7 Soul Reinforcement

7 Soul Reinforcement
Rekan Baru



Shen Zero seorang yang mempunyai kekuatan sebanding dengan Izza Heru.


"Paman Hamzah, tolong kesampingkan masalah ini," ucap Pablo Zenetta dengan ekspresi cemas.


Jika kekuatan Shen Zero seperti yang dikatakan Kakaknya, maka ini akan menjadi bencana bagi bisnisnya.


Hamzah Paula tercengang, ia berkata, "Apa kau takut?. Aku akan mengurus semua konsekuensinya."


"Lansia, tolong untuk meletakkan masalah ini." seorang pria paruh baya menghampiri mereka. Orang itu adalah ayah dari Zuan Shi, Zuan Shu.


"Zuan Shu, kau terlalu memanjakan putrimu!" kata Hamzah Paula dengan nada tinggi.


Orang yang menonton perseteruan mereka semakin banyak, hal itu akan mempengaruhi reputasi keluarga Paula.


Keluarga Paula merupakan masyarakat pemerintah, jika masalah ini terdengar ke telinga masyarakatnya, konsekuensinya akan sangat berat.


"Baiklah, kau lolos kali ini, Nak!" ucap Hamzah Paula dengan mengeratkan giginya.


Hamzah dan anggota keluarga Paula meninggalkan tempat kejadian dengan ekspresi suram.


"Aku tak akan membiarkan berkahir seperti ini!" geram Hamzah Paula yang lebih marah dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya.


Penonton yang melihat kejadian mulai membubarkan diri.


"Paman Simon, Paman Andre, siapa mereka?" tanya Aldi dengan tenang, tampak seperti tidak terjadi hal sebelumnya.


"Seperti yang diharapakan dari Shen Zero, perkenalkan aku Sugeng."


Aldi berkata, "Salam, Paman Sugeneg."


"Haha, jangan terlalu formal aku merupakan generasi pertama di keluargaku, makanya aku tidak mempunyai marga," ucap Sugeng dengan nada yang ramah.


"Sepertinya, Paman menghadiri kompetensi pasukan khusus di Mojokerto," ucap Aldi.


Sugeng melirik Simon, ia berkata, "Iya, aku adalah salah satu instruktur pasukan khusus. Jadi secara tidak langsung aku mengetahui mu."


Sugeng menggelengkan kepalanya mengisyaratkan dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Shen Zero merupakan karakter terkenal di kompetisi merupakan anak berumur 12 tahun.


"Tolong, Paman semua menjaga rahasia ini," ucap Aldi dengan ekspresi yang ramah.


"Tentu, jangan khawatir tentang hal itu," jawab Sugeng dan semua orang masih berdiri didepannya.


Semua orang yang hadir didepan Aldi merupakan orang yang pintar. Shen Zero yang diceritakan Sugeng kepada mereka ternyata adalah teman Simon.


Jika menggabungkan cerita Sugeng dan Simon, karakter Aldi menyerupai monster cilik. Pada usianya yang masih kecil, ia merupakan pembudidaya beladiri terkenal ditambah dia seorang pebisnis kaya raya.


Zuan Shu mendatangi Aldi, ia berkata, "Aldi, maaf telah membuatmu terlibat masalah keluarga."


"Paman, jangan sungkan," ucap Aldi dengan senyum ringan khasnya.


Hari berlalu dengan cepat, pelelangan diadakan tanpa ada barang yang dapat menarik minat Aldi.


Keluarga Paula tidak haris di pelelangan terakhir, karena ada masalah mendadak yang harus mereka selesaikan. Hal itu dilakuan mereka untuk menjaga nama baiknya.


Dalam lelang ini, Aldi mendapatkan pemasukan 6000 emas, dari menjual 10 obatnya.


"Aldi, apa kau berminat pergi bersamaku kami ke Banyuwangi?" tanya Andre Silva.


"Maaf, sepertinya aku harus pulang, sudah cukup lama aku meninggalkan rumah," ucap Aldi.


Andre Silva tersenyum, ia berkata, "Baiklah."


Aldi sekarang sendirian, ia sedang menunggu jadwal pemberangkatan pesawatnya.


Seorang mengikutinya sejak dia meninggalkan kapal pesiar. Aldi mengetahui itu, tapi dia mengabaikannya.


Dia malah tersenyum aneh, serta ia berkata, "Sudah waktunya aku mencoba kekuatan baruku."


Berbeda dengan harapan Aldi, orang itu ternyata tidak mendekatinya.


Dia hanya berdiam diri seperti sedang mengintai mangsanya. Aldi menggunakan Mata Langitnya, ia menemukan bahwa kekuatan orang itu sungguh mengejutkan.


Orang itu mempunyai kekuatan tingkat Coklat Awal.


"Target kali ini sungguh sangat menarik!" gumam pria itu.


Aldi mempunyai pendengaran yang sangat baik, jadi dia mendengar perkataan itu. Dia tersenyum mengarah ke pria tersebut untuk memprovokasi.


