
"Siapa sebenarnya kalian?" tanya Aldi.
Nirmala yang ketakutan hanya berdiam diri. Kakinya bergetar hebat, Raja Serigala Mutan takut kepada gurunya tanpa alasan.
"Kami adalah serigala yang telah berhasil berevolusi berkat bantuan master. Sekarang master mati karena terbunuh oleh Raja Iblis Lucifer."
Raja Serigala Mutan menceritakan semua yang dia ketahui tentang Lucifer. Alasan Lucifer membunuh Josep karena dia ingin mengambil ingatannya.
Kemudian Lucifer menyebarkan berita tentang kematian Josep karena dimakan binatang peliharaannya.
Setelah berhasil mengambil ingatan Josep, Lucifer membantah para Serigala yang telah berevolusi dengan baik.
Sekarang hanya tersisa 100 serigala, setelah Aldi membunuh kawanan mereka. Namun tidak ada yang menyimpan dendam kepadanya.
Karena Serigala yang berevolusi sudah kehilangan akal mereka, sehingga menyerang manusia disekitarnya.
Tinggal menunggu waktu sebelum semua serigala yang berevolusi kehilangan akal mereka, hal itu disebabkan oleh formula yang di susun Josep masih belum selesai.
Efek samping dari formula yang belum sempurna adalah kehilangan akalnya. Ketika Josep masih hidup, dia menciptakan sebuah formula untuk menghentikan efek samping.
Namun tidak dapat mengobati efek samping dari formula evolusi binatang.
Aldi yang mempunyai pengetahuan yang luas langsung memeriksa kondisi tubuh Raja Serigala Mutan.
Setelah beberapa saat, Aldi tersenyum tipis. "Apa kalian ingin terbebas dari kutukan kehilangan akal?" tanya Aldi pelan.
"Mungkinkah anda bisa membebaskan kami dari efek samping formula master?" tanya balik Raja Serigala Mutan.
"Tidak hanya menghilangkan efek sampingnya, aku juga bisa membuat kalian lebih kuat untuk membalaskan dendam."
Namun Aldi tidak melepas kesempatan yang sangat menguntungkan. Dia menawarkan mereka untuk masuk kedalam pasukan Seven Soul.
Karena Aldi butuh markas yang sangat aman dan juga dilindungi oleh bintang kuat.
Sebagai gantinya bergabung dengan Seven Soul, Aldi akan memberikan sebuah teknik yang dapat memicu kekuatan binatang serigala.
Ras serigala yang ada di Dunia Utama, merupakan keturunan Fanrir, mereka mempunyai bakat khusus yang diberikan langit.
Sedangkan serigala mutan hanya serigala hutan biasa yang berhasil berevolusi. Bahkan mereka mempunyai beberapa kecerdasan yang baik.
Awalnya mereka hanya seekor serigala abu-abu biasa. Namun berkat Josep mereka mempunyai tekad untuk menjadi kuat.
Hingga sebuah formula untuk merubah gen serigala abu-abu ditemukan. Namun masih terdapat kekurangan dalam formula.
Karena Josep seorang ilmuwan, awalnya dia tidak memperdulikan hasilnya. Jika gagal maka serigala mati, jika berhasil dia mendapatkan formula yang di inginkan Raja manusia.
Walaupun beberapa serigala cerdas sudah mengetahui kelakuan Josep, mereka masih membela ya sampai titik darah penghabisan.
"Baik, Tuan. Aku sebagai Raja Serigala Mutan memutuskan untuk melayani anda sebagai tuan kami," kata Raja Serigala Mutan.
Aldi menyembuhkan penyakit mereka semua dengan sebuah simbol sederhana. Tubuh semua serigala sembuh dari luka setelah melawan para serigala yang kehilangan akal.
Mereka bersyukur berhasil menyelamatkan 100 serigala yang tidak kehilangan akal. Bahkan mereka terlihat lebih kuat dari sebelumnya.
