7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Gerbang Kematian



Aldi akan menggunakan kekuatan terakhir untuk membuat kejutan Sang Penguasa Segalanya, meskipun tidka bisa membunuhnya, setidaknya dia bisa membuat Sang Penguasa Segalanya turun dari tahtanya.


Melihat aura Aldi yang semakin meningkat, Sang Penguasa Segalanya tersenyum lebar. "Akhirnya kamu menggunakan kekuatan yang sapat membunuh dirimu, ayo tunjukkan padaku seberapa kuat teknik itu," katanya.


"Siapa bilang aku menggunakan gerbang kematian, aku hanya ingin menyegel semua kekuatanmu supaya tidak mempermainkan takdir manusia!" sahut Aldi dengan wajah serius.


Dia telah mempersiapkan energi jiwanya untuk menggunakan teknik yang dapat mengurung Sang Penguasa Segalanya kedalam ilusi tanpa ujung.


Seluruh tubuhnya memancarkan warna putih terang, siapapun yang melihatnya akan terkena ilusi aneh yang membuat waktu di sekitarnya berulang.


Teknik itu adalah salah satu penelitian Moras yang belum selesai, dengan kemampuan mata dan pengetahuan Aldi, teknik yang belum selesai menjadi sempurna.


Sang Penguasa Segalanya yang melihatnya kebingungan karena tidak merasakan sedikitpun perubahan pada dirinya.


"Ketrampilan yang sangat aneh. Aku tidak merasakan perubahan apapun," kata Sang Penguasa Segalanya sambil tersenyum aneh.


Aldi berkata, "Siapa bilang aku menggunakan gerbang kematian, aku hanya ingin menyegel semua kekuatanmu supaya tidak mempermainkan takdir manusia!"


Kejadian yang sama sebelum Aldi menggunakan ketrampilannya terulang. Sang Penguasa Segalanya yang tidak mendapatkan jawaban apapun, langsung menyerang Aldi dengan kekuatan penuhnya.


Tubuh Aldi hancur berkeping-keping, bahkan tidak ada sedikitpun jejak keberadaannya dan jiwanya.


Tepat setelah mengedipkan matanya Sang Penguasa Segalanya berkata, "Akhirnya kamu menggunakan kekuatan yang sapat membunuh dirimu, ayo tunjukkan padaku seberapa kuat teknik itu."


Terheran-heran Sang Penguasa Segalanya, dia telah mengalami kejadian ini sebelumnya. "Apa yang terjadi denganku?" tanyanya kebingungan.


Aldi mengucap perkataan yang sama, "Siapa bilang ..."


Sebelum menyelesaikan perkataannya Sang Penguasa Segalanya menggunakan serangan terkuatnya untuk menghancurkan Aldi dengan mudah.


Jelas kekuatan Sang Penguasa Segalanya sangat kuat, dia tidak bisa dikalahkan dengan mahluk rendahan seperti Aldi.


"Ayo kita buat eksperimen yang lebih lanjut," kata Sang Penguasa Segalanya sambil tersenyum lebar. Dia sudah mendapatkan tantangan yang sangat menarik.


Aldi terus dibunuh tanpa henti, tetapi dia masih belum berhasil menemukan petunjuk tentang kemampuan yang yang telah menyerangnya.


Di luar ilusi, Aldi dan Sang Penguasa Segalanya hanya berdiam diri tanpa bergerak, hanya Aldi yang masih memiliki kesadaran, sedangkan Sang Penguasa Segalanya telah masuk kedalam ilusi berulang.


Hampir sama dengan kegelapan kekal, teknik yang menyerang Sang Penguasa Segalanya sedikit berbeda karena Aldi tidak bisa bergerak sedikitpun. Hal itu karena dia menggunakan kekuatan terkuatnya untuk mengurung Sang Penguasa Segalanya.


Walaupun seperti itu, masih ada kelemahan dalam tekniknya. Selama dia berubah pikiran untuk membunuh Aldi, maka teknik ilusi akan hancur dengan sendirinya.


Namun untuk merubah pikirannya, Sang Penguasa Segalanya tindakan akan mudah melakukannya. Karena kebiasaannya membunuh mahluk yang lebih rendah.


Tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang sudah berlalu, Aldi tidak bisa menggerakkan badannya tiba-tiba cahaya putih menyelimuti tubuh Sang Penguasa Segalanya, menandakan dia berhasil melepaskan dari dari teknik mengerikan ilusi Jiwa.


"Menarik, kamu berhasil merubah kehendak untuk membunuh manusia. Sayangnya teknik hanya berhasil satu kali, sekarang dengan kemampuan pengendalian rasa aku bisa mengembalikan ya," kata Sang Penguasa Segalanya sambil tersenyum.


