
Sebuah kubah berwana ungu terbentuk di sekitar gerbang masuk Dunia Rush All. Aldi memerintahkan Shie, Shen Haise dan Leo menyerang para pasukan Rush All untuk menuju gerbang Dunia.
700 bayangan keluar dari tubuh Shen Haise dengan kekuatan setara dengan tingkat Raja tahap 1. Sekali lagi Sun Hyeon terkejut, dia tidak menyangka bawahan Aldi bisa sekuat itu.
Sanjaya merasa aneh, tubuh dan jiwanya tidak bisa bersatu kembali. "Apa yang terjadi?" ucapnya kebingungan.
Semua itu karena batu yang di tempatkan di titik khusus.
Pertempuran antara Shen Zero dan Sun Hyeon sangat sengit. Semua orang belum mengetahui rahasia kenapa Aldi dapat mengimbangi Sun Hyeon yang memiliki kekuatan tingkat Leluhur.
Dalam pertempuran Aldi selalu tersenyum, serangan psikologis itu membuat ketenangan Sun Hyeon semakin goyah.
Serangannya tidak mengarah sesuai dengan keinginannya. Akhirnya gerakan tubuhnya tidak selaras.
Melihat itu Aldi memanfaatkannya, dia menebas menggunakan teknik magma suci. Namun itu menjadi bumerang untuknya.
Setelah menerima serangan pedang Aldi, Sun Hyeon merasakan keanehan di sekitarnya. "Semua menjauh dari gerbang!"
"Semua pasukan keluar, paksa mereka mendekati gerbang!" teriak Aldi.
Pasukan 50 ribu orang keluar. Paling lemah diantara mereka tingkat Bumi. Kombinasi serangan mereka sangat bagus jadi dengan 10 orang dapat melawan pembudidaya tingkat Langit.
Wilayah Tengah di pimpin oleh Park Jimin menghadapi pasukan Hantu yang menyerang. Zelda berperan sebagai wakil.
"Seperti yang direncanakan, segera lakukan pembentukan formasi pengurangan." Perintah Park Jimin kepada prajurit didepannya.
"Apakah rencana ini akan berhasil memukul mundur pasukan Hantu?" tanya Zelda. Dia mengetahui seberapa mengerikannya pasukan Hantu.
Park Jimin tersenyum, dia sudah mengetahui seberapa mengerikan pasukan yang dilatih. Garis keturunan semua prajurit Ras Serigala sudah dibuka.
Jumlah prajurit Ras serigala mencapai ratusan ribu, tetapi yang melewati tingkat Bumi hanya 20 ribu. Sedangkan Zelda membawa 5000 prajurit kepercayaannya.
Dia belum merekrut satu orangpun sejak kehancuran Blood Axe. Pengkhianatan yang dialami membuat lubang dihatinya.
Aldi hanya memerintahkan prajurit tingkat Bumi atau lebih yang dapat berpartisipasi dalam perang kali ini.
Wilayah Timur memiliki pasukan lebih banyak dari wilayah Tengah, ada 70 ribu orang telah siap untuk menjalankan rencana.
"Segera pasang formasi. Perang Shen Zero melawan Ketua Rush All sudah pecah." Ye Mo memerintahkan prajuritnya untuk segera memulai formasi yang direncanakan.
Dia mendapatkan informasi itu telepon yang dibawa oleh rekan Seven Soul di dekat daerah pertempuran.
Sesuai dengan prediksi, masyarakat Semi Rahasia Hantu ikut campur dalam kontroversi antara Seven Soul dan Rush All.
Seorang wanita berjalan menemui Ye Mo. "Ye Mo, aku telah menyiapkan pasukan Dedly Blade untuk menyergap mereka dari belakang." Wanita itu adalah Silvia Horizon.
Ketika pertarungan Aldi dan Sun Hyeon berlangsung, seorang pria membantu Sanjaya. Pria itu adalah Gusti Rahmat.
Aldi tidak dapat berbuat banyak, dia terlalu sibuk menahan Sun Hyeon. Jika dia melepas fokusnya, maka semua rencana akan gagal.
"Sun Hyeon, sangat terhormat menjadi seorang pesuruh, Kan?" tanya Aldi. Dia mengejek karena Sun Hyeon sangat bersikeras menahan Aldi agar tidak membunuh Sanjaya.
Sun Hyeon tertawa. "Kau masih terlalu muda, Nak. Pertarungan kita tidak akan pernah berakhir jika seperti ini terus."
Aura Sun Hyeon semakin padat, wujudnya berubah menjadi lebih besar. Tubuhnya berwana biru tua, corak dibawah matanya terlihat seperti sisik Hiu pemangsa.
"Lihatlah kemampuan khusus kami, Rush All!"
Aldi sedikit terkejut dengan wujud Sun Hyeon yang berubah. Kekuatannya itu merupakan teknik khusus yang telah dikembangkan setiap orang di Rush All.
Pertempuran Aldi dan Sun Hyeon berjalan seimbang. Tanpa simbol ruang dan waktu, Aldi tidak mungkin mengimbangi.
Wilayah Dewata menjadi lebih mencekam dibawah perintah Shen Yi. Pertemuan melawan organisasi Hantu seperti pembantaian satu pihak.
Setiap orang dari organisasi Hantu tidak dapat melakukan apapun, mereka hanya bisa mundur perlahan.