Suara telepon Aldi berbunyi. Itu merupakan panggilan dari Ali Linda.


"Hi, Aldi ... kami mempunyai masalah serius," ucap Ali Linda dengan tergesa-gesa.


"Bicaralah," kata Aldi.


Perusahaan yang didirikan Alex dan kawan-kawan mengalami krisis keuangan, hal itu dikarenakan banyaknya kompetitor membuat mereka harus memberikan tawaran yang lebih menarik dari pesaingnya.


Untuk membuat tawaran yang lebih menarik mereka membakar banyak modal mereka.


"Seperti yang kuduga, tapi salut untuk kalian yang membuat prediksi ku salah. Seharusnya jika tebakanku benar, dana yang aku sediakan harusnya habis 2 minggu lalu," ungkap Aldi.


"Tepat, sebenarnya dana kami sudah habis 2 minggu lalu ... Alex ngotot tidak mau memberitahumu," kata Ali Linda.


Aldi memikirkan suatu rencana, kemudian ia berkata, "Datanglah ke Bandar 3 hari lagi, serta siapkan proposal pengajuan dana untuk investor. Aku akan mencari beberapa kenalanku untuk membantu kalian."


"Terimakasih, Aldi," kata Ali Linda merasa malu.


Aldi berkata, "Bisnis itu juga milikku sudah sewajarnya masalah seperti ini harus di diskusikan."


Aldi pulang dengan lancar , ia masih waspada terhadap orang yang mengikutinya.


Sampai di gerbang jalan keluar bandara, Aldi menghilang dari pengelihatan pria yang mengikutinya.


"Apa? dimana dia?" Pria itu kebingungan.


Pria itu mengarah ke sebuah hutan dekat bandara.


"Sepertinya kau suka mengikuti orang!" kata Aldi dengan nada yang lirih.


Pria itu mempunyai kekuatan yang tinggi, jadi wajar jika dia mendengar perkataan itu.


"Shen Zero, sepertinya aku meremehkan mu," kata Pria itu dengan nada yang meremehkan.


"Jadi apa yang kau mau? jujur sekarang aku dalam suasana hati yang kurang enak," kata Aldi dengan ekspresi datar.


"Tidak ada permusuhan diantara kita, jadi mari kita selesaikan masalah ini." Pria itu menyerang dengan sekuat tenaga.


Aldi mengeluarkan Energinya tanpa menahan sedikitpun.


Pertarungan terjadi sangat singkat dalam 2 menit Pia itu kehilangan tangan kanan dan kaki kirinya.


Aldi mengibaskan pedangnya yang berlumuran darah. "Aku menang!" ucap Aldi melihat Pria itu bersandar di bawah pohon.


"Aku tak menyangka kau sekuat ini," ucap Pria itu dengan senyum ringan.


"Siapa kau?" tanya Aldi.


Pria itu memejamkan matanya, ia berkata, "Orang yang akan mati, tidak perlu mengungkapkan namanya."


"Jika aku memberimu kesempatan untuk bergabung denganku, apa kau mau?" tanya Aldi pelan.


"Orang dibelakang ku sangat kuat, bahkan kau bukan tandingannya," ujar Pria itu dengan nada pelan.


Aldi tertawa mendengar itu, kemudian ia berkata, "Siapapun orang yang menganggu bangsaku, akan aku musnahkan!"


"Penataan yang sangat sombong, tapi melihat umurmu sekarang kau merupakan jenius sejati," ungkap Pria itu dengan terbata-bata karena dia sudah mulai kehabisan darah.


Setelah berbincang dengan Aldi, Pria itu memutuskan untuk bergabung.


Aldi memasang segel kepada jiwanya. Segel itu bukan seperti yang ia terapkan kepada Shie, melainkan segel perbudakan.


Segel itu dapat membatasi semua tindakan penerima segel.


Pria itu bernama Kim Hoon. Setelah mengungkapkan semuanya, ternyata Kim Hoon masih berumur 40 tahun.


Aldi menyembuhkan luka Kim Hoon dengan sangat cepat, bahkan dia dapat menggerakkan tangannya dalam 2 hari.


Sekarang Aldi mempunyai informasi yang lebih luas.


Dalam beladiri dunia ini dibagi menjadi 3 kasta, yaitu Duniawi, Semi Rahasia, dan Rahasia.


Duniawi merupakan kasta yang ia tinggali sekarang, dunia yang sangat luas.


Semi Rahasia merupakan kasta yang jarang bersentuhan dengan perkembangan dunia, mereka menyembunyikan diri baik itu di gunung atau tempat sepi lainnya.


Rahasia merupakan kasta yang paling misterius mereka jarang terlihat di dunia. menutup keterangan Kim Hoon mereka tinggal di dimensi yang berbeda, tapi dapat mencapai dunia ini jika mereka mau.


Kim Hoon merupakan murid perguruan Semi Rahasia, jadi wajar jika dia sekuat ini di usianya yang masih 40 tahun.