
Aldi melihat sekitar, dia tidak dapat menentukan kearah mana mereka akan pergi. Akhirnya dengan memanjat pohon paling tinggi, dia melihat sebuah desa.
"Shen Haise, ayo kita pergi kearah timur, aku melihat ada sebuah desa kecil di pinggir gunung." Aldi menunjuk arah timur.
Dua jam terbang, mereka akhirnya sampai di desa.
Seorang petani sedang mencangkul sawahnya bertanya dengan nada keras, "Anak Muda, apa yang kalian lakukan disini?"
"Paman, kita sedang berjalan-jalan mencari angin segar," jawab Aldi pelan.
"Kalau sekedar jalan-jalan jangan menginjak rumput milikku yang berharga!" ucap Petani.
Aldi dam Shen Haise tidak terbang saat melihat manusia di wilayah Dewata, mereka tidak menyadari bahwa rumput di bawahnya adalah tumbuhan yang di taman para petani.
Ketika Aldi mengeluarkan 10 koin emas untuk ganti rugi, petani itu menggelengkan kepala.
"Sepertinya kalian bukan dari wilayah Dewata. Seumur hidupku baru kali ini aku melihat pengunjung dari Gunung Merbuk," katanya sambil tersenyum.
Aldi terus menggunakan Mata Langit untuk mengidentifikasi patani tersebut, dia menemukan bahwa petani itu memiliki kekuatan setara dengan tingkat Biru.
Di tambah dia menemukan sebuah roh yang melindunginya, artinya dia merupakan pembudidaya yang memanfaatkan roh dan tubuh fisik.
"Benar Paman, kami baru tiba di wilayah Dewata hari ini," kata Aldi dengan senyum tipis khasnya.
Petani itu memberikan informasi bahwa alat tukar di wilayah Dewata menggunakan uang yang dibuat khusus oleh kerajaan.
Uang yang dapat di gunakan untuk jual beli hanya emas sudah di sahkan oleh kerajaan Dewata.
Sedangkan emas yang dipegang Aldi adalah emas yang dibuat oleh perusahaan penambangan emas dan disahkan oleh perusahan.
Aldi membantu petani itu untuk membereskan kekacauan uang telah dia lakukan.
Sedangkan Shen Haise hanya duduk dibawah pohon memandangi sekitar. Dia diberi tugas untuk memperhatikan kebiasaan setiap makhluk, termasuk tumbuhan dan hewan.
Ketika Aldi membantu petani itu, dia juga bertanya beberapa pertanyaan sederhana tentang wilayah Dewata.
Wilayah Dewata dibagi menjadi 3 bagian yaitu Bali, Nusa Barat, Nusa Barat. Setiap bagian biasa disebut daerah.
Daerah Bali mempunyai populasi manusia paling banyak dibandingkan dengan kedua daerah lainnya.
Aldi tidak lupa untuk menanyakan tentang keberadaan setan yang melindungi pulau Dewata. Dia terkejut dengan fakta yang disampaikan.
Ada beberapa setan yang di kutuk oleh dewa cahaya, salah satunya adalah Leak, ia menyerupai naga yang mempunyai mata merah.
Sedangkan yang lainnya adalah Bojog Selam, ia merupakan monster raksasa yang menyerupai gorila dengan tarik yang tajam.
Aldi dapat menyimpulkan bahwa cerita itu adalah kisah turun temurun penduduk wilayah Dewata.
Hal tersebut membuat Aldi merasa kagum kepada petani itu yang selalu mengingat kelestarian sejarah wilayah Dewata.
Hari mulai sore, Aldi dan petani itu mulai menuju gerbang masuk desa.
"Paman, terima kasih telah memberi kami petunjuk yang sangat berharga," ucap Aldi dengan sedikit membungkukkan badan.
"Anak muda, dengan umur kalian yang masih remaja akan sangat susah mencari tempat tinggal. Kebetulan aku mempunyai rumah yang cukup besar, aku juba hidup sendirian di rumah."
"Terima kasih, Paman. Dengan senang hati kami akan menerima tawaran itu." Aldi menjawab dengan senyum tipis khasnya.
Mereka menuju rumah Made yang cukup mewah dibandingkan dengan penduduk lainnya. Made adalah nama sang petani yang memberikan informasi tentang wilayah Dewata.
Rumah itu memiliki 3 kamar tidur, satu kamar utama, satu kamar tamu, dan kamar anaknya.
Hari sudah malam, Aldi dan Shen Haise menuju kamar tamu yang sudah dipersiapkan.
"Haise, apa ada informasi yang penting?" tanya Aldi.
Aldi dan Shen Haise di berikan satu kamar karena Made menganggap bahwa mereka adalah sepasang suami istri.