Namun penyergapan datang dari arah sebelumnya. Dalam dua hari seluruh pasukan Hantu di wilayah Dewata telah dimusnahkan.
Bahkan Kerajaan Halilintar mendapatkan kerugian yang sangat besar. Jendral perang mereka banyak yang gugur di konflik kali ini.
Melihat kekuatan Kerajaan Curik yang mengesankan, membuat kerajaan Denpasar merasa lega tidak menyetujui kerjasama dengan Kerajaan Halilintar.
Masyarakat Semi Rahasia Roda Gila tidak ikut campur dalam bentrokan kali ini, merela belajar tentang kejadian sebelumnya.
Bahkan dengan organisasi Hantu yang membantu tidak mungkin untuk menang melawan Seven Soul.
Sikong Yu tidak hadir di pertempuran wilayah Dewata, dia ditempatkan di wilayah Timur sekaligus melindungi keluarganya.
Sanjaya yang telah berhasil menyatukan jiwa dan raganya. "Sial, teknik yang digunakan Shen Zero sangat aneh!" umatnya.
"Yah, aku sekarang tau seperti apa Seven Soul. Satu kata untuk mereka, mengerikan!" kata Gusti Rahmat.
"Kita masih memiliki kartu lainnya, jadi jangan mundur terlalu cepat." ucap Sanjaya. Dia mengetahui bahwa leluhurnya telah bersembunyi di suatu tempat.
Namun, berbeda dengan harapannya leluhur masyarakat Semi Rahasia Hantu, sedang bertarung dengan raksasa di dunia Alternatif.
Karena Dunia Alternatif tempat pasukan Hantu tinggal telah dikosongkan. Mereka keluar untuk meratakan Seven Soul.
"Pria kecil, sebaiknya kau segera menyerah." Raksasa menginjak tubuh leluhur Hantu.
Kekuatannya sekarang sudah melampaui Sang Leluhur. Pil obat yang diberikan Aldi sangat berperan dalam peningkatannya.
Leluhur Hantu dalam keadaan sangat memprihatinkan tubuhnya sudah pada batasnya. Semua kekuatannya sudah dikeluarkan, tapi tidak dapat menandingi Raksasa.
"Bagaimana kau bisa lepas dari segel pemanggil?" tanya Leluhur Hantu.
"Kau tidak perlu mengetahuinya!"ucap Raksasa sambil menginjak lebih keras tubuh Leluhur Hantu.
Seketika tubuhnya hancur, tetapi jiwanya terbang untuk memperingatkan pasukan Hantu agar segera kabur.
Namun, sebuah simbol keluar dari dahi Si Raksasa. Simbol itu pemberian Aldi tanpa sepengetahuan Raksasa.
Jiwa Leluhur Hantu terserap kedalam simbol. Teriakan Leluhur hantu bergema ke seluruh Dunia Alternatif.
"Tidak!"
Raksasa terkejut melihat simbol keluar dari dahinya. Dia terkejut karena kekuatan simbol itu cukup untuk menyerap jiwa seseorang, bahkan jiwanya dapat dimakan.
"Sial, sebaiknya aku tidak mempermainkan orang gila itu." Raksasa itu mulai meragukan kemampuannya melawan Aldi.
Semua pasukan Rush All akhirnya terpojok ke gerbang penghubung dunia Utama dan Dunia Rush All.
Sementara itu Aldi dan Sun Hyeon masih bertarung, Aldi merasakan kekuatan mengalir dari simbol Raksasa.
"Sepertinya doa berhasil." Pikir Aldi menerima energi jiwa dari leluhur Hantu.
Aldi mengeluarkan kekuatan pemberian burung Curik. Api biru keluar dari tubuhnya, ditambah aura ungu disekitarnya.
"Sudah waktunya mengakhiri pertempuran ini," ucap Aldi melihat Sun Hyeon yang sudah kelelahan menyerang.
Aldi memerintahkan semua pasukan Seven Soul untuk menjauh dari gerbang. Sebuah cahaya berwana putih keluar dari kubah penghalang.
Cahaya itu semakin mengecil kearah gerbang, Sun Hyeon ingin menghancurkan dengan semua kekuatannya. Namun usahanya tidak membuahkan hasil.
Pengurangan dari cahaya itu berkali-kali lebih tebal dari formasi biasanya. Bahkan pembudidaya tingkat Leluhur tidak akan menggoresnya.
"Apa yang kau lakukan, Shen Zero," tanya Sun Hyeon.
Aldi tersenyum tipis dan menjawab, "Sudah aku bilang, aku akan mengusir kalian."
Gerbang menuju Dunia Rush All goyah, formasi ruang di dalamnya semakin tipis.
"Ketua, kita harus segera mundur. Jika tidak, kita akan terjebak di sini," kata seorang prajurit berbaju putih.
Akhirnya Sun Hyeon menyadari seberapa mengerikan keadaannya sekarang. Pasukan yang selamat hanya 300 orang dari 50 ribu orang.
Tanpa pikir panjang Sun Hyeon memerintahkan untuk mundur. "Shen Zero, ini belum berakhir. 10 tahun lagi aku akan kembali untuk membalas hutang ini."
Dia menuju gerbang dunia Rush All dengan menggerakkan giginya karena marah.