
Aldi di dalam gua dengan petir yang puluhan kali lebih mengerikan daripada sebelumnya.
Tubuh Tahta Raja seperti seekor singa yang kelaparan, dia menyerap semua energi dari petir hukuman.
Kitty yang berada dalam tubuhnya tidak percaya dengan petir hukuman yang diterima Aldi.
"Kamu Gila, petir seperti itu seharusnya tidak dapat di terima manusia biasa!" kata Kitty yang berada di alam bawah sadar Aldi.
Hari demi hari berlalu dengan cepat, Aldi membuka matanya sambil berteriak keras.
"Akhirnya aku berhasil menerobos peringkat 15," gumam Aldi sambil mengepalkan tangannya.
Kitty yang sudah sering melihat terobosan Aldi masih tidak mengerti jenis kekuatan yang telah dikembangkannya.
Tanpa menunggu lama, Aldi langsung terbang menuju gua kematian untuk membuka Gerbang Dunia Buatan.
Ketika dalam perjalanan Aldi bertemu Andri yang sedang mencari keberadaan Jerry.
"Shen Zero, sudah lama aku tidak melihatmu," kata Andri dengan senyum di bibirnya.
"Andri, aku sedang mengasingkan diri untuk mendapat pencerahan ilmu beladiri."
Tanpa peringatan Andri langsung menyerang Aldi karena melihat ada 10 pil penyembuhan kelas tinggi.
Dia ingin merebutnya karena sudah memastikan bahwa Aldi bukan seorang putra Mahkota.
Aldi mengerutkan kening ketika melihat Andri menyerang dengan kedua tangannya.
"Kamu terlalu sombong!" kata Aldi menggerakkan tangannya untuk membalas serangan Andri.
Aldi sekarang setara dengan pembudidaya tingkat Penguasaan, tetapi tubuhnya sudah berada di tingkat Immortal Putih.
Mengandalkan kekuatan Tahta Raja, Aldi melawan dengan penuh semangat. Ketika kelelahan, tanpa ragu Aldi mengkonsumsi pil penyembuhan.
Pertarungan berat sebelah, Aldi seperti manusia yang tidak akan perah kehabisan energi. Sedangkan energi Andri semakin menipis.
Melihat kelainan tersebut, Andri memilih untuk kabur. Namun Aldi dengan cepat melemparkan simbol tangan untuk mengurung mereka berdua.
"Jangan pernah berpikir untuk kabur setelah menyerang pangeran ini!" kata Aldi sambil mengangkat sudut bibirnya.
Tanpa menggunakan energi murni, Aldi menyerang dengan kekuatan tubuhnya. Andri sangat tersisa dengan serangan Aldi yang tidak pernah berhenti.
Hingga akhirnya Aldi menggunakan tangan hayalan untuk menyerap Jiwa Andri yang telah berani menyerangnya.
"Shen Zero, kita tidak memiliki permusuhan yang terlalu dalam. Semua ini hanya salah pahaman," kata Andri dengan nada panik.
Dia tidak pernah menyangka bahwa kekuatan lemah yang ditunjukkan hanya untuk menutupi kekuatan sebenarnya.
Aldi tersenyum lebar dengan mata merah yang sangat mengerikan. Bahkan tubuh Andri yang sebelumnya tidka terpengaruh menjadi gemetar.
"Tolong, aku tidak akan melakukannya lagi!" teriak Andri.
"Kesempatan yang aku berikan tidka hanya satu kali, sebelumnya kamu mengejar sampai ke gua kematian, sekarang menyerang secara langsung!" kata Aldi dengan senyum lebar.
Tanpa menunggu lama, Aldi menggunakan teknik penyerap jiwa untuk mengambil kekuatan dan ingatannya.
Teriakan terdengar sangat keras, Aldi tidak menutupi teriakan musuhnya karena dia sadar ada seseorang yang telah mengintai pertarungan.
Para pengintai yang melihat penyiksaan yang dilakukan Aldi langsung merinding ketakutan.
"Jika kalian ingin bergabung dengan Andri, silahkan datang!" kata Aldi melirik tempat berkumpul para pengintai.
Para pengintai langsung kabur, mereka tidak ingin berurusan dengan manusia gila seperti Aldi.
Setelah beberapa saat, raga dan jiwa Andri telah sepenuhnya di serap. Kitty yang melihat kejadian ini berulang kali masih tidak percaya dengan kecepatan serap tekniknya.
Penyerapan jiwa dan raga biasanya membutuhkan beberapa jam, tetapi Aldi dapat melakukannya hanya beberapa detik.
"Bocah, sampai kapan kamu tidak memberiku makanan?" tanya Kitty yang belum pernah diberikan jiwa untuk dimakan.
"Tenanglah Kitty, setelah Seven Soul datang semua orang yang menentang kita akan menjadi santapan pasukan Seven Soul termasuk kamu!" kata Aldi sambil tersenyum.
Setelah sampai di gua kematian, Aldi memodifikasi simbol untuk membuat para anggota Seven Soul bisa melewati gua tanpa harus melewati ujian gua.
Sedangkan yang lainnya akan melakukan ujian gua yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Bagus, aku berhasil memperbaiki simbol ujian gua. Sekarang saatnya membuka gerbang Dunia Buatan."
Tanpa menunggu lama, Aldi menggerakkan tangannya untuk membuat simbol pembukaan Gerbang Dunia Buatan.
Di sisi lain pertarungan perusahan Danau Putih mulai meruncing. Mereka tidak dapat mempertahankan bisnisnya.
Ketika kekuatan telah mengepung perusahaan Danau Putih dan menyuruh untuk memberikan Shen Zero dan Arifin.
