
Hari sudah mulai malam, Aldi mencari penginapan terdekat.
Seorang resepsionis menyapa, "Tuan, ada yang bisa saya bantu?"
"Kamar untuk satu orang," kata Aldi dengan senyum tipis khasnya.
"2 gram emas, Tuan."
Aldi memberikan koin emas yang dimiliki dari tiga wilayah.
Resepsionis terkejut ketika melihat Aldi mengeluarkan emas seberat 4,25 gram atau setara dengan satu dinar.
Uang dinar sangat jarang ditemukan di wilayah Kalimantan, mereka cenderung menggunakan koin emas seberat satu gram untuk pertukaran.
"Apa Tuan mempunyai koin yang lebih ..." kata Resepsionis.
"Aku akan menyewa selama 2 hari, sisanya anggap saja bonus untukmu."
Resepsionis langsung memberikan kunci kamar. Dia tidak ingin menunda orang yang berdiri didepannya.
Melihat dari pakaian, resepsionis itu mengerti bahwa Aldi didepannya bukan orang sederhana.
Srlama dua hari Aldi mencari informasi tentang wilayah Kalimantan lebih detail.
Para bangsawan kerajaan sangat menindas penduduk biasa. Dengan adanya kartu petualang, membuat para bangsawan tidak bisa merendahkan.
Kartu petualang di sahkan oleh Kerajaan Banjarmasin, tidak ada orang yang bisa merendahkan pemegang kartu petualang.
Jika melanggar, mereka akan mendapat penurunan pangkat bahkan hukuman mati di depan istana kerajaan.
Petualang di bagi menjadi 8 kelas yaitu kelas G, F, E, D, C, B, A, S, dan SS. Setiap kelas mempunyai peringkat yang disusun berdasarkan kontribusi.
Petualang kelas G setara dengan pembudidaya beladiri tingkat Biru, sedangkan kelas F setara dengan tingkat Coklat.
Aldi belum menemukan petualang tingkat E atau diatasnya. Menurut para penduduk, petualang tingkat E atau diatasnya jarang menginap di Kota.
Kota Banjar juga bukan merupakan ibu kota kerajaan. Jadi sudah sewajarnya petualang kelas tinggi tidak ada di sana.
Aldi menuju tempat ujian untuk mengambil kartu identitas sebagai petualang. Ada ribuan orang sedang mengantre untuk melakukan ujian.
Lebih dari 60% pelamar kembali dengan muka yang penuh darah. Mereka seperti dipukul tanpa ampun.
Bagi mereka yang lolos akan melanjutkan ke ujian selanjutnya. Sampai akhirnya giliran Aldi dipanggil untuk menghadapi ujian.
Dia berjalan santai tanpa membawa senjata apapun. Setiap pelamar membawa senjata mereka masing-masing.
"Apa bocah itu gila?"
"Mungkin ini kali pertama dia mencoba ujian petualang."
Diskusi antar pelamar terdengar samapi ke telinga Aldi. Namun dia malah tersenyum puas.
Sampai di dalam ruangan ada seorang pria dengan pedang bambu ditangan.
"Bocah, sepertinya kau berniat untuk gagal. Segera berbalik dan jangan membuang tenagaku!" kata Penguji meremehkan Aldi yang datang tanpa membawa senjata.
"Aku akan menggunakan tangan kosong untuk melawan." Aldi menjawab dengan senyum tampak di bibirnya.
Seorang wanita muda menghampiri dan berkata, "Ronald merupakan petualang kelas D, sebaiknya jangan meremehkan."
"Tenanglah aku yakin."
Aldi melihat kekuatan Ronald setara dengan pembudidaya tingkat Hitam. Jika mau dia dapat mengalahkan lawan hanya dengan sentuhan jari.
Namun, tanpa adanya intimidasi hidup berasa hampa. Rencana Aldi adalah mengalahkan Ronald dengan stamina yang dia banggakan.
Menurut rumor Ronald merupakan orang yang paling kuat dalam stamina. Dia bisa bertarung dengan monster 6 jam tanpa berhenti.
Aldi menggunakan teknik beladiri Baguazhang. Namun tidak menggunakan energi tambahan, dia hanya mengandalkan kekuatan tubuhnya.
"Majulah," ucap Aldi memandang Roland dengan gaya menantang.
Melihat seorang pelamar menantang dia untuk menyerang, Roland tidak tinggal diam. Dia langsung menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang.
Aldi menangkis dengan sentuhan lembut. Dia membelokkan titik serangan, sehingga dapat menguras stamina musuhnya.
Serangan bertubi-tubi dilancarkan Roland. Namun Aldi menangis dengan membelokkan titik serang.
Setelah 10 menit, Roland nampak kelelahan. Nafasnya sudah mulai tidak teratur.
"Bocah, kau memiliki sedikit ketrampilan." Roland menggunakan auranya untuk memperkuat Pedang kayunya.
Wanita muda yang sebelumnya menghentikan Aldi hendak menghentikan Roland karena sudah berlebihan menguji peserta.
Namun dia melihat kejadian yang sangat mengejutkan. Aldi menangkis dengan tenang tanpa banyak bergerak.
Semua serangan Roland seperti menebas angin. Kemampuan Aldi dalam membelokkan titik serangan merupakan jurus andalan.
Aldi sangat jarang menggunakan kekuatan yang sama untuk menangkis serangan musuh. Menurutnya menangkis dengan sedikit energi merupakan cara bertarung yang terbaik.
Setiap serangannya seperti menebas angin, dia mengira bahwa Aldi selalu menghindar.
"Paman, jika aku menyerang, kamu akan langsung pingsan." Aldi berkata dengan penuh percaya diri. Dia tersenyum tipis untuk memprovokasi Ronald lebih lanjut.
