
Pertarungan Shen Haise dan kedua orang itu di kendalikan Shen Haise.
Silvia Horizon yang melihat kejadian ini menggelengkan kepala. "Sepertinya kehadiran kita tidak dibutuhkan disini."
"Shen Haise saja sudah cukup mengurus mereka semua," ucap Ye Mo pelan.
"Belum tentu, Shen Zero merupakan orang yang cerdas aku yakin dia mempunyai maksud trsembunyi," sahut Agung Sutjipto.
Perang bergulir dengan kendali penuh pihak keluarga Lee.
Shie yang menghadapi beberapa pembudidaya tingkat Langit mulai tertawa. "Haise, sudah serius tidak baik kita menyimpan kekuatan."
Shie mengeluarkan sarung tangan perang khusus. Selama ini ia bertarung menggunakan tangan kosong dan sesekali menggunakan pedang.
Benda itu adalah sarung tangan yang dibuat dari batu misterius sama seperti Shen Haise.
Semua pasukan Shadow Blade juga mengeluarkan pedang jenis kilij yang sama seperti Shen Haise.
Mereka juga mengenakan baju perang khusus yang dibuat Aldi. Baju itu berwana hitam ditambah corak emas yang memancarkan kemegahan serta logo pedang berwarna ungu didadanya.
Shen Haise, Shie, dan Kim Hoon mengenakan baju yang sama.
"Hancurkan!" teriak Shie dengan penuh semangat.
Dalam waktu singkat 10 ribu pasukan berkurang 50%, tanpa ada korban jiwa di pihak lawan.
"Mundur!" teriak Wijaya yang terluka cukup parah.
Semua pasukan Zero Wing segera mundur, mereka tidak bisa melanjutkan peperangan dengan mental yang sudah rusak seperti ini.
Hasil perang ini sangat mengejutkan semua pihak. Setelah berita perang antara Zero Wing dan keluarga Lee bocor. Banyak pengintai di segala arah.
Mereka tidak percaya ketika Zero Wing ditambah pasukan dari Blood Axe dipukul mundur.
Shie yang memimpin pasukan juga mengatakan untuk mundur. Stamina pasukan Shadow Blade sudah terkuras habis.
Hanya dengan Shen Haise yang memiliki pasukan bayangan ditambah 50 orang pasukan Shadow Blade, mereka dapat memukul 10 ribu pasukan musuh.
"Segera pulihkan kekuatan, pasukan Rostov sedang menyiapkan formasi untuk peperangan selanjutnya. Dengan tambahan tenaga pasukan Rostov kita akan menang di gelombang selanjutnya," kata Shie dengan penuh semangat.
Semangatnya menyalurkan energi positif kepada semua pasukan yang hadir.
Shen Haise tidak dalam keadaan terbaiknya lukanya tidak lebih rendah dari Wijaya dan Zebra.
Untungnya dia mempunyai Simbol khusus untuk memasuki Dunia Buatan. Dengan waktu tambahan di Dunia Buatan dia mempunyai persentase kesembuhan lebih besar.
Disisi lain Wijaya yang memiliki luka parah meraung karena marah. "Sial, Wanita Iblis!"
Zebra yang mempunyai kekuatan dibawahnya mempunyai luka lebih parah, sehingga ia tidak mempunyai tenaga untuk mengeluh.
Suara Lelaki Tua tersengar. "Sepertinya kau sedang tertekan Wijaya." Itu adalah suara Leluhur Black Mamba, Alison Mamba.
"Alison Mamba, kau sedang mengejek ku?" kata Wijaya dengan nada tinggi.
Alison Mamba tertawa mendengar tanggapan Wijaya yang marah. "Tidak, aku disini ingin mengajukan kerja sama. Shen Zero dan Black Mamba sudah memiliki permusuhan tempo hari!"
"Kau terlalu lemah Alison, aku yang memiliki kekuatan Mortal tahap 2 saja tidak memiliki kesempatan," ejek Wijaya.
Alison Mamba menjawab dengan santai, "Aku menyewa orang dari Organisasi Hantu. Mereka mempunyai kekuatan tingkat Mortal tahap 6 ... Shen Haise memang kuat tapi menghadapi 9 pembudidaya Mortal tahap 6 adalah mustahil."
Wijaya melihat keseriusan Alison Mamba. Untuk menyewa pembudidaya sekuat itu dari Organisasi Hantu membutuhkan harta yang tidak sedikit.
Organisasi Hantu bergerak di bidang penyewaan pasukan. Mereka setara dengan masyarakat Semi Rahasia tingkat Tinggi.
Dengan 10 ribu koin emas hanya dapat menyewa pembudidaya tingkat Langit. Sedangkan untuk pembudidaya tingkat Mortal tidak dapat di sewa dengan emas.
Black Mamba menyewa 1000 pembudidaya tingkat Langit ditambah 9 tingkat Mortal. Dilihat dari 1000 pembudidaya tingkat Langit saja mereka sudah menghabiskan 10 juta emas.
Kekayaan yang sangat besar dihabiskan untuk perang kali ini. Black Mamba tidak ingin misi kali ini gagal.
Mereka mengerahkan 100% pasukannya ke medan perang. Jumlah anggota Black Mamba adalah 100 ribu pasukan paling lemah di tingkat Jingga.
Wijaya terkejut dengan jumlah pasukan Black Mamba. Hanya untuk menyingkirkan Shen Zero mereka mengerahkan kemampuan penuh.
Blood Axe sudah tidak ingin memperpanjang masalah dengan Shen Zero, Wijaya adalah orang terakhir yang mereka kirim.
Kalah ataupun menang mereka tidak peduli dengan hasil akhir. Blood Axe hanya memerintahkan untuk membantu Zero Wing.
