
Pria berambut keriting mengangkat nomor kursinya dan memberikan isyarat untuk menambahkan harganya 1000 rupiah.
Aldi yang melihat tindakan pria tersebut hanya bisa tersenyum masam. Dia mengetahui bahwa pria tersebut tidak mempunyai niat untuk membeli budak Elf.
Elf sangat terkenal dengan kemalasannya, jadi para pebisnis tidak ingin membelinya. Sedangkan Aldi mempunyai mata Dunia yang dapat melihat kualitas wanita Elf tersebut.
Walaupun wajahnya sudah hancur dan salah satu telinganya telah dipotong, Aldi masih berencana menjadikannya petarung yang kuat.
"12 ribu rupiah," kata Aldi.
Pertarungan antara pria berambut keriting dan Aldi berlangsung cukup lama. Akhirnya pria berambut keriting merasa bahwa harganya cukup mahal.
Aldi memenangkan budak Elf dengan harga 100 ribu rupiah. Harga tersebut jauh dibanding dengan harga awal dan pasarannya.
Pria berambut keriting tersenyum lebar melihat Aldi mengeluarkan uang yang jauh lebih tinggi dari harga pasar.
Budak kedua seorang manusia singa yang mempunyai taring lengkap dan tubuh yang sehat. Dia baru dianggap menjadi budak beberapa hari yang lalu.
Pria berambut keriting langsung menawarnya dengan harga 50 ribu rupiah.
Melihat kejadian tersebut, Aldi mengajukan tawaran 300 ribu rupiah.
Tidak mau kalah, pria berambut keriting langsung menawarnya kembali dengan harga 500 ribu. Aldi mengacungkan tangannya untuk menaikkan harganya dua kali lipat.
"Sial siapa kamu, tunjukkan uang!" teriak pria berambut keriting. Namun dia masih meningkatkan tawaran menjadi 1,1 juta rupiah.
Aldi menunjukkan kartu berwana hitam. Kartu tersebut dikeluarkan oleh pasar gelap untuk menjadi status sosial dan menunjukkan seberapa kaya orang tersebut.
Semua orang yang melihat kartu berwarna hitam terkejut, sebagian orang bahkan berdiri dari kursinya tidak percaya dengan mata mereka.
Kartu hitam merupakan peringkat tertinggi dari status sosial di pasar gelap. Aldi mendapatkan kartu tersebut dari Saiful.
Pria berambut keriting mulai menyesali keputusannya, dia telah memprovokasi orang yang jauh lebih tinggi dari ayahnya.
Karena orang disebelahnya pria berambut keriting bukan orang bodoh, dia langsung membayar budak manusia singa dengan harga 1,1 juta.
Semua orang yang duduk di tempat pelelangan tidak ada yang mengeluarkan suara setelah Aldi mengeluarkan kartu hitam.
Pelelangan budak dilanjutkan. Aldi menawar 99 budak lainnya yang mempunyai potensi menjadi pembudidaya yang hebat.
Ketika Aldi mengajukan tawaran, tidak ada satu orangpun yang berani menawar budaknya. Jadi Aldi hanya menghabiskan 240 ribu kredit dalam pelelangan.
Aldi dan Arifin menuju tempat pembayaran. Seorang pria dengan tubuh kekar menghampiri mereka berdua.
"Tuan, silahkan masuk. Kalung budak sudah di pasang, anda tinggal menandatangani pada kertas ini," katanya sambil mengeluarkan sebuah kertas kontrak.
Aldi menandatangani kertas kontrak sehingga 100 budak sudah resmi menjadi miliknya.
Setelah sampai di luar pasar gelap, Aldi melepas semua kalung budak mereka.
"Aku membebaskan kalian. Jika masih ada yang mau mengikuti aku, majulah!" kata Aldi dengan nada yang tegas.
Semua budak maju ke depan, mereka tidak ingin kehilangan majikan yang sangat kata dan mempunyai kedudukan sosial yang tinggi.
"Aku lupa memberitahu, kartu yang aku gunakan milik orang lain."
Perkataan Aldi membuat beberapa budak menghentikan langkahnya. Kepercayaan mereka mulai turun kepada orang didepannya.
Namun ada 10 orang yang masih berjalan maju tanpa menghentikan langkah kakinya. Mereka yakin pria didepannya mempunyai prospek yang bagus. Sedangkan 90 lainnya berhenti di tempat.
"Baiklah, jadi hanya 10 orang yang ingin melayaniku dengan tulus. Sedangkan untuk yang lain silahkan pergi, kalian sudah bebas!"
Aldi memberikan isyarat tangan kepada 10 orang yang ingin mengikutinya. Anehnya semua orang tersebut adalah Elf yang terkenal sangat malas.
90 budak lainnya berlari ke segala arah untuk menemukan kehidupan yang lebih baik.
Aldi menggerakkan tangannya untuk membersihkan semua tubuh semua Elf.
"8 Perempuan dan 2 Laki-laki. Sudah cukup untuk mendirikan markas kecil Seven Soul," pikir Aldi melihat bakat yang cukup tinggi dari mereka semua.
Aldi menawarkan segel ketulusan kepada semua budak termasuk Arifin yang berdiri disebelahnya.
Arifin sangat percaya dengan Aldi, jadi tidak mungkin untuknya menolak tawaran yang sangat menggiurkan.
Sedangkan untuk semua budak menyetujuinya karena merasa sangat berhutang budi karena telah dibeli dengan harga tinggi.
11 orang telah diberikan segel ketulusan, Arifin mendapat tugas untuk melatih 10 Elf yang akan menjadi bawahannya.
