
Aldi dan kawan-kawan kembali ke Ibu Kota Bandar.
"Hoon, sekarang tugasmu mencari informasi tentang masyarakat Seminggu Rahasia di Kediri dan sekitarnya," perintah Aldi sambil melemparkan simbol.
Simbol itu merupakan simbol penanda, jadi dia dapat mengirim transmisi suara langsung ke Aldi.
Simbol yang diberikan jika akan membantunya dalam penerobosan.
"Leo, karena persepsimu adalah yang tertinggi setelah Haise, maka kau akan mencari pasukan untuk dilatih," kata Aldi memerintah Leo sangat kucing.
Aldi merasa bahwa dia memerlukan pasukan kusus untuk menjaga orang terdekatnya.
Ia merasakan itu ketika perang dengan Red Cape, jumlah merupakan salah satu hal penting dalam dunia ini.
Aldi juga mengistruksikan untuk mencari Anak berumur 10 tahun kebawah. Dia mengedepankan kekesetiaan daripada bakat. Aldi juga menjelaskan bahwa dirinya bukanlah orang berbakat, tapi dengan kerja keras dan pengetahuan membuatnya seperti ini.
"Shie aku mendapat pesan bahwa ujian tahun terkahir kita di Sekolah Menengah akan dilakukan bulan depan," kata Aldi melirik Shie yang sedang membenarkan topi kesayangannya.
Mereka berdua menuju rumah yang berada ditengah hutan, yang dibeli Aldi sebelum perang melawan Red Cape.
"Sudah setahun aku tidak membersihkan tempat ini," ucap Aldi melihat rumahnya sangat kotor
Shie tidak mengatakan apapun, dia mengambil sapu dan memakai masker di sakunya, dan membersihkan segala tempat.
Rumah itu memiliki panjang 10 meter dan lebar 30 meter. Mereka membersihkan rumah yang cukup besar hanya berdua.
"Shie aku akan menerobos ke tingkat 7, aku ingin kau mengambil benda ini," kata Aldi menyerahkan sebuah batu misterius.
"Apa, kau sudah akan menuju tingkat 7, ini tidak adil bagaimana kau bisa sangat cepat?" kata Shie tekejut.
"Aku mempunyai banyak cara untuk meningkatkan tubuh dan kekuatanku, wajar jika perkembanganku sangat cepat," jawab Aldi dengan senyum ringan.
"Batu itu merupakan formasi misterius yang dapat menyerap energi lebih, jadi dapat membantumu meningkat lebih cepat," lanjutnya sambil menunjukkan batu misterius lagi.
Shie mengambil batu itu dan mengedarkan Teknik Prinsip Jiwa. "Apa kecepatanku menyerap dua kali dari keadaan normal."
"Masih banyak hal yang belum aku ungkapkan, sebenarnya meningkat tahap demi tahap merupakan jalan terbaik dalam budidaya beladiri," kata Aldi.
"Tapi kita tidak mempunyai cukup waktu sekarang ... tahun depan aku berharap kau mencapai tingkat 7," lanjutnya dengan senyum ringan.
Batu misterius itu didapatkan Shen Haise dari markas Red Cape. Aldi hanya memberikan pecahan kecil dari batu misterius yang dia punya.
Aldi ingin Shie tumbuh tahap demi tahap agar membangun pondasi yang mengerikan untuk Tubuh Naganya.
Shie berlatih dengan keras seperti biasanya. Aldi menuju gunung di tengah hutan.
"Setelah menelusuri wilayah ini, aku yakin tidak ada penduduk yang tinggal disekitar sini," gumam Aldi.
Dia duduk di tengah padang rumput. Angin mulai menghembus pelan membuat rumput disekitar bergoyang.
Langit mulai ditutupi awan hitam yang sangat mengerikan.
Setelah 1 hari langit di tutupi oleh awan hitam, Hujan akhirnya turun didampingi petir yang menyambar ke segala arah.
Petir pertama menyambar Aldi, tapi itu tidak dapat membuatnya bergerak.
Setelah 2 hari berjalan akhirnya Petir terkhir akan turun.
"Hah ..." ucap Aldi tekejut melihat Petir yang akan menyambarnya.
"Ini gila, dengan kekuatanku sekarang sangat sulit menahan Petir Kuno," teriak Aldi sedikit ada jejak frustasi di wajahnya.
Shen Haise juga merasakan tekanan yang mengerikan dari Petir Kuno itu.
Petir yang sangat kecil menghantao tubuh Aldi. "Arrhg," ucap Aldi menahan sakit.
Semua pakaian Aldi hancur tidak bersisa, sedangkan tubuhnya hangus terbakar.
Sambaran petir membuat lubang besar di sekitar Aldi. Tubuhnya sekarang berada di salah satu lubang itu.