Wijaya setuju dengan kerjasama yang diajukan Alison Mamba. Mereka membahas strategi untuk menghancurkan pasukan Shen Zero.
3 hari berlalu dengan cepat, persiapan pasukan Wijaya dan Alison Mamba sudah siap.
Disisi lain pasukan Ye Mo dan Dedly Blade masih setia menunggu gelombang perang selanjutnya.
"Apa Zero Wing sudah menyerah?" tanya Bella Horizon.
"Tidak mungkin, pasti mereka sedang menyiapkan rencana licik," jawab Silvia Horizon.
Ye Mo melirik mereka, "Shen Zero terlalu khawatir dengan pasukannya."
Silvia Horizon tidak memiliki komentar dengan pernyataan itu. Ia juga merasa bahwa ada sesuatu yang salah dari perang ini.
Pasukan Wijaya mulai bergerak dari bayang-bayang. Mereka meletakkan sebuah batu disetiap sudut medan perang.
Melihat kejadian itu Mahesha menanggapi, "Seperti yang bos katakan. Mereka mulai menggunakan racun ketika terpojok. Kali ini kita tidak dapat melawan secara langsung, segera minum pil yang sudah disiapkan."
Semua pasukan termasuk Shie dan Kimm Hoon memakan pil khusus penangkal segala racun. Tubuh Shie memang sangat kuat tapi dengan memakan pil akan meningkatkan kekebalannya. Tidak ada salahnya untuk memakan pil untuk berjaga.
"Pasukan Rostov, bagaimana formasi yang disusun?" tanya Shie. Ia merupakan jendral di peperangan ini.
"Kita sudah siap!" jawab Sie Rostov tegas.
Shie mengambil pasukan Rostov yang mempunyai kekuatan diatas tingkat Hitam. Total ada 130 orang yang bergabung di gelombang perang kali ini.
"Ingat kata Aldi, ia tidak mengijinkan kalian untuk mati, simbol ketulusan di jiwa kalian adalah buktinya. Bahkan jika kalian mati akan menjadi Roh pasukan Shen Zero!" kata Shie tegas.
Shen Haise belum keluar dari Dunia Buatan, ia membutuhkan sedikit waktu tambahan untuk sembuh sepenuhnya.
Perang dimulai dengan pertemuan kecil antara pasukan, para jendral perang tidak ada yang terlibat.
Shadow Blade menunjukkan kekuatan mereka, tidak ada satupun orang yang kalah dipihaknya.
Wijaya melihat keadaan sekitar, ia tersenyum aneh, "Lepaskan Formasi!"
Cahaya berwarna hijau muncul dilangit. Gas beracun mulai menggerogoti semua pasukan tidak memandang kawan ataupun lawan.
Pasukan Shadow Blade masih berdiri tegak tidak terpengaruh sedikitpun.
Silvia Horizon telah diberi pil khusus untuk menangkal racun dari Aldi.
"Jadi ini tujuannya memberi kami pil khusus penangkal racun. Sudah aku duga Shen Zero merupakan orang yang sangat cerdas," kata Silvia Horizon.
Shen Haise keluar setelah lukanya sembuh sepenuhnya. "Bagaimana keadaannya?" tanya Shen Haise.
"Semua dalam kendali. Seperti yang Aldi katakan, mereka menggunakan racun," jawab Shie tenang.
Disisi lain Wijaya dan Alison terkejut ketika melihat pasukan musuh tidak panik sama sekali.
Akhirnya Black Mamba segera menunjukkan diri. Wijaya, Zebra, dan Alison Mamba menuju medan perang.
"Shen Haise pertarungan sebelumnya kita seri, kali ini aku akan menang," ucap Wijaya dengan nada tinggi.
Shen Haise tidak menanggapi, dia mengeluarkan 500 pasukan bayangan.
Alison tidak mau kalah, ia memanggil 1450 pasukan tingkat langsung. Itu adalah pasukan gabungan antara Organisasi Hantu dan Black Mamba.
"Aku tidak menyangka Black Mamba mempunyai kekuatan seperti ini," ucap Ye Mo heran.
1450 pasukan tingkat langit hanyalah mainan anak-anak bagi 500 pasukan bayangan.
Pertempuran akhirnya pecah, Shen Haise melawan 3 pembudidaya tingkat Mortal. Dia masih mempunyai sedikit kesempatan untuk memenangkan pertarungan dengan senjata dan baju khususnya.
Saat melihat pasukan Black Mamba yang tidak ada habisnya, Silvia Horizon akhirnya menanggapi, "Sekarang saatnya kita bergerak, blokir sekuat tenaga pasukan Black Mamba!"
"Aku tau Shen Zero merupakan orang yang istimewa," kata Agung Sutjipto.
Ye Mo hanya tertawa, ia tidak menyangka Shen Zero sudah menyiapkan skema perang yang sangat cantik.
Shie berteriak, "Lepaskan Formasi!"
Sebuah formasi berwana kuning tampak di langit, formasi itu dapat menyembuhkan dan meningkatkan kekuatan pasukan yang memiliki logo pedang berwarna ungu.
Pasukan Rostov juga mengenakan baju dan senjata khusus.
Perang masih dipegang pihak Shie, mereka melaju ke jantung pasukan musuh dengan sangat mudah.
Ketika mereka merasa bahwa pertempuran akan dimenangkan, ada 9 orang berbaju hitam terbang di langit.
Shen Haise yang memiliki pengalaman yang luas merasa terkejut. Dia tidak menyangka bahwa 9 pasukan tingkat Mortal tahap 6 bergabung dalam perang.
"Shen Haise cepat panggil Shen Zero, jika tidak kau akan mati ditempat ini," kata Alison Mamba penuh percaya diri.