraksi telah tiba. Dia sangat mengharapkan peperangan untuk mengukur kekuatan barunya.
Hanya Shie yang tidak akan ikut dalam peperangan karena tubuhnya sedang mengalami kerusakan serius. Butuh waktu lama sebelum Shie sembuh sepenuhnya.
Miliaran senjata otomatis keluar dari gudang, Shen Qiu dan tim akan mengendalikan semuanya dengan pikirannya.
Shen Er dan tim sudah menggunakan baju khusus untuk menyerap energi asal dengan kecepatan tinggi.
Shen Wu, Kim Hoon, dan Kim William mengikat pisau mereka ke tangannya menggunakan sebuah kain.
Empat penjaga arah mata angin menyiapkan pasukannya untuk peperangan besar. Mereka menggunakan baju besi khusus dengan warna yang berbeda.
"Aku pikir reuni keluarga seperti ini sangat cocok untuk kita," kata Aldi melirik kedua orang tuanya.
"Kamu lihat, sekarang anak kita sangat mirip denganmu. Sama-sama seorang penggila perang!" kata Alice dengan mulut cemberut.
Nur Andi tertawa keras, dia tidak memberikan tanggapan pernyataan Alice yang menurutnya sangat lucu.
Zhu Tian juga tertawa kecil karena lelucon yang dilemparkan Alice kepada semua orang yang akan melakukan peperangan.
Aldi berbalik melihat semua pasukan Seven Soul yang berdiri tegap dibelakangnya. "Seperti biasa, tidak ada yang diizinkan mati. Semua, Serang!" teriak Aldi dengan nada penuh semangat.
Semua orang berlari menuju istana Kerajaan Bima Sakti dengan kecepatan Sedang. Alice yang menjadi pemimpin jalan diikuti Nur Andi, Zhu Tian, dan Aldi.
Disisi lain Andreas sudah sampai di Kerajaan Bima Sakti, dia sedang menyusul kedalam istana untuk mengambil senjatanya.
Namun setelah masuk kedalam ruang penyimpanan, dia menemukan bahwa ruangan tersebut sudah di kuras habis.
"Siapa yang bisa membuka simbol rahasiaku?" kata Andreas kebingungan.
Seorang wanita berambut merah dengan bibir warna hitam pekat muncul didepan pintu siang rahasia. Dia adalah Dewi yang berhasil membongkar simbol ruang rahasia.
"Ayah, semua harta sudah aku ambil. Sekarang waktunya kamu tidur tenang!" kata Dewi sambil melempar Tombak Katulistiwa.
Tombak tersebut adalah peninggalan dari nenek moyang keluarga Andreas.
Melihat serangan Dewi, Andreas langsung menghindar dengan sekuat tenang. Akhirnya Andreas berhasil selamat dari serangan Dewi.
"Anak Durhaka, apa kamu tidak ingat aku membesarkan kalian seorang diri!" teriak Andreas dengan mata terbuka lebar.
Dia merasakan kehadiran Angelina dibelakang pintu ruangan rahasia. Dia bersiap menyerang ketika Andreas mencoba berlari dari ruangan.
"Sejak kapan kamu menganggap kami sebagai anak?" kata Angelina keluar dari tempat persembunyiannya.
"Aku pikir anaknya hanya Alice," sahut Dewi dengan ekspresi jijik.
Keduanya merasa dicampakkan ketika Alice lahir. Bahkan ketika putri keduanya mati di tangan Pangeran Kerajaan Mata Hitam, Andreas tidak melakukan serangan penuh.
Dia hanya mengerahkan beberapa pasukan untuk melakukan peperangan skala menengah. Bahkan peperangan tidak menghasilkan sesuatu yang besar.
"Kalian salah paham," kata Andreas sambil mencoba menjelaskan kebenaran.
Andreas selalu melindungi Alice karena memiliki seekor monster besar warisan ibunya. Jika monster tersebut keluar dengan paksa, maka seluruh Kerajaan Bima Sakti akan mengalami musibah besar.
Monster tersebut sebenarnya sudah diwariskan kedalam tubuh Aldi. Dia adalah Kitty, Alice berhasil menyegel ingatan Kitty supaya Aldi tidak mengetahui kebenaran bahwa monster tersebut adalah sumber kekacauan alam semesta.
Sayangnya Andreas tidak mengetahui kebenaran tersebut, dia hanya mengetahui bahwa monster yang dimaksud istrinya masih dalam tubuh Alice.
Namun Dewi dan Angelina yang terlanjur sakit hati tidak menerima alasan apapun. Mereka berdua pekerja sama untuk membunuh Andreas.
Ling Tong muncul untuk menolong Andreas yang sedang kesusahan. Dengan serangan telapak tangan, dia menghentikan serangan Dewi dan Angelina.
"Sungguh bodoh, seorang putri ingin membunuh ayahnya!" kata Ling Tong mencibir.
"Apa kamu pikir aku tidak tahu bahwa, ibu permaisuri telah dibunuh oleh pembunuh bayaran keluargamu!" kata Dewi mengungkapkan tujuan Ling Tong ingin menikahi Alice.
Angelina yang mendengar perkataan Dewi sedikit tidak percaya karena dialah yang menyusu Ling Tong segera menikahi ibunya.
Alasan Kincir Angin bergerak menyerbu Kerajaan Bima Sakti karena adanya kepentingan politik antara keluarga Ling Tong dan Raja Kincir Angin.
Sampai akhirnya semua terjadi dan Andreas tidak dapat menyelamatkan istrinya.
Suara tawa terdengar keras, dia adalah Abraham yang telah muncul di belakang Dewi.
"Sungguh wanita yang cerdas, tetapi mengetahui informasi terlalu banyak dapat membahayakan nyawamu!" kata Abraham dengan santai.
"Sungguh ancaman yang sangat menakutkan. Namun aku tidak akan mati bahkan jika seluruh pasukan Kincir Angin mengepungku!" kata Dewi dengan penuh percaya diri.
Dia memiliki dukungan dari organisasi perompak Galaksi yang sangat kuat. Bahkan Andreas tidak akan bisa mengalahkan salah satu jendral mereka.
Melihat kesombongan Dewi, Abraham langsung mengeluarkan serangan terkuatnya untuk membunuh Dewi.
Namun siapa sangka ada seorang pria berpakaian hijau memblokir serangan Abraham dengan tangan kirinya.