100 serigala telah berhasil membuka garis darah mereka dengan baik, sehingga setiap serigala dapat berbicara.
"Baiklah, tugas kalian yang pertama adalah memperkuat diri. Aku akan kembali setelah beberapa saat."
Aldi meninggalkan sebuah kalung dengan liontin Giok. Kalung itu berfungsi untuk melindungi para serigala sekaligus mengirim lokasi mereka ketika sedang terancam.
"Baik, Bos!" kata mereka semua serentak.
Seperti biasa Aldi tidak ingin dipanggil sebagai tuan, dia hanya mau dipanggil guru, bos, dan nama panggilannya.
Aldi dan Nirmala kembali ke kota untuk melihat perkembangan setelah Dewa memungut pajak kepada para penduduk.
Ketika mereka sampai, kota hancur berantakan. Ada berkas cakaran sebuah beruang dan Api berwarna hitam.
"Iblis menyerang?" kata Aldi pelan.
"Bukan, mereka adalah beruang hitam yang telah menjadi iblis. Menurut rumor sarang mereka telah di hancurkan oleh para manusia."
Nirmala menjelaskan pengetahuan dasar tentang Beruang Hitam yang terkenal ganas ketika diganggu.
Beruang itu memiliki bulu berwana hitam dengan mata berwana coklat, ketika marah berubah warna menjadi merah darah.
Cakar adalah senjata utama mereka. Setiap manusia yang memiliki kekuatan dibawah tingkat Kaisar akan mati dalam sekali serang.
Namun tidak semua beruang hitam memiliki kekuatan yang kuat. Hanya segelintir saja yang berhasil membunuh manusia.
Setiap sepuluh tahun sekali, para pembudidaya yang kuat membentuk sebuah tim untuk menyerang sarang serigala.
Hal itu dilakukan untuk mengendalikan habitat beruang yang sangat cepat berkembang biak. Tujuan mereka tidak lain adalah membunuh Raja beruang.
Namun beberapa tahun silam, mereka tidak berhasil membunuh Raja Beruang. Akibatnya kekuatan beruang hitam semakin membludak.
Jika tidak ada serigala mutan yang mempunyai aura kuat. Para beruang hitam akan mengamuk di sepanjang hutan.
"Bukankah sedikit rumit, bawa aku melihat sarang Raja Berung Hitam." Aldi memegang pundak Nirmala yang sedikit ketakutan melihat pembantaian manusia di kota.
Tanpa berpikir panjang Nirmala membawa Aldi menuju sebuah gua dengan pintu setinggi 15 meter. Jika ingin menuju wilayah terlarang, manusia harus melewati pintu dengan kekuatannya.
Pintu memiliki 5 tingkatan, yang pertama mempunyai berat 10 ton, 100 ton, 1000 ton, 10 ribu ton, dan 100 ribu ton.
Berat itu didapat dari besi gerbang yang sangat tebal.
Aldi mengerutkan kening melihat gerbang di depannya. Ternyata terdapat simbol khusus untuk mengirim sinyal ke tempat tertentu ketika ada orang yang berhasil membuka gerbang.
Dalam hentikan tangganya, Aldi berhasil menghapuskan simbol yang sangat sederhana untuknya.
"Cobalah membuka gerbangnya," kata Aldi mendorong Nirmala ke depan pintu gerbang.
"Tapi ..." kata Nirmala sambil tersenyum pahit. Walaupun dia sudah menjadi cukup kuat, mengangkat 10 ton masih terlalu berat untuknya.
Nirmala Menempelkan kedua telapak tangannya di pintu gerbang, dia mendorong sekuat tenaga serta mengedarkan energi jiwanya.
Namun pintu pertama tidak bergerak sedikitpun. Nirmala tetap berusaha walaupun dia tahu bahwa tidak mungkin untuk membuka gerbang dengan kekuatannya sekarang.