Wanita muda di sebelahnya tidak percaya dengan kemampuan ajaib yang diperlihatkan oleh Aldi. Setiap gerakan sangat halus dan terukur.
"Bocah, kau terlalu percaya diri. Serang aku 10 kali, jika aku pingsan, maka aku akan menjadi pesuruh mu selama setahun!"
Karena Ronald sudah terbawa emosi dia tidak bisa berpikir jernih.
Aldi tersenyum lebih lebar. Dia sudah menantikan kejadian ini sejak pertama kali bertarung.
Kaki kanannya bergerak maju dengan mulus. Dia seperti menari di udara, tanpa terasa Aldi sudah berada di depan Ronald.
Serangan telapak tangan mengenai rahang kiri Ronald, seketika dia langsung pingsan ditempat tanpa mengetahui penyebabnya.
Rahang kiri merupakan salah satu titip lemah manusia. Jadi jika dipukul dengan keras dapat membuat langsung manusia pingsan.
Pukulan Aldi mengandung sedikit energi Jiwa. Walaupun Ronald merupakan orang yang sangat terlatih, bisa tumbang sekali serang.
"Sepertinya aku menang." Aldi berdiri menghembuskan nafas dengan pelan serta mengepalkan kedua tangannya di depan. Hal itu merupakan bentuk penghormatan kepada lawan bertarungnya.
Suara tepuk tangan terdengar. Orang yang bertepuk tangan adalah wanita muda sebelumnya.
"Namaku, Qin Liangyu. Aku merupakan petualang tingkat B," ucapnya dengan senyum manis di bibirnya.
"Tidak disangka putri Qin Guan berada disini," kata Aldi santai.
"Apa anda mengenal kakek saya?" tanya Qin Liangyu.
"Aku tidak terlalu mengenalnya, tetapi aku berjanji untuk menemuinya di wilayah Kalimantan ini."
Qin Liangyu bukan orang bodoh, dia tidak melanjutkan pembicaraan.
Setiap orang diluar wilayah Kalimantan merupakan orang yang tidak bisa di singgung. Bahkan paling lemah diantara mereka dapat mengalahkan petualang tingkat S.
Qin Liangyu memimpin jalan menuju ujian kedua. Dalam ujian ini, peserta harus berlari di pinggir Hutan Sebangau.
Peserta diharuskan berlari tanpa henti, setiap hari hanya akan ada istirahat satu kali. Untuk melewati ujian dibutuhkan 15 hari berlari.
Setelah lolos dari ujian kedua, para peserta akan mendapatkan kartu ujian. Jika ingin meningkatkan kelas, mereka bisa menantang penjaga menara untuk menentukan kelas.
Berlari 15 hari tanpa henti merupakan hal bisa bagi Aldi. Namun berbeda dengan peserta lain yang pucat setelah melihat papan pengumuman.
Aldi melewati ujian kedua dengan sangat mudah, tidak ada kejadian khusus di dalam perjalanan. Semua peserta berfokus untuk menghemat energi agar bisa lulus ujian.
Dari 500 orang yang berhasil lolos ujian pertama, hanya 120 orang yang berhasil mencapai garis finjs ujian.
Sebenarnya Aldi dapat menempuh jarak itu hanya dalam waktu beberapa jam, tetapi dia memilih berlari untuk mengukur ketahanan tubuhnya.
Sampainya di garis finis, Aldi tidak mengeluarkan keringat sedikitpun. Dia merasa bahwa ujian ini sangat mudah.
"Akhirnya aku menerima kartu identitas," kata Aldi pelan.
Disisi lain Qin Liangyu menemui Qin Guan untuk menanyakan anak yang bermakna Aldi.
"Kakek ada seorang anak yang mengaku sebagai Aldi, sedang mencari mu," ucap Qin Liangyu.
"Darimana asalnya?" tanya Qin Guan.
"Dia mengatakan bahwa mempunyai janji bertemu denganmu di wilayah Kalimantan."
"Shen Zero!" kata Qin Guan langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Siapa dia, Kakek?" tanya Qin Liangyu penasaran.
"Aku tidak mengenalnya dengan pasti, tetapi satu hal yang pasti. Jangan pernah mengganggunya, jika ingin selamat."
Qin Guan menceritakan tentang kehancuran Rush All. Aldi merupakan salah satu dalang dibalik pembantaian masyarakat Rahasia Rush All.
Setelah mendengar secara mendetail kemampuan Aldi, membuat bulu kuduk Qin Liangyu berdiri. Dia tidak mengira anak yang tampak polos merupakan seorang pembantai yang sangat kejam.
Dia merasa beruntung karena Ronald adalah lawannya saat ujian. Ronald dan Qin Liangyu akan bergantian menguji peserta.
"Jika dia bertanya tentang keberadaan Kakek. Aku harus menjawab apa?" tanya Qin Liangyu sedikit cemas.
"Tidak mungkin dia bertanya. Kemampuannya melacak orang tidak bisa di ragukan. Sebentar lagi dia akan menemui ku."
Sebuah bayangan bergerak kearah mereka. "Seperti yang diharapkan dari Qin Guan. Bisa mengetahui teknik sederhana milikku."
Qin Guan berusaha berwajah tenang. Sebenarnya dia tidak merasakan sedikitpun kehadiran orang lain di sekitarnya.
Bahkan dia telah memasang ratusan formasi untuk menghalangi orang menyusup. Bahkan jika seekor semut melewati formasi, dia akan tahu.
Qin Liangyu mendur sedikit, dia sedikit ketakutan dengan karakter Aldi yang sangat mengerikan.
"Jangan takut, Qin Guan mengarang terlalu jauh," ucap Aldi dengan senyum tipis sambil memegang kepala Qin Liangyu.