
Medan perang dibersihkan oleh pasukan Kerajaan Bima Sakti. Sedangkan Seven Soul langsung masuk ke Dunia Buatan untuk menyembuhkan diri.
Peperangan melawan Revi membuat Aldi menyadari sesuatu, pembudidaya kuat harus dilawan dengan orang kuat.
Walaupun 100 ribu pasukan Seven Soul dilengkapi dengan peralatan canggih, mereka masih mengalami luka serius.
Bahkan 7 ribu diantaranya tidak dapat menggerakkan badannya. Semua ototnya kaku karena energi kematian.
Walaupun kebal terhadap energi kematian, ketika konsentrasi dan tubuhnya lemah masih ada kemungkinan terinfeksi.
Energi kematian adalah salah satu energi paling menyakitkan. Jadi para anggota inti yang terkena Energi Kematian akan sangat kesakitan.
20 ribu prajurit telah terluka parah, mereka tidak dapat menyembuhkan diri dalam waktu dekat. Setidaknya butuh satu tahun untuk sembuh sepenuhnya.
50 ribu luka sedang. Mereka masih dapat bertarung, tetapi konsentrasi dan kekuatan tubuhnya tidak dapat digunakan secara maksimal.
Sedangkan yang lainnya luka ringan. Bisa dibilang semua pasukan Seven Soul terluka, tetapi beberapa terlihat tanpa luka.
"Raja Mulawarman, apa pendapatmu tentang pertarungan tadi?" tanya Aldi melihat Raja Mulawarman yang melihat dengan tatapan serius.
"Semua pergerakan pasukan kita sudah terbaik, tetapi ada sesuatu yang salah. Pastinya bukan dari kekuatan kita, melainkan dari kekuatan musuh," jawab Raja Mulawarman sambil mengerutkan kening.
"Aku tahu maksudmu. Musuh yang kita lawan sebelumnya adalah salah satu penjaga Neraka yang mempunyai Energi Kematian yang menakutkan."
Aldi jelaskan setiap detail Energi Kematian. Dia ingin membagikan informasi tentang Energi kematian yang dapat membunuh manusia tanpa menyentuh.
Ketrampilan tersebut sama seperti teknik penyerapan jiwa. Bedanya ada di cara penyerapan, jika Energi Kematian akan memakan manusia tanpa kesakitan. Karena hanya raganya yang diserap.
Sedangkan pasukan Seven Soul menyerap raga dan jiwa seseorang. Makanya setiap kali musuh menerima teknik tersebut, mereka selalu berteriak karena kesakitan.
"Kemana perginya Zhu Tian?" tanya Aldi melirik Mahesa.
"Dia berlari ke arah selatan sambil membawa Jiwa Penasaran," jawab Mahesa sedikit menyesal. Namun itulah kenyataan yang harus Aldi tanggung.
"Baiklah, biarkan dia. Sekarang kita fokus melindungi keluarga, serangan Rocky telah memancing berbagai kekuatan. Sudah saatnya bersembunyi untuk sementara."
Aldi memberikan perintah kepada semua anggota Seven Soul untuk berfokus berlatih di Dunia Buatan. Sedangkan pemantauan diluar akan dilakukan Kim bersaudara dan Mahesa.
Mereka bertiga adalah tim yang sangat cocok untuk menyelidiki keadaan sekitar.
Setelah beberapa hari Kerajaan Bima Sakti telah dikepung oleh berbagai kekuatan. Mereka menganggap bahwa Kerajaan Bima Sakti yang melakukan serangan tersebut.
Andreas adalah orang paling pusing. Dia tidak hanya memikirkan keselamatan rakyatnya, tetapi juga harus menyelamatkan dirinya dari kepungan para pembudidaya kuat.
Setidaknya ada 5 kekuatan yang sedang mengepungnya.
"Josua, mengapa Seven Soul belum melakukan pergerakan?" tanya Andreas.
"Seven Soul sudah mengerahkan 100 ribu prajurit Immortal Kapten. Mereka membutuhkan waktu untuk menyembuhkan diri."