"Sangat berbeda dengan wilayah yang aku kenali." Kemudian dia menceritakan detail yang telah dilihat.
Menurut Made, orang terkuat dalam beladiri di daerah Bali merupakan pengawal Raja yang memiliki kekuatan tingkat Langit.
Tumbuhan dan hewan di daerah ini tidak mempunyai keanehan. Aldi masih belum memastikan hal istimewa apa yang terdapat di wilayah Dewata.
"Aku akan mencoba menghubungi Shie menggunakan telepati, jika berhasil maka sekarang kita masih berada dalam dimensi yang sama." Aldi berkata dengan memegang dagunya.
"Shie, apa kau mendengar?" tanya Aldi.
"Aldi, bukankah kau sedang berada di wilayah Dewata?" jawab Shie kebingungan.
"Ceritanya panjang, intinya pulau Dewata merupakan sebuah Wilayah di Dunia Utama."
Aldi memerintahkan salah satu dari 7 anak ajaib, Shen Liu untuk memastikan dugaannya. Anak itu mempunyai kelebihan dalam menentukan arah.
Shen Lui dan 50 orang lainnya akan mengarungi lautan timur menuju wilayah Dewata sesuai koordinat yang dikirimkan Aldi.
Kapal khusus telah dibuat Aldi ketika menuju pulau Nemo, kapal itu jauh lebih bagus dibanding kapal pada umumnya.
Dengan adanya Simbol yang dapat menarik paksa mereka ketika dalam keadaan krisis akan meningkatkan kepercayaan diri.
Pada hari itu juga Shen Liu memimpin menuju wilayah Dewata jalur laut. Jika tebakan Aldi benar, dengan menggunakan kapal khusus yang telah Aldi buat. Maka membutuhkan 6 bulan perjalanan laut.
Bahan bakar kapal sebagian terbuat dari simbol yang dapat mengubah cahaya menjadi tenaga penggerak kapal.
Dalam bidang teknologi sering disebut dengan pembangkit listrik tenaga surya.
Karena mereka semua sudah memiliki kaling penyimpanan, untuk masalah makanan selama 6 samapi 12 bulan dengan mudah diselesaikan.
Suara ayam yang berkokok di pagi hari membangunkan setiap penduduk desa. Ketika itu Aldi dan Shen Haise sudah berlatih penghalusan energi menggunakan teknik Taichi.
Gerakan halus membuat udara disekitar mereka berhembus dengan lembut. Adanya angin dingin di pagi hari menambah kesejukan di halaman depan rumah Made.
Beberapa penduduk menghampiri mereka dan membicarakan tentang gerakan Aldi dan Shen Haise
"Apa yang dilakukan mereka berdua?"
"Aku tidak tahu, tapi yang pasti udara di sekitar sini sangat sejuk."
Seorang anak kecil memperhatikan mereka dengan penuh semangat.
Suara burung terdengar, semua orang menundukkan kepalanya seperti sedang menghormati seseorang yang sangat penting.
Burung itu merupakan salah satu berkah yang diberikan dewa cahaya kepada masyarakat di wilayah Dewata.
Shen Haise diam tanpa ekspresi, dia sudah mengetahui bahwa kebiasaan dari leluhur akan sangat susah dihilangkan dari wilayah Dewata.
Berbeda dengannya, Aldi mengerutkan keningnya. "Burung yang sangat istimewa."
Butung itu dapat menstabilkan energi alam dengan kicauannya yang merdu. Bahkan tumbuhan di jalur yang dilalui memancarkan energi lebih saat butung itu lewat.
Aldi langsung menanyakan kepada paman Made tentang burung ane itu.
"Burung itu dinamakan Curik, dia memberikan rejeki yang berlimpah ketika melewati sebuah desa."
Burung itu merupakan makhluk yang dapat mempengaruhi alam sekitarnya dengan suaranya.
Ketika melihatnya, Aldi merasa keakraban dengan Curik. Karena burung itu sama dengan burung yang bernama Jalak.
Perbedaan mendasar tentang keduanya adalah ukuran tubuh. Jalak remaja mempunyai panjang lebih dari 100 meter, sedangkan Curik hanya memiliki 20 centimeter paling besar.
Burung Curik sangat dijaga oleh kerajaan Dewata, tidak diperbolehkan siapapun untuk membunuhnya. Jika ketahuan, maka orang yang membunuh burung Curik akan dieksekusi di depan umum.
Karena harga burung Curik sangat mahal, banyak orang yang mengabaikan peringatan Raja Dewata.
Ratusan orang telah dihukum karena kasus membunuh atau menangkap burung Curik. Kerajaan tidak memberikan keringanan apapun tentang masalah ini.