
Mahesa memerintahkan semua pasukannya untuk menuju gerbang timur, untuk menolong semua prajurit yang bertahan di gerbang perbatasan.
Namun perang tidak pernah bisa diprediksi dengan sempurna, Pasukan Kincir Angin telah berhasil menghancurkan gerbang dengan jumlah mereka.
Tidak ada satupun prajurit Kerajaan Bima Sakti yang mundur dari gerbang, mereka masih kuat dengan pendiriannya.
Nur Andi yang memimpin pasukan tidka membiarkan musuh masuk dengan mudah, walaupun harus mengorbankan banyak prajuritnya.
Setelah sampainya Pasukan Seven Soul, Nur Andi langsung mengeluarkan dua pedangnya untuk menyerang pasukan musuh.
Seperti seorang jendral, dia membunuh para musuhnya seperti sedang menebas sebuah kertas polos.
Pedangnya tidak kalah tajam. Sama seperti pedang semua anggota Seven Soul, Nur Andi mengasah ilmu pedangnya sejak kecil. Jadi pengalamannya bertarung sangat tinggi.
Setelah melihat pasukan Seven Soul bertarung dengan sangat baik, Nur Andi tidak boleh berdiam diri. Dia ingin menunjukan kekuatannya pada dunia, bahwa Nur Andi sudah bukan pria lemah.
Ratusan Juta melawan prajurit miliaran. Namun ada yang aneh dari perang tersebut. Tidak ada satupun prajurit Seven Soul yang mati atau bahkan sekarat.
Doran adalah orang yang paling cepat mengetahui hal tersebut. "Aneh, kenapa mereka tidak bisa mati. Mungkinkah ada sebuah trik yang mereka miliki?" tanyanya.
"Aku tidak tahu. Jika diperlukan aku akan mencari tahu dengan menangkap salah satu dari mereka," kata Rama sambil mengerutkan keningnya.
"Lakukanlah, tetapi perhatikan keselamatanmu. Mereka bukan pasukan yang mudah untuk dikalahkan." Doran menepuk pundak Rama untuk mengisyaratkan kepercayaannya.
Rama langsung pergi menuju medan perang.
Tepat setelah rama menuju medan perang, Abraham bangkit dari tidurnya. Dia sudah berhasil menerobos tingkat Maha Segalanya, seganas itulah kekuatannya.
Pintu pengurungan Abraham langsung hancur setelah dia membuka matanya.
Doran yang merasakan hal tersebut langsung berlari menuju tempat pengurungan Abraham.
"Apa yang terjadi?" kata Doran tidak melihat Abraham dalam ruangan. Dia menoleh ke kanan dan kiri, tetapi tidak menemukan keberadaannya.
Sebuah tangan keluar dari udara tipis, dia adalah Abraham yang telah berhasil menguasai ketrampilan ruang. Jadi untuk menemukannya tidak akan mudah.
Setelah Abraham menunjukkan keberadaannya, dia langsung mencekik leher Doran yang terlihat kurang waspada.
"Ayah, ini aku Doran. Apa kamu ingin membunuh anakmu!" teriak Doran ketakutan. Dia tidak mempunyai kesempatan untuk lolos dari genggaman Abraham.
Abraham tertawa keras. "Kamu pikir aku bodoh, kamu bukan anakku. Ingat, kau hanya anak pungut!" katanya dengan nada kasar. Abraham sudah tidak memiliki kendali tubuhnya, jadi semua ingatan rela dikendalikan oleh Teknik Jiwa Tersakiti.
Tanpa menunggu lama, Abraham langsung menyerap semua kekuatan Doran. Tidak ada prajurit yang menjaga ruang tunggu karena merasa bahwa Doran adalah orang kuat.
Namun siapa sangka orang yang membunuhnya adalah ayah angkatnya. Nasib Doran sungguh malang, tetapi dia harus menerimanya. Jika bukan karena Abraham, dia tidak akan bisa hidup selama ini.