"Kontrol energi yang sangat buruk." Aldi membenarkan posisi mendorong Nirmala.
Dia membenarkan posisi kaki, tulang punggung, posisi dada, dan posisi tangan yang tepat. Sehingga dapat memaksimalkan kekuatannya untuk mendorong gerbang didepannya.
"Dorong dengan perlahan, kemudian suntikan energi jiwa dengan lembut tepat di tengah celah gerbang. Lakukan dengan perlahan."
Nirmala melakukan semua perkataan Aldi, dorongan pertama masih belum berhasil. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya gerbang terbuka sedikit.
"Berhasil!" kata Nirmala dengan nada senang. Namun dia kehilangan konsentrasi energinya, sehingga terpental beberapa meter ke elang karena hembusan gerbang.
"Jangan berpuasa diri dengan hasil yang semu. Tetap fokus bahkan jika musuh dalam keadaan lemah."
Aldi memberikan ceramah panjang tentang latihan mendorong gerbang. Dia mengaitkan mendorong gerbang dengan medan perang.
Berkat perkataan Aldi, Nirmala semakin bersemangat membuka gerbang dengan seluruh kekuatannya.
Sedangkan Aldi menulis sebuah simbol aneh di tanah untuk menyegel gerbang penguji didepannya. Dia berencana membuat gerbang yang sama di markasnya nantinya.
Tujuannya menyegel gerbang, supaya para Beruang Hitam tidka menyadari keberadaannya. Jika tebakan Aldi benar, sinyal gerbang di kirim ke Raja Beruang Hitam.
Nirmala bekerja keras siang dan malam. Setelah 1 bulan pelatihan di depan gerbang penguji, akhirnya dia berhasil membuka gerbang pertama dengan sempurna.
"Bagus, seperti yang diharapkan dari tubuh Yin Murni." Aldi memberikan handuk dan sebuah botol minuman pemilih stamina.
"Terima kasih, guru." Nirmala mengusap dahinya yang penuh keringat karena berlatih dengan sangat keras.
Karena panas matahari sangat menyengat, keringat Nirmala tidak mau berhenti setelah minum pemilih stamina.
"Aku akan mencoba membuka gerbang. Menjauh dari gerbang utama," kata Aldi memperingatkan Nirmala yang masih duduk di belakang pintu yang mulai tertutup.
Tanpa menunggu lama, Nirmala menjauh dari pintu utama. Dia bersembunyi di belakang pohon untuk melihat seberapa kuat gurunya.
Suara ledakan keras terdengar dari arah gerbang penguji. Debu menutupi seluruh area sekitarnya, hingga akhirnya Aldi terlihat dengan jari telunjuknya menghadap ke depan.
Mata Nirmala langsung terbuka lebar, dia tidak percaya dengan apa yang dilihat kedua matanya. Gurunya hanya menggunakan satu jari telunjuknya, tetapi berhasil membuka pintu kelima dengan mudah.
"Sepertinya aku terlalu berlebihan. Ya sudahlah yang penting aku tidak merusak pintunya," kata Aldi dengan nada santai.
Tubuh Tahta Raja telah membantunya menjadi sekuat sekarang. Ditambah dengan teknik yang sempurna dalam mengendalikan energi, membuka gerbang penguji hanya sebuah mainan anak-anak.
Aldi segera menuju Nirmala yang bengong tidak percaya dengan kejadian yang dilihatnya.
"Ayo cepat menuju Raja Beruang Hitam. Aku mempunyai urusan penting." Aldi menepuk pundak Nirmala dengan lembut.
Nirmala segera menenangkan pikirannya. "Baik, Bos!" jawabnya dengan nada tegas.
Mereka berdua berjalan dalam hutan Beruang Hitam tanpa menemukan satupun beruang yang menyerang mereka.
"Sangat aneh, seharusnya para Beruang Hitam menyerang kita." Nirmala menoleh ke kanan dan ke ke kiri untuk memastikan.