
Nostalgia Aldi, Shie dan Kakek Nui berlangsung semalaman.
Matahari muncul untuk menerangi Dunia Utama, disambut dengan para bunga yang mulai bermekaran.
Rumah kakek Nui yang telah hancur telah di perbaiki supaya seperti dahulu. Aldi dan Shie melihat semua perabotan yang sangat jadul.
Ketika masa kejayaan Dunia Utama, setiap sudut ruangan terdapat teknologi yang sangat mengesankan.
Bahkan para robot dapat mencukupi semua kebutuhan Kakek Nui. Sekarang komputer saja belum dapat ditemukan, masih butuh waktu lama sebelum dunia kembali.
Suara ketikan pintu terdengar, Aldi segera membuka pintu untuk melihat tamu. Tanpa disangka orang yang mengetuk pintu adalah Alex yang sudah cukup tua.
Umur Alex sudah lebih dari 80 tahun, tetapi dia merupakan pembudidaya beladiri tingkat Hitam. Jadi tubuhnya masih tegap dan berotot.
Disampingnya ada Ali Linda yang sudah keriput. Dia hanya berhasil menembus tingkat Coklat, jadi umurnya tidak akan bisa mencapai 100 tahun.
Aldi tidak ingin menyeret semua orang pentingnya kedalam medan perang. Dia tahu seberapa sakitnya kehilangan orang yang kita sayang.
Jika Alex memiliki umur yang panjang, bahkan abadi. Kehilangan Ali Linda akan mempengaruhi mentalnya.
Jika manusia terjerumus dalam obsesi, iblis akan segera mendatanginya untuk memberikan janji palsu.
Mungkin iblis dapat membangkitkan orang yang mereka sayang. Namun jiwa dan raganya hanya untuk Raja Iblis.
Mereka tidak akan bisa mengendalikan tubuhnya, bahkan bisa menjadi iblis bersayap hitam. Jika para manusia yang di hasut iblis bertahan sampai waktu tertentu, peringkatnya akan dinaikkan.
Seperti Diablo dan beberapa iblis tingkat sedang. Untuk menjadi Iblis tingkat tinggi, mereka membutuhkan kekuatan yang lebih besar.
"Saat perang Ragnarok aku tidak pernah melihatmu di tempat persembunyian?" kata Alex sambil memeluk Aldi.
"Aku dan Shie merupakan orang yang melawan pasukan musuh." Aldi memutuskan untuk memberitahu Alex.
"Aku sudah tahu bahwa kalian bukan anak biasa. Coba lihat penampilan kalian, masih sama seperti remaja."
Aldi masih berpenampilan seorang remaja berumur 20 tahun. Masih sangat tampan dengan tinggi mencapai 190 centimeter. Kulitnya bahkan tidak menunjukkan penuaan.
Shie yang baru saja datang juga tidak mau kalah, penampilannya yang menawan masih sama seperti sebelumnya.
Tinggi 200 centimeter dengan punggung lebar serta wajah yang sangat mempesona dapat menyihir setiap wanita yang melihatnya.
"Begitulah, tapi tolong rahasiakan informasi ini. Aku tidak mau kalian menjadi target penyerangan para musuh kita," kata Aldi berwajah serius.
"Aku bukan orang bodoh yang menceritakan hal sensitif seperti itu." Alex dan Ali Linda menganggukkan kepalanya.
Aldi mempersilahkan mereka masuk kedalam ruang tamu. Ada Kakek Nui yang duduk di kursi goyangnya.
Alex memeluknya dengan lembut, Ali Linda juga melakukan hal yang sama.
Aldi bertanya kepada Alex tentang keadaan Dunia Utama, karena informasinya sangat terbatas.
Dunia Utama dalam fase perang, semua orang saling menyerang kekuatan lain untuk mendapatkan kekuasaan dan makanan.
Aldi berencana untuk membuat perkembangan teknologi menjadi lebih cepat, supaya peperangan antar manusia dapat dihindari.
Banyak pembudidaya beladiri mati karena mereka terlalu kuat. Sehingga menurut informasi hanya pembudidaya beladiri tingkat Hitam yang menjadi orang terkuat di dunia.
Kurangnya warisan teknik beladiri membuat perkembangan manusia menjadi lebih lambat. Mereka cenderung khawatir terhadap makanan daripada harus berlatih susah payah.
Kebiasaan itu membuat para manusia menjadi lebih lemah dari sebelumnya.
Aldi hanya menganggukkan kepala mendengar semua cerita Alex yang sangat menyakitkan untuk didengar.
Dia menyelamatkan banyak manusia bukan untuk saling berperang. Namun untuk saling membantu memperbaiki dunia.
Hasilnya jauh dari harapannya, tetapi Aldi tidak menyesali keputusannya. Dengan adanya banyak manusia yang masih hidup, membuat perkembangan dunia akan semakin cepat.
Alex merasa bersalah kepada Aldi yang merupakan anggota Seven Soul yang berjuang untuk umat manusia agar tidak di musnahkan.
"Apa kau mempunyai kenalan seorang yang pintar berdagang?" tanya Aldi melihat Alex yang menundukkan kepala.
Setelah mendengar perkataan Aldi. Alex langsung menjawab, "Aku mempunyai cucu berumur 17 tahun, dia mempunyai ketrampilan berdagang yang cukup baik."
"Kapan kau akan memperkenalkan kita. Aku berencana membangun bisnis dengan namaku sebagai nama perusahaan."
Aldi sudah membuatkan tekad untuk mempercepat pertumbuhan dunia. Dia akan segera meninggalkan Dunia Utama untuk pergi ke Dunia Maha Tinggi.