Tanpa berteriak, Doran pasrah dengan kematiannya. "Ayah, terima kasih telah membesarkan dan merawat aku," kata Doran mengucapkan kata terakhirnya sambil tersenyum manis.
Setetes air mata keluar dari mata kirinya, sedangkan mata kanannya adalah buatan Abraham yang tidak bisa mengeluarkan air mata.
Tubuh Doran hancur tidak bersisa di tangan Abraham. Berbeda dengan sebelumnya yang terus tertawa setelah membunuh, kali ini Abraham meneteskan air mata.
Serpihan jiwa Abraham yang masih sadar berkata, "Maafkan aku."
"Menarik, kamu masih bisa menjaga kesadaran dalam tubuhku." Abraham langsung melepaskan auranya untuk menekan serpihan jiwa Abraham.
Rama yang menuju medan perang bertemu dengan Nur Andi yang memegang kedua pedangnya. Mereka menatap satu sama lain cukup lama.
"Jadi kamu pemimpin yang di rumorkan itu," kata Rama sambil tersenyum tipis. Dia tidak ingin gegabah melawan seorang pria yang berhasil membakar semangat pasukan setelah pemimpin mereka tumbang.
"Aku merasa tersanjung dengan pujian anda, sebenarnya kemampuanku tidak sehebat itu!" jawab Nur Andi merendah.
Rama tertawa kecil mendengar perkataan Nur Andi. "Sungguh anak muda yang rendah hati. Sayangnya kamu adalah musuh, jika tidak aku akan mengangkat sebagai murid."
"Terima kasih tawarannya. Tapi aku Nur Andi sudah menemukan guru yang tidak akan bisa kamu lampaui."
Perkataan Nur Andi sedikit menyinggung perasaan Rama. Karena dia merasa bahwa kekuatannya adalah yang terbaik di alam semesta. Rama belum pernah bertemu dengan Bandi dengan kekuatan aslinya.
Setelah berhasil memblokir serangan, Nur Andi langsung berbaik menyerang. Karena dia memiliki dua pedang, pergerakannya jauh lebih luas.
Pertarungan antara Nur Andi dan Rama tidak berlangsung lama. Walaupun Rama adalah pembudidaya yang kuat, tetapi Nur Andi memiliki Tubuh Jagat Raya yang sangat kuat.
Semua pandangan pasukan Galaksi Kincir Angin tertuju pada peperangan. Berbeda dengan anggota Seven Soul yang berfokus mengurangi pasukan musuh dengan serangan fatal.
Pertarungan Nur Andi terbukti mengurangi fokus pasukan musuh, jadi semua prajurit kerajaan Bima Sakti dapat dengan mudah mengalahkan musuhnya.
"Rama, kamu adalah petarung yang kuat. Namun izinkan aku menunjukkan seperti apa orang kuat itu sebenarnya," kata Nur Andi sambil tersenyum menatap Rama yang terluka parah.
Aura Nur Andi keluar dari tubuhnya, dia menunjukkan kekuatannya sebenarnya. Sebuah bayangan hitam berbentuk sebuah harimau muncul di belakangnya.
Suara raungan harimau terdengar sangat keras, bahkan beberapa pasukan musuh tidak bisa berdiri karena ketakutan. Ketika mereka jatuh, pasukan Seven Soul akan mudah untuk memenggalnya.
"Sial, siapa kalian sebenarnya!" teriak Rama mulai panik. Dia tidak menyangka anak muda seperti Nur Andi memiliki kekuatan yang sangat mengerikan. Bahkan jika Abraham disini, dia akan ketakutan melihat aura yang dipancarkan.
Bukan tanpa alasan, teknik Jiwa Tersakiti adalah ketrampilan yang dapat mengolah jiwa dengan cepat. Namun Prinsip Jiwa memiliki kemampuan yang lebih luas.
Bisa dibilang Prinsip Jiwa adalah kakaknya Jiwa Tersakiti. Dengan ingatan Moris, Aldi juga sudah memperbaiki segel penyerahan supaya lebih membantu anggota Seven Soul.