Aldi telah memberikan teknik pengembangan yang sangat misterius kepada semua orang, jadi pertumbuhannya akan semakin cepat.
Setelah tinggal cukup lama di Kerajaan Padang dan Negara Jakarta, dia merasa bahwa penjualan pil sangat jarang terlihat.
Beberapa orang menjual pil penyembuhan tingkat rendah dengan harga yang fantastis.
Aldi berencana berencana menjual 3 pil penyembuhan kelas tinggi untuk menarik perhatian para pembudidaya kuat.
"Aku ingin menjual 3 pil penyembuhan kelas tinggi," kata Aldi kepada resepsionis rumah lelang pasar gelap.
Setelah barang diterima, ribuan orang mulai berdatangan dari segala sudut. Mereka semua sedang mengincar pil penyembuhan kelas tinggi.
Melihat banyaknya pembudidaya yang menuju rumah lelang, membuka mata Aldi tentang kekuatan para pembudidaya di Galaxy Andromeda.
Setidaknya ada 10 Dewa Sejati yang datang untuk menawar pil penyembuhan kelas tinggi. Salah satu dari orang tersebut adalah ketua terbaru Organisasi VOC, Hanson.
Sedangkan ketua Organisasi VOC yang lama telah difitnah dan masuk penjara bawah tanah.
Pria berpakaian serba hitam muncul di depan Hansol dengan tatapan tajam. Dia adalah ketua dari organisasi pembunuh, Bana.
Aldi sedikit terkejut dengan penampilan ketua Organisasi pembunuh yang memiliki kekuatan tingkat Dewa Sejati tahap 9.
"Hanson, aku akan membuat perhitungan yang tidak akan pernah kamu lupakan."
Hanson adalah orang yang menyingkirkan ketua Organisasi VOC sebelumnya. Karena Bana adalah pendukung lawannya, Hanson hanya bisa menggunakan mulutnya untuk menjebloskan musuhnya ke penjara.
"Bana, aku pikir hari itu tidak akan pernah terjadi!" jawab Hanson dengan nada tegas serta membalas tatapan tajam Bana.
Lelang tambahan diselenggarakan karena seseorang telah menemukan sebuah pil penyembuhan kelas tinggi.
Jadi banyak pembudidaya tingkat atas berkumpul untuk bersaing untuk mendapatkan pil tersebut.
Saat lelang akan dimulai, seorang pria berjenggot panjang berdiri di atas panggung pelelangan. Dia adalah pemimpin dari rumah lelang di pasar gelap, Andri.
"Hadirin yang terhormat, kami telah menemukan pil penyembuhan kelas tinggi yang sangat dicari para pembudidaya beladiri."
Andri menjelaskan detail pil untuk meyakinkan semua orang tentang keasliannya.
Aldi yang melihat penampilannya di atas panggung, menganggukkan kelapa mengisyaratkan persetujuan dari semua informasi yang di sebarkan Andri.
"Kami mendapatkan pil penyembuhan dari seorang anak muda. Jika tebakanku benar, dia adalah seorang Putra Mahkota yang kehabisan uang di dunia kecil ini."
Perkataan Andri membuat semua orang saling memandang. Jika ada seorang Putra Mahkota, maka semua orang harus mencarinya untuk memberikan hormat.
Mereka tidak ingin kejadian beberapa ribu tahun yang lalu terulang kembali.
Kala itu Putra Mahkota terluka parah karena pembudidaya bebas. Akhirnya dia memberitahu masalahnya kepada pengawal pribadinya.
Tanpa berpikir panjang, pengawal pribadinya langsung membantah ribuan pembudidaya yang terlibat dengan pria yang menganiaya Putra Mahkota.
Sejak saat itu, jika ada seorang Putra Mahkota, semua orang harus memberikan hormat tanpa terkecuali.
Namun sampai kejadian tersebut belum pernah diketahui ada seorang Putra Mahkota yang turun ke Kerajaan Padang atau yang lainnya.
Hanson tanpa sadar memikirkan pria muda bernama Shen Zero yang telah mengalami konflik dengan organisasinya. Bana juga mulai berpikir hal yang sama.
Informasi yang sebarkan Andri juga menjadi pukulan kepada semua pembudidaya untuk membeli pil dengan harga yang super tinggi.
Aldi tersenyum tipis mendengar pernyataan Andri yang terlalu di besar-besarkan. Namun teknik pemasarannya sangat efektif untuk menarik perhatian semua orang.
Pelelangan dimulai dengan satu pil penyembuhan dengan botol berwana putih yang terbuat dari giok alam.
"Baiklah, sekarang aku akan menjual 1 pil penyembuhan kelas tinggi ini. Harga awal dimulai dari 1 juta rupiah."
Dalam sekejap harga pil langsung melambung mencapai 10juta rupiah.
Aldi hanya tersenyum masam melihat harga pil penyembuhan kelas tinggi bisa terjual dengan harga fantastis.
Jika tahu hal ini sejak dulu, dia akan menjual ribuan pil penyembuhan kelas tinggi.
Akhirnya 3 pil terjual dengan harga 41 juta rupiah, dipotong pajak untuk rumah lelang sebanyak 10%. Jadi Aldi menerima pembayaran sebanyak 37 juta kurang sedikit.
Aldi berjalan menuju ruang administrasi, tetapi dia dihadang Andri.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Andri dengan tatapan tajam.
"Hanya pejalan kaki yang kebetulan lewat," jawab Aldi dengan santai.
Mata mereka saling memandang, Andri merasakan ancaman yang lebih besar dari Putra Mahkota karena tidak dapat melihat tingkat kekuatan pria didepannya.