Josua adalah orang yang cerdas, dia dapat menebak situasi terkini pasukan Seven Soul. Sayangnya dia belum mengetahui seberapa mengerikannya pasukan Seven Soul.
Jumlah pasukan tidak hanya 100 juta, melainkan lebih dari 700 juta pasukan siap menyerang jika diperlukan.
Namun Aldi ingin menyembunyikan kekuatannya sebelum para pemeran utama turun tangan dalam medan perang.
"Mengapa mereka mengepung kita tanpa alasan?" gumam Andreas kebingungan.
Suaranya terdengar Josua di sebelahnya. "Sebenarnya Langit dan Neraka sudah mulai menjatuhkan hukuman kepada kita. Sudah waktunya Kerajaan Bima Sakti jatuh, tetapi keberadaan Seven Soul membuat kita bertahan!" katanya dengan tegas.
"Kamu benar, jika Seven Soul tidak membantu kita tempo hari, sudah dipastikan Kerajaan Bima Sakti akan runtuh." Andreas menghela nafas panjang.
Galaksi Kincir Angin telah mulai bergerak dengan kepemimpinan Doran. Mereka berhasil menemukan Dominik dan Opik dalam keadaan baik.
Opik melarang Dominik mengatakan tentang kekuatan terbarunya. Dia hanya ingin balas dendam dengan caranya sendiri.
Sekarang dia berada di Immortal Perang tahap 1 serta tubuh kematian setara Immortal Perang tahap 8. Dia tidak akan mudah dikalahkan oleh kepungan prajurit seperti sebelumnya.
"Tuan, biarkan aku mengunjungi Organisasi Perompak Galaksi di Kota Bekasi," kata Opik dengan suara serak.
"Baiklah, tetapi kembalilah dengan selamat. Kami juga memiliki kekuatan untuk menyerangnya!" kata Dominik sambil mengepalkan tangan. Dia teringat hinaan yang telah dialaminya.
Disisi lain Aldi sedang membuat persiapan untuk mendatangi Galaksi Mata Hitam, dia ingin menemukan sebuah jurang yang dapat memancarkan energi kematian.
Menurut ingatan Revi, jurang tersebut adalah salah satu pintu menuju Neraka. Disitu ada banyak harta yang tidak dapat diambil oleh manusia biasa.
"Shen Qiu, bagaimana keadaan kapal dimensi milik kita?" tanya Aldi.
"Semua sudah selesai diperbaiki, tetapi butuh beberapa waktu untuk mengisi bahan bakar," jawab Shen Qiu yang telah berhasil menyelesaikan kapal Dimensi.
Dengan ingatan Chu Feng dan Alexander membuat kapal Dimensi bukan sesuatu yang sulit. Aldi menyerahkan pekerjaan kasar kepada Shen Qiu dan tim.
Sedangkan detail desain dari Aldi sendiri. Bahkan simbol khusus untuk menguatkan dibuat Aldi secara pribadi.
Bukan karena dia tidak percaya dengan Shen Er, tetapi Celah Dimensi tidak bisa dianggap remeh. Jika kapal meledak di celah dimensi, kemungkinan kecil bisa selamat.
Untuk menjelajahi Dimensi, Aldi harus melewati Celah Dimensi.
"Segera siapkan kalap Dimensi, kita akan menuju Galaksi Mata Hitam untuk menemukan Jurang Kematian yang dimaksud Revi!" kata Aldi dengan ekspresi serius.
Jika ingatan Revi benar, maka benda yang tersimpan di Jurang Kematian akan sangat membantu perkembangan Seven Soul.
Aldi dapat menggunakan sebuah trik untuk mencuri Jiwa dari Neraka dan memperkuat pasukan Seven Soul.
Neraka sudah menyerangnya dengan mengutus Revi, jadi tidak ada alasan untuk melakukan perdamaian dengan mereka.
Dalam beberapa hari kapal Dimensi siap digunakan, Aldi membawa 15 orang untuk mengunjungi Galaksi Mata Hitam.