Aldi yang sudah bisa menggerakkan badannya berjalan pelan menuju Sang Penguasa Segalanya, dia berkata, "Aku terlalu meremehkan kekuatanmu. Sekarang sudah waktunya aku melepaskan kekuatan yang sudah alam aku simpan.


Walaupun tidak bisa bergerak, Aldi bisa memperkuat dirinya sendiri dan menggunakan kekuatan terbarunya untuk menghadapi Sang Penguasa Segalanya.


"Perubahan terakhir, Gerbang Kematian," kata Aldi sudah memutuskan untuk menggunakan nyawanya sendiri untuk menghentikan Sang Penguasa Segalanya memainkan takdir manusia.


Matanya berubah menjadi merah darah dan rambutnya berubah menjadi putih, penampilannya sama persis seperti Aldi yang bergabung dengan Kitty.


Mereka berdua tampak persis, hanya baju zirah mereka yang berbeda. Aldi menggunakan zirah berwarna hitam bercampur emas sedangkan Sang Penguasa Segalanya menggunakan zirah putih emas.


Hitam melambangkan kekekalan yang tidak ada habisnya, putih mencerminkan kemurnian yang sangat indah.


Pertarungan keduanya telah menghancurkan segalanya yang ada di alam semesta. Tidak ada satupun orang yang berhasil selamat dari pertarungan mereka.


Bahkan Dunia Buatan hancur karena kekuatan Aldi tidak mungkin untuk dikendalikan secara sempurna. Semua kekuatannya lepas dari kendali, dia tidak menyangka auranya dapat membunuh semua mahluk di alam semesta.


"Ternyata mahluk yang sangat haus akan kekuatan adalah dirimu, sekarang tunjukkan padaku kekuatan yang kamu banggakan itu!" teriak Sang Penguasa Segalanya melepaskan buku dari tangannya.


Buku Awal Mula Alam Semesta terbang disekitar Sang Penguasa Segalanya, ia mengikutinya seperti seekor hewan peliharaan.


Aldi yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecut, setelah mengorbankan semuanya. "Mungkinkah aku gagal?" tanya Aldi dalam hati.


Bayangan kedua orang tuanya muncul dibelakangnya, mereka berdua tersenyum sambil menggerakkan bibirnya mengatakan, "Kamu sudah melakukan yang terbaik. Lakukanlah semuanya sampai tuntas."


Bayangan Zhu Tian juga muncul di sebelahnya sambil tersenyum manis. Dia tidak mengatakan apapun, hanya memberikan pelukan kasih sayang kepada Aldi.


Kakek Nui muncul di depannya persis seperti ketika dia menyelamatkannya dari hutan. "Apa yang kamu takutkan, selesaikan semuanya," katanya sambil menengok belakang dan tersenyum manis.


Gambar semua orang yang Desa Kebonsari muncul di belakang Aldi memberikan dorongan untuk melakukan yang terbaik.


Senyum Shen Haise, tawa Shie yang sangat mengerikan terdengar di kepalanya. Semua orang Seven Soul muncul di depannya seperti energi yang mendukungnya.


Aldi menutup matanya dan berkata, "Terima kasih, kalian adalah orang yang telah membentukku menjadi seperti ini."


Air mata Aldi tanpa sadar terjatuh, dia langsung berlari menerjang Sang Penguasa Segalanya. Ledakan super besar menghancurkan segalanya.


Buku Asal Mula Alam Semesta mulai bergetar karena kekuatan Aldi yang setara dengan Sang Penguasa Segalanya, ia tampak seperti ingin lepas dari genggamnya.


"Buka Gerbang Kematian : Kehancuran!" teriak Aldi mengorbankan seluruh alam semesta untuk menghancurkannya.


Dia tidak berpikir dengan kematian manusia atau siapapun yang ada di dunia.


Pertarungan keduanya berlangsung sangat lama, tidak ada yang tau berapa waktu yang dihabiskan untuk menentukan kemenangan.


Hingga situasi mulai memburuk karena Aldi terkena serangan telak. Dia langsung terbang lebih dari 1 tahun cahaya.


Namun dia berhasil mengatasi krisis dengan meningkatkan kekuatannya ketingkat selanjutnya.


"Mungkin aku tidak bisa mengalahkan, bagaimana jika kita mati bersama," kata Aldi sudah menyiapkan dirinya.


"Reverse God!" kata Aldi menyebutkan ketrampilan pamungkasnya, dia tidak akan bisa hidup lagi bahkan jika Buku Asal Mula Alam Semesta ikut campur.


Cahaya putih menyinari Celah Dimensi untuk pertama kalinya, seluruhnya tertutup oleh cahaya putih.


Sangat aneh seorang pengguna energi hitam bisa mengeluarkan cahaya putih, namun itulah yang terjadi. Aldi menggunakan teknik yang bisa merubah alam semesta menjadi dunia baru.