Ayahnya mungkin sedang menunggu di Dunia Maha Tinggi. Kekuatannya sekarang sudah berada di peringkat 19 Puncak, atau setara Dewa Maha Tinggi tahap 3.
Hingga akhirnya wilayah Mutiara Hitam sudah tidak mempunyai energi jahat maupun energi suci. Artinya manusia dapat menempati wilayah tersebut.
"Dia masih sekolah di ibukota kerajaan Java, mungkin butuh waktu 1 bulan untuk kembali ke Desa Kebonsari," kata Alex dengan nada semangat.
Dia tahu seberapa hebat Aldi dalam berbisnis. Bahkan setiap koin kekayaannya terdapat campur tangan Aldi di dalamnya.
Ali Linda hanya tersenyum, dia sangat bersyukur bahwa cucunya akan mendapat kesempatan yang sangat hebat.
"Tidak perlu, aku akan mendatanginya ke ibukota."
Jika cucu Alex pulang ke Desa Kebonsari membutuhkan 1 bulan, Aldi dan Shie bisa ke ibukota hanya beberapa menit.
Kekuatan mereka berdua setara dengan Dewa Maha Tinggi, dunia Utama yang sangat besar tidak bisa menampung kekuatannya.
Selain itu, Aldi dapat menentukan kepribadian cucu Alex dengan baik tanpa mengetahui siapa sebenarnya dirinya.
Alex menceritakan banyak hal tentang cucunya, dia sangat membanggakan kejeniusan dan kepribadian yang sangat menawan. Cucunya bernama Alen Alexander, sering di panggil Alen.
Orang tuanya hidup di ibukota, mereka hidup berkecukupan. Alex sering menerima uang dan surat tentang kabar mereka.
Aldi dengan senyum manis mendengar cerita Alex yang sangat bersemangat membanggakan cucunya dihadapan anggota Seven Soul.
Setelah beberapa hari Aldi memperbaiki simbol di sekitar rumah kakek Nui serta menanam beberapa sayuran bergizi, dia pergi ke ibukota.
Shie akan tinggal untuk menjaga kakek Nui, dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama kakek Nui.
Aldi tidak dapat berkata apapun. Sebenarnya dia juga ingin menghabiskan waktu bersama kakek Nui, tetapi tujuannya sangat besar untuk kelangsungan manusia.
Dalam beberapa menit dia sampai di ibukota. Pergerakan kakinya tidak dapat di lihat oleh pasukan kerajaan.
Aldi mengeratkan kening. "Apakah benar ini ibukota kerajaan, mungkinkah aku salah tempat?" kata Aldi kebingungan.
Seorang wanita muda menjawab perkataan Aldi, "Tentu, ini adalah ibukota kerajaan Java. Sangat mengagumkan, Kan?"
"Yah, mengesankan," jawab Aldi dengan senyum pahit di wajahnya.
Dia hanya melihat bangunan yang terbuat dari tanah liat serta atap yang terbuat dari daun kelapa yang di anyam.
Dia berkeliling ibukota kerajaan seharian untuk mencari informasi. Dia juga mendatangi sekolah di tengah kerajaan yang terbuat dari tembok batu.
Aldi menyusup kedalam sekolah untuk melihat bagaimana proses pembelajaran di ibukota. Namun semua hal yang telah dilihat tidak sesuai dengan harapannya.
Sekolah mengajarkan pelajaran yang sangat dasar tentang perhitungan, mereka seperti belajar buku sekolah dasar.
Padahal sekolah hanya untuk anak berumur 15 tahun keatas.
"Mungkinkah ada yang salah dalam kerajaan?" kata Aldi pelan melihat semua pembelajaran di sekolah.
Dia juga mencari Alen yang merupakan cucu dari Alex. Aldi sangat terkejut melihat Alen yang sama persis seperti Alex waktu masih sekolah dasar.
Dia berkacamata, serta duduk untuk mempelajari buku pelajaran yang tidak dapat di terapkan pada bisnis.
Seorang anak berbadan besar mengganggu Alen dengan cara mengusirnya dari tempat duduk perpustakaan.
"Jangan kembali lagi kau, Miskin!" teriak anak berbadan besar.
Alen tidak melawan, di segera pindah untuk mencari tempat duduk yang lain. Keluarganya merupakan penduduk lokal yang kebetulan bisa menyekolahkan anaknya.
Alex yang berbisnis di Kebonsari hanya menghasilkan sedikit uang. Umurnya yang sudah lanjut usia tidak dapat bekerja lebih keras.
Hanya kerja keras menjadi peringkat 1 yang bisa dilakukan Alen untuk mempertahankan beasiswanya.
Ayahnya berbohong kepada kakeknya tentang hidup yang berkecukupan, mereka hidup di gubuk berukuran 3 kali 4 meter.
Aldi mempertahankan kepribadian Alen selama beberapa minggu, dia juga mencari informasi tentang bisnis yang menguntungkan.
"Sepertinya Alen mempunyai kemauan yang kuat untuk membahagiakan kedua orang tuanya yang sudah tidak bekerja," gumam Aldi melihat Alen bekerja sebagai kuli panggul untuk mencukupi kebutuhan rumah.
Hingga suatu ketika Alen mengangkat karung beras dengan berat 50 kilogram di sobek oleh segerombol anak yang tidak bertanggung jawab.
Alen tidak marah, dia mencoba menjelaskan kepada pemilik toko tentang kejadian sebenarnya. Namun pemilik toko tidak mau menerima alasannya.
Aldi datang dan menyodorkan sejumlah uang yang setara dengan 1 kantong beras. "Biarkan aku membayarnya," kata Aldi dengan senyum tipis di bibirnya.