Mereka adalah Shie, Leo, Shen Haise, Raja Mulawarman, Lembuswana, Nezha, Sikong Yu, Shen Yi, Shen San, Shen Qiu, Nur Andi, Alice, Park Jimin, Bojong, dan Grock.
Aldi tidak mengajak empat penjaga arah mata angin karena sedang fokus melakukan penerobosan. Jadi lebih baik tidak mengganggu.
Dalam kapal Dimensi, Aldi melihat Shie yang sudah sembuh sepenuhnya. "Bagaimana keadaan mu, Shie?" tanya Aldi.
"Semua sudah sembuh. Bahkan aku merasa kekuatan naga dalam tubuhku mulai berkembang!" kata Shie dengan penuh semangat. Dia tidak tahu alasan tubuh naga berkembang karena teknik modifikasi sempurna milik Aldi.
"Baiklah, jangan malas berlatih. Aku berharap banyak pada dirimu," kata Aldi sambil tersenyum. Mereka sudah bersama sejak kecil jadi sudah sewajarnya mempunyai ikatan lebih.
Dengan satu tombol, Aldi menyalakan mesin Kapal Dimensi canggih milik Seven Soul. "Kita akan melewati Celah Dimensi, jangan ada yang melepaskan aura didalamnya. Hal itu dapat memancing para mahluk kuat mendatangi kita!" kata Aldi memberi peringatan.
Celah Dimensi adalah salah satu gerbang menuju Alam Semesta, jadi seberapa luasnya tidak ada yang tahu. Bahkan Chu Feng yang sudah mengelilingi Alam Semesta tidak dapat menemukan ujung Celah Dimensi.
"Ayo pergi!" kata Aldi menarik pegasnya untuk membuat kapal maju. Sebuah gerbang keluar dari depan kapal, itu adalah simbol untuk membuka Celah Dimensi.
Dengan kecepatan tinggi Kapal Dimensi milik Seven Soul berlayar menuju Celah Dimensi. Mereka hanya membutuhkan beberapa jam untuk sampai di Galaksi Mata Hitam.
Bukan karena Kapal Dimensi cepat, tetapi karena keanehan waktu di Celah Dimensi.
"Kita sudah sampai. Sekarang kita akan membagi tim menjadi 4 kelompok yang menuju arah berbeda. Aku sudah menjelaskan ciri khusus Jurang Kematian, jika kalian gunakan telepati Prinsip Jiwa," kata Aldi sebelum semua pasukan berpencar.
Aldi akan bersama dengan Nur Andi, Alice, dan Shen Haise. Meraka menuju arah Utara, sedangkan lainnya akan menuju arah berbeda.
Sebelum mencari cukup jauh, Aldi kelompok masuk ke sebuah kota dengan jumlah penduduk yang cukup banyak.
Sekitar 100 ribu orang berkeliaran dalam kota, artinya Aldi dan tim bisa masuk tanpa ketahuan.
Sistem dalam Galaksi Mata Hitam hampir sama dengan Galaksi lainnya. Siapa yang kuat, dia akan berkuasa.
Pemilik Kota memiliki kekuatan setara Immortal Leluhur, dia menjadi pemilik karena mengalahkan penguasa sebelumnya.
Sayangnya, informasi tentang Jurang Kematian tidak dapat ditemukan dengan bertanya kepada orang awam.
"Disini banyak orang kuat berkeliaran," kata Nur Andi yang tidak pernah melihat seorang Immortal Hitam menjadi seorang pelayan restoran.
Alice menggelengkan kepala. "Sungguh orang pedesaan," katanya dengan nada bercanda. Dalam Galaksi Andromeda juga tidak terlalu wajar melihat Immortal Hitam menjadi seroang pelayan.
Dia hanya sedikit bergaya supaya terlihat hebat didepan Aldi.
Namun siapa sangka Aldi malah membela ayahnya. "Sungguh tidak wajar melihat seorang Immortal Hitam menjadi seroang pelayan."