"Kami adalah keluarga yang tidak seharusnya diganggu!" kata Nur Andi sambil memenggal Rama yang sudah tidak berdaya.
Sekarang dia sudah tampak seperti anggota Seven Soul sejati. Sebelum bergabung dengan Seven Soul, Nur Andi akan memilih untuk melepaskan musuhnya yang tidak berdaya.
Hal itu sangat bertolak belakang dengan prinsip Seven Soul yang melakukan segara cara untuk melindungi keluarganya. Bahkan mereka rela menggunakan cara licik untuk meraih kemenangan pasti.
Abraham yang merasakan kekuatan besar yang dipancarkan Nur Andi langsung menuju tempat kejadian. Instingnya selalu menuntunnya menuju orang kuat.
Sebelum sampai di tempat Nur Andi, seorang pria menghentikan Abraham. Dia adalah Shie yang sudah berhasil mengembalikan kekuatan sejatinya.
Sekarang bisa dibilang dia adalah Naga Hitam sesungguhnya. Seluruh segel warisan Naga hitam sudah dia dapatkan karena mengalami luka parah.
"Mungkin kita belum pernah bertemu, tetapi membunuh anakmu sendiri sudah terlalu berlebihan," kata Shie tanpa menunjukkan perubahan ekspresi.
Abraham tidak bisa tertawa, dia langsung memandang Shie dengan ekspresi serius. Instingnya mengatakan bahwa Shie adalah orang yang tidak boleh dia temui.
Namun dorongan hatinya selalu ingin mengalahkan Shie. "Siapa kamu?" tanya Abraham.
Tanpa menjawab, Shie langsung menyerang dengan tinjunya yang telah berubah menjadi sisik naga hitam.
Karena merasa lebih kuat, Abraham membalas serangannya dengan tinjunya. Namun siapa sangka ketika kedua tinju bertemu, tangan Abraham langsung patah.
Tidak membiarkan Abraham menyembuhkan lukanya, tendangan atas Shie berhasil mengenai kepala Abraham dengan sempurna.
Abraham yang terkena serangan telah langsung terjun dari langit dan menghantam tanah dengan keras, bahkan tanah langsung retak.
Nur Andi yang menyusul Shie langsung menyerang Abraham yang masih tergeletak di tanah. Namun Abraham berhasil menghindar dengan sempurna.
Teknik Jiwa Tersakiti bukan seorang manusia, jadi dia tidak akan merasakan kesakitan. Abraham yang asli yang akan merasakan rasa sakitnya.
Sebuah panah api berbentuk buruh menghantam Abraham yang baru menstabilkan pijakan kakinya.
Ledakan besar terjadi sekali lagi. Zhu Que adalah pelaku utama dari ledakan tersebut.
Setenang air, Kang Juun dan Kang Eun Jung menggunakan ketrampilan pedang mereka dengan sangat indah. Kombinasi keduanya seperti air danau yang sangat tenang, tidak ada kesalahan sedikitpun. Bahkan nafas mereka tampak serasi dengan ayunan pedangnya.
Abraham yang memiliki tubuh diperkuat tidak akan bisa dikalahkan dengan mudah. Dia menerima serangan banyak anggota Seven Soul tapi masih bisa berdiri tegak.
Tombak Zhou Ming langsung menusuk perut Abraham yang sedang menyembuhkan diri. Bahkan sampai menembus perutnya, tetapi Abraham tidak menunjukkan ekspresi kesakitan.
Henry yang datang dari samping langsung menghantam tubuh Abraham dengan kapak besarnya.
Abraham terbang ratusan meter jauhnya. Namun dia masih belum mati, walaupun terluka parah Abraham masih bisa dengan cepat menyembuhkan lukanya.
Teknik Jiwa tidak akan mudah disembuhkan, tetapi Abraham juga menggunakan teknik tersebut. Makanya dia dapat mengantisipasi serangan anggota Seven Soul dengan baik.