Ratusan pembudidaya tingkat Dewa Semu telah mengepung perusahaan Danau Putih. Mereka tidak dapat melakukan apapun.
"Jadi ini akhirnya. Aku tidak akan menyesal telah melayani pria muda yang sangat cerdas sepertinya!" kata Saputra sambil memejamkan matanya di depan jendela kantor.
"Mungkin ini sudah takdir kita. Aku harap ketika dilahirkan kembali, kita masih menjadi keluarga," kata Eko berdiri di sampingnya.
"Aku masih percaya Bos pasti akan membalaskan dendam kita. Hanya butuh beberapa waktu untuknya kembali!" kata Indra dengan bibir pucat duduk di kursi direktur.
Pintu ruang kerjanya di tendang oleh seseorang. Mereka adalah pasukan dari organisasi VOC.
"Dimana bocah bernama Shen Zero itu?" teriak Hanson melihat tiga orang didepannya.
"Sudah aku bilang, kami tidak tahu keberadaannya," jawab Saputra dengan nada tenang. Dia sudah siap kehilangan nyawanya.
"Tidak sopan!" kata salah satu pemuda sambil menyerang Saputra dengan pistolnya.
Namun Arifin keluar dan membelah peluru yang terbang menuju Saputra dengan sempurna.
"Siapa kamu?" tanya Hanson.
"Arifin, murid Shen Zero. Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti teman-temannya." 10 Elf muncul di belakang Arifin dengan membawa pedang peninggalan Aldi.
"Menarik, bocah seperti kalian ingin melawanku!" kata Hanson dengan nada sombong.
Tanpa menunggu lama, pasukan dibelakangnya langsung menyerang dengan kekuatan penuh.
Arifin dan semua pasukannya tidak dapat menahan satu orang dari mereka, apalagi ada puluhan yang menerjang secara bersamaan.
Tanpa rasa takut, Arifin dan pasukannya mengayunkan pedangnya tanpa berpikir menang atau kalah.
Namun kejadian yang mengejutkan terjadi. Semua pasukan yang menyerang Arifin langsung jatuh ketanah dengan tubuh yang sangat mengerikan.
Semua orang yang menyerang langsung mati tanpa jiwa yang tersisa. Harusnya seorang Dewa memiliki serpihan jiwa, tetapi serpihannya jiwa padam.
Hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki kekuatan di atas tingkat Immortal Hitam.
"Sangat tidak sopan, menyakiti adik kecilku!" kata wanita cantik bertinggi 150 centimeter. Dia adalah Shen Haise yang langsung meluncur ke perusahan Danau Putih setelah mendengar ada anggota baru Seven Soul.
Dengan senyum khas yang dimilikinya, Shen Haise melepaskan sedikit auranya untuk menyakiti pasukan musuh.
Namun tanpa diduga semua pasukan musuh langsung ketakutan sampai jatuh ke tanah.
"Sungguh tidak menyenangkan. Bos memerintahkan untuk membunuh setiap orang yang memiliki niat buruk, apa mereka termasuk orang itu?" tanya Shen Haise menoleh kearah Arifin.
Tanpa mengeluarkan suara, Arifin mengangguk kepala berulang kali.
"Baiklah, semuanya sudah selesai." Shen Haise duduk di sofa.
Tanpa peringatan semua orang yang ada didepan semua orang jatuh ketanah tanpa nyawa.
Sekumpulan pria dengan pakaian serba hitam telah mengepung semua markas organisasi VOC. Mereka adalah pasukan Shadow Blade yang sudah lama tidak beroperasi.
Dengan penuh semangat Shen Yi menerjang setiap orang yang menggunakan baju organisasi VOC, Shen Wu juga melakukan hal yang sama.
Sedangkan anak ajaib lainnya hanya berdiam diri tanpa mendapatkan kesempatan untuk tampil di pedang pertempuran.
"Sungguh semangat yang patut dicontoh. Kamu tidak ikut bergabung, Shen San?" tanya Shen Er sambil memainkan sebuah kubik transparan di tangannya.
"Mereka lemah, tidak enak bermain dengan orang lemah," jawabnya dengan suara serak.
"Seperti yang diharapkan dari kakak tertua," kata Shen Qiu.
Pembantaian hanya dilakukan dalam waktu semalam. Tidak ada jejak pertempuran, hingga membuat para pengamat perang kebingungan.
Berita tentang musnahnya Organisasi VOC terdengar sampai markas pusat Organisasi Pembunuh.
"Sial, jadi Shen Zero benar seorang Putra Mahkota?" kata Bana pemimpin organisasi pembunuh.
"Semua bukti tidak ada yang menguatkan pernyataan Andri. Jadi tidak mungkin Shen Zero adalah seorang putra mahkota," jawab seorang pria berambut putih di sampingnya.
"Apa kamu bodoh, sudah jelas pasukan misterius yang menyerang organisasi VOC bukan dari Dunia rendah."
Galaxy Andromeda dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu Dunia Rendah, Dunia Tengah, dan Dunia Atas.
Semua orang yang hadir di dalam pertemuan hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
Mereka yakin bahwa Shen Zero bukan seorang pangeran, tetapi kejadian semalam membuat semua orang kebingungan.
"Cepat jari informasi lanjutan tentang Shen Zero!" teriak Bana.
"Tidak perlu mencarinya, aku berkunjung sebagai perwakilannya," kata seorang pria muda dengan 2 pria di belakangnya.
Dia adalah Shie, Kim Hoon, dan Kim William. Mereka berdua tidak ditugaskan untuk menghancurkan organisasi pembunuh, tetapi mengendalikan mereka.