Aldi membuka matanya setelah 1 minggu berlalu. Ia menyembuhkan dirinya menggunakan teknik Prinsip Jiwa.
"Apa itu Aldi?" tanya Shen Haise melihat sambaran petir yang sangat mengerikan, bahkan dunia rohnya terguncang hebat.
"Itu disebut Petir Kuno, siapapun yang menerima hukum ilahi petir itu, maka orang tersebut terlalu menentang surga," jawab Aldi dengan ekspresi serius.
Dia tidak ingin terlalu di perhatikan surga, karena itu dia memutuskan untuk menghambat laju kekuatannya.
Karena Stikmata, Aldi langsung berada pada tingkat 7 Puncak. Dengan itu ia setara dengan pembudidaya tingkat Setengah Langit.
Leo yang sedang mencari anak berpotensi kaget dengan perkembangan kekuatannya. "Gila, sekarang Bos tingkat Setengah Langit."
Dengan kekuatannya sekarang, mencari Anak berpotensi sangat mudah.
Aldi kembali kerumah, ia melihat Shie yang sedang meningkatkan kekuatannya. "Gila, dia sudah menjapai tingkat 5 Akhir."
Aldi tidak menggangu, ia hanya berjalan ke lamar untuk beristirahat sambil menstabilkan kekuatannya.
Matahari sudah terbit, cuaca hari ini sangat cerah. Ujian sekolah akan dilaksanakan hari ini.
"Aldi, kapan kita berangkat," tanya Shie.
"Sekarang, tapi gunakan topimu, aku tidak ingin kita terlambat hanya karena fansmu menghalangi," kata Aldi dengan senyum lebar.
Ujian Sekolah Menengah akan dilakukan dalam 1 hari penuh. Aldi dan Shie sudah 4 tahun di sekolah, tapi mereka memasuki sekolah di pertengahan tahun, jadi ini merupakan tahun terakhir mereka.
Mereka berdua merupakan jenius yang mengerikan, mengerjakan satu pata pelajaran hanya membutuhkan 30 menit dari 90 menit waktu pengerjaan.
Hasil ujian keluar, seperti biasa Shie menempati posisi pertama, sedangkan Aldi berada di posisi 59.
Mereka menuju kerumah keluarga Hardiman.
"Wow, mereka dalam setahun sudah sekaya ini," ucap Shie melihat gerbang emas di depannya.
"Haha, kau juga dapat membangunnya jika mau," ucap Aldi sambil tertawa.
Seorang penjaga menggantikan mereka. "Kenap kalian disini?" tanya penjaga dengan tegas.
"Kami bersaudara ingin mengunjungi Simon Hardiman," kata Aldi tersenyum ramah.
"Tidak ada orang bernama Simon Hardiman," jawabnya dengan tegas.
Senyum Aldi mulai menghilang. "Bagaimana dengan Amir Hardiman?"
"Kepala keluarga sedang sibuk dia tidak bisa ditemui," jawab sang penjaga.
Aldi berkata, "Baiklah, sampaikan salam —"
"Aldi, sudah sangat lama kau tidak berkunjung," kata Samsul Hardiman yang tiba-tiba datang.
Aldi memandang Samsul Hardiman, ia berkata, "Kakek Samsul apa yang terjadi?"
Samsung Hardiman menjelaskan semua hal yang terjadi setelah perang melawan Red Cape.
Sekarang masyarakat Semi Rahasia mulai bergandeng tangan dengan para pemimpin negara. Mereka tidak ingin kecolongan seperti Red Cape yang dihancurkan oleh seorang manusia kalangan bawah.
Sedangkan untuk Simon Hardiman, dia dibawa seseorang dari masyarakat Semi Rahasia untuk dijadikan murid.
Dengan Simon Hardiman dijadikan murid, keluarga Hardiman sekarang berkembang pesat dengan dukungan Simon.
Semua anggota keluarga diharuskan untuk tidak menyebutkan Simon Hardiman, hal itu dilakukan agar masyarakat Semi Rahasia tidak menargetkan keluarga Hardiman.
"Aku mengerti, Kek," kata Aldi sambil tersenyum ringan khasnya.
"Aku akan memanggil Amir," ucap Samsul Hardiman.
Aldi berkata, "Tidak perlu, Kek, kita hanya ingin melihat keadaan keluarga Hardiman."
Setelah salam perpisahan, Samsul Hardiman berpaling ke penjaga yang menghentikan Aldi dan Shie. "Dia adalah Shen Zero, lebih baik jangan mempersulitnya lagi," katanya dengan pelan
Penjaga itu bergetar ketakutan, ia tau siapa Shen Zero. Prestasinya sangat mengejutkan, ia dapat menghancurkan Red Cape yang